Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 023 : Monster Misterius


__ADS_3

"Ini benar-benar Kapal Angkasa milik Suku Maya Kuno ..."


Lin Chen terperanjat dan sedikit melompat ke kiri saat secara tiba-tiba sudah terdengar suara Long Xia Yun di belakangnya, meski Xue Ying mengatakan Bibinya masih dalam perjalanan. Ia merasa sangat lemah di hadapan Bibinya yang bisa sampai dalam sekejap, berbeda dengannya yang membutuhkan hampir satu hari.


"Tidak ada siapa pun di dalamnya?" Long Xia Yun menatap kosong Kapal Angkasa yang seperti stasiun luar angkasa itu. Kemudian ia melompat ke bagian teratas.


Xue Ying juga ikut bersama dengan Long Xia Yun untuk mengeceknya.


Lin Chen yang tidak tahu apa-apa dan masih terkejut dengan Kapal Angkasa, akhirnya memilih untuk mengikuti keduanya ke atas. Ia merasa jika benda asing ini sangat besar, mungkin sebesar Bulan, hanya saja yang terlihat tidak terlalu besar.


Ia tidak tahu bagaimana teknologi semacam ini bisa ada 50.000 tahun lalu di Bumi, namun tidak pernah ada peninggalannya. Peninggalan yang ada di Bumi hanya dari Suku Matahari, Suku Maya dan Mesir Kuno.


Long Xia Yun menyentuh kaca tebal pada bagian teratas dan memecahkannya hanya dengan sentuhan ringan, kemudian melompat masuk ke dalam untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Lin Chen yang datang terlambat juga mengikuti dan melompat masuk.


"Teknologi ini lebih maju dari milik Kota Abadi." Lin Chen menoleh ke sana kemari melihat setiap teknologi yang ada.


"Selamat datang di Kapal Pelarian Suku Maya Kuno No. II."


Lin Chen, Long Xia Yun dan Xue Ying mengalihkan perhatian mereka pada meja bundar yang di atasnya ada hologram berwarna biru, dan pada hologram itu terlihat seorang pria yang mengenakan pakaian biru seperti Tang Suit.


Hologram itu hanya memperlihatkan bagian leher ke bawah, dengan bagian kepalanya yang terlihat buram seperti ada gangguan pada sinyal.


"Saya, Kapten Albern Aaron. Meninggalkan ... Bumi ... karena serangan makhluk hidup ... menge ... rikan ... yang ukuran tubuhnya ... menyamai Bulan."


"Long Xia Yun ... jika kau datang dan ... menemukan kapal ini ... mungkin kami semua telah mati karena usia. Saat terkena serangan ... di antariksa, kami memutuskan ... mengunakan Kapsul Waktu ... yang mampu bertahan ... sampai seribu tahun ..."


"Jika sampai waktu itu ... Kapsul Waktu tidak ... dibuka dari luar ... kami semua akan mati ... bsszz ... bsszz ..."


Pesan hologram itu berhenti dan menghilang, bahkan sebelum memberikan gambaran dari monster yang ada. Listrik di Kapal Pelarian ini bahkan berhenti berfungsi, mengakibatkan semua penerangan di sini mati dan menjadi gelap seperti malam hari.

__ADS_1


Lin Chen menoleh ke kanan menatap Long Xia Yun. "Bibi, apakah Bibi bisa menebak monster apa yang menyerang Bumi?"


Long Xia Yun masih melihat lurus ke depan meski hologram telah menghilang dan pencahayaan mati, kemudian ia menoleh perlahan ke kiri. "Mungkin Yanjing? Monster mengerikan dari Alam Bawah. Tapi, Yanjing yang masih kecil tidak sebesar Bulan, melainkan Bumi, dan setelah dewasa mampu menelan Matahari."


Lin Chen terdiam sejenak dan menggunakan api di tangannya untuk pencahayaan. "Apakah Yanjing ini memiliki delapan mata? Yang pernah aku lawan saat pengepungan dari Tiga Alam?"


Long Xia Yun menganggukkan kepalanya dan pergi keluar daripada menelusuri lebih jauh, ia akan menyimpan Kapal Pelarian Suku Maya Kuno, dan nanti akan ia teliti di dalam Ruang Dimensi. Meneliti di tempat ini hanya akan menarik perhatian monster-monster sekitar, dan mungkin saja Feichuan juga datang ke Daratan Liyang.


Lin Chen dan Xue Ying mengikuti Long Xia Yun, kemudian membiarkan Xue Ying menyimpannya ke dalam Ruang Penyimpanan System.


"Chen'er, perjalanan kita ke Galaxy Zhongyang akan lebih berat lagi. Bibi tidak tahu monster apa yang dimaksud, mungkin saja ada organisasi lain yang kekuatannya hampir menyamai Istana Naga dan Alam Bawah."


Lin Chen menoleh ke kiri dan menaikkan sebelah alisnya. Ia tidak tahu mengapa Bibinya bisa menyimpulkan seperti itu hanya dari monster yang menyerang Suku Maya Kuno. "Apa yang membuat Bibi berpikiran seperti itu?"


