
Dewi Venus sangat marah; melepaskan seluruh kekuatannya tanpa menahan diri lagi; berniat untuk memberikan pelajaran yang menyakitkan sampai memohon ampun dan mati dengan cara membunuh dirinya sendiri.
Dewa Taoist menepuk pundak Dewi Venus menggunakan kuas. "Tenanglah, jangan tersulut emosi. Kau adalah Dewi Venus yang terkenal tenang dan dingin, jika kau seperti ini, kau akan mengalami kerusakan pada Meridian-mu."
Dewi Venus menggertakkan gigi, mencoba menahan amarahnya yang hampir meledak dan tidak terkendali.
Dewi Kuxing tetap diam; tidak bergerak ataupun mencoba menenangkan amarah Dewi Kuxing, tapi ia merasa kesal saat Dewa Taoist yang membantu menyadarkan Dewi Venus. Jika ini terus terulang, ia akan mengakhiri permainan ini dan membunuh Dewa Taoist dan Dewi Venus dengan tangannya sendiri.
"Apakah kalian hanya diam saja? Aku sendirian dan kalian bertiga, tapi kalian hanya diam tanpa melepaskan serangan?" tanya Lin Chen memprovokasi—ia tidak ingin menyerang lebih dahulu, setidaknya sampai Dewi Kuxing berpisah dari Dewa Taoist.
Dewi Venus tidak lagi terprovokasi oleh kata-kata Lin Chen yang menurutnya tidak penting, karena itu hanya jebakan agar ia menyerang dan menerima Energi Iblis yang berbahaya, mampu memakan energi di dalam tubuhnya sampai meledak.
"Tidak akan berakhir jika terus seperti ini," ucap Lin Chen melangkah mundur—ia merentangkan kedua tangannya; mengumpulkan Energi Dewa dan Iblis di tangan yang berbeda.
Energi Dewa dan Iblis yang berlawanan mengakibatkan terjadinya fenomena mengerikan pada Semesta Heng, angkasa mulai retak dan mengeluarkan tekanan yang sangat kuat, menekan Dewi Venus yang tidak mampu menahan Energi Iblis.
Dewa Taoist sangat mahir dalam mantra-mantra suci—sehingga tidak aneh baginya bisa menahan Energi Iblis. Ia mengalirkan energinya pada kuas untuk membantu Dewi Venus menahan Energi Iblis yang menekan.
Bang!
Lin Chen mengayunkan kedua tangannya ke depan sampai saling bersentuhan. "Domain Iblis!"
Kabut merah mulai keluar dari tubuhnya; menyebar ke segala arah seperti gelombang udara. Kabut ini memiliki efek melemahkan kekuatan mereka yang tidak memiliki hubungan dengan Iblis.
Celah merah mulai terbuka di mana-mana, mungkin ada ratusan juta celah merah, dan dari dalamnya mengeluarkan rantai hitam yang memancarkan aura merah; rantai itu saling terhubung satu sama lain melalui celah ruang.
Wajah Dewa Taoist dan Dewi Venus pucat karena tidak mampu menahan aura kuat yang menekan mereka; Energi Iblis ini sangat padat dan murni, dan mampu menggerogoti energi dalam tubuh siapa saja yang menghirup napas.
Dewi Kuxing tidak ingin ini berakhir dengan cepat. Ia membantu Dewa Taoist dan Dewi Venus mengeluarkan Energi Iblis di dalam tubuh mereka, agar bisa bertarung lagi sehingga menambah kemeriahan pertarungan ini.
Aura merah keluar dari pori-pori kulit Dewa Taoist dan Dewi Venus; tubuh mereka tidak lagi pucat ataupun bintik-bintik merah karena racun dari Energi Iblis.
Ketika Energi Iblis baru saja dikeluarkan, Domain Dewa muncul dan mengganti Domain Iblis. Tekanan yang dihasilkan lebih kuat lagi karena kemurnian energi Dewa Taoist dan Dewi Venus sangat kecil ketimbang Energi Dewa; Dewi Kuxing tidak merasa tertekan, karena kekuatannya lebih tinggi dan mampu melakukan apa saja.
