Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 095 : Kota


__ADS_3

Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan bermain di pasir pantai sesaat setelah mereka bangun karena terlalu bersemangat, tapi itu wajar karena mereka berdua yang tidak pernah keluar dari Kota Chen di Bintang Qiang.


Lin Chen juga menemani mereka berdua bermain, untuk menjaga mereka bila-bila ada monster yang datang dari dalam air.


"Ayah, bolehkan Zixuan bermain di air?" Lin Da Zixuan menunjuk ke arah pesisir pantai.


Lin Chen terdiam sejenak menoleh ke arah yang ditunjuk, memang terlihat ombaknya tidak terlalu besar dan tidak terlalu dalam. "Baiklah ..." Lebih baik mengizinkannya, tapi tetap dalam pengawasan.


Keduanya pergi ke sana dengan sangat gembira, bersama Lin Chen yang tepat di belakang mereka berdua. Begitu pun dengan Yan Xue yang menyusulnya setelah melipat selimut yang ada di gazebo.


Lin Chen mengawasi keduanya dalam kehati-hatian, sampai melupakan fakta bahwa tidak ada yang mampu melukainya di Semesta Yongheng ini. Mungkin ini semua karena ia menjadi seorang ayah, sehingga menjadi lebih khawatir dengan hal-hal kecil.


"Hati-hati." Lin Chen menangkap Lin Da Zixuan yang tersandung dan hampir mengenai pasir.


Lin Da Zixuan yang sudah kembali berdiri itu mengangkat kedua tangannya. "Ayah, bantu Zixuan melepaskan baju."


Lin Chen berlutut agar tingginya tidak terlalu berbeda jauh dengan Lin Da Zixuan, lalu ia membantu melepaskan hanfu berwarna putih dan kaus hitam yang dikenakan putranya itu.


Ketika pakaian atasnya sudah dilepas, Lin Da Zixuan tersenyum cerah menatap Lin Chen, namun tidak lama kemudian wajahnya pucat karena takut, perhatiannya tertuju pada benda yang bergerak, yang berada jauh di belakang Ayahnya. "A- Ayah ..." Tangannya gemetar saat menunjuk benda di belakang Lin Chen.


Lin Chen menyentuh wajah Lin Da Zixuan. "Tidak perlu khawatir, Xuan'er juga harus berani."


Lin Chen menoleh ke belakang, terlihat monster dengan bentuk seperti Megalodon, meski bentuknya lebih besar lagi dan bisa dibilang hampir menyamai pulau dengan ukuran 2000 × 100 mil. Ini adalah monster yang termasuk besar untuk ukuran bintang yang kecil, dan kekuatannya sendiri di Ranah Ancient God.


Lin Chen bergerak sangat cepat seperti angin, yang kemudian sudah berada di atas kepala monster. Pedang terlihat di tangan kanannya yang terbuat dari Element Es, kali ini ia ingin memperlihatkan kekuatannya, tapi hanya sebagian kecilnya saja.


Pedang itu ia posisikan di depan dada, dan menyentuh pangkal bilah pedang dengan kedua jari, yang kemudian bergerak sampai ujung pedang. Terlihat embun es yang muncul di sana, membuat udara di sekitarnya mulai membeku.


"Manusia." Monster itu mengeluarkan suara yang menimbulkan ledakan di permukaan airnya.


Monster itu mulai turun, menghilang dari permukaan air. Namun tak lama kemudian kembali muncul dengan mulut yang terbuka lebar, memperlihatkan taring besar yang tajam.


Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan terlihat khawatir saat melihat monster yang ingin memakan Ayah mereka. Air mata juga mulai terbendung di kantung mata mereka, dan ada setetes air di sudut matanya.


"Kau membuat anakku takut. Maka, matilah!" Lin Chen mengayunkan pedangnya secara menyilang sebanyak dua kali.


Tebasan pedang itu tidak menimbulkan dampak apa pun, termasuk tidak ada aura spiritual yang muncul. Namun tidak lama kemudian, monster itu mulai terbelah, bukan satu atau dua bagian, melainkan puluhan juta yang kemudian jatuh dari langit menghantam laut seperti hujan turun.


Ini adalah salah satu teknik yang pernah ia kuasai. Teknik Penguasa Pedang, Gerakan Kelima, Tebasan Partikel.

__ADS_1


Walaupun ia sudah membuang teknik itu, ia masih bisa menggunakannya dengan mudah tanpa kendala sama sekali. Bahkan, ia bisa meniru semua teknik yang digunakan musuh hanya dalam sekali lihat.


Boom! Boom! Boom!


Potongan daging monster itu jatuh ke laut, menimbulkan gelombang tsunami yang cukup tinggi, menerjang ke arah pantai di mana Yan Xue dan dua anak mereka.


Yan Xue yang berdiri di belakang Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan itu mengangkat tangan kanannya, mengarahkannya ke depan. Seketika itu juga air mulai naik ratusan meter ke langit, yang kemudian membeku menciptakan dinding es yang sangat tebal.


Sebelumnya Yan Xue hanya memiliki penguasaan terhadap Element Air dan Cahaya, namun setelah melahirkan anak, ia mendapatkan elemen tambahan yaitu Es dan Petir.


Gelombang tsunami menghantam dinding es, lalu gelombang itu kembali turun dan lautan kembali tenang, namun air yang sebelumnya terlihat jernih, kini berubah menjadi merah dan sedikit ada bau amis yang beterbangan di udara.


Kekhawatiran masih terlihat di wajah Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan meski monster sudah terbunuh, itu karena mereka tidak bisa melihat Ayah mereka. "Ayah..."


"Ayah di sini." Lin Chen mengusap kepala keduanya dari belakang.


