
Lin Chen dan Yan Xue telah meninggalkan Tanah Suci. Keduanya tidak perlu menyerap Qi Kekacauan secara manual seperti yang lain. Lin Chen hanya perlu mengubah Point System, tapi tidak bisa mengubahnya dalam jumlah besar.
Berbeda dengan Yan Xue yang sangat mudah dalam memurnikan Qi Kekacauan, hanya perlu menerima energi pemberian Lin Chen saat mempraktikkan Teknik Budidaya Yin dan Yang.
Lin Chen duduk di tangan tertinggi dari Istana Tiantang; melihat luasnya Wilayah Tiantang. "Yi'er kembali, padahal dia bisa saja membagi Kesadaran Spiritual-nya. Ada hal penting yang ingin aku tanyakan."
[Apa yang ingin Anda tanyakan, Tuan? Saya bisa menjawabnya tanpa harus menunggu Xue Ying]
"Eh?!" Lin Chen tersentak dalam kejutan ketika mendengar suara Xue Ying yang lebih dewasa di benaknya. Bisa-bisanya ia lupa tentang hak ini, tentang System yang mendapat kesadaran lain. "Baiklah, menurutmu, berapa banyak kekuatan di Dimensi Kekacauan?"
Tidak ada jawaban yang keluar, tetapi bisa terdengar suara mesin progam yang sedang meriset ataupun melakukan perhitungan tentang kemungkinan apa-apa saja yang ada di Dimensi Kekacauan.
[Menurut perhitungan setelah mengaitkan beberapa variabel dan kemungkinan tertentu yang terjadi di sana, System telah menyimpulkannya]
[Dari bagaimana Permaisuri Nuwa yang terluka parah dan terburu-buru pergi dari Dimensi Kekacauan. Kaisar Dewa-Iblis memiliki aliansi atau bawahan lain selain Klan Sura, dan Kaisar Dewa-Iblis lebih kuat dari Permaisuri Nuwa. Tapi, mereka tidak mengejar Permaisuri Nuwa, bukan tidak mungkin, tapi butuh waktu]
Lin Chen menganggukkan kepala. Ia sangat memercayai data yang diberikan meski kemungkinkan hanya 50%, tapi itu patut diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat datang ke Dimensi Kekacauan. Bagaimanapun, Dimensi Kekacauan adalah awal dari segalanya, dan perlu melakukan persiapan yang panjang untuk pergi.
Kemudian, Dunia Jiwa-nya masih terlalu kecil dan sangat jauh untuk bisa mencapai satu persen.
Butuh waktu lama untuk mencapainya, tapi ia merasa sangat bosan karena tidak melalukan apa-apa. Jika anak-anaknya masih kecil, berusia di bawah sepuluh tahun, ia masih bisa memeluk mereka seperti boneka. Tapi sekarang, usia mereka sudah lebih dari dua puluhan tahun.
Memeluk Lin Mein An dan Lin Qiao Jianying mungkin masih bisa. Tapi untuk Lin Da Zixuan—tidak mungkin! Anak itu tidak lagi ingin dimanjakan, bahkan tidak ingin kepalanya ditepuk-tepuk seperti dulu.
"Apakah aku harus mempraktikkan Teknik Budidaya Yin dan Yang? Tapi, kami sudah melakukannya setiap malam."
Lin Chen benar-benar bosan, dan kembali ke Bintang Qiang juga tidak terlalu penting lagi. Untuknya yang sudah mencapai eksistensi tertinggi di Tiga Alam, datang ke acara penerimaan murid terlalu berlebihan.
Bahkan jika tidak menjadi eksistensi tertinggi, dan hanya memiliki kekuatan Earth Realm. Datang ke acara penerimaan murid masih bisa dibilang terlalu berlebihan. Bahkan sekte-sekte lain, hanya memiliki pelindung dengan kekuatan Spirit Realm tahap Menengah atau Akhir, tapi mereka tidak pernah keluar dari pengasingannya. Dan akan keluar antara 10.000 sampai 100.000 tahun setelah pengasingan.
Ketika sedang merenung, terdengar langkah kaki di belakangnya yang memecah keheningan.
"Sayang, bagaimana kalau kita kembali ke Bintang Qiang?" tanya Yan Xue.