Dewi Kuxing memandang rendah keduanya yang hampir berlutut. "Apakah kalian hanya bersantai-santai saja selama ini? Bagaimana kalian bisa sangat lemah hanya karena Domain Dewa!?"
Bang!
Domain Dewa pecah seperti kaca saat Dewi Kuxing mengayunkan tangannya, memukul ruang kosong di sebelahnya. Tekanan dari pukulan itu sangat kuat, sampai meretakkan Domain Dewa dan meledak.
Lin Chen tidak terkejut lagi dengan kemampuan Dewi Kuxing yang memang menakjubkan. "Apakah kita tetap seperti ini sampai setahun?"
Dewa Taoist melepaskan atasnya dan mengikatnya di pinggang; topi berlambangkan Diagram Yin Yang juga disimpannya. Sekarang, ia mulai serius, tidak lagi melakukan serangan dari jarak jauh, sebelum menjadi Taoist, ia adalah Kultivator Pedang.
Dewa Taoist menghilang di tempatnya, bergerak seperti udara yang tidak meninggalkan jejak dalam pergerakannya. Ketika ia terlihat, ia sudah berada di atas Lin Chen seraya mengayunkan kuasnya.
Lin Chen menengadah; merasakan ada niat membunuh yang berasal dari atas; terlihat ada Dewa Taoist yang menyerang. Ia mengangkat tangannya untuk menahan serangan, namun saat itu juga Dewi Venus mulai bertindak.
Ada air yang menahan bahu sampai ujung tangan Lin Chen, membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali dan merasakan sakit di sepanjang lengan.
Booom!
__ADS_1
Ayunan kuas Dewa Taoist sangat kuat, bahkan meninggalkan luka dalam bagaikan pedang di tangan Lin Chen. Tapi itu bukanlah akhir, Dewi Kuxing juga mengambil bagian untuk menyerangnya dari belakang.
Lin Chen memotong tangannya sendiri seraya menangkap pergelangan tangan Dewa Taoist menggunakan tangan yang lain; melemparkannya jauh ke arah Dewi Kuxing.
"Tch!" Dewi Kuxing kesal melihat Dewa Taoist yang melesat ke arahnya, tapi ia tidak akan berhenti hanya karena ini.
Dewi Kuxing berhenti dengan menekan kaki kirinya, menimbulkan gelombang udara yang menyebar cukup kuat; kaki kanannya mulai terangkat, lalu menendang dagu Dewa Taoist. "Menyingkir dariku!"
"Dewi Kuxing!" Dewi Venus terkejut dengan tindakan yang dilakukan Dewi Kuxing, harusnya bisa menghindarinya saja tanpa harus memberikan serangan.
"Persetan!" Dewi Kuxing mengayunkan tangannya; memukul tinjunya pada Lin Chen yang hanya berkata beberapa puluh meter. "Kau sendiri hanya diam termenung, pengecut!"
Lin Chen kembali merentangkan kedua tangannya seraya mengalirkan Energi Dewa dan Iblis, memutarnya di depan dada membentuk Yin Yang. Ketika sudah terbentuk, ia mengulurkan tangan ke arah serangan Dewi Kuxing.
Pukulan Dewi Kuxing menciptakan api hitam yang dilapisi api putih ke arah Lin Chen.
Yin Yang berputar searah jarum jam dan mulai memperlambat kecepatan api yang menyerang Lin Chen. Saat sudah mendekat, api itu berada dalam kendali Lin Chen setelah Energi Yin Yang atau Dewa dan Iblis mulai memakan serangan Dewi Kuxing.
"Dewi Kuxing! Aku akan membuat perhitungan denganmu setelah ini selesai!" Dewa Taoist datang kembali di atas Lin Chen membawa kuasnya.