Long Xia Yun menekuk kedua lututnya dalam posisi hendak duduk, dan di bawahnya tiba-tiba tumbuh akar pohon yang membentuk kursi. Terlihat ekspresi yang tidak nyaman di wajahnya, dan ada juga kekhawatiran. "Teknologi Suku Maya Kuno mampu menahan serangan maupun membunuh Huangdi. Jadi, bisa dipastikan monster itu berada ditingkat Tongzhi ..."


"Di Alam Bawah, monster Tongzhi hanya sekitar satu sampai tiga. Jika ada monster berkeliaran di Bumi setingkat Tongzhi, maka monster yang serupa juga ada di luaran sana."


Teknologi yang maju mungkin baik, tapi jika terlalu maju, bisa menimbulkan masalah yang tidak perlu.


"Bibi, Kakak. Yi'er membawa Kapsul Waktu yang dimaksud Pak Tua Aaron." Xue Ying datang menghampiri keduanya, dengan Kapsul Waktu seperti peti mati berwarna putih melayang di sampingnya.


Xue Ying meletakkan Kapsul Waktu secara perlahan di atas rumput, agar bagian dalamnya tidak terguncang.


Long Xia Yun berdiri dan tanpa ragu membukanya, yang kemudian mengeluarkan embun dingin seperti saat membuka peti es. Terlihat, seorang wanita berpenampilan tiga puluhan tahun, rambut hitam panjang yang mengenakan pakaian seperti kerajaan Eropa.


Long Xia Yun tidak merasakan adanya kehidupan, dan saat menyentuh bagian pergelangan tangan, ia juga tidak merasa aliran darah sudah berhenti. Tapi ia tetap berusaha untuk menghidupkannya, agar bisa mendapatkan informasi.


Belasan menit kemudian, Long Xia Yun menggelengkan kepalanya. Berbagai cara sudah ia lakukan, namun tidak membuahkan hasil sama sekali. "Dia benar-benar sudah mati, dan jika kita ingin mencari informasi darinya. Hanya ada satu cara, kita akan meminta Ayah kalian untuk menghidupkannya kembali."


Lin Chen tersenyum tipis, ia ingin melihat bagaimana cara untuk membangkitkan orang yang sudah mati. Namun senyum di wajahnya menghilang tidak lama setelahnya. "Bibi, daripada membangkitkan, lebih baik mencari metode lain. Bukan tanpa alasan, jika kita membangkitkan wanita ini dan dia mengetahui jika yang lain mati, itu hanya akan menambahkan beban padanya ..."

__ADS_1


"Bukan hanya harus mengingat serangan monster, tapi juga merasa tertekan karena semua orang dari Sukunya sudah tidak bernyawa."


Long Xia Yun tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian ia tersenyum hangat menatap Lin Chen seraya mengusap wajah keponakannya itu. "Terimakasih, Bibi hampir lepas kendali. Walaupun kita ingin mencari informasi, tidak sepatutnya menganggu jiwa yang telah mati."


Alasan mengapa Lin Chen menghentikan niat Long Xia Yun, itu karena untuk mencari informasi bisa dengan cara membuka memori penyimpanan pada Kapal Angkasa, karena itu lebih mudah daripada harus membangkitkan orang.


Walaupun tidak tahu bagaimana caranya, Lin Chen menduga akan ada harga yang harus dibayar untuk membangkitkan orang mati.


Long Xia Yun menutup Kapsul Waktu dan menyimpannya, kemudian memeluk kedua keponakannya. "Dan mungkin saja, Ayah kalian sudah tidak mau asal membangkitkan manusia yang telah mati."


Lin Chen kesulitan bernapas dan memiringkan kepalanya saat wajahnya tertekan oleh dada Long Xia Yun.


Long Xia Yun melepaskan pelukannya, kemudian berjalan menuju lubang dalam yang tercipta karena Kapal Angkasa. Ia melihat jauh ke bawah yang sangat gelap dan tidak tahu di mana dasarnya. "Bibi akan turun, di sana ada Artefak Ilahi ..." Ia menoleh ke belakang. "Apakah kalian berdua ingin ikut?"


"Tentu!" Lin Chen dan Xue Ying menjawab bersamaan.


Lin Chen sendiri tidak merasakan adanya aura dari Artefak Ilahi, namun tidak ada salahnya mengikuti Long Xia Yun turun ke sana, dan karena Long Xia Yun dapat merasakannya keberadaannya, maka Artefak Ilahi itu berada jauh di kedalaman tanah.


Lin Chen melepaskan Energi Hukum untuk menyelimuti tubuhnya, agar menjadi lebih kuat jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan di bawah sana.


"Tidak perlu khawatir," ucap Long Xia Yun yang melepaskan energinya untuk melindungi Lin Chen dan Xue Ying.


Long Xia Yun menggenggam pergelangan tangan Lin Chen dan Xue Ying, kemudian melompat turun ke dalam lubang dalam yang gelap.


Lin Chen yang belum bersiap-siap hanya bisa berteriak kesal dan pasrah jatuh ke dalam lubang, mengikuti tarikan tangan dari Long Xia Yun.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2