
"Hahahaha!" Lord Feng tidak bisa menahan diri untuk tetap tenang ketika melihat Wilayah Tiantang yang kewalahan. "Pemimpin kalian sudah mati! Menyerahkan Wilayah Tiantang pada kami, kami akan mempertimbangkan untuk membiarkan kalian tetap hidup!"
"Biarkan aku memiliki Permaisuri Surga. Dia sangat cantik, dan aku sangat membencinya!" Lord Wanju melepaskan jubah yang ia kenakan, memperlihatkan wajahnya yang setengahnya terluka seperti melepuh, dan setengahnya lagi berwarna abu-abu.
"Siapa yang mengizinkanmu berbicara seperti itu?"
Lord Feng dan Wanju tersentak saat mendengar suara yang sangat mereka benci.
Perhatian semua orang teralihkan pada bola gelap yang perlahan mulai memudar. Ketika semuanya sudah benar-benar menghilang, terlihat Lin Chen yang melayang di tengah-tengahnya membawa Pedang Dewa.
Semua orang tidak bisa menahan diri untuk tetap tenang, dan akhirnya mereka mengumpat saat melihat Lin Chen yang tetap hidup, bahkan tanpa luka sekalipun.
Dengan kibasan Pedang Dewa yang dibawa, semua kloning yang membantunya menciptakan ruang khusus, menghilang bersamaan. Mayat-mayat Lord Realm di sekitarnya jatuh seperti layang-layang putus dengan darahnya seperti benang. Darah itu terus mengalir tanpa henti, bagikan aliran sungai deras meski tubuhnya tidak besar.
Lin Chen melihat sekeliling, masih ada Lord Realm yang belum dibunuh. "Masih ada dua puluh Lord Realm dan lima ratus God Realm."
Lin Chen memposisikan Pedang Dewa seperti menancap di tanah; matanya tertutup saat mencoba memanggil Esensi Jiwa dari Prajurit dan Penjaga Surgawi yang terbunuh.
Angin bertiup kencang dengan lembut, kemudian serpihan cahaya kecil mulai berkumpul membentuk energi emas sebesar kepalan tangan dengan api yang mengelilinginya. Kemudian Lin Chen menarik tangannya ke belakang, membawa semua Esensi Jiwa untuk kembali ke Wilayah Tiantang.
"Keugh!" Lin Chen memuntahkan seteguk darah segar dan membuka matanya lebar karena kejutan. Tidak pernah terpikirkan olehnya akan mendapatkan efek samping karena membangkitkan orang mati.
Apakah hal ini sangat bertentangan? Mungkin di Alam Semesta tidak dipermasalahkan, tapi di Alam Tiantang, Hukum di sini benar-benar ketat?
Raja Naga Emas berubah menjadi bentuk manusia; berdiri di samping Lin Chen dan membantunya untuk mempertahankan posisinya. "Yang Mulia Kaisar Giok. Hamba ingin Anda jangan melakukan hal seperti ini lagi. Kami merasa terhormat mati karena bertarung bersama Anda, jadi tidak perlu bagi Yang Mulia Kaisar Giok mengorbankan diri untuk menyelamatkan kami."
Chang'e dan Tujuh Putri menyentuh senar yang sama pada Guqin masing-masing, kemudian memetiknya cukup keras dan mengeluarkan nada yang berdentang dengan aura penindasan yang kuat, menghempaskan God Realm untuk menjauh ke Lord Feng maupun Lord Wanju.
Ketika semua musuh cukup menjauh, semua pasukan dari Wilayah Tiantang mendekati Lin Chen dengan ekspresi khawatir yang sama.
"Bodoh!" Lord Feng menyeringai melihat Lin Chen yang melakukan tindakan bodoh; semua orang tahu bahwa menghidupkan kembali mayat yang sudah mati di Alam Tiantang sangat Tabu dan berdampak buruk. Karena itulah, Aliansi Penjarah Surga tidak pernah menghidupkan anggota mereka yang sudah mati, meski mereka ingin.