Diagram pola muncul dalam jumlah besar yang mengelilingi Lin Chen dari segala arah; rantai biru keluar dari diagram yang melesat ke arah Lin Chen mencoba untuk menahannya.
Lin Chen merasa tidak baik jika menerima serangan ini, karena rantai ini mampu menyegel kekuatan Kultivator Sejati, bahkan Dewa!
"Sekarang!"
Dewi Venus menganggukkan kepala, ia mengangkat tangan kanannya sampai batas kepala dan tangan kirinya di depan perut. Di antara kedua tangannya mulai berkumpul energi berwarna biru yang memadat membentuk sebuah cangkang bola.
"Dao Venus, Segel—"
Booom!
Diagram mantra yang mengelilingi Lin Chen meledak karena tidak mampu menahan aura yang dikeluarkan bola api, apalagi kekuatannya sudah ditingkatkan berkali-kali lipat.
Semesta Heng mulai bergetar dan retak seperti kaca; ada salah satu celah kecil di angkasa, bagian dalamnya berwarna biru, sama seperti Semesta Kuxing saat kekuatan Lin Chen beradu dengan Dewi Kuxing.
"Aarrgghh!" Dewi Venus tidak bisa menghindar api yang dilemparkan—ia berada di tengah-tengah kobaran api yang sudah bercampur dengan Energi Iblis, menambah damage maupun efek yang dihasilkan.
"Dewi Venus!" teriak Dao Taoist khawatir—ia menunduk menatap tajam Lin Chen, kemudian berpindah tempat dalam sekejap ke bagian depan.
Dewa Taoist tiba dalam keadaan seperti membungkukkan badan, kaki kanannya menekuk di depan dan kaki kirinya lurus ke belakang. Ia mengalirkan kekuatan penuhnya pada kuas yang dibawanya.
Wusshh...
Aura kuat menyelimuti tubuh Dewa Taoist dalam sekejap mata; ada pedang dan kuas yang menyilang di belakang Dewa Taoist seukuran bintang.
Dewa Taoist mengalihkan pandangannya pada Dewi Kuxing yang berada di belakang Lin Chen. "Bantu aku." Ia mengayunkan kuasnya.
Lin Chen menahan ayunan kuas yang tajam seperti pedang sampai meninggalkan luka di kedua tangan. Karena ia menahan serangan, konsentrasinya terhadap api menghilang dan padam; Dewi Venus yang sebelumnya terbakar di dalam api, sudah tidak terlihat lagi karena sudah terbunuh sampai Esensi Jiwa-nya hancur.
Dewi Kuxing mengangkat kedua tangannya; ada pusaran merah yang muncul di atas Lin Chen dengan ukuran seperti sebuah galaksi. Dari dalam pusaran itu terlihat ada tengkorak merah yang keluar, matanya hitam bagaikan nyala api.
__ADS_1
Dewa Taoist mundur ratusan mil karena tidak bisa terlalu dekat dengan Dewi Kuxing; saat ia menoleh ke belakang untuk melihat Dewi Venus, ia sadar jika di sana sudah tidak ada apa-apa lagi.
"Sialan! Aku akan membunuhmu!" Dewa Taoist mengibaskan kuasnya.
Siluet Pedang dan Kuas Ilahi mulai bergerak bersama, kuas itu menciptakan pola-pola maupun huruf kuno di permukaan pedang. Pedang yang sudah diberikan pola, memancarkan aura putih terang yang berlawanan dengan Energi Iblis.
Lin Chen mengepalkan kedua tangan saat melihat dua serangan dari arah yang berbeda. Ia mengangkat tangannya di depan dada, lalu membuatnya saling bersentuhan. Energi merah dan putih mulai menyelimutinya seperti api yang membara, aura di tubuhnya mulai meningkat pesat.