__ADS_1
Yan Xue senang tinggal di Alam Tiantang, tapi tidak dapat terlalu berkomunikasi dengan baik di sini, karena semua orang yang bertemu akan selalu berkutat. Kalaupun tidak berlutut, mereka akan menangkupkan kedua tangan dengan kepala tertunduk, itu sangat canggung dalam pembicaraan.
Seperti melihat melalui pikiran Yan Xue, Lin Chen tersenyum tipis. "Baiklah, ayo kita kembali ke Bintang Qiang. Dan, meski Semesta sudah aman, masih ada Monster Kuno. Walaupun kita tidak membunuhnya, kita akan mengawasinya agar tidak melintasi dari satu Semesta ke Semesta lain."
Yan Xue menganggukkan kepalanya dengan tersenyum cerah. "Iya! Xue'er ingin melihat Jian'er, bagaimana keadaannya setelah enam tahun tidak bertemu!"
Lin Chen tersenyum tipis, kemudian menganggukkan kepalanya. "Ayo kita masuk ke kamar, kemudian kembali ke Bintang Qiang. Selain mengawasi Jian'er, ada hal lain yang ingin aku lakukan."
Menurut System, ada kemungkinan Kaisar Dewa-Iblis mengirimkan mata-mata untuk mencari Permaisuri Nuwa. Walaupun butuh persiapan dan dirasa boros hanya untuk mengirimkan mata-mata, tapi ada kemungkinan besar akan ada yang datang.
Jika benar-benar datang, Alam Semesta dalam bahaya. Tidak mungkin ada yang mampu menahannya selain Lord Realm. Mengirimkan Lord Realm dari Alam Tiantang? Tidak mungkin! Mengirimkan Lord Realm ke Alam Semesta tidak sesederhana itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Kecuali orang itu berasal dari Alam Semesta, dan memiliki perlindungan khusus.
Seperti Tangga Surgawi, itu adalah Artefak Dewa yang ditinggalkan Lin Chen (Kaisar Giok) untuk membawa orang naik ataupun turun dari Alam Tiantang. Untuk Ketua Prajurit Surgawi dan Raja Naga Emas, mereka datang saat Lin Chen berhasil menerobos Lord Realm; mereka bisa melakukannya karena ada aura kuat yang menyelimuti tubuh mereka, aura itu berasal dari Tao Agung.
Tapi, melihat bagaimana Tao Agung atau Tiga Dewata Murni mengasingkan diri, sepertinya aura yang ditinggalkan di Ketua Prajurit Surgawi maupun Raja Naga Emas sudah sangat lama, mungkin setelah kematian Kaisar Giok.
Kemudian, menggunakan Tangga Surgawi juga tidak bisa selalu menggunakannya. Harus melakukan pengaturan tertentu, apalagi menggunakan Dao Ruang dan Waktu. Harus menghentikan waktu di 324 Alam Semesta untuk tidak memengaruhi kehidupan di sana ketika Tangga Surgawi turun.
Setelah sampai di kamar, mereka berdua duduk bersila di atas tempat tidur dan menutup mata.
Pohon Dewa, Kota Chen, Bintang Qiang
Lin Chen yang duduk bersila, membuka matanya perlahan. "Ada ratusan juta klon di Semesta Yongheng, tapi semuanya tidak sadarkan diri karena tidak ada bahaya. Tapi, untuk beberapa Semesta lain, klon yang aku tinggalkan sedang berkeliling untuk membunuh Monster Kuno."
Xue Ying membuka matanya, kemudian berdiri untuk meregangkan otot-otot tubuhnya yang telah lama tidak digerakkan dan terasa kaku. "Eh?!" Ia menoleh ke kiri. "Yin'er tidak ada? Apakah dia sudah menerobos Lord Realm? Untuk Yi'er, Xue'er sudah tidak merasa aneh."
Lin Chen tidak menjawabnya, langsung meraih pinggang Yan Xue dan terbang meninggalkan Pohon Dewa.
Keduanya melihat bagian utara sekte, melihat lautan manusia yang berbondong-bondong datang untuk mencoba memasuki Sekte Chenlong. Setiap tiga tahun sekali, sekte akan menerima murid, dan ujian penerimanya tidak pernah berubah sekalipun, masih sama seperti sebelumnya, menaiki 99 Tangga Gravitasi.