"Hahahaha!" Lord Wanju tertawa terbahak-bahak. "Keberuntungan berada di pihak kami, membangkitkan satu nyawa saja sudah mendapatkan hukuman, dan kau membangkitkan ratusan dari mereka. Kekuatanmu akan menurun, kemudian kau akan mati setelah jantungmu meledak."
"Jantung?" Lin Chen mengerutkan keningnya sampai menciptakan kerutan yang cukup dalam. "Maaf, tapi aku tidak memiliki jantung ..."
Lin Chen menyeka darah di sudut bibirnya, kemudian kembali berkata, "Dan, kita para Dewa, memiliki Esensi Jiwa. Tidak peduli apakah kita memiliki jantung atau tidak, selama Esensi Jiwa tetap ada, kita akan tetap hidup. Ini adalah pengetahuan umum, tapi kau tidak mengetahuinya."
Lin Chen berdecak seraya menggelengkan kepalanya, menghina ketidaktahuan Lord Wanju. Jika orang lain mungkin akan memengaruhi Esensi Jiwa saat membangkitkan orang mati, tapi berbeda dengannya yang memiliki Tubuh Keberuntungan dan Keabadian Emas. Kalaupun mendapatkan Hukuman Surga, luka yang diderita tidak terlalu banyak.
Yang lebih penting, Hati Mana. Hati Mana-nya sudah diatur untuk penyembuhan. Penyihir Hati 9S setidaknya setingkat Heavenly Realm, dan jika semua kekuatan hanya digunakan untuk penyembuhan, bukankah itu luar biasa.
Tiba-tiba ada aura kuat yang meledak dari dalam tubuh Lin Chen; terlihat ada lingkaran sihir berwarna putih yang mengelilinginya sampai membentuk bola, kemudian kembali masuk. Meski hanya seperkian detik, tapi itu sangat mengejutkan karena semua vitalitasnya kembali.
Lord Feng yang awalnya tersenyum lebar karena menganggap pertarungan sudah berakhir dengan kemenangan Aliansi Penjarah Surga, sekarang senyum itu membeku ketika melihat Lin Chen yang baik-baik saja.
Lin Chen menyimpan Pedang Dewa. "Bagaimana? Bukankah sudah aku bilang? Wilayah Tiantang pasti menang."
Lin Chen mengarahkan tangannya pada Lord Feng dan Lord Wanju, membuat mereka berdua sangat panik dan bersiap-siap apabila ada serangan. "Aku tidak mengincar kalian."
__ADS_1
"Gah!"
Lord Feng dan Lord Wanju tersentak ketika mendengar suara yang terdengar tersiksa dari dari belakang mereka. Keduanya menoleh ke belakang, melihat God Realm yang tersisa telah terkunci tanpa sebab. Namun, jika dilihat lebih dekat, mereka akan menemukan benang-benang kecil berwarna biru yang melilit tubuh mereka.
Lin Chen menggerakkan kelima jarinya, membuat benang-benang yang mengikat makin kencang sampai mengeluarkan darah. "Kentut busuk! Apakah kau akan diam saja membiarkan bawahanmu terbunuh?"
Lord Wanju merentangkan kedua tangannya, kemudian mengayunkannya ke depan sampai saling bersentuhan, menimbulkan suara keras yang memekakkan telinga.
Kabut Kehancuran menyebar dengan kekuatan lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya, bahkan udara sekitarnya sampai mengeluarkan suara seperti sedang melawan satu sama lain.
"Kaisar—" Raja Naga Emas ingin menghalau Kabut Kehancuran.
Lin Chen menahan Raja Naga Emas untuk tidak bergerak dari tempatnya. Ia mengarahkan tangan kanannya pada Kabut Kehancuran; pusaran cahaya hitam berkumpul di depan tangannya dengan daya hisap yang kuat, mulai menelan Kabut Kehancuran dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata telanjang.
Srak!
Lengan baju Lin Chen terkoyak dan lengannya mulai berubah menjadi abu-abu dengan rambut yang tumbuh dengan warna yang sama.
Lin Chen tetap tenang saat melihat perubahan di sepanjang tangannya. Berbeda dengan Dewa dan Dewi, Prajurit dan Penjaga Surgawi, serta Naga Emas yang sangat panik.
"Begitu, satu helai rambut terasa seperti ditusuk Pedang Ilahi dengan racun." Lin Chen menganggukkan kepalanya dan memotong tangannya sampai batas bahu.
Hanya membutuhkan kedipan mata, tangan yang terpotong sudah tumbuh lagi tanpa mengurangi kekuatannya.
Lin Chen mengepalkan tangan kirinya, membuat God Realm yang tersisa terbunuh dengan tubuh yang terpotong menjadi puluhan bagian. Ia melangkah perlahan di udara, yang setiap langkahnya akan menimbulkan getaran kuat. "Kalian diam di sini untuk bersiap-siap serangan gelombang kedua."
Gelombang kedua?! Semua orang terkejut ketika mendengar ucapan Lin Chen. Jika gelombang satu saja sangat menguras tenaga, apalagi gelombang kedua?
Whooooosh!
"Di mana dia?!—"
Lin Chen tiba di depan Lord Feng dengan kaki terangkat; menendang kepala Lord Feng dengan kekuatan yang sudah ia tahan. Ia sengaja menahan kekuatannya untuk memancing orang yang dari awal pertempuran, hanya menunggu dengan tenang di kegelapan.
Bang!
Lord Feng terhempas seperti komet yang membelah lautan awan.
"Lord Fe— Keuk!" Lord Wanju hendak membantu, tapi tiba-tiba Lin Chen sudah berada di depannya dan mencengkeram lehernya. Sangat cepat! Padahal jarak kami ribuan mil!
Lin Chen memberikan sentuhan lembut di perut Lord Wanju. Tidak ada yang terjadi sama sekali, karena sentuhan itu benar-benar tidak memberikan nampak, namun detik berikutnya, tiba-tiba ada ledakan energi berwarna putih yang keluar dari punggung Lord Wanju.
"Khahk! Ack!" Lord Wanju memuntahkan darah segar, tapi sebelum darah itu keluar dari mulutnya, Lin Chen memukul dagunya sangat keras.
Lin Chen tidak berniat langsung membunuhnya. Ia ingin memberikan pelajaran karena sudah memberi perintah untuk membunuh Yan Xue tepat di depan matanya, dan itu membuatnya sangat marah. Ia mendorong tangannya lebih kuat, menghempaskan Lord Wanju saat menghancurkan organ dalamnya.
"Giliranmu!" Lin Chen menoleh ke kiri melihat Lord Feng yang masih terhempas. Ia mengangkat tangan kirinya, tiba-tiba Lord Feng sudah berada di cengkeramannya.
Bang! Bang! Bang!
__ADS_1
Lin Chen mengayunkan tangannya menampar wajah Lord Feng. Setiap tamparannya akan menimbulkan dentuman keras sampai menggetarkan lautan awan.
"Kau terlihat buruk." Lin Chen melepaskan Lord Feng yang sudah lemah tak bertenaga.
"Sudah saatnya kau mati." Lin Chen mengangkat tangannya; sudah ada Pedang Kuno di tangannya yang mampu menyerap kehidupan.
Whooooosh! Whooooosh! Bang!
Tiba-tiba ada dua bayangan hitam yang bergerak sangat cepat, tiba di depan Lin Chen dan saling menyilangkan tangan untuk menahan serangan Pedang Kuno, menimbulkan gelombang kejut dengan dentuman keras.
Kedua bayangan hitam itu mengangkat kakinya, menendang dada Lin Chen sampai terhempas membelah lautan awan.
"Bunuh dia." Salah seorang pria berjubah merah itu mengeluarkan perintah dengan suara lembut, tapi mengandung kekuatan yang tak tertahankan.
"Yang Mulia Kaisar Giok!"
"Terlambat." Pria berjubah merah darah tersenyum dingin melihat Lin Chen yang diserang.
"Tidak ada lagi Kaisar Giok." Pria berotot membawa pedang besar, berdiri di belakang Lin Chen. Ia mengayunkan pedangnya yang diselimuti energi kuat membentuk kabut hitam.
Slash!
Lin Chen terbelah menjadi dua bagian dari bagian kepala sampai bawah.
Suasana kembali hening tanpa ada yang membuat suara saat melihat Lin Chen yang terbelah dua dan jatuh seperti layang-layang putus. Namun, tidak lama kemudian, tubuhnya yang terbelah dua itu pecah menjadi serpihan cahaya putih.
Jleb!
Tanpa adanya peringatan, Lin Chen datang di belakang pria berotot; menyerangnya dari belakang menggunakan tangan kirinya sampai menembus dada. Tangannya memegang Esensi Jiwa berwarna merah darah dengan api hitam yang menyelimuti.
"Keugh!" Pria berotot itu tidak bisa melawan dan hanya menatap Esensi Jiwa-nya dengan mata melebar. "Ba- Bagaimana—"
Lin Chen mengepalkan tangannya, menghancurkan Esensi Jiwa-nya. Kemudian ia menatap tajam Tetua Aliansi Penjarah Surga yang baru datang. "Tahap Dua Puluh dan Tiga Puluh."
"Sepertinya, kalian sangat senang sekali dengan Kultivasi Iblis. Haruskah, aku memberi tahu kalian apa itu Kultivasi Iblis yang sebenarnya?" Lin Chen memiringkan kepalanya saat tersenyum.
Angin berembus kencang dengan aura penindasan yang lebih kuat dan sangat mengerikan; menggertakkan Inti Jiwa maupun Esensi Jiwa siapa saja, tidak peduli apakah lawan ataupun kawan.
Tubuhnya diselimuti oleh energi merah dengan sedikit campuran hitam. Cambuk Iblis muncul di belakangnya dan bergerak dengan liar, setiap gerakannya akan mengeluarkan suara teriakan dari jiwa-jiwa yang tersiksa; Chakram Iblis muncul dan langsung melepaskan api yang sangat panas sampai membakar udara sekitar; Topeng Iblis menggantung di pinggangnya, mengeluarkan aura membunuh yang mengubah langit menjadi merah darah.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya, menciptakan kloning berwarna putih terang. Chakram Dewa muncul di punggung, melepaskan aura hangat yang menekan lawan dan menenangkan kawan; Syal Dewa menggantung di lehernya melepaskan tekanan yang mencekik; Rantai Dewa bergerak mengelilingi tubuhnya dan mengeluarkan suara rantai yang bergesekan.
Lord Feng gemetaran saat melihat perubahan Lin Chen yang sangat jauh. Dengan bibirnya yang bergetar, ia bertanya dengan getir, "Da- Dao Dewa dan Iblis?! Si- Siapa kau?!"
Bukan hanya Lord Feng, bahkan mereka yang berasal dari Wilayah Tiantang juga tidak bisa tetap tenang. Bukan hal yang aneh bagi mereka untuk menguasai lebih dari satu Dao, hanya saja akan menghabiskan waktu ratusan juta tahun. Kalaupun mampu, sangat tidak mungkin menguasai Dao yang bertentangan, seperti Dewa dan Iblis.
Lin Chen mengenakan Topeng Iblis, dan berkata dengan pelan, "Penguasa Manusia, Yu Huang. Dewa Pembantaian, Chen Hao Ling. Yang Mulia Kaisar Naga, Long Li Chen. Yang Mulia Game Master, Chen Lin. Yang Mulia Kaisar Giok, Lin Chen."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...