Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 195 : Pencerahan


__ADS_3

Ketika yang lain sedang menyantap makanan yang Lin Chen masak, ia berada di halaman depan yang dindingnya sudah dibongkar. Ia membawa papan nama berwarna merah yang bagian tengahnya ada kertas berwarna emas, ini adalah plang yang nantinya akan ia pasang.


Lin Chen menghancurkan Kranberi Shen untuk mengambil sarinya dan mencampurnya dengan serbuk arang yang terbuat dari Pinus Diqi. "Aku sudah membuat tintanya, sekarang hanya perlu menulisnya di plang nama."


Lin Chen meletakkan plang nama itu di atas meja dan bersiap-siap untuk menulis dengan mencelupkan ujung kuas pada tinta yang sudah jadi. Matanya terpejam dan napasnya sangat tenang seperti air danau yang tidak bisa pergi ke mana-mana, kemudian saat matanya terbuka, danau itu meledak seperti aliran ombak.


"Sekarang!" Lin Chen mengangkat kuas, kemudian langsung menempelkan ujung kuas pada kertas emas; kuas itu bergerak dengan baik seperti sedang menari, lalu setelah selesai, ia mengibaskan tangannya dan terlihat tinta yang memercik.


Tulisan itu berwarna merah kehitaman dan mengandung Dao Dewa, Kehidupan dan Harapan. Dao Dewa itu muncul tanpa sepengetahuan Lin Chen yang berharap tentang keselamatan maupun kesehatan tiga anaknya, 喬安軒 atau Qiao An Xuan.


"Qiao memiliki arti cantik, An memiliki arti damai dan tenang, Xuan mengambil dari kata Zixuan yang berarti tinggi. Aku berharap anak-anakku setelah mendapatkan kedudukan yang tinggi, mereka tetap cantik dalam hal perilaku dan damai dalam pikiran."


Lin Chen sangat senang melihat kaligrafi yang baru saja selesai, dan sekarang hanya perlu menunggunya untuk kering sebelum memasangnya di pagar balkon di lantai dua.


"Sangat indah, apakah kau Sarjana, anak muda?"


Lin Chen menoleh ke kiri melihat pria tua berambut hitam dan ada beberapa yang putih, mengenakan pakaian putih dengan jubah yang sama, dan memakai topi seperti Taoist, tapi tidak ada Diagram Yin dan Yang.


Anak muda? Melihat dari penampilan dan dia bukan Kultivator, sepertinya dia lebih muda dariku, batin Lin Chen.


"Iya, aku memang Sarjana. Tapi, aku sudah membuang hal itu dan berencana membangun sebuah rumah makan bersama istriku."


Pria tua itu menganggukkan kepala dengan pandangan fokus pada kaligrafi. "Apakah kau tidak sayang? Menjadi Sarjana adalah impian manusia biasa seperti kita, dan kau memilih membuka rumah makan setelah berhasil mencapainya?"


Lin Chen berjalan ke tempat lain untuk mengambil plang nama yang dipasang dengan cara berdiri. "Untuk apa status tinggi jika kau tidak bahagia? Jika kau sudah berada di atas, terkadang akan ada rasa bosan karena semua orang tidak berani melihatmu, saat berbicara pun tidak akan terasa nyaman karena mereka hanya melihat kaki, bukan mata ..."


"Jika begitu, bukankah tidak berbeda dengan patung yang bisa berbicara? Kita tidak bisa berbicara dengan santai, dan terkadang saat kita ingin bercanda, mereka akan salah mengartikannya sebagai perintah."


Pria tua itu terdiam tak bisa berkata-kata saat mendengar ucapan Lin Chen; tidak pernah mendengar ada yang mengatakan jika memiliki kedudukan tinggi ternyata sangat merepotkan.


Wusshh... Wusshh...


Angin berembus kencang dan menerbangkan dedaunan pohon; awan di langit juga mulai bergerak seperti tertiup angin.


Pria tua bernama Bian Jiazhen menengadahkan kepalanya melihat langit. "Mengapa tiba-tiba ada angin? Apakah akan turun hujan?"


Lin Chen mengikuti Bian Jiazhen yang melihat langit; gerakan awan itu seperti terpengaruh oleh aliran energi spiritual, dan sepertinya ada yang akan menerobos.


