
"Apakah Yi'er masih ingin melawan Monster Kuno?"
Xue Ying berpikir sejenak ketika mendapatkan pertanyaan yang tidak terduga dari Kakaknya yang baru keluar dari pengasingan. Tapi, ia seperti sudah pernah mendengarnya. "Bukankah Kakak sudah menanyakan pertanyaan yang sama?"
Lin Chen mengerutkan keningnya, kemudian mengangguk kecil dengan senyum canggung. Ia melupakan tentang hal itu saat baru datang ke Semesta Lantian, di mana Xue Ying menunda pertarungannya melawan Monster Kuno karena tidak memakai Tubuh Utama.
"Aku memperlambat kecepatan Profound Ark, harusnya kita bisa sampai selama tiga bulan, sekarang membutuhkan tiga tahun. Tapi, kita bisa berpindah sekarang juga, aku sudah menelusuri seluruh Semesta Lantian menggunakan kesadaranku."
Yan Xue memiringkan kepalanya tak mengerti, ia tahu betul tentang sikap suaminya yang selalu terburu-buru, tapi kenapa sekarang malah memperlambat.
Lin Chen menghela napas, lalu kembali berucap untuk menjawab pertanyaan yang terlihat jelas di wajah Yan Xue. "Aku ingin anak-anak melihat cara memasuki bintang, mereka belum pernah melihatnya."
Yan Xue sedikit mengangguk, lalu mengalihkan perhatiannya pada anak-anak yang masih duduk bersila tidak jauh darinya.
Samar-samar terlihat ada aura yang terus diserap oleh anak-anak yang sedang berkultivasi, Lin Mein An adalah yang paling lambat, karena darahnya tidak murni dan tubuhnya juga Tubuh 5 Element.
Xue Ying melipat kedua tangannya di depan dada menatap heran Lin Chen. "Mengapa Kakak tidak menggunakan Pil Dewa? Bukankah Kakak bisa meningkatkan kekuatan dengan memakannya?"
Lin Chen tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian menghela napas. Bukannya tidak ingin, tapi karena terlalu berisiko untuk memurnikan Pil Dewa, terlebih lagi membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Bagaimanapun, ada 14 God Realm yang terkandung di dalam Pil Dewa.
Tapi meski berisiko, sedikit banyaknya ia tetap menyerapnya saat Pil Dewa masih tersimpan di Inventory System.
Lin Chen memberikan sentuhan kecil di hidung Xue Ying, lalu menjawabnya, "Belum saatnya, aku akan menyimpannya nanti saat sudah mencapai tahap Puncak."
Ia masih berencana untuk menyimpannya, bahkan ia juga ingin menyuling Pil Dewa lagi untuk membantunya menerobos Lord Realm. Ia menduga, Point Pengalaman yang dibutuhkan akan sangat banyak, mungkin belasan kali dari Point Pengalaman yang dibutuhkannya sekarang.
Lin Chen membuka telapak tangannya, terlihat ada satu butir beras dengan warna yang tidak bisa dijelaskan karena bercampur menjadi satu. Ada aura yang sangat kuat yang keluar dari satu butir beras itu, ini adalah serpihan dari Pil Dewa yang ia suling.
"Serap ini, ini setara dengan seratus ribu Pil Energi Qi tingkat Ilahi."
Yan Xue dan Xue Ying terpana melihat aura yang keluar, itu bukan lagi samar-samar, melainkan benar-benar bisa dilihat oleh mata telanjang. Tanpa membuang waktu, mereka mulai menyerap aura dari serpihan Pil Dewa.
Pil Dewa berbeda dari pil ditingkat lain, yang mana tidak dikonsumsi dengan cara menelannya, melainkan dengan cara menyerap aura yang tersebar. Bahkan jika bisa ditelan, orang itu akan tersedak.
Lin Chen memecah tubuhnya menjadi dua bagian, yang satunya bertugas untuk mengawasi anak-anak dalam hal kultivasi. Ia tidak ingin anak-anak terdampak aura kuat dari serpihan Pil Dewa, yang sangat buruk bagi pertumbuhan mereka.
Anak-anakku sudah menjadi seorang yang tampan dan cantik, saat mereka kecil, mereka sangat manis. Tapi, aku juga menjadi korban karena wajahku dicoret-coret dengan kuas oleh Jian'er.
__ADS_1
Apalagi saat tidur, saat aku bangun, tubuhku sudah menghitam karena tinta.
Lin Chen melangkah mundur dari tempat anak-anaknya duduk bersila, ia mengamati dari kejauhan seraya menahan energi dari Pil Dewa.
***
30 Hari Kemudian
Tidak terasa sudah dua bulan semenjak mereka datang ke Semesta Lantian dan mereka mengalami peningkatan yang signifikan kecuali Lin Chen, mengingat seberapa banyak Point Pengalaman yang dibutuhkan.
Profound Ark yang mereka tumpangi sudah mulai memasuki Galaxy Tianlang yang merupakan pusat dari Semesta Lantian.
Lin Qiao Jianying terpana melihat keindahan Galaxy Tianlang. Ia sangat menyukai hal yang indah dan berkilauan, terutama uang. Entah berapa banyak uang yang sudah disimpannya dari hasil perburuan monster, mungkin bisa menyanggupi ratusan keluarga hidup bermewah-mewahan selama ribuan tahun.
