Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 229 : Kekuatan Baru


__ADS_3

Lin Chen menunggu dengan tenang kedatangan pecahan klon yang membawa semua kekuatan barunya. Walaupun menunggu, sebenarnya kekuatan barunya sedikit banyaknya sudah dikirim saat menyerap Pil Dewa Abadi, tapi karena tidak ingin terlalu berdampak pada tubuh utama, akhirnya semua kekuatan ditahan.


Yan Xue berdiri di samping Lin Chen; menengadahkan kepala melihat pilar cahaya emas. "Apakah akhirnya selesai? Gege sudah menunggu semua ini."


Lin Chen menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, dan karena pilar cahaya. Banyak organisasi tersembunyi yang mulai keluar ke permukaan. Aku bisa membunuh mereka dengan jentikkan jari, tapi aku merasa terlalu berlebihan untukku turun sendiri."


Ini sama seperti citah yang termasuk hewan tercepat, sedang lomba lari dengan anjing peliharaan. Bukankah itu konyol dan merendahkan martabat diri sendiri? Apalagi ada citah lain yang melihatnya berusaha keras untuk melawan anjing, bukankah itu suatu penghinaan?


Yan Xue senang-senang saja dan tidak masalah jika Lin Chen tidak pergi. Tapi, tugasnya sebagai Kaisar Giok, harus menjaga Tiga Alam tetap tenang dan kekuatan organisasi rahasia di Alam Tiantang tidak bisa ditanggung oleh Ketua Prajurit Surgawi dan yang lain.


"Apakah Gege benar-benar tidak ingin pergi?" tanya Yan Xue khawatir. Ia khawatir kerja keras Lin Chen selama ini sia-sia karena organisasi rahasia yang berbahaya itu bisa datang kapan saja, dan mengacaukan usahanya, sama seperti tiga tahun terakhir ini.


Dalam tiga tahun ini, banyak yang datang dan Lin Chen selalu mengirimkan bawahan untuk membalas serangan. Tapi Yan Xue tahu, setelah kemunculan pilar cahaya, Lord Realm yang muncul ke permukaan akan lebih kuat dari sebelumnya.


Lin Chen mengetuk-ngetuk meja di sebelahnya dengan jarinya; ada kekhawatiran yang sama dengan Yan Xue, tapi ia masih percaya bahwa semuanya dalam genggamannya. "Tidak perlu khawatir, ada Patung Kaisar Giok dan Patung Naga Emas yang menjaga. Keduanya sudah cukup untuk membunuh Lord Realm."


Yan Xue hanya mengangguk kecil meski sebenarnya mengabaikan ucapan Lin Chen dan lebih memilih melihat tindakannya. Ia tersenyum tipis saat terkekeh kecil, kemudian menggelengkan kepalanya dan bersandar di bahu Lin Chen.


Lin Chen menepuk-nepuk kepala bahu Yan Xue. "Apakah Xue'er merindukan anak-anak?"


Yan Xue menghela napas panjang. "Bohong jika Xue'er tidak merindukan mereka, tapi, Xue'er harus kuat dan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka suka asalkan masih dalam batas wajar ..." Dalam kata-katanya ada kerinduan dan kesedihan, tapi tetap memaksakan diri untuk tersenyum.


"Lagi pula, mereka sudah besar. Bahkan Xue'er sudah bepergian ke tempat jauh saat masih seusia mereka, dan saat itu Xue'er baru Holy Monarch. Mungkin Bone Realm tahap Awal? Sekarang, mereka semua Spirit Realm tahap Menengah, harusnya tidak masalah."


Lin Chen menganggukkan kepalanya, tidak bisa tidak setuju. Memang saat itu perbedaan kekuatan mereka saat di usia yang sama, bagaikan bumi dan langit. Yan Xue masih Holy Monarch, dan anak-anak sudah Heavenly Immortal God.


Keduanya tidak lagi berbicara, hanya diam dalam kesunyian. Tapi, tiba-tiba mereka melihat seberkas cahaya emas yang terbang ke arahnya dengan kecepatan tiada tara.


Cahaya emas itu langsung menerobos masuk tubuh Lin Chen tanpa ada peringatan; perasaan hangat menjalar di seluruh tubuh dan ia meminta Yan Xue untuk sedikit menjauh setelah memberikan kecupan hangat.


Lin Chen duduk bersila dan menutup matanya. Meski klon sudah menyerap bersih Pil Dewa Abadi, tapi tubuh utamanya harus menyerapnya lagi untuk membiasakan diri terhadap kekuatan barunya. Tapi tidak perlu khawatir, karena tidak memakan waktu lama seperti menyerap Pil Dewa Abadi.


