Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 111 : Lebih Cepat dari yang Seharusnya


__ADS_3

Lin Chen bangun pagi-pagi sekali setelah semalaman bermain dengan Yan Xue di dalam kamar, mereka melakukannya saat Yan Xue sudah selesai berkultivasi dan berhasil menembus Yuzhao tahap Menengah.


"Kami hanya bisa melakukannya setelah anak-anak tidur." Lin Chen yang duduk di tepi tempat tidur itu menoleh ke belakang, melihat Yan Xue yang masih tertidur pulas.


Lin Chen duduk di kursi yang ada di samping jendela kaca, melihat pemandangan kota yang cukup sunyi karena masih pagi. Tapi, ada perasaan tidak nyaman yang mengganggunya setelah membunuh Naga Hitam.


"Sepertinya, Dewa Xing sudah mengetahui tentang kematian Naga Hitam. Reaksi apa yang akan ditunjukkan Qiang Dewei saat melihat Dewa Xing. Seharunya dia hanya bertemu muridnya saja, untuk bertemu Dewa Xing sendiri, masih ratusan ribu tahun ke depan."


Lin Chen masih memiliki keyakinan dapat mengalahkan Dewa Xing meski berbeda satu tingkat, tapi jika ia terlalu lama bertarung, mungkin Dewa lain dari Ruang Para Dewa akan datang membantu, dan itu adalah kerugian besar baginya.


Ketika ia sedang berpikir di samping kaca dan menerima banyak energi spiritual dari 5 Semesta, termasuk Semesta Yongheng. Tiba-tiba, ia merasakan fluktuasi energi yang sangat kuat mulai mengelilingi Bintang Xu.


"Datang?" Lin Chen melihat langit yang masih sedikit gelap melalui jendela kaca. "Bukankah harusnya masih satu minggu lagi?"


Lin Chen menoleh ke kiri, melihat Yan Xue yang baru saja bangun dari tidurnya. "Xue'er, dari tiga bulan, lalu seminggu, ternyata penyerangannya dipercepat. Saat ini sudah banyak Earth Realm yang mengelilingi Bintang Xu."


Yan Xue yang baru saja bangun itu langsung tersadar, ia mengenakan pakaian setelah membersihkan tubuhnya menggunakan Element Air. Ia beranjak turun dari tempat tidur, menghampiri Lin Chen dan melihat ke arah langit.


Samar-samar, Yan Xue memang merasakan aura, meski tidak sebaik yang dirasakan oleh Lin Chen. Tapi sesaat kemudian, ia melihat kilatan cahaya berbagai warna seperti serangan.


Bang! Bang! Bang!


Dentuman-dentuman keras terus terdengar secata beruntun, itu semua terjadi karena serangan yang membentur pelindung Bintang Xu.


Lin Chen yang masih duduk di kursi itu mengepalkan tangannya, membuat langit gelap berubah menjadi biru cerah seperti siang hari. Ketika itu juga, terlihat serangan-serangan yang melesat lebih jelas lagi.


"Bawa anak-anak kemari, aku ingin membiarkan kalian bersembunyi di Ruang Dimensi."


Yan Xue menganggukkan kepalanya, berbalik dan bergegas pergi menuju dua kamar lain untuk membawa Lin Qiao Jianying maupun Lin Da Zixuan ke kamar.


Tangan Lin Chen gemetar, bukan karena takut, melainkan semangat yang menggebu-gebu karena ingin membunuh lebih dari 1.000.000 Earth Realm. Lebih sedikit dari yang dikatakan oleh Naga Hitam. Tapi, jumlah itu sudah cukup untuk membantunya menembus God Realm tahap Menengah!


Itu apabila ia asal menaikkan Ranah tanpa meningkatkan 11 Element, serta kekuatan Dewa dan Iblis.


"Setelah menembus God Realm. Point Pengalaman yang berlebih akan aku gunakan untuk meningkatkan kekuatan lain, agar semua kekuatan di dalam tubuhku tetap seimbang."


Getaran di tangannya semakin kuat, bahkan kursi yang ia duduki juga mulai retak karena semangatnya yang semakin naik. Ingin sekali melompat keluar melewati jendela, lalu melesat ke angkasa luar untuk membunuh semua Earth Realm.

__ADS_1


"Chen Ge— Sayang." Yan Xue memasuki kamar dengan membawa Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan yang masih mengantuk.


Lin Chen berdiri dari kursi dan menghancurkannya, lalu berjalan menghampiri Yan Xue. "Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat." Ia mengecup kening Yan Xue, kemudian berlutut agar tingginya sejajar dengan Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan. "Ayah pergi sebentar."


Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan tersadar ketika mendengar ucapan maupun kecupan hangat dari Lin Chen.


"Hati-hati." Keduanya membalas kecupan Lin Chen di pipi.


Keduanya tidak lagi egois seperti sebelumnya, mereka kini lebih mudah menerima ketika harus ditinggalkan oleh Lin Chen. Karena mereka tahu, untuk menciptakan dunia yang damai, Ayah mereka selalu bertarung di garis depan.


Lin Chen tertegun dengan mulut sedikit terbuka, tidak percaya dengan respon kedua anaknya yang tidak lagi protes. "Baik, terimakasih."


Lin Chen berdiri seraya memasukkan mereka bertiga ke dalam Ruang Dimensi.


Ketika mereka bertiga sudah bersembunyi, ia langsung pergi melalui jendela yang ia buka. Ia bisa melihat banyak manusia yang keluar dari kediaman masing-masing, mereka melihat langit dengan rasa takut dan khawatir.


Qiang Dewei yang berada di Kota Xanlau juga merasakan hal yang sama, tidak percaya jika kejadian yang harusnya terjadi tiga bulan kemudian, kini terjadi saat ini juga, dia hari setelah kelahirannya kembali.


Lin Chen melayang di atas Kota Xuyin, memandangi semua orang yang tetap diam mematung. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani bergerak, seperti ada kekuatan tak kasat mata yang menahan gerakan mereka.


"Sadarlah." Lin Chen melepaskan Energi Dewa untuk menenangkan semua orang, kemudian melesat ke langit dengan kecepatan penuh.


Monster? Sepertinya iya, tapi monster ini bukanlah monster alami, melainkan buatan seperti Naga Hitam yang Lin Chen bunuh di hari sebelumnya.


"Apakah kalian diperintahkan oleh Naga Hitam?"


Wush! Wush! Wush!


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut mereka, melainkan serangan yang sangat berbahaya berbagai bentuk.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya perlahan di depan dada, menciptakan dinding hitam yang melindunginya dari berbagai sisi. Bukan dentuman atau ledakan saat serangan mengenai dinding hitam, melainkan serangan itu menghilang tertelan begitu saja.


"Menyerang mereka langsung sangat berbahaya, aku bisa menghancurkan Bintang Xu."


Lin Chen menurunkan tangan kanannya perlahan, menciptakan ribuan klon yang muncul di tempat yang berbeda, mengelilingi Bintang Xu.


Salah seorang yang berdiri ribuan mil di depan Lin Chen, mulai bertepuk tangan dengan tatapan merendahkan dari kejauhan. "Cukup hebat untuk menciptakan sepuluh ribu klon dalam sekali tarikan napas. Tidak heran kau bisa membunuh Naga Hitam!"

__ADS_1


Pemuda berambut biru panjang, mata merah dengan alis hitam itu melayang turun agar tingginya sejajar. Pakaian yang ia kenakan berwarna merah, dan ada pedang besar hitam setinggi tiga meter di punggungnya.


"Penampilan yang sangat aneh." Lin Chen memiringkan kepalanya seraya melipat kedua tangannya di depan dada. "Apakah kau tidak tahu bagaimana caranya berpakaian?"


Pemuda itu sangat marah, terlihat dari aura merah yang menyelimutinya seperti nyala api. Ia mengangkat tangan kanannya yang terbuka, lalu mengayunkannya perlahan untuk memberi perintah.


Namun sebelum tangannya benar-benar turun, tiba-tiba ada Lin Chen yang sudah berdiri di atas pemuda itu dengan kaki terangkat. Tanpa menunggu lama, ia mengayunkan kakinya menendang pundak kiri pemuda bernama Han Dexan.


Han Dexan yang terkena tendangan itu melesat jauh ke bawah, membentur asteroid dan menembusnya, hingga menghantam bintang yang berada sangat jauh dari Bintang Xu.


Lin Chen yang sudah menendang jauh Han Dexan itu terbang tinggi seraya melepaskan cambuk berdiri dengan nyala api di bagian ujungnya. Cambuk itu muncul dengan sekejap, yang kemudian melesat ke segala arah sesaat semenjak kemunculannya.


Lin Chen menyentuhkan kedua telapak tangannya. "Mati!"


Semua cambuk bergerak bagaikan kilatan cahaya yang menembus tubuh mereka, yang kemudian ada jeritan keras yang terdengar sangat menyakitkan.


Tubuh ratusan ribu orang mulai layu dan mengering, meninggalkan tulang yang dibalut oleh kulit. Namun, tidak lama kemudian, tubuh mereka yang hanya tersisa tulang-tulang itu hancur dan berubah menjadi abu.


Lin Chen mengerutkan keningnya ketika menyadari bahwa Point Pengalaman yang ia dapat tidak sebanyak saat membunuh Naga Hitam. "Ada apa ini?"


Wush!


Lin Chen mundur selangkah menghindari siluet merah membentuk bulan sabit yang melesat tepat di tempatnya berdiri sebelumnya. Ia menunduk melihat Han Dexan yang membawa pedang besar dengan dua tangan.


"Pedang lagi?"


Duarr! Duarr! Duarr!


Suara keras dengan nyala api terus terdengar beruntun mengelilingi Bintang Xu, ledakan yang berasal dari serangan-serangan klon yang ia sebarkan.


Lin Chen mengibaskan tangan kanannya, memunculkan Pedang Kuno berwarna merah di tangannya. "Baiklah, sebelum aku melawan Dewa Xing, aku akan menggunakanmu untuk bahan latihan."


Han Dexan terlihat sangat marah. "Beraninya kau menghina Yang Mulia Dewa Xing!" Ia melesat bagaikan kilat mendatangi Lin Chen.


Lin Chen menyeringai lebar, memperlihatkan raut wajah mengerikan. "Datanglah!"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2