Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 184 : Menemani Xue Ying


__ADS_3

Kicauan burung mulai terdengar dan itu adalah tanda bahwa pagi hari sudah datang; sinar mentari pun memasuki kamar melalui jendela kaca; tetesan embun air yang menggenang di daun juga bisa terdengar merdu saat jatuh karena tiupan angin pelan.


Kelopak mata Lin Chen mulai bergerak-gerak dan terbuka perlahan; menoleh ke kanan melihat jendela. Dengan lambaian tangannya, gorden jendela bergerak mengikuti gerakan tangan Lin Chen dan menutup jendela; menghalangi sinar matahari yang masuk.


Lin Chen menoleh ke kiri melihat Yan Xue yang masih tertidur pulas karena kelelahan, mereka melakukannya dari awal sinar matahari terbenam di ufuk barat, sampai hampir terbit di ufuk timur.


Lin Chen berharap dengan menerobosnya ke Lord Realm, tidak menjadi halangan baginya untuk terus berkumpul dengan keluarganya. Akan sangat menyakitkan jika ia tidak bisa berkumpul, dan meninggalkan Yan Xue seorang diri.


Aku harus membunuh Dewa Kehampaan, dan dengan banyaknya God Realm yang berkumpul, harusnya bisa memenuhi kebutuhan untuk menerobos. Hanya saja, aku masih belum menemukan cara untuk menerobos selain membuang penyesalan.


Ah! Aku sudah berjanji pada Yi'er untuk menemaninya berburu Monster Kuno. Sepertinya hari ini aku akan membawanya ke Semesta Lantian lagi, Monster Kuno di sana belum aku hilangkan, dan ini baik untuk melihat kemajuan Yin'er.


Lin Chen beranjak turun dan membiarkan Yan Xue untuk beristirahat lebih banyak lagi; ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sedikit bau dan lengket karena keringat yang sudah mengering.


Lin Chen yang sudah tiba di kamar mandi, langsung turun ke dalam kolam air panas untuk berendam; melepaskan penat karena terlalu lama bermain di malam hari. Air kolam ini seperti cukup tinggi saat duduk, sampai batas dadanya.


"Ruang Para Dewa sudah sangat sepi, dan karena Weiqi yang rusak, aura di sana sangat kuat, bukan aura yang berguna untuk kultivasi, tapi aura yang menekan dan mampu membunuh."


Lin Chen mengambil air di depannya dan membasuh wajahnya, lalu kembali bersandar seraya menengadahkan kepala melihat langit-langit ruangan.


"Menurut Yin'er, Dewa Kehampaan memimpin Semesta Kongxu, kemungkinan semua Dewa maupun Dewi yang memihaknya berada di sana dan bersiap-siap untuk melalukan serangan kejutan saat aku datang."


Lin Chen berharap pertarungan nanti bisa selesai dengan cepat; tidak sampai menghancurkan Semesta atau berpindah-pindah tempat, karena terlalu memakan banyak tenaga dan harus menggunakan banyak energi untuk menahan ledakan dari hancurnya Semesta.


Tap... Tap... Tap... _.suara langkah kaki.


Lin Chen menoleh ke belakang; ada Yan Xue yang membawa handuk kecil berwarna putih untuk menutupi dada dan tubuh bagian bawah. "Mengapa tidak beristirahat lebih lama lagi? Bukankah Xue'er kelelahan?" tanyanya—ia beranjak keluar dari kolam air panas, membantu Yan Xue membersihkan tubuh.


Lin Chen membasuh punggung Yan Xue dan membantunya membersihkan rambut dengan shampo.


Yan Xue memejamkan mata merasa nyaman dengan usapan tangan Lin Chen di punggungnya. "Xue'er tidak bisa tidur dengan tubuh seperti ini, apalagi tidak ada Gege di samping Xue'er."


"Apakah Xue'er tahu? Aku akan membawa Yi'er ke Semesta Lantian untuk menemaninya membunuh Monster Kuno." Lin Chen tidak ingin Yan Xue marah karena tiba-tiba ia menghilang, tapi alangkah baiknya jika Yan Xue mau ikut bersama dengannya, meski hal itu terasa berat karena anak-anak berada di Semesta Yongheng. "Mau ikut?"