Hanya dari membiasakan kekuatannya saja, ada fenomena menakjubkan di Wilayah Tiantang. Energi Abadi bergerak tak beraturan ke arahnya dan membentuk semacam aurora indah di atas kepalanya.


Petir sesekali menyambar seperti meriahkan suasana, tapi tidak sampai merusak keadaan Wilayah Tiantang. Meski tidak merusak Wilayah Tiantang, tapi bukan berarti hanya akan menyambar langit. Petir itu jatuh bagaikan hujan di sekitar Wilayah Tiantang, membentuk sangkar burung yang melindungi orang penting di dalamnya.


Jika ada yang mendekat, tidak peduli siapa, mereka akan disambar petir berkekuatan 9 Kesengsaraan Petir yang sampai saat ini belum terlihat bagaimana wujudnya.


Lin Chen bernapas dengan biasa, tapi napasnya sangat kuat dan memengaruhi sekitarnya, bahkan ada suara riak di udara. Napasnya dapat menekan hampir semua penghuni di Wilayah Tiantang, tapi anehnya Yan Xue tidak terpengaruh sama sekali, dan samar-samar ada energi putih yang melindungi.

__ADS_1


Yan Xue melihat tangannya sendiri dengan bingung. Energi yang menyelimutinya sangat kaya dan mampu membantunya untuk menerobos tahap Akhir dari God Realm. Tanpa membuang waktu lebih lagi, ia duduk di samping Lin Chen.


Kekuatan keduanya beresonansi dan ada hubungan yang membuat energi di dalam tubuh mereka berdua lebih padat. Dapat dipastikan mereka bisa membunuh lawan di Ranah yang sama meski menghadapi lebih dari satu.


Bukan hanya itu saja, awan di atas Wilayah Tiantang terbuka dengan cahaya emas yang hangat dan menenangkan jiwa. Cahaya emas itu seperti lampu sorot yang menyoroti Lin Chen dan Yan Xue, seperti mengatakan bahwa kedua orang itu adalah pusat dari segalanya.


Bang!


Yan Xue melepaskan energi kuat saat berhasil menerobos God Realm tahap Akhir, dan energi di dalam tubuhnya terus memadat.


Ketua Prajurit Surgawi, Raja Naga Emas dan yang lain, tidak bisa menahan kebahagiaan ketika melihat Kaisar Giok dan Permaisuri Surga mendapatkan restu dari Surga.


Surga, tidak ada yang tahu apa itu, dan banyak yang mengartikan adalah tempat yang dipenuhi berkah dan ada pula yang mengatakan bahwa Alam Tiantang adalah Surga itu sendiri. Tapi, ada pula yang memiliki pemikiran liar bahwa Tiga Dewata Murni adalah Surga!


Ketua Prajurit Surgawi menengadahkan kepalanya melihat sorot cahaya dan berseru, "Sepertinya, kebangkitan Wilayah Tiantang tidak akan lama lagi!"


"Ya!" Raja Naga Emas setuju. "Dengan kebangkitan Wilayah Tiantang, Alam Tiantang akan kembali seperti semula. Tidak ada lagi bahaya dan semuanya kembali damai, Alam Diyu juga akan kembali di bawah kekuasaan Yang Mulia Kaisar Giok!"


Semua orang bersemangat, tapi mereka tahu Kaisar Giok dan Permaisuri Surga dalam keadaan krusial. Tidak boleh diganggu, dan pastinya akan ada masalah-masalah yang berdatangan saat keadaan seperti ini. Meski ada petir yang melindungi Wilayah Tiantang, tapi mereka tidak bisa bersantai.


Tanpa aba-aba ataupun perintah, mereka menyebar ke segala arah untuk menjaga Wilayah Tiantang agar tetap tenang dan aman.


Tiba-tiba...


Booom!


Ada suara ledakan keras dengan getaran kuat dari Gerbang Langit Barat; gelombang kejut yang dihasilkan sangat kuat sampai menerbangkan rambut Lin Chen yang sedang menerima kekuatan dengan tenang.


"Kaisar Giok! Aku tahu kau berhasil menghancurkan Aliansi Penjarah Surga! Tapi, asal kau tahu, bukan hanya Aliansi Penjarah Surga saja yang menginginkan Wilayah Tiantang! Kami—"


Blarr!