Semesta Heng kembali mengalami perubahan, ledakan-ledakan keras terus terdengar tanpa henti, gelapnya angkasa berubah warna: dari merah, putih, hitam dan oranye. Karena perubahan warna itu juga menimbulkan rusaknya Semesta Heng sampai setengah hancur.
Wusshh...
Lin Chen melepaskan Dewa dan Iblis yang sedari awal tidak ia perlihatkan saat bertarung melawan Dewi Kuxing.
Iblis mengangkat kedua tangan, meraih tengkorak yang keluar dari pusaran cahaya. Begitu pun dengan Dewa, yang menahan Pedang dan Kuas Ilahi dari serangan Dewa Taoist.
Naga Emas juga datang membantu dari kejauhan; gumpalan energi emas sebesar galaksi sudah berkumpul di dalam mulutnya, yang kemudian melesat setelah Dewa dan Iblis mengambil tindakan.
Whooooosh!
Gumpalan Energi Naga melintas ke arah Dewa dan Iblis; hanya dari melesatnya saja sampai membuat Semesta Heng retak di seluruh bagian, lebih parah dari serangan Dewi Kuxing.
Booom! Bang! Bang!
Gelombang energi meledak ketika Energi Naga menghantam Dewa dan Iblis yang menahan serangan dari 2 God Realm tahap Puncak, yang salah satunya hampir menembus Lord Realm.
Duarr!
Semesta Heng hancur berkeping-keping; Semesta 004, 020 021, 022, bergabung dengan Semesta Heng, menghancurkan bagian atas papan Weiqi. Gelombang energi yang meledak itu terus menyebar, meledakkan Semesta 004, 020, 021, 022, 022, dan kembali bergabung dengan Semesta 019, 037, 038, 039, 040, 023 dan 005.
[Ding~] [Membunuh.... . Mendapatkan 135 Septiliun Point Pengalaman +25% dan 13,5 Septiliun Point System]
Dari 324 Semesta, 14 di antaranya sudah benar-benar hancur lebur dan tidak mungkin untuk dikembalikan, karena pembatas pada papan Weiqi sudah meledak, kecuali Lord Realm!
Tidak ada tanda-tanda akan berhenti, semuanya terus meledak dengan api yang meluas sampai mampu menutupi miliaran galaksi. Suhunya sangat panas sampai mengubah pembatas Semesta menjadi merah menyala, bahkan pada salah satu bagian mulai meleleh dan akan membuka pembatas Semesta lain.
Freeze!
Tiba-tiba semua api yang membakar langsung membeku, yang secara perlahan mencair dan mengubahnya menjadi lautan luas sejauh mata memandang, bahkan God Realm tidak bisa melihat ujungnya.
Di atas lautan luas, hanya tersisa dua orang yang hidup, semua makhluk dari 14 Semesta terbunuh karena ledakan ini, dan tidak ada kesempatan untuk menghidupkannya, bahkan untuk Lin Chen sekalipun. Kecuali, ia menembus Lord Realm.
"Hanya kita berdua yang tersisa ... ." Lin Chen terengah-engah; wajahnya pucat dengan darah yang mengalir membasahi tubuh, salah satu tangan dan kakinya hancur karena pertarungan ini, badan atasnya juga menghilang setengah.
Dewi Kuxing pun terluka parah, meski tidak seberapa ketimbang luka yang diterima Lin Chen, karena ia tidak berada di pusat serangan.
Dewi Kuxing memegangi bahu kirinya yang terputus. "Benar, tapi ini bukanlah akhir, kita tidak akan berhenti ... sampai ... salah satu dari kita— Keugh! Urg!" Ia memuntahkan darah dari dalam mulutnya. "Mati."
Lin Chen menggertakkan giginya; tubuhnya yang menghilang dari bahu sampai pinggang mulai beregenerasi, termasuk tangan maupun kaki. Walaupun fisiknya sudah kembali, ia masih kelelahan karena menggunakan seluruh Energi Dewa, Iblis dan Naga untuk melindungi tubuhnya dari ledakan.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...