Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 140 : Menembus tahap Akhir


__ADS_3

Dewa dan Dewi yang melihat Iblis, segera bergerak ke dua arah yang berlawanan mencoba menghalau telapak tangan serangan itu agar tidak mengenai Dewa Langit yang lain. Bukan tanpa alasan mengapa mereka mencoba menahannya ketimbang membiarkannya, itu karena Lin Chen melepaskan energi emas yang menahan gerakan 6 God Realm yang menyerangnya.


Dewa Perang tidak bisa menarik Tombak Perang yang menembus tubuh Lin Chen, begitu pun dengan Dewa Xiade yang toya miliknya bergabung dengan tubuh Lin Chen.


Bang! Bang!


Dentuman dari dua arah yang berbeda terjadi ketika belasan Dewa maupun Dewi menyerang tangan Iblis yang mencoba menghancurkan Lin Chen dan 6 God Realm lain. Tidak ada dampak yang signifikan terhadap Iblis meski sudah terkena serangan bertubi-tubi, tapi tidak dengan Lin Chen yang mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.


Bukan hanya darah yang mengalir di sudut bibir, tapi ada darah lain yang mengalir deras di kedua mata Lin Chen seperti sedang menangis.


"Keugh!" Dewa Langit memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya ketika Iblis terus diserang, itu karena ia juga terkena dampak yang sama seperti Lin Chen.


"Be- Berhenti!" Dewa Perang berteriak lantang mencoba menghentikan Dewa yang lain. "Biarkan saja!"


Dewa Kehancuran, Dewa Xiade, Dewa Petarung dan Dewa Bumi menganggukkan kepala mencapai kesepakatan untuk membiarkan Iblis menyelesaikan serangan daripada terus ditahan namun merasakan sakit.


Keenam Dewa itu tahu jika tubuh mereka akan hancur ketika terkena serangan Iblis, tapi mereka sangat yakin serangan itu tidak akan mampu untuk membunuh mereka, mengingat mereka adalah Dewa.


Iblis bisa kembali bergerak dengan bebasnya setelah 26 God Realm tidak lagi menyerang dan membiarkannya bergerak seperti sebelumnya.


Lin Chen tersenyum ringan meski tubuhnya juga basah akan darah. "Dao Iblis ..." Aura emas yang menyelimutinya berubah warna menjadi merah gelap.


Dewa Langit dan yang lain tersentak ketika melihat aura Lin Chen yang mengalami perubahan, mereka merasakan kekuatan Lin Chen terus bertambah dengan kekuatan mereka yang melemah.


"Kehancuran, Tapak Iblis!"


Bang!


Iblis menepukkan kedua tangannya yang sangat besar dan menciptakan gelombang suara yang sangat keras, bahkan 26 God Realm lain merasakan getaran dari dalam tubuh mereka, yang mana tulang-tulang mereka saling bergesekan.


Api berwarna merah gelap menyala menyelimuti telapak tangan Iblis yang menghancurkan tubuh Lin Chen, api itu sangat panas bahkan sampai menciptakan fenomena seperti Semesta yang meleleh.


"Apakah Dewa Langit mati?" tanya Dewa Array yang mengenakan pakaian seperti Sarjana terpelajar, rambut berwarna ungu dan membawa kipas tangan.


"Bodoh!" protes Dewi Jiwa terhadap pertanyaan Dewa Array. Ia sangat kesal jika ada yang mengutuk Dewa Langit, yang mana merupakan salah satu pria yang ia gunakan untuk meningkatkan kekuatannya. "Kita adalah Dewa! Tidak mungkin bisa mati dengan mudahnya!"


Dewi Jiwa sangat percaya tidak ada yang mampu mengalahkan Dewa Langit yang merupakan salah satu Dewa kuat, dengan Ranah God Realm tahap Akhir.

__ADS_1


Iblis merah menghilang dalam sekejap dengan api yang juga padam, tidak ada siapa pun di tempat kejadian, semuanya benar-benar bersih tak tersisa.


Suasana kembali hening untuk beberapa saat, terus mengamati tempat kosong menunggu 6 God Realm untuk kembali muncul beregenerasi. Tapi, setelah beberapa menit tidak ada tanda-tanda akan muncul, Dewi Jiwa mulai panik dan marah secara bersamaan.


"Terima kasih atas makanannya."


Ada suara yang terdengar sedikit asing dan familiar yang memecah keheningan.


Fluktuasi Energi Dewa dan Iblis berkumpul jauh di atas 26 God Realm, membuat mereka semua menengadahkan kepala melihat siapa sebenarnya yang memiliki aura mengerikan dan menekan seperti ini.


Terlihat ada Lin Chen yang berdiri dengan kokohnya tanpa ada luka, tubuhnya benar-benar sehat dan kuat.


Lin Chen mengeluarkan banyak sekali perubahan dalam tubuhnya, ada Cambuk Iblis, Chakram Iblis, Chakram Dewa. Tanduk tunggal juga mencuat dari dahi, serta ada tanduk emas seperti rusa di pelipisnya.


Bang! Bang! Bang!


Dentuman lain kembali terdengar secara bersamaan, dengan munculnya Dewa, Iblis dan Naga Emas.


Masih banyak lagi 'Kartu AS' yang belum ia keluarkan dan akan digunakan untuk melawan Dewi Kuxing dan Dewa 5 Element.


