Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 098 : Dimensi Monster Kuno


__ADS_3

Naga Emas datang mengitari langit Kota Chen yang ada di Bintang Qiang, membuat siapa saja yang melihatnya mulai berlutut satu per satu dan memberi penghormatan. Sangat jarang melihat Naga Emas muncul, mungkin ini sudah sepuluh tahun semenjak terakhir kali kemunculannya.


Lin Chen yang berdiri di atasnya itu mengendalikan Naga Emas untuk terbang merendah menuju Pohon Dewa, mendarat tepat di tepi danau yang mengelilingi.


"Aku pulang." Lin Chen menatap Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan yang berada di pelukan Yan Xue.


"A- Ayah?" Lin Qiao Jianying terlihat ragu-ragu, karena penampilan Lin Chen saat ini sangat berbeda dan tidak pernah ia lihat sama sekali.


Lin Chen menghilangkan semua benda yang berada di sekitarnya, termasuk api putih yang menyala di kedua matanya. "Ayah di sini." Ia turun dari atas kepala Naga Emas.


Yan Xue berjalan menghampiri Lin Chen dengan tatapan khawatir. "Apakah semuanya sudah selesai?"


Lin Chen mengulurkan tangan kirinya menyentuh wajah Yan Xue. "Untuk saat ini sudah selesai, tapi kita tidak tahu bagaimana ke depannya."


Yan Xue memiringkan kepalanya dan menutup mata saat wajahnya dibelai lembut oleh tangan Lin Chen.


"Ayah ..."


Lin Chen tersadar bahwa masih ada orang lain di antara mereka. Ia menunduk melihat Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan yang menarik kain bajunya, terlihat pandangan keduanya yang sangat penasaran, tapi juga ada air mata mengalir yang mengungkapkan kesedihan.


"Ayah di sini, jangan takut." Lin Chen mengusap kepala keduanya dan mengecup keningnya.


Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan memiringkan kepala, melihat Naga Emas yang berada di belakang Lin Chen. Keduanya terlihat sangat penasaran dengan Naga Emas yang hanya pernah mereka dengar dari cerita dan melihatnya dari Patung Naga Emas, tidak pernah melihat naga asli.


Lin Chen terdiam mengamati kedua anaknya, lalu menghela napas dan berucap, "Apakah kalian berdua ingin menaikinya?"


"Bolehkah?" Keduanya mendongak menatap Lin Chen, dengan mata yang bersinar-sinar dan terlihat sangat bersemangat.


Lin Chen mengusap lembut kepala keduanya, merasa lega karena mereka berdua tidak lagi terlihat sedih. Ia berbalik membawa ketiganya untuk menaiki kepala Naga Emas, lalu duduk di atasnya.


"Ayah, apakah Jian'er bisa memiliki Naga Emas ini?" Lin Qiao Jianying yang duduk di atas pangkuan Lin Chen itu mendongak.


Begitu pun dengan Lin Da Zixuan yang terlihat sangat penasaran dan ingin memiliki Naga Emas.


"Kalian berdua memiliki darah Ras Naga. Jian'er bisa memanggil Naga Putih, dan bisa berubah seperti Ayah yang banyak chakram putih di sekitarnya." Lin Chen menundukkan kepala menatap Lin Qiao Jianying. Lalu ia menoleh ke kiri menatap Lin Da Zixuan. "Xuan'er, di darahmu lebih banyak mengalir darah Ibumu. Memang bisa memanggil naga, tapi agak sedikit sulit ..."


"Tapi Xuan'er bisa memanggil ribuan cambuk api dan chakram perunggu dengan api ungu, serta bisa menciptakan sepasang sayap putih di punggung."


"Sayap?" Lin Da Zixuan memiringkan kepalanya menatap bingung seraya menghisap jari telunjuknya sendiri.


"Sayang." Lin Chen menoleh ke kiri menatap Yan Xue, memintanya untuk berubah menggunakan Tubuh Suci.


Wosh!


Bulu-bulu burung putih bersih terlihat muncul terkena tiupan angin yang tidak terlalu kencang, membuat Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan terpesona dengan warnanya yang indah. Tapi yang lebih menarik perhatian, adalah perubahan pada rambut dan mata Yan Xue.


"Rambut Ibu juga putih?" Lin Da Zixuan terlihat sedih hanya karena dirinya saja yang berambut hitam.


Lin Chen tertawa kecil melihat Lin Da Zixuan yang sedih hanya karena hal sepele, tapi tentunya hal itu bagi anak kecil seperti pukulan telak. Ia mengulurkan tangannya menggapai Lin Da Zixuan yang ada di pangkuan Yan Xue. "Xuan'er bisa merubah warna rambutnya, sama seperti Ibu. Tapi, saat ini Xuan'er masih terlalu muda, tunggu saat sudah berusia sembilan tahun."

