Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 172 : Semesta dan Dewi Kuxing


__ADS_3

Lin Chen sudah berpamitan pada semua; untuk pergi hari ini menghadapi Dewa dan Dewi yang sudah menjadi musuhnya puluhan tahun lalu, pertarungan kali ini akan sangat mengguncang dan mungkin pertarungan melawan Dewi Kuxing akan berlangsung tahunan.


"Kalian semua, kalian sudah bisa pergi melihat dunia, Ayah bisa menjaga Ibu." Lin Chen tahu keinginan anaknya untuk pergi dari Kota Chen yang sudah sangat mereka nantikan selama ini; bahkan anak-anak seusia mereka atau yang lebih muda sudah berkelana sendiri.


"Ayah menyarankan jangan berpetualang di Galaxy Zhongyang atau sekitarnya, mulailah dari yang lemah, karena di sekitar sini kekuatan tertinggi mereka adalah Yuzhao bahkan Huangdi."


Xue Ying datang; mendarat di depan Lin Chen yang membelakangi keluarga. "Kakak, apakah Kakak masih memperlakukan mereka seperti anak kecil? Jian'er sudah Heavenly Immortal, Spirit Realm tahap Akhir."


Lin Chen berjalan melewati Xue Ying; melihat lurus Kota Chen yang padat penduduk. "Bahkan jika mereka sudah Heavenly Realm dan berusia ratusan tahun, mereka tetaplah bayi kecilku yang manis."


Lin Da Zixuan mengepalkan tangannya erat, merasa bersalah karena meragukan kasih sayang Ayahnya dan bahkan berniat menyerangnya, meski serangan itu sudah terlaksana dan menembus dada.


Lin Chen mengangkat tangannya perlahan, menciptakan celah ruang di depannya. "Ayah akan pergi sekarang, kalian bisa berpetualang langsung, atau mengurus Sekte Chenlong." Ia melangkah memasuki celah.


Yan Xue langsung berbalik meninggalkan dahan Pohon Dewa; memasuki kamar untuk menunggu kloning Lin Chen datang.


***


Semesta Kuxing


Kedatangan Lin Chen kali ini tidak seperti yang sudah-sudah; tidak ada sambutan dari Dewi Kuxing karena kekuatannya yang meningkat, sehingga tidak mudah untuk ditemukan di sini.


"Di mana dia? Biasanya aku selalu disambut dengan serangan."


Lin Chen sudah terbiasa mendapatkan serangan tiba-tiba saat baru datang kemari, yang berakhir pada kematian. Jadi, ketika tidak yang menyambutnya, ia merasa sedikit aneh meski ini adalah hal baik. Tapi karena niat awalnya adalah bertarung, maka ia harus memancingnya; agar Dewi Kuxing datang menghampiri.


Bang!


Lin Chen melepaskan auranya yang tidak terlalu kuat karena harus menahan sebagiannya; tidak ingin jika harus mengeluarkan 'Kartu As' bahkan sebelum pertarungan itu dimulai.


Fluktuasi energi bisa dirasakan di depan Lin Chen; fluktuasi yang cukup kuat dengan getaran yang mampu mengundang Semesta Kuxing. Ini adalah aura yang terkuat yang ia rasakan di Semesta Kuxing setelah beberapa kali datang.


Fluktuasi energi menciptakan sebuah pusaran cahaya yang bergerak seperti air dalam wastafel, dan darinya terlihat ada wanita yang keluar dengan aura yang sangat menekan.


Wanita itu mengenakan hanfu merah menyala, sama seperti warna rambutnya; penampilannya seperti Dewi Perang, orang yang terlahir hanya untuk berperang dan membunuh tanpa ampun.


Dewi Kuxing terlihat terkejut dengan kedatangan Lin Chen karena aura yang ia rasakan ada perbedaan. "Oh! Akhirnya, kau menggunakan tubuh utama untuk datang, aku sudah bosan karena hanya kloning yang kau kirimkan." Matanya memancarkan niat membunuh yang lebih kuat dari yang sudah-sudah.


Lin Chen mengangkat tangannya mengentikan Dewi Kuxing yang hendak menyerang. "Tunggu, ada yang ingin aku tanyakan."


Dewi Kuxing menurunkan tangannya yang sudah bersiap-siap untuk melepaskan pukulan. "Apa?!"


"Aku tahu kau sangat ingin mengambil Esensi Darah dan Jiwa-ku, aku juga tahu kau mengambilnya karena ingin menerobos batas untuk Ranah Lord Realm. Tapi, apakah ada alasan lain mengapa kalian sangat terobsesi dengan Lord Realm?" Lin Chen sendiri masih bingung akan hal itu; jika ia tidak pernah bertemu Hitam dan Putih, mungkin ia akan berhenti saat sudah mencapai Ziranzhi dan tidak akan terus berusaha keras; menjalani hidup santai dan tenang.


Dewi Kuxing berpikir sejenak seraya melipat tangannya di depan dada. "Entahlah, mungkin karena harta peninggalan Chen Hao Ling? Lagi pula, bukankah semua Kultivator Sejati tidak terlalu peduli dengan hal itu? Kita semua selalu memiliki tujuan yang sama, menjadi yang terkuat, bahkan jika harus menghancurkan seluruh Semesta!"

__ADS_1


Dewi Kuxing menurunkan kedua tangannya seraya membuka kuda-kuda. "Apakah kau ingin fisik atau teknik? Pilih!"


Lin Chen menghela napas panjang; sepertinya mereka tidak bisa menyelesaikan masalah tanpa harus bertarung; tidak akan berhenti sampai salah satu dari mereka terbunuh. "Apakah kau tidak bersamanya?" Yang ia maksud adalah Dewa 5 Element, Dewa yang memiliki banyak teknik dan sulit dikalahkan.


Dewi Kuxing mengerutkan keningnya; memikirkan siapa yang Lin Chen maksud. "Ah! Dia? Kau akan bertemu dengannya nanti sebelum ..."


Whooooosh!


"Mati!" Dewi Kuxing tiba di depan Lin Chen; tanpa menahan diri langsung melepaskan tendangan mematikan.


Booom!


Lin Chen mengangkat tangan kirinya untuk menahan tendangan api Dewi Kuxing, menimbulkan ledakan yang sangat keras. Tendangan Dewi Kuxing terbelah karena berhasil ditahan, tapi efek apinya terus melesat; menghantam bintang-bintang dan menghancurkannya.


Panas, masih dirasakan Lin Chen meski sudah menembus tahap Puncak, tapi ini termasuk sebuah kemajuan karena sebelumnya ia akan mendapatkan patah tulang atau terhempas.


Dewi Kuxing sudah menduga akan hal ini, tapi ia tidak berhenti menyerang dan bahkan menambahkan tekanan yang ada.


Api merah yang menyelimuti kaki Dewi Kuxing berubah menjadi hitam pekat dengan bagian luarnya berwarna putih, menimbulkan tekanan yang lebih kuat lagi bahkan bintang yang tidak berjauhan dari mereka mulai mengeluarkan uap panas.


Crack!


Lin Chen bisa mendengar suara kasar di tangannya, menandakan bahwa tangan kirinya retak karena tekanan Dewi Kuxing, bahkan ia sampai harus menggunakan tangan lain untuk membantu menahan tekanan yang ada.


Walaupun tidak bisa membalas serangan Dewi Kuxing, Lin Chen tidak bisa terus menahan serangan yang ada karena bisa memberikan momentum baik bagi Dewi Kuxing untuk terus menyerangnya; akhirnya ini akan menjadi kerugian untuknya.


Lin Chen mendongak melihat paha putih bersih Dewi Kuxing. "Pergi."


Ada tekanan yang keluar dari matanya; menghantam paha Dewi Kuxing untuk melepaskan serangan yang terus menekan tangannya. Setelah berhasil menjauhkan serangan, Lin Chen melompat mundur ratusan ribu mil untuk menjaga jarak.


Kejadian mereka tadi hanya berlangsung seperkian detik saja, walau terasa cukup lama.


Lin Chen melihat tangan kirinya yang retak dan terlihat bekas luka bakar yang memperlambat aliran energi di tangannya. Tapi, ia bisa mengatasi itu dengan cara melepaskan lebih banyak energi lagi.


"Seperti yang diharapkan, dalam tujuh tahun ini, kemampuanmu terus meningkat sampai mampu memutus aliran energiku yang sekarang." Ini menjadi salah satu alasan mengapa Lin Chen sangat mudah dikalahkan, Dewi Kuxing adalah bentuk dari kehancuran, bisa meniadakan energi atau bahkan menghilangkan Meridian.


Dewi Kuxing mengabaikan kekaguman Lin Chen, memilih melihat paha kanannya yang terasa sakit, seperti otot-otot kakinya terjepit benda berat dan kasar. "Kau bisa mengendalikan otot makhluk hidup lain?" tanyanya sedikit kagum—ia mendongak menatap Lin Chen. "Tapi, ini hanya bisa bertahan satu per sepuluh detik."


"Apakah kau tidak ingin mengeluarkan semuanya? Aku tahu kau tidak selemah ini, tidak mungkin kau bisa membunuh Dewa Pedang jika hanya sebatas ini."


Lin Chen tetap tenang meski mendapatkan provokasi dari Dewi Kuxing, ia mencoba untuk tenang dan mengamati, bahkan Dewi Kuxing yang selalu menyerangnya tanpa ampun, kini terlihat lebih tenang.


Dia, sangat berbeda dari tujuh tahun lalu. Ini akan sangat sulit karena dia sangat tenang, dan aku harus bersiaga selalu apabila Dewa dan Dewi lain datang membantu, batin Lin Chen.


Ketika Lin Chen sedang berpikir, ia merasakan kekuatan yang muncul di belakangnya; tidak perlu berpikir atau menoleh, ia langsung membungkuk menghindari energi kuat yang sangat menakutkan.

__ADS_1


Lin Chen bisa melihat api berbentuk seperti bulan sabit yang melintas di atas kepalanya, itu adalah api putih yang sangat panas sampai melelehkan bintang-bintang.


Api itu terus melintas, bintang terdekat akan terbelah dan meledak, sedangkan bintang terjauh akan meleleh seperti mentega.


Lin Chen melangkahkan kaki kirinya ke belakang seraya memutar tubuhnya dan melepaskan serangan telapak tangan. Tangannya diselimuti energi putih seperti nyala api yang tidak lebih lemah dari serangan Dewi Kuxing.


Tap!


Telapak tangan keduanya saling bertemu: putih dan oranye, kemudian menimbulkan getaran kuat pada Semesta serta aura spiritual yang berkumpul di sekitar mereka berdua.


Booom!


Tidak mampu menahan tekanan dari aura 2 God Realm tahap Puncak, angkasa di sekitar mereka meledak berkeping-keping seperti kaca yang pecah. Kini mereka berada di ruang gelap tanpa kilauan cahaya, hanya ada ledakan dari dua energi berbeda yang saling bertemu.


Dewi Kuxing mengunci tangan Lin Chen dengan cara menggenggamnya, dan tangan kirinya berada di depan wajah. "Neraka!"


Bang!


Ruang hitam yang gelap kembali meledak seperti kaca yang pecah, digantikan oleh api yang membakar dengan suhu panas. Keduanya terlihat sedang berada di dalam kamar yang terbakar dan tidak ada jalan keluar untuk meninggalkan ruangan.


Lin Chen mencoba melepaskan genggaman tangan Dewi Kuxing, namun tidak berhasil karena suhu di sini melemahkan kekuatannya.


Dewi Kuxing tersenyum tipis. "Aku mengharap lebih, bukankah kau sudah menembus tahap Puncak? Jika kau tidak bisa melawan, aku akan mengambil Esensi Darah dan Jiwa-mu." Tangannya mengeluarkan api hitam berlapis putih.


Lin Chen tersentak, tanpa berpikir panjang, ia memotong tangannya yang hampir tertelan oleh api yang mampu merusak Meridian. Jika rusak, akan memakan sedikit waktu untuk menyembuhkannya, tapi tidak apabila memotong tangan, ia bisa meregenerasinya.


Lin Chen mengangkat tangannya ke kanan, meregenerasinya kembali dalam sekejap mata. Ia juga mengeluarkan aura dingin dari dalam tubuhnya, yang kemudian langsung meledak, menghempaskan api yang membakar di sekitar.


Duarr!


Dua elemen yang berlawanan saling beradu, namun ruang sekitarnya tidak mampu menahan tekanan dan akhirnya meledak kembali; tiba di Semesta Kuxing, menghancurkan ratusan ribu galaksi di sekitar.


Dewi Kuxing hanya diam dan senyum tipis melihat semuanya; tidak ada rasa marah saat melihat Semesta Kuxing yang rusak parah, karena menurutnya makhluk di sini tidak berharga dan tidak perlu diperhatikan.


Dewi Kuxing bertepung tangan mengangumi kekuatan dan keputusan Lin Chen dalam mengambil tindakan. "Hebat, sebelumnya kau hanya mampu bertahan selama sepuluh detik, sekarang hampir memasuki waktu dua menit."


Lin Chen tidak bisa berkata-kata, ia memang menyadari betapa lemahnya ia saat melawan Dewi Kuxing yang dulu, tapi sekarang ia memiliki keyakinan untuk menang, karena belum mengerahkan semua kekuatannya.


Tapi, jika Dewa 5 Element dan 3 God Realm tahap Puncak lain datang membantu, itu akan sangat menyulitkan dirinya untuk menang.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2