Tidak ada yang tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja ada suara ledakan yang berasal dari sambaran petir dan orang yang berbicara dengan suara keras itu tidak lagi bersuara.


Jika melihat ke langit, samar-samar ada kilatan petir emas yang mulai memudar.


Pihak lain yang bersama dengan pengacau, tidak bisa berkata apa-apa dengan tubuh yang bergidik ketakutan. Mereka tahu, kekuatan yang memimpin mereka untuk datang ke Wilayah Tiantang tidak bisa diremehkan, bahkan Ketua dari Aliansi Penjarah Surga tidak ada apa-apanya.


Dan, sekarang? Lord Realm tahap 60 yang bersama mereka, disambar petir tanpa peringatan dan habis tak bersisa, bahkan debunya pun tidak terlihat.

__ADS_1


Itu, Hukuman Surga! 9 Kesengsaraan Petir! Tapi, hanya satu sambaran petir saja sudah membunuhnya. Apalagi 9 Kesengsaraan Petir yang turun seluruhnya.


"Ap- Apakah ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya salah seorang. Penampilannya terbilang cukup cantik dengan rambut merah dan mengenakan hanfu biru.


Tidak ada yang menjawabnya dan tanpa sadar mereka mulai mengambil langkah mundur. Hingga dari dalam kerumunan, ada yang berteriak.


"Tubuh Keberuntungan! Itu adalah Tubuh Keberuntungan!"


Sontak, semua orang tertegun dengan mulut terbuka. Mereka tahu apa itu Tubuh Keberuntungan, itu adalah tubuh yang secara khusus dilindungi oleh Surga, bahkan Surga harus tunduk padanya. Jika ada yang berniat melukainya, bahkan hanya membuat sehelai rambutnya jatuh, orang itu akan dihukum oleh 9 Kesengsaraan Petir.


Tanpa berlama-lama, mereka semua berubah menjadi cahaya dan pergi meninggalkan Wilayah Tiantang; tidak lagi memiliki pemikiran liar seperti mengambil alih Wilayah Tiantang.


Namun, sebelum mereka bisa melarikan diri, tiba-tiba ada kekuatan yang tak tertahankan menahan mereka untuk tetap di tempat.


"Apa aku memberi kalian izin untuk meninggalkan tempat? Wilayah Tiantang bukanlah pasar yang bisa didatangi dengan bebasnya. Kalian datang dengan maksud mengambil alih Wilayah Tiantang dan membunuh kami ..."


Suara itu menggema di langit, suaranya terdengar datar tapi di setiap kata-katanya mengandung niat membunuh. Bahkan, tidak sedikit dari belasan ribu orang yang datang, sudah berubah menjadi kabut darah karena tidak mampu menahan tekanannya.


"Karena kalian berani membunuh, maka kalian harus siap untuk mati."


Ketika suara itu berhenti, ada awan putih yang menggulung dengan derasnya dan membentuk sebuah siluet manusia yang tak lain adalah Kaisar Giok.


Kaisar Giok yang terbentuk dari awan, membuka matanya berwarna emas seperti nyala api. "Kalian semua, mati."


Tubuh mereka merasakan getaran hebat dengan darah bergolak seperti air mendidih, sampai membuat tubuh mereka terasa seperti dikukus. Kemudian, satu demi satu dari mereka mulai terbunuh dengan keadaan yang mengenaskan.


Tubuh yang terbagi menjadi ratusan bagian; berubah menjadi kabut darah; meleleh seperti mentega; terpanggang; kehilangan Esensi Kehidupan sampai mengering, dan lain sebagainya.


Xiao Chanfeng, pria paruh baya mengenakan jubah hitam; luka panjang yang membelah alisnya sampai pipi kiri dan memakai capil, tidak bisa berkata-kata lagi saat melihat pemandangan di depannya. Ia sendiri adalah Penjaga dari Gerbang Langit Barat, Pendekar Pedang Pembelah Semesta.


Xiao Chanfeng meneguk air liurnya dengan kasar, kemudian menengadahkan kepalanya melihat Kaisar Giok yang mulai memudar. "Yang Mulia Kaisar Giok, telah kembali. Akhirnya ..."


Xiao Chanfeng berbalik mengarah ke Istana Tiantang, kemudian membungkukkan badannya dengan menangkupkan kedua tangan.


Setelah beberapa saat memberi hormat, Xiao Chanfeng memerintahkan bawahannya untuk membersihkan semua kotoran yang merusak pemandangan di Gerbang Langit Barat.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2