__ADS_1


Lin Da Zixuan yang mengusap matanya pelan itu mendongak menatap Lin Chen. "Benarkah? Ayah tidak berbohong?"


Lin Chen menghela napas dengan senyum ringan, menanggapi pertanyaan Lin Da Zixuan. "Tentu saja, mana mungkin Ayah berbohong pada bayi kecil Ayah."


Lin Da Zixuan berdiri seraya mengepalkan kedua tangannya di depan dada. "Kalau begitu, Zixuan akan berlatih dengan giat, tidak akan bermalas-malasan lagi!"


Lin Qiao Jianying juga berdiri seraya berkacak pinggang. "Tapi Xuan'er masih kecil, Kakak yang akan lebih dulu menguasainya."


Lin Chen dan Yan Xue menatap hangat kedua anak mereka, sangat senang sekali melihat keduanya bersemangat seperti itu. Meski sebenarnya ia lebih memilih jika kedua anaknya tidak mengikuti jalan yang ia ambil, dan menjadi anak-anak pada umumnya yang selalu bermain.


Naga Emas mengangkat kepalanya saat mendapatkan perintah dari Lin Chen, yang kemudian terbang sangat tinggi meninggalkan Kota Chen.


Lin Chen berencana membawa keluarganya untuk berjalan-jalan mengelilingi kota-kota yang ada di 8 Dataran Immortal-Dewa, yang terletak di delapan arah berbeda. Alasan perjalanan ini tentunya atas permintaan dari Lin Da Zixuan saat di Kota Fangma, Bintang Xuyan.


Kedua anaknya sangat bersemangat dan bahagia saat bisa terbang di langit dengan menaiki Naga Emas, bahkan mencoba untuk berdiri agar bisa melihat daratan lebih jelas. Untungnya Lin Chen sudah bersiap-siap, ia mengelilingi Naga Emas dengan energinya, sehingga tidak melemparkan kedua anaknya meski tertiup angin.


***


Dimensi Ruang Monster Kuno


Baru memasuki celah ruang, ia sudah disambut oleh dua penjaga yang berwujud seperti ikan pari yang sangat besar, dengan sinar merah pada bagian dalam mulutnya. Lalu ada monster yang bagian bawah tubuhnya seperti tentakel, memiliki dua lengan yang sangat panjang, badan atas seperti hanya tulang rusuk.



Kekuatan keduanya sebatas Earth Realm tahap Akhir, yang tidak lama lagi akan menembus Heavenly Realm.


Lin Chen yang melihat dua Monster Kuno di depannya sedikit terkejut, karena bentuknya yang aneh dan memang terlihat menyeramkan. Jika ia adalah manusia biasa yang tidak pernah melihat monster, lalu tiba-tiba datang ke tempat ini, mungkin ia akan gila.


Ikan Pari membuka mulutnya selebar mungkin, lalu ada daya tarik yang sangat kuat mencoba menghisap Lin Chen yang sepertinya berada di reruntuhan.


Lin Chen melepaskan ratusan cambuk dan menancapkannya di tanah sangat dalam, agar ia tidak terkena daya tariknya, meski daya tarik itu sendiri tidak terlalu kuat sampai bisa menghisapnya.


Lin Chen mengarahkan tangan kanannya ke depan, tiba-tiba ada bintang berwarna merah seperti lava yang muncul di depannya, dengan ukuran sedikit lebih kecil dari Bintang Qiang.


Bintang itu terhisap masuk ke dalam mulut Ikan Pari, yang kemudian meledak dari dalam saat Lin Chen mengepalkan tangannya.


"Satu sudah berakhir." Lin Chen melihat Ikan Pari yang meledak dari dalam dan membakarnya, menerangi kegelapan yang tak berujung ini. Lalu ia menoleh ke kanan, menatap Monster Kuno yang lainnya. "Sekarang, giliranmu."


Monster Kuno yang bisa disebut dengan nama Zhangjiaren, yang memiliki nama lengkap Zhangyu Jiachong Renlei. Nama yang sangat panjang itu memiliki arti Gurita Kumbang Manusia. Sungguh penamaan yang sangat buruk, yang didasari oleh penampilan yang dilihat Lin Chen.


Zhangjiaren mengayunkan tangan kanannya secara menyilang ke arah Lin Chen sembari mengeluarkan suara jeritan yang sangat keras, sampai menimbulkan badai petir dan api yang meledak-ledak.


Bagian belakang Zhangjiaren juga membesar sampai dua kalinya.


Ratusan cambuk yang sebelumnya menancap di tanah itu mulai melonjak naik dan menangkal tangan Zhangjiaren yang sangat panjang. Lalu ada kepala Naga Emas yang muncul di depan Lin Chen dengan mulut terbuka, di tengah-tengah mulut naga itu terlihat gumpalan energi emas.