Keduanya berbalik lalu memeluk kaki Lin Chen, dengan air mata yang mulai mengalir.


Lin Chen menganggap wajar jika kedua anaknya menangis, mengingat mereka yang masih kecil dan belum tahu kekuatan aslinya, yang memang tidak pernah ia tunjukkan. Ia selalu bersikap seperti manusia biasa yang sedikit mengerti tentang beladiri di depan kedua anaknya.


Jika ia memberi tahu bahwa ia adalah Dewa, mungkin lain lagi hasilnya, tapi ia tidak ingin hal itu membebankan kedua anaknya ataupun membuat mereka menjadi besar kepala.


Lin Qiao Jianying menengadahkan kepalanya menatap Lin Chen. "Jian'er ingin belajar untuk melawan monster, tapi Jian'er juga ingin pergi ke kota," ucapnya pelan.


"Zixuan juga." Lin Da Zixuan masih memeluk erat kaki Lin Chen.


Lin Chen tersenyum ringan, kebetulan ada acara yang menarik yang berhubungan dengan monster di kota terdekat. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengajari mereka tentang monster, tapi ia tidak mengizinkan mereka melawannya.


Paling tidak, mereka bisa tahu bermacam-macam serangan dari monster yang berbeda.


Lin Chen menggendong Lin Da Zixuan, lalu untuk Lin Qiao Jianying, itu dibawa oleh Yan Xue.


Kemudian, mereka kembali terbang di langit ke arah barat menuju kota yang berada tidak jauh di balik pegunungan. Kecepatannya sangat pelan, karena membiarkan anak-anaknya terbiasa terbang di langit, dan Lin Qiao Jianying sudah mulai berani untuk terbang sendiri tanpa dipeluk oleh Yan Xue.


Hingga dua jam berlalu, mereka sudah bisa melihat kota yang cukup luas, dengan pusatnya yang merupakan sebuah gunung. Kotanya berbentuk lingkaran dengan radius 3.500 mil dari gunung sebagai pusatnya.


Lin Chen mendarat tujuh puluhan meter dari gerbang timur kota yang bernama Fangma dengan warna merah di plang nama hitam, yang menempel di atas gerbang kota.


Untuk memasuki kota, Lin Chen tidak diperiksa terlalu banyak. Hanya perlu menjawab nama dan asal, kau membayarkan sejumlah Batu Roh kualitas Rendah.

__ADS_1


"Woah." Lin Da Zixuan takjub dengan Kota Fangma yang sangat ramai, banyak pejalan kaki dan kebisingan pedagang dalam menjajakan dagangannya.


Lin Da Zixuan mendongak menatap wajah Lin Chen. "Ayah, apakah di Bintang Qiang ada kota seperti ini?"


"Tentu." Lin Chen menganggukkan kepalanya, dan menceritakan ada ribuan kota di Bintang Qiang, yang terus berkembang karena datangnya dataran dari Alam Immortal dan Dewa.


"Bisakah Ayah membawa Zixuan berkeliling?"


Lin Chen kembali menganggukkan kepalanya, menyanggupi permintaan dari putranya.


Kedatangan Lin Chen di Kota Fangma cukup mengejutkan, bukan karena identitasnya sebagai Pemilik Bintang Qiang, namun karena penampilan keluarga mereka.


Lin Chen berharap tidak ada masalah, tapi sepertinya tidak ada karena mereka membawa anak-anak, yang memperjelas status mereka yang merupakan suami istri. Jika kejadian yang selalu sama kembali terulang, ia akan menghancurkan Kota Fangma.


Acara menarik yang dimaksud oleh Lin Chen sebelumnya sendiri adalah acara berburu monster, yang cara menentukan pemenangnya adalah dengan tingkatan Inti Monster. Semakin tinggi tingkat Inti Monster, semakin tinggi pula kemungkinan menangnya.


Mungkin tidak terlalu penting acara seperti ini, tapi setidaknya membuat Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan menjadi bersemangat, mengingat ada hadiah yang diberikan oleh Wali Kota dari Kota Fangma.


"Ayah, Zixuan ingin makan itu." Lin Da Zixuan menunjuk salah satu kedai kecil di pinggir jalan yang menjual Bebek Peking.


Lin Chen menuruti kemauan itu. Ia berjalan menuju kedai dengan menggenggam tangan kanan Yan Xue yang berdiri di sampingnya.


Terlihat seorang pria paruh baya yang memegang pisau besar sedang memotong bebek menjadi beberapa bagian dengan cekatan dan cepat.


Pria paruh baya itu mendongak menatap Lin Chen. "Anda ingin memesan berapa ekor, Tuan ... Muda?" Ia kebingungan untuk memanggil Lin Chen.


"Sepuluh!" Lin Da Zixuan memperlihatkan semua jarinya pada pria penjual.


Lin Chen sedikit kaget saat mendengarnya, karena sangat tidak mungkin bagi putranya yang berusia tiga tahun untuk menghabiskan semua itu. "Apakah Xuan'er bisa menghabiskannya?"


Lin Da Zixuan mendongak menatap wajah Lin Chen. "Zixuan hanya makan satu, sisanya untuk Ayah."


Ayah? Penjual dan pejalan kaki cukup terkejut ketika mendengar itu, mereka tidak menyangka jika pemuda yang terlihat masih sangat muda ternyata sudah menjadi seorang ayah dari dua anak.


Lin Chen mengabaikan tatapan mata semua orang dan meminta penjual itu untuk mempercepat memotong bebeknya. Hingga belasan menit kemudian, setelah semua pesanan sudah diterima, mereka pergi ke penginapan untuk beristirahat, karena acara berburu monster itu akan dilaksanakan pada esok harinya.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2