"Ayah! Apakah Zixuan bisa memancing di sana?!"
Lin Chen mengalihkan perhatiannya pada arah yang ditunjuk Lin Da Zixuan, terlihat ada sungai yang mengalir di angkasa luar. Aliran sungai itu berasal dari pulau yang melayang dengan aura spiritual yang cukup kental.
"Tidak bisa, di sana tidak ada kehidupan." Lin Chen mengusap kepala Lin Da Zixuan.
Lin Da Zixuan mengangguk kecil meski sedikit kecewa, kemudian perhatiannya kembali teralihkan pada Profound Ark lain yang sama-sama bergerak ke pusat Galaxy Tianlang.
Lin Chen ingin sekali memberikan Lin Da Zixuan Profound Ark, tapi Yan Xue memintanya untuk tidak terlalu memanjakan anak-anak. Sehingga, ia tidak bisa asal memberikan barang pada anak-anaknya meski ia ingin.
Ia berjongkok agar tingginya sejajar, lalu melirik Yan Xue yang berada di sebelahnya. "Ayah ingin memberikannya, tapi Xuan'er tahu, kan? Bagaimana Ibu marah?" bisiknya.
Lin Da Zixuan menoleh ke kiri melihat Ibunya yang menatapnya dengan senyum, tapi ia merasa itu bukan senyuman manusia, tapi senyuman iblis. Tubuhnya gemetar saat mengingat bagaimana mengerikannya Ibunya marah.
"Ba- Baik, Ayah. Zixuan tahu, Ibu memang mengerikan." Lin Da Zixuan menjawabnya dengan cara berbisik.
"Jika Xuan'er mendapatkan pencapaian, seperti Master Mantra tingkat Grandmaster, Ayah akan memberikan Profound Ark."
Lin Da Zixuan tersentak ketika mendengar suara Ayahnya yang berada di dalam benaknya, tapi dengan cepat ia kembali tenang dan menganggukkan kepala penuh tekad. Ia yang saat ini sudah mencapai Master Mantra tingkat Master tahap 5, hanya membutuhkan waktu lagi untuk sampai ke tingkat Grandmaster.
***
7 Hari Kemudian
__ADS_1
Profound Ark sudah sampai di luar Bintang Shanjin yang warnanya putih cerah, dengan satelit-satelit seperti Bulan yang mengelilingi Bumi di sekitarnya. Bukan hanya satu, melainkan delapan satelit yang berputar.
Walaupun ada delapan yang mengelilingi, tapi saat Lin Chen memasukkan kesadarannya ke Bintang Shanjin, yang terlihat hanyalah satu seperti hanya ada Matahari dan Bulan.
"Ayah, apakah yang berwarna putih itu formasi array?" Lin Mein An menunjuk pada Bintang Shanjin yang berwarna putih.
Lin Mein An mempelajari tentang Array selain belajar menggunakan pedang. Tingkatnya sekarang masih belum dianggap tinggi, baru ditingkat Guru tahap 6.
Lin Qiao Jianying, Alkemis tingkat Grandmaster tahap 2.
Walaupun mereka fokus pada Profesi Kultivasi yang berbeda-beda, mereka tetap mempelajari Profesi Kultivasi lain seperti Tabib maupun Penempa.
"Iya, itu adalah formasi array yang terbentuk secara alami dari aura Bumi dan Langit. Tapi ada juga formasi yang dibentuk sendiri, seperti Bintang Qiang, Ayah sendiri yang mengaturnya," jawab Lin Chen.
"Untuk bisa melakukannya, harus mencapai Master Array tingkat Ilahi," sambung Lin Chen.
Lin Mein An menganggukkan kepalanya berkali-kali sebagai tanda mengerti, ia ingin bisa mencapainya, mencapai Master Array tingkat Ilahi.
Profound Ark terus bergerak, mulai memasuki Bintang Shanjin yang tidak ada penjagaan.
Penduduk di Semesta Lantian tidak mengetahui jika Dewa Langit di sini sudah tidak ada lagi, karena saat Dewa Langit terbunuh, ia menyembunyikan ledakannya sebaik mungkin agar tidak menimbulkan kepanikan.
Tapi daripada itu, hanya segelintir orang saja yang mengenal Dewa Langit.
Lin Chen yang memasuki Bintang Shanjin, hanya diam seraya menjilati bibirnya saat ada darah yang mengalir keluar. Setiap waktu ia selalu mencoba memasuki Semesta lain, tapi hasilnya selalu sama tidak ada perubahan.
Meski demikian, ia tidak pernah menyerah dan tetap mengirim kloning ke sana.
Angin langsung bertiup kencang menghantam pembatas Profound Ark, mereka tiba di atas samudra luas dengan badai angin bagaikan pedang tajam.
Sudah lama sejak terakhir kali menemukan lautan dengan badai angin di atasnya. Karena ada badai angin juga, tentunya ada monster yang bersemayam di dalam lautan.
Lin Chen yang berdiri di atas patung kepala naga, menundukkan kepala melihat samudra luas. Sepertinya, sudah saatnya untuk mengajarkan mereka bertarung melawan monster di lautan.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...