Yan Xue berpikir sejenak dengan kepala, kemudian menganggukkan kepalanya. "Mau, lagi pula Xue'er tidak ada hal yang dilakukan di sini. Jadi lebih baik pergi bersama Gege dan melihat pelatihan Yi'er."

__ADS_1


"Baiklah, besok kita akan pergi." Awalnya Lin Chen hendak berangkat hari ini, tapi karena Yan Xue yang masih terlalu lelah, akhirnya ia mengundur waktu dan ia rasa esok hari adalah waktu yang tepat.


Yan Xue menganggukkan kepalanya kembali, lalu membilas rambutnya yang sudah penuh akan busa shampo.


Keduanya kembali masuk ke dalam kolam air panas; duduk saling bersandar satu sama lain dan mengobrol dengan pembahasan pertumbuhan anak-anak yang ditinggalkan Lin Chen saat menyerap Pil Dewa.


Cukup sedih saat mendengarnya, karena setiap hari anak-anak akan datang ke kamar dan terus-menerus memanggil namanya; berharap bisa bangun dan memeluk anak-anak hingga tidur. Yan Xue cukup kesulitan untuk menenangkan Lin Da Zixuan yang menangis, karena memang lebih dekat Lin Chen, sehingga meminta bantuan Ji Yue Ling untuk menenangkannya.


Lin Chen berbalik dan memeluk Yan Xue dari belakang. "Pasti berat bagimu ..."


Yan Xue menggelengkan kepalanya. "Tidak, Xue'er sangat menikmati merawat ketiganya bersama, mereka sangat lucu saat meminta sesuatu dengan wajah manisnya."


Lin Chen tidak lagi berbicara; ia merasa tidak nyaman karena Yan Xue merawat anak-anak sendirian, meski dari luar terlihat bahagia, tapi ia tahu betul perasaan Yan Xue yang sebenarnya, yang selalu menangis setiap malam di samping kloning dirinya yang tidak sadarkan diri.


Lin Chen mengerutkan keningnya merasakan ada yang aneh, lalu menunduk dan melihat wajah Yan Xue yang memerah dengan napas yang berat. Akhirnya, ia ingat jika Yan Xue tidak terlalu tahan dengan air panas, biasanya hanya beberapa menit, tapi saat ini mereka sudah setengah jam.


Anehnya, meski Yan Xue tidak tahan dengan air panas, tapi saat menemani berlatih di lahar panas, tidak ada masalah seperti ini.


Lin Chen keluar dari kolam air panas; membawa Yan Xue dengan cara menggendongnya di kedua tangannya. Ia membantunya untuk mengenakan pakaian, lalu meletakkannya di atas tempat tidur setelah mengganti seprai dan membiarkannya kembali beristirahat.


Lin Chen duduk di atas meja yang tingginya satu meter; duduk menghadap ke arah jendela, melihat pemandangan Kota Chen, lalu memejamkan matanya perlahan secara menarik napas dalam.


"Jika aku sudah mendapatkan cara dan memahami sekarang, apakah aku bisa menerobos Lord Realm tanpa memedulikan Point Pengalaman?"


Lin Chen terus memikirkan cara untuk menerobos, dimulai dari memikirkan penyesalan apa yang tersisa di dalam hatinya. "Penyesalan? Apakah aku memilikinya? Penyesalan apa?"


"Untuk apa aku harus menembus Lord Realm? Apakah untuk mencari harta yang aku tinggalkan? Mengamankan tempat untuk keluarga?"


Lin Chen menghela napas panjang dan membuka matanya perlahan. Ia tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ia tanyakan pada dirinya sendiri.


"Sepertinya aku harus menghilangkan semua beban dan perasaan mengganggu, salah satunya membunuh Dewa Kehampaan dan menemani Yi'er memburu Monster Kuno. Siapa tahu setelah menyelesaikan dua hal itu, aku bisa menembus Lord Realm."


Jalan Kultivasi memang terkenal sulit dan tidak berlogika, karena beberapa variabel yang dianggap sepele ternyata berdampak besar pada masa depan dan peningkatan kekuatan.


