Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 162 : Kedatangan Keluarga Bao


__ADS_3

Yuhan Xifai tertegun tak percaya akan apa yang didengarnya, ia menoleh melihat sekitar, memastikan semua celah tertutup dan tidak ada yang mendengar ucapan Lin Chen.


"Hati-hati, walau Dewa Langit telah terbunuh entah bagaimana. Tapi, jangan asal berbicara seperti itu, banyak orang yang memujanya dan akan membunuh siapa pun yang menghinanya." Yuhan Xifai tidak ingin lagi berurusan dengan Dewa Langit, yang mana mengubah keluarga Yuhan sampai jatuh seperti ini.


Dari keluarga besar di Bintang Shanjin, menjadi keluarga bisnis penginapan.


"Baiklah." Lin Chen tidak ingin memperpanjang hal ini, karena ia ingin memasakkan makanan untuk anak-anaknya.


Ketika sudah sampai di dapur, ia bisa melihat dapur yang luas dan tertata rapi, kompor di sini tidak memakai tungku yang menggunakan kayu bakar, melainkan formasi array yang mengeluarkan panas pada permukaan plat besi.


"Jian'er ingin membantu." Lin Qiao Jianying mengangkat tangannya setinggi mungkin.


"Tentu." Lin Chen mengangkat anak-anaknya untuk naik ke kotak kayu agar tinggi mereka bisa melebihi meja dapur.


Yang ingin ia masak untuk anak-anaknya adalah makanan berat dengan olahan daging, yang memang sangat ia sukai karena sangat mudah dalam mengolahnya.


"Jian'er, tolong siapkan bawang putih, merah, bawang bombai, cabai, lada, jahe, garam, gula, kecap manis. Xuan'er, siapkan daging dan potong tipis memanjang. Mei'er, siapkan tomat, telur, kaldu ayam."


Lin Chen terus menjelaskan cara pengolahannya pada anak-anak, dan ini juga didengar oleh Yuhan Xifai untuk melengkapi menu Penginapan Jueqi.


Masakan ini sangatlah sederhana dan mudah dalam mengolahnya, tumis daging pedas dan tomat telur asam manis. Cara pengolahannya hampir sama, hanya memiliki perbedaan dalam hal bahan utama dan bumbu dalam masakan.


Itu adalah makanan utamanya, tapi Lin Chen terus membuatkan masakan sampai delapan menu berbeda yang bisa dimakan bersama-sama.


*2 Jam Kemudian


Lin Chen membawa semua masakan ke atas meja di ruangan lobi penginapan, ia juga menyiapkan minuman kesukaan anak-anak, yaitu susu buah.


Lin Da Zixuan berdiri di atas kursi dengan tangan kiri menahan tubuhnya di atas meja. Ia mengambil daging dalam jumlah besar dan meninggalkan sayuran.


"Xuan'er, jangan memilih makanan, makan tomat dan sayur yang Kakak masak." Lin Qiao Jianying mengambil sayuran dengan sumpit dan meletakkannya di mangkuk Lin Da Zixuan.


Walaupun terlihat enggan, Lin Da Zixuan tetap mencoba memakan sayur.


Lin Qiao Jianying tidak berpikir terlalu lama dan langsung mencoba masakan Ayahnya. "Hum!?" Ia terkejut saat mencoba suapan pertama.


"Masakan Ayah lebih enak dari Ibu!"

__ADS_1


"Ayah senang mendengarnya." Lin Chen tertawa kecil melihat Lin Da Zixuan yang bersemangat, kemudian ia membersihkan saus yang menempel di pipi anaknya. "Tapi, jangan mengatakan itu di depan Ibu, dia bisa marah padamu."


Lin Da Zixuan tersentak, lalu tatapannya langsung teralihkan pada tangga kayu, berharap jika Ibunya masih berkultivasi di ruangan atas.


"Anak-anak, setelah ini, ayo kembali ke Bintang Qiang. Ayah ingin menembus tahap Puncak, mungkin Ayah harus mengasingkan diri selama lima tahun," ucap Lin Chen seraya mengusap kepala Lin Qiao Jianying yang duduk di samping kirinya.


"Ayah harap, dalam waktu itu, kalian tetap bersama dengan Ibu. Jangan biarkan dia sendirian."


Ketiganya terdiam dengan kepala tertunduk, meski sudah tahu akan tiba hari di mana Ayah akan mengasingkan diri, tapi tetap saja berat bagi mereka karena harus berpisah sementara dengan Ayah.


Lin Chen menghela napas panjang, lalu kembali berucap, "Ayah akan meninggalkan kloning, tapi karena Ayah fokus dalam kultivasi, kapan saja kloning itu bisa kehilangan kesadarannya dan tertidur."


Yuhan Xifai yang duduk di balik meja resepsionis, hanya diam tidak mengetahui mengapa suasana meja makan berubah dari berwarna, kiri terasa sunyi dan berat. Ia juga tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan di sana, karena memang dipasang formasi array agar suaranya tidak bocor.


"Apakah Ayah tidak bisa menunggu? Apakah harus cepat-cepat?" Lin Da Zixuan masih tidak ingin berpisah, ia masih ingin bermain-main dengan Ayahnya.


Lin Chen terdiam dengan napas panjang yang keluar dari mulutnya, ia tahu yang ia lakukan salah dan akan membuat hubungannya dengan anak-anak melonggar. Tapi, jika tidak melakukannya, dan membiarkan Dewa Kuxing menembus lebih dahulu ke Lord Realm, dan itu akan membahayakan semua Semesta.


"Maafkan Ayah, jika Ayah menundanya lebih lama lagi. Semua orang akan terbunuh, Semesta Yongheng akan hancur. Jadi, Ayah harap kalian bisa menunggu dan jangan berkelana sebelum Ayah selesai."


Lin Da Zixuan terdiam dengan wajah pucat, ia tidak tahu jika akan seserius itu sampai bisa menghilangkan Semesta Yongheng. Ia mencengkeram erat jari-jