
Dalam waktu satu hari penuh, Lin Chen sudah berhasil menyelamatkan semua manusia yang ada di lima puluhan kota berbeda. Apa yang dikatakan Sei Jia Fu berbeda dengan kenyataannya, karena kota yang ada lebih banyak dari yang diberitahukan.
Walaupun kota manusia yang diselamatkan lebih banyak dari seharusnya, tapi jumlah manusia yang benar-benar ia selamatkan tidak lebih dari 60.000 orang.
Lin Chen senang-senang saja manusia yang diselamatkan tidak terlalu banyak, karena ia bisa mengatur mereka dengan mudah. Jika terlalu banyak, akan terlalu sulit.
"Yi'er, karena aku sudah menyelamatkan semua orang. Aku ingin kau membawa mereka ke Ruang Dimensi."
"Bagaimana dengan Kakak?" Xue Ying mendongak menatap Lin Chen di seberang meja.
Lin Chen meletakkan kedua sumpit di atas mangkuk, kemudian berdiri dan sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. "Aku harus berlatih untuk memahami Esensi Dao Iblis." Ia mengusap lembut kepala Xue Ying.
Xue Ying memiringkan kepalanya dengan sebelah mata yang tertutup, kemudian tertunduk dengan raut wajah sedih. "Apakah Kakak ... menyembunyikan sesuatu dari kami semua?"
Lin Chen tertegun dan kembali duduk di kursinya. Ia benar-benar ingin memberi tahu Xue Ying, tapi ini belum waktunya untuk mereka mengetahui kebenarannya. Ia tidak ingin masalah yang harusnya hanya untuknya saja, tapi dirasakan oleh yang lain.
"Hah..." Lin Chen mengembuskan napas panjang. "Ini belum waktunya, tunggulah sampai semuanya berakhir."
"Baiklah." Xue Ying menjawabnya dengan kepala tertunduk dan suara yang pelan.
Setelah makan siang bersama dengan Adik Kecilnya, Lin Chen membawa Xue Ying untuk keluar dan menemui puluhan ribu orang yang menunggu di dek depan. Terlihat semua orang tengah duduk di lantai, dan mulai mengerti bagaimana cara makan yang benar.
Ketika melihat Lin Chen yang keluar dari dalam bangunan, semua orang mulai bersujud. "Salam, Dewa."
Lin Chen sedikit mengangguk dan terus berjalan. Ia masih tidak biasa melihat orang bersujud semacam ini, tapi ia akan berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja, karena lambat tanggal, hal ini akan sering terjadi. "Adikku akan membawa kalian ke tempat yang tenang dan sejuk, benar-benar tempat yang cocok untuk manusia tinggal ..."
Lin Chen berbalik melihat semua orang dari bagian terdepan Profound Ark. "Aku harap kalian mematuhi aturan di sana, dan jangan buat kerusuhan. Harusnya kalian mengetahui sendiri jika membuat kerusuhan."
Tubuh semua orang bergetar saat mengingat kembali kejadian di mana Lin Chen meninggalkan kelompok manusia yang tidak penting, dan membuat dinding api untuk membuat mereka terkurung di sana selamanya.
Xue Ying melepaskan energinya untuk menyelimuti semua orang, kemudian berpindah ke dalam Ruang Dimensi di dalam Dantian Lin Chen.
Walaupun kedua jiwa mereka sedikit berpisah, tapi Xue Ying masih bisa memasuki Ruang Dimensi Lin Chen. Itu semua karena Xue Ying sendiri adalah Artefak Dewa, yang sedikit banyak bisa melepaskan kekuatan yang sama seperti Lin Chen.
Apalagi Artefak Dewa yang merupakan pecahan tulang Lin Chen di kehidupan pertama sudah bergabung dengan Xue Ying.
Ketika Xue Ying sudah membawa semua orang pergi, Lin Chen menyimpan Profound Ark dan mencari tempat yang cocok untuk berlatih. Ia sudah mulai memahami Esensi dari Dao Iblis setelah melakukan pertarungan singkat melawan monster-monster besar tadi.
__ADS_1
Lin Chen melesat menuju danau darah yang sangat luas sebelumnya, tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di sana dan menyelam di dalam danau.
Energi spiritual berbentuk bola tipis berwarna merah melindungi Lin Chen di dalam danau darah yang gelap. Kemudian ia mulai mengambil posisi duduk bersila dan menutup matanya perlahan, mencoba mendapatkan pencerahan tentang Dao Iblis.
Yang Lin Chen tahu tentang Dao Iblis adalah Kematian, Kehancuran, Kutukan, dan Kehampaan. Sekarang, bagaimana ia bisa memahami empat dari tiap-tiap Esensi Dao Iblis itu sendiri.
Memahaminya dan Mengendalikannya. Jangan sampai lepas kendali akan kekuatan yang dahsyat, agar tidak tertelan oleh kegelapan dan tidak kehilangan kendali ataupun akal sehat.
Sangat sulit memahami arti dan makna dari Kematian, apalagi harus memahami tiga yang lainnya. Entah akan membutuhkan berapa lama ia harus bermeditasi di kedalaman danau darah yang sangat gelap.
Lin Chen mengembuskan napas panjang dan memfokuskan diri untuk bermeditasi, tidak perlu lagi memikirkan hal yang tidak penting. Hal utama untuk saat ini hanyalah meningkatkan kekuatan, agar setelah selesai, ia bisa membunuh Kaisar Kematian, Diyu Maozang.