***

__ADS_1


Keesokan Harinya


Sudah berkumpul empat orang di dahan pohon yang berencana untuk pergi ke Semesta Lantian, mencari jawaban atas semua pertanyaan yang dipikirkan Lin Chen dan menemani Xue Ying untuk membunuh Monster Kuno.


Kekuatan Xue Ying hampir menembus Heavenly Realm, hanya membutuhkan lawan yang kuat untuk memancing energi di dalam tubuhnya agar mampu memanas dan meledak, memaksanya untuk menerobos Heavenly Realm. Sudah banyak cara yang dilakukan, termasuk menggunakan Point System, tapi semuanya berakhir dengan kegagalan.


Karena itulah Xue Ying meminta melawan Monster Kuno.


"Apakah aku harus ikut?" tanya Kun Xiang Yin, meski sering dipanggil dengan panggilan Dewi Kuxing—ia masih ingin bersantai-santai di Kota Chen yang hampir sama seperti perkotaan di Bumi; menikmati makanan yang tidak pernah ia rasakan, atau menikmati makanan setelah miliaran tahun tidak makan.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya; mengusap kepala Dewi Kuxing. "Tentu saja, anggap saja sebagai pelatihan bersama."


Dewi Kuxing terdiam dengan kepala tertunduk dan memainkan jari-jarinya; tidak ingin pergi untuk melihat Monster Kuno yang sangat menjijikkan dan berisik. Karena kebenciannya terhadap Monster Kuno, sudah tidak ada lagi Monster Kuno di Semesta Kuxing semenjak ia menembus tahap Akhir dari Earth Realm.


Yan Xue tertawa kecil melihat Dewi Kuxing yang bertingkah seperti anak-anak, tidak menyangka jika Dewi Kuxing pernah menjadi orang yang sangat kejam dan mengerikan saat bertarung. Ia sudah pernah melihat pertarungan antara Dewi Kuxing melawan Lin Chen melalui rekaman, dan itu terlihat tak berperasaan.


"Jika Chen Gege bersikap kasar padamu, bilang saja padaku." Yan Xue menepuk-nepuk pundak Dewi Kuxing seraya tersenyum tipis; menganggap Dewi Kuxing sebagai adiknya sendiri, meski dari segi usia terpantau jauh.


Dewi Kuxing mendongak; menatap Yan Xue, lalu menundukkan kepalanya. "Baik, Nyo— Jiejie."


Jie jie adalah panggilan terhadap kakak perempuan dalam sebuah keluarga.


Sebelumnya Dewi Kuxing selalu memanggil Yan Xue dengan sebutan 'Nyonya', tapi Yan Xue menegurnya karena sebutan itu terlalu tidak nyaman untuk didengar, dan menggantinya dengan 'Jiejie'.


"Kakak, apakah tidak masalah Kakak menemani Yi'er? Bukankah Kakak harus berurusan dengan Dewa Kehampaan?" tanya Xue Ying—ia tidak ingin mengambil waktu Lin Chen untuk menemaninya dikala sibuk seperti ini, ia bisa menunda untuk melawan Monster Kuno atau mencari cara lain untuk menembus Heavenly Realm.


Lin Chen menoleh ke kiri menatap Xue Ying. "Tidak masalah, lagi pula ini demi kebaikanku sendiri menemanimu. Ini bisa digunakan sebagai pembelajaran bagiku untuk mencari cara menembus Lord Realm," ucapnya mengusap kepala Xue Ying.


Xue Ying hanya mengangguk kecil meski tidak paham apa hubungannya antara menemaninya membunuh Monster Kuno dengan Lord Realm, tapi jika Kakaknya berkata demikian, maka ia akan mempercayainya.


Lin Chen berbalik seraya mengibaskan tangannya; celah ruang yang terhubung dengan Semesta Lantian terbuka di depan mereka.


Tanpa membuang waktu, kelompok empat orang itu memasuki celah ruang, dan celah ruang mulai menyusut yang kemudian menghilang sesaat setelah mereka masuk.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2