"Hah..." Lin Chen mengembuskan napas panjang; membuang pikiran untuk menerobos dalam waktu dekat; tidak baik terlalu memaksakan diri. "Lebih baik aku menyelesaikannya."


Lin Chen kembali mengambil kuas dan menuliskannya di plan nama lain, tulisan kali ini tidak ditulis secara horizontal, melainkan vertikal.

__ADS_1


***


3 Minggu Kemudian


Tidak terasa sudah satu bulan lebih Lin Chen hidup seperti manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan, toko yang ia buka selalu ramai setiap harinya sampai harus membuat pengaturannya seperti hanya 150 pelanggan saja untuk satu harinya, dan karena itu banyak yang melakukan pemesanan jauh-jauh hari.


Hari ini Lin Chen berencana untuk pergi seorang diri ke tempat yang sedikit jauh dari Kota Xandan; ada hal yang ingin ia lakukan seorang diri, ia tidak ingin terlalu banyak orang yang ikut karena bisa berdampak buruk.


"Gege, apakah Xue'er tidak boleh ikut?"


Lin Chen yang sudah berada di luar, menoleh ke belakang melihat Yan Xue yang ingin mengantarnya pergi. "Maafkan aku, tapi ini adalah hal penting. Aku tidak ingin Xue'er terluka, karena hari ini aku ingin membuka segel."


Yan Xue tidak bisa berkata-kata, hanya diam dan menganggukkan kepalanya.


Lin Chen tersenyum tipis, lalu berbalik dan berjalan di jalan utama ke arah selatan untuk mendatangi gunung tinggi yang tidak terlalu jauh bagi Kultivator, tapi untuk manusia biasa, setidaknya membutuhkan beberapa hari.


Ketika sudah berada di luar Kota Xandan, Lin Chen tidak lagi berjalan, melainkan berlari dengan kecepatan penuh. Kecepatan yang bahkan tidak sampai seperseratus miliar dari kecepatan asli. Namun, setidaknya bisa menyingkat jarak 192 mil hanya dalam waktu dua jam.


Lin Chen terus berlari melalui hutan lebat agar tidak bertemu dengan manusia yang memperlambatnya. "Bukankah ini aneh? Dari jauh aku melihat hutan ini sangat padat dan tidak ada jalan, tapi setelah masuk, pohon-pohon ini tersusun rapi dan membentuk jalan yang nyaman dilalui. Bahkan ..."


Lin Chen menoleh ke kiri dan kanan, lalu melihat ke belakang untuk beberapa saat. "Akar-akar pohon terlihat membentuk lantai dan terkadang tangga untuk memudahkan ku naik."


Jika Lin Chen lebih memperhatikan sekitar, ia akan mengetahui bahwa rumput-rumput membungkuk ke arahnya, burung-burung kecil akan berhenti terbang dan bersujud dengan caranya. Tapi tidak dengan monster, saat bertemu Lin Chen, mereka akan melihatnya seperti mangsa yang bisa meningkatkan kekuatan.


Saat mendongak, terlihat ada akar pohon yang keluar dari tebing membentuk sebuah tangga alami.


Tanpa membuang waktu terlalu lama, Lin Chen mulai mendaki tebing dengan cara menginjak akar pohon yang membentuk tangga.


Burung-burung kecil mulai berdatangan dan bertengger di pundak maupun kepala Lin Chen yang sedang mendaki; Lin Chen tidak merasa terganggu, malah ia merasa senang karena ada yang menemani dan tidak terasa sudah sampai di puncak.


Puncak gunung ini hanya memiliki luas seperti kamar kecil yang normal; hamparan rumput hijau dengan satu pohon rindang.


Lin Chen mengambil posisi duduk bersila dan mulai memejamkan matanya. "Burung-burung kecil, tolong menyingkir dari sini, dan pohon, aku minta maaf apabila aku menghancurkan mu nanti."


Burung-burung yang bertengger di pundak maupun kepala Lin Chen mulai terbang menjauh, begitu pun dengan pohon yang tiba-tiba bergetar seperti mendapatkan Kesadaran Spiritual.


Tidak ada lagi pohon atau apa pun di sini, hanya hamparan rumput sebagai alas Lin Chen duduk.


"Aku sudah menjadi Tabib, Koki, Sarjana, Herbalis, dan lain sebagainya."


Lin Chen menghirup napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan.