Karena tidak mendapatkan pemahaman, akhirnya Lin Chen memikirkan semuanya menurut pengalaman yang sudah ia lalui. Seperti Kematian, ia sudah pernah mati tiga kali, ia memikirkan apa yang ia rasakan saat itu dan bagaimana mentalnya saat terbunuh oleh Mo Feng.
Semuanya benar-benar ia pikirkan. Kehancuran, ia memikirkan tentang Semesta Yongheng yang hancur ataupun saat ia menghancurkan Galaxy Mazhelun.
Hanya dengan pemikiran sederhana dari semua pengalamannya, aura Lin Chen kembali naik dan sangat padat serta murni. Dari aura itu membuat gejolak pada danau darah seperti ada batu besar yang dilemparkan ke permukaan air.
Akhirnya, Lin Chen mulai menyadari bahwa untuk memahami Esensi Dao Iblis itu seperti berkultivasi elemen untuk mencapai tahap Memahami Element, di mana itu adalah syarat untuk menembus Kaisar Dewa.
Namun, tempat untuk mengkultivasikan hal tersebut juga harus sesuai. Jika Dao Iblis, maka di Alam Bawah yang tempatnya benar-benar cocok, dan untuk Dao Dewa harus berada di Alam Selestial.
Dentuman yang teredam berasal dari dalam tubuh Lin Chen, dan mengakibatkan getaran yang lebih keras dari sebelumnya sampai ke dasar danau darah, membangunkan monster yang selama ini bersemayam di sana dan tidak pernah lagi keluar setelah kematian Long Li Chen.
Monster itu adalah monster dengan bentuk seperti banteng, dengan tanduk besar seperti gunung tinggi menembus awan dan mata yang cukup banyak di wajahnya. Monster itu juga memiliki ukuran seperti Bulan, dan yang terbesar seperti Matahari di Tata Surya, Galaxy Yinhexi.
Wush! Bang!
Lautan darah mulai melonjak naik ratusan mil ke langit, dengan miliaran pilar batu yang hancur dan gelombang tsunami yang besar. Bahkan, dari ledakan ini juga berdampak pada daratan-daratan di sekitar. Namun tidak berdampak pada Lin Chen yang masih berkultivasi dengan tenang.
Monster itu melayang perlahan meninggalkan kedalaman danau, kemudian memandangi Lin Chen yang sangat kecil seperti sebutir debu halus tak berarti.
"Beraninya ada manusia rendahan di Alam Bawah!"
Suaranya menggetarkan langit Alam Bawah dan meledakkan kedalaman danau darah yang sudah menyusut, mungkin sudah kehilangan sembilan dari sepuluh darahnya.
"Tunggu!" Monster itu mengamati wajah Lin Chen dengan saksama, hingga tak lama kemudian ia sadar siapa yang sedang berkultivasi di dalam pelindung tipis. "Long Li Chen! Bagaimana dia bisa hidup?!"
__ADS_1
"Apakah Kaisar Kematian mengetahui akan hal ini?"
Kekuatan monster yang sedang memandangi Lin Chen adalah Tongzhi tahap Menengah. Sebelumnya berada di tahap Akhir, tapi setelah bertarung melawan Lin Chen saat menjadi Kaisar dari Istana Naga, ia berhasil selamat meski mengalami luka parah dan kultivasinya turun ke Yuzhao tahap Awal.
Monster itu menyeringai, kemudian membuka mulutnya lebar-lebar dan menelan Lin Chen yang masih berkultivasi dengan tenang.
Pada saat Lin Chen tertelan dan mulut monster itu tertutup perlahan, terlihat sudut bibir Lin Chen yang naik seperti ini semua sudah direncakan sejak lama.
***
3 Bulan Kemudian
Monster dengan nama Xingua kembali tidur di kedalaman danau darah untuk memulihkan kekuatannya yang menurun, dan memurnikan tubuh Lin Chen yang masih saja tetap tidak bisa dihancurkan meski sudah tiga bulan berlalu.
Lin Chen yang berada di dalam tubuh Xingua itu masih tenang berkultivasi, dan aura di dalam tubuhnya benar-benar sangat kuat. Bahkan dinding pelindung buatannya sendiri mulai mengalami keretakan karena tidak mampu menahan tekanan dari auranya.
Aura itu berwarna merah seperti api yang membara, tapi tidak ada keinginan membunuh di aura itu.
Hingga belasan jam terlewati, Lin Chen membuka matanya secara tiba-tiba, meledakkan pelindung berwarna merah.
Boom! Duarr! Wush!
Aura kuat Lin Chen menghantam tubuh bagian dalam Xingua, yang kemudian meledakkannya menjadi daging giling yang hanya bertahan untuk seperkian detik, sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.
Walaupun sudah membunuh Xingua tanpa jejak, aura yang sangat kuat milik Lin Chen itu menyebar seperti cincin merah yang bergerak cepat. Auranya itu meledakkan daratan yang terpisah oleh danau merah, membuatnya menjadi ruang hampa.
[Ding~ Membunuh ...]
[Ding~ Point Pengalaman telah Terpenuhi. Berhasil Menembus Ranah Huangdi tahap Menengah]
Lin Chen berdiri dengan kokoh dan penuh kekuatan yang sangat mendominasi. Ia mengambil Topeng Iblis yang menggantung di pinggang kiri, kemudian menggunakannya. Topeng itu bercahaya merah pada bagian matanya, dan aura membunuh yang dilepaskan sangat mengerikan.
Bahkan hanya dengan auranya saja, mampu merusak jiwa dari pembudidaya Ranah Huangdi tahap Akhir.
"Sekarang, giliran Diyu Maozang!"
...
__ADS_1
***
*Bersambung...