"Apakah Xue'er ingin bertemu dengan mereka? Xue'er sudah lama tidak datang, sebelumnya, aku datang dan Yue Mu menanyakan tentangmu."
Xue Ying merenung sejenak, kemudian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak, mereka sedang mengawasi penerimaan. Biarkan saja mereka, Xue'er akan bertemu setelah melihat Jian'er."
__ADS_1
Lin Chen menganggukkan kepalanya, tetapi tetap diam. Dengan sedikit langkah kaki, mereka berdua menyingkat jarak miliaran mil dari Bintang Qiang.
Mereka berdiri di angkasa luar, dan di depan mereka adalah Bintang Shangli. Warnanya adalah biru muda yang memancarkan cahaya terang.
Yan Xue melihat Bintang Shangli di depannya dengan kerutan di dahi, kemudian membuka mulutnya karena terkejut. "Anak ini, dia sudah menerobos Divine God, Spirit Realm tahap Akhir. Tapi, masih lama untuk mencapai tahap Puncak."
Lin Chen tetap diam, sudah mengetahui peningkatan Lin Qiao Jianying sejak lama, karena ada klon yang bersembunyi sedang mengawasinya.
Peningkatan Lin Qiao Jianying pun baru-baru saja, itu setelah Lin Chen berhasil mengembangkan Dunia Jiwa.
Karena peningkatan Lin Qiao Jianying pula, keluarga Ye yang selalu mengancamnya selama enam tahun terakhir, menekan usahanya sampai hampir terusir dari kota karena Paviliun Qiao Jian'er terus ditekan sampai tidak ada pelanggan. Akhirnya, keluarga Ye tidak bisa berbuat macam-macam lagi dengan Lin Qiao Jianying, tidak bisa lagi memaksa untuk menikah dengan Tuan Muda dari keluarga Ye.
Tapi, bukan berarti masalah sudah selesai, keluarga Ye datang ke Kekaisaran Rongyang yang jaraknya belasan juta mil, hanya untuk meminta bantuan dari Ranah Yuzhao. Meski sama-sama Spirit Realm tahap Akhir, tapi memiliki perbedaan. Jika tahap Akhir bisa dibagi menjadi Rendah - Sedang - Tinggi, maka Lin Qiao Jianying masih Spirit Realm tahap Akhir tingkat Sedang.
Untuk Leluhur Ye, walaupun sama-sama Divine God, kekuatannya lebih rendah dari Lin Qiao Jianying.
Lin Chen kembali melangkah bersama Yan Xue, kemudian mereka langsung tiba di langit kota yang luas, berdiri di balik awan saat melihat ke bawah.
Yan Xue mengamati paviliun dengan banyak pengunjung, merasakan aura Lin Qiao Jianying di sana. "Aku mendengar, ada yang merencanakan hal buruk pada Jian'er." Dengan kekuatannya, sangat mudah baginya untuk mendengar suara kecil di Bintang Shangli.
"Xue'er kesal, tapi, Xue'er ingin melihatnya dulu." Yan Xue mengepalkan tangannya.
Lin Chen hanya diam menggelengkan kepalanya. Ini baru Lin Qiao Jianying, jika Yan Xue tahu apa yang dialami Lin Mein An, mungkin akan sangat marah. Karena, bagaimanapun, bakat Lin Mein An dalam Formasi Array sangat luar biasa, dan beberapa kekaisaran mengejar Lin Mein An untuk dimanfaatkan agar terus memasang array tanpa henti.
Tapi, Lin Mein An berhasil pergi dari pengepungan, dan bahkan menghancurkan armada yang mengejarnya.
Lin Chen hampir muncul saat Lin Mein An dikepung, tapi Lin Mein An sudah menyiapkan segala hal, melemparkan beberapa benda dan formasi array tercipta dalam sekejap.
Amarah Yan Xue memuncak. "Ada yang mengejar Mei'er! Haruskah aku datang dan meledakkan mereka?"
Lin Chen tertegun dengan mulut terbuka, lupa jika Yan Xue sudah Lord Realm tahap 205. Bahkan Lord Realm yang baru menerobos saja bisa melepaskan Kesadaran Ilahi-nya untuk mengamati satu Semesta, apalagi yang sudah berada di tingkat Yan Xue.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...