__ADS_1


"Kehidupan, sangat lama sekali aku mencari tahu arti dan makna dari Kehidupan. Tapi, Kehidupan sangat sederhana menurut manusia biasa, bahkan, harusnya aku sudah mengetahuinya sejak lama ..."


Tubuh Lin Chen mulai memancarkan sinar putih terang, sinarnya bisa dilihat dari Kota Fanren, Kota Xandan dan kota-kota sekitar.


Aliran aura spiritual di Bintang Qiuzan mulai tidak beraturan lagi dan mengganggu kultivasi para praktisi atau pembudidaya yang sedang berkultivasi.


Monster-monster yang bersembunyi di kegelapan mulai bangun dan datang ke Kota Xandan untuk memburu Lin Chen, berharap dapat mengambil darah ataupun jiwa untuk meningkatkan kekuatan.


Makhluk hidup yang berdiri di sisi Lin Chen, ikut bergerak untuk menghalau semua monster agar tidak datang dan mengganggu.


Tunas-tunas kecil yang berada di seluruh penjuru Bintang Qiuzan mulai tumbuh dalam kecepatan tinggi dan mendapatkan Kesadaran Spiritual untuk membantu Lin Chen; mencoba menghalau hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi.


Kuktivator-kultivator tidak bisa berbuat banyak saat aliran energi mulai kacau, hanya mereka Heavenly Realm yang bisa bergerak meski tidak terlalu bebas, tapi karena Xue Ying memiliki pecahan dari Chen Hao Ling di dalam tubuhnya, ia bisa tenang.


Binatang-binatang yang berada di sungai ataupun lautan, mulai berevolusi dan mendapatkan Kesadaran Spiritual yang hanya bertahan untuk sementara waktu. Mereka keluar dari habitat mereka untuk menghalau semua monster yang mengamuk, mereka tidak masalah jika harus kehilangan nyawa, asalkan Lin Chen berhasil dalam prosesnya.


Lin Chen tersenyum tipis dan menghembuskan napas. "Kehidupan, ada, untuk mencari kebahagiaan."


Bang! Bang! Bang!


Ledakan beruntun terjadi di dalam tubuhnya saat semua segel terbuka; cahaya putih menyebar membentuk cincin maupun melonjak ratusan ribu mil ke langit, menembus udara sampai menembus pembatas Bintang Qiuzan.


Setiap 100 mil cahaya melonjak membentuk pilar, akan ada ledakan lain yang terus menyebar membentuk cincin putih. Fenomena ini bisa dilihat oleh semua makhluk hidup, entah manusia biasa yang tidak bisa berkultivasi, Kultivator Sejati, tumbuhan maupun binatang yang mendapatkan Kesadaran Spiritual, dan monster.


Dengungan dan dentingan keras seperti suara lonceng mulai terdengar di seluruh Semesta Lantian; samar-samar suara itu juga bisa didengarkan di 323 Semesta lain.


Cahaya putih tidak menghilang dan terus terpancar menerangi Bintang Qiuzan. Kemudian samar-samar dari ledakan cahaya yang menyebar, mulai membentuk siluet Lin Chen yang utuh, bukan satu atau dua, melainkan ratusan ribu.


Bentuk Lin Chen kali ini sangat sederhana, seperti manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan.


Lin Chen menggunakan belasan pakaian putih bersih berkilauan; rambutnya putih panjang, berkibar tertiup angin dan bagian ujungnya mengeluarkan molekul-molekul cahaya kecil, dan saat jatuh ke tanah tandus, tiba-tiba tanah itu menjadi subur dan mengubahnya menjadi hutan; matanya tertutup, lalu saat terbuka, semua makhluk hidup di 324 Semesta tidak bisa menjaga keseimbangan.


Semua makhluk hidup di Semesta Lantian, melihat Lin Chen dan mereka tidak bisa menahan diri untuk tetap berdiri tegak; dalam sekali napas, mereka semua berlutut tanpa bisa menolaknya.


Awan hitam mulai berkumpul di sekitar pilar putih dan itu sangat mengganggu; kilatan petir juga terlihat sudah datang dan berkumpul di satu titik membentuk Naga Putih, namun saat hendak turun, Naga Putih gemetaran, kemudian memilih untuk memakan tubuhnya sendiri hingga meledak.


Kesengsaraan Petir, takut akan keberadaan Lin Chen!


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2