Wush!


Gumpalan energi emas sebesar Bulan itu melesat sangat cepat seperti kilatan cahaya, dan ada petir putih yang menyelimuti energi emas. Kemunculan energi emas ini menyinari gelapnya angkasa, memperlihatkan bagian terdalam dari Dimensi Monster Kuno.

__ADS_1


Lin Chen bisa melihat adanya sebuah kota dan Monster Kuno yang tinggal di sana, bukan satu atupun dua, melainkan ribuan dengan kekuatan terendah adalah Earth Realm tahap Menengah, dan yang terkuat adalah Heavenly Realm tahap Puncak, hampir menembus God Realm.


Lin Chen sendiri tidak tahu mengapa kekuatan Monster Kuno yang ada di Dimensi Monster Kuno lebih kuat ketimbang yang ada di Sana Selestial. Tapi hanya dalam waktu singkat, ia berspekulasi bahwa Monster Kuno yang ia lawan sebelumnya hanyalah Tuan Muda dari Pemimpin Monster Kuno yang asli.


Karena gumpalan energi emas ini juga semua Monster Kuno terlihat memandanginya dari kejauhan, memandanginya seperti melihat makanan yang sudah lama dinanti.


Zhangjiaren juga terlihat memiliki keinginan untuk menyantap gumpalan energi, terlihat dari mulutnya yang terbuka dan mengeluarkan aura hitam yang mencoba menyelimuti energi emas.


"Apakah kau pikir aku akan membiarkanmu?"


Wung! Wung! Wung!


Tiba-tiba terdapat empat chakram berbeda warna yang melindungi gumpalan energi emas, seperti cincin pada Jupiter. Chakram itu dalam posisi vertikal, horizontal maupun diagonal atau menyilang.


Chakram yang muncul itu mulai mengikis gelapnya angkasa di sekitar dan menghilangkan energi milik Zhangjiaren.


Bukan hanya itu aja, ratusan ribu cambuk berduri berwarna hitam dengan api merah di bagian ujungnya. Cambuk itu muncul dari tengah-tengah gumpalan energi, yang melilit benda seperti tentakel di bagian pundak maupun punggung Zhangjiaren.


Karena lawannya yang menunggu di bagian terdalam sangat kuat, ia tidak berencana untuk membunuh Monster Kuno secara langsung, melainkan secara perlahan dan menarik semua kekuatan lawan agar menjadi miliknya sendiri.


"Krah!" Zhangjiaren menjerit keras menimbulkan ledakan seperti hancurnya Semesta, menghilangkan hal-hal di sekitar.


Walaupun jeritannya menimbulkan dampak yang mengerikan bagi sekitar, tapi itu tidak berdampak sama sekali terhadap Lin Chen.


"Sudah cukup." Lin Chen mengarahkan telapak tangannya pada Zhangjiaren.


Gumpalan energi yang sebelumnya berhenti bergerak itu mulai kembali bergetar, yang kemudian melesat tajam memotong leher Zhangjiaren. Lalu terus melesat mengarah pada kota di ujung kegelapan.


Tubuh Monster Kuno di depannya ikut bergerak karena tertarik oleh cambuk yang ada di gumpalan energi, namun sebelum itu Lin Chen sudah bersiap-siap. Ia melepaskan cambuk lain, yang mana menangkap Inti Jiwa Monster Kuno di balik tulang rusuk.


"Groahhh!" Naga Emas mulai menumbuhkan badannya, lalu melesat sangat cepat dengan mulut terbuka menyantap Inti Jiwa Monster Kuno.


Bang!


Energi spiritual yang sangat berlimpah mulai mengalir memasuki tubuh Naga Emas, pada saat yang bersamaan juga membuat energi merah menyelimuti tubuh Lin Chen.


"Masih belum cukup, aku harus membunuh beberapa ratus lagi untuk menembus tahap Puncak! Aku juga berharap bisa menembus God Realm, sehingga bisa dengan tenang saat pergi ke Semesta lain."


Lin Chen merentangkan kedua tangannya, lalu menyentuhkannya kembali, menimbulkan dentuman yang memekakkan telinga dengan gelombang cahaya membentuk cincin putih dan menyebar ke segala arah.


Terlihat di kiri dan kanan Lin Chen berdiri klon lain yang ukurannya seperti Bintang Qiang. Dewa Kematian, Half-Dragon, Dewa, Iblis, Roh, Dewa Petir, Dewa Api, dan dirinya sendiri yang gabungan dari Dewa dan Iblis.


Meskipun sudah membuang semua teknik selain Dao Dewa dan Iblis, tapi darah yang mengalir di nadinya memungkinkannya untuk menggunakannya.


"Sembilan termasuk diriku, sudah lebih dari cukup untuk menghadapi semua Monster Kuno!"


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2