"Kalian tidak perlu lagi repot-repot menunggu Dewa Langit, dia dan yang lainnya sudah mati."


"Jika kau tidak percaya ..." Lin Chen mengangkat tangannya untuk menghentikan Dewi Jiwa agar tidak terus berbicara. "Harusnya kalian bisa mencobanya sendiri, cobalah untuk memasuki Semesta Lantian."


Tidak ada yang percaya dengan ucapan Lin Chen yang mengatakan bahwa 6 God Realm terbunuh dalam sekali serang, tapi mereka tetap mencoba membuka celah ruang secara bersamaan. Celah ruang terbuka dengan baik tanpa adanya kendala atau gangguan, namun, saat mereka mencoba memasukinya, mereka ditolak dan dihempaskan sampai mendapatkan luka.


"Terima kasih, karena mereka, aku berhasil menembus tahap Akhir."


Lin Chen mengayunkan tangannya mengarah pada 26 God Realm, membuat Naga Emas melesat dengan kecepatan penuh dan mulutnya yang terbuka lebar. Ada cahaya merah yang bersinar di dalam mulut Naga Emas, itu mengandung Esensi dari Dao Iblis yang merupakan Kehancuran.


Wosh!


Naga Emas yang membuka mulutnya lebar, menarik napas dalam-dalam. Ada daya tarik yang sangat kuat yang mampu menghisap God Realm tahap Menengah dengan mudahnya.


Lin Chen membiarkan Naga Emas untuk bekerja, sedangkan ia duduk bersila untuk mengatur energinya yang bergerak tidak beraturan.


Dewa Array pergi menjauh dari kejaran Naga Emas dan menatap tajam Lin Chen dari kejauhan. Hanya dari tatapan matanya, tiba-tiba ada ratusan formasi array yang setidaknya tingkat Ilahi, array-array itu mengelilingi Lin Chen.

__ADS_1


Dewa Array membuka kipas tangannya dan mengayunkannya, menciptakan badai angin yang mendorong Naga Emas untuk pergi menjauh, bersamaan dengan aktifnya formasi array.


Wush! Wush! Wush!


Formasi array yang sudah aktif itu melepaskan berbagai macam serangan dan masing-masing ukurannya sebesar bintang. Ada pedang, tombak, anak panah, sayatan angin dan lain sebagainya.


Lin Chen tetap diam untuk mengatur energinya, tidak ada perasaan khawatir terhadap serangan-serangan yang mengarah padanya, bahkan tanpa harus bergerak sedikit pun, Point Pengalaman yang ia terima terus bertambah.


Dewa dan Iblis yang menjaga Lin Chen, akhirnya bergerak mengahalau semua serangan hanya dengan tangan yang terangkat. Keduanya juga memecahkan semua formasi array dengan kepalan tangan, tanpa menggunakan Pedang Dewa, Pedang Iblis dan Pedang Kuno.


"Keugh!" Dewa Array memuntahkan seteguk darah segar ketika formasi array yang ia ciptakan dihancurkan. Array ini bukan sembarangan, karena langsung berhubungan dengan jiwanya.


Lin Chen membuka matanya seraya mengembuskan napas panjang. Ada aura mengerikan yang sangat menekan ketika ia membuka matanya, mata hitam pekat dengan aura merah di sebelah kiri dan putih di sebelah kanan.


"Jika saja kalian tetap menahan tangan Iblis tadi, mungkin Dewa Langit tidak akan mati, dan aku tidak akan menembus tahap Akhir."


Lin Chen memandangi semua orang yang hanya tersisa setengahnya saja. Ia mengangkat tangan kanannya, membuat Naga Emas berbalik ke arahnya dan melingkarinya beserta Dewa maupun Iblis.


"Harusnya kalian sudah mengetahuinya, bagaimana mungkin aku yang hanya tahap Awal, tapi bisa mengalahkan Dewa Pedang dan Phoenix."


Dewa dan Iblis mengangkat tangan yang berlawanan, mengarahkannya pada 14 God Realm yang tersisa. Ada simbol yang berbeda di tangan keduanya, simbol itu berwarna emas dan putih.


Seketika itu juga, gerakan semua orang tertahan seperti ada kekuatan yang mencengkeramnya. Tidak ada satu pun yang bisa bergerak meski mereka mengerahkan segala kekuatan.


Perhatian Lin Chen tertuju pada Dewi Jiwa yang sebelumnya mencoba mengendalikannya. Ia mengarahkan jari telunjuknya, terlihat ada jarum kecil yang muncul di depan jarinya. "Pergi."


Jarum kecil itu melesat dengan kecepatan penuh, menusuk kedua mata Dewi Jiwa dan menembusnya.


Dewi Jiwa merasakan panas di matanya yang sangat menyakitkan, tapi ia tidak bisa berteriak. Darah segar mengalir dari kedua matanya seperti sedang menangis.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya, kemudian menjentikkan jarinya.


Penyegelan Semesta itu mulai menghilang dalam sekejap, yang digantikan oleh energi berwarna biru muda yang merupakan kekuatan dari System. Dengan ini, tidak ada yang bisa memasuki Semesta Tian lagi dan ia bisa memberikan pelajaran pada 14 God Realm.


"Aku tidak akan membiarkan kalian mati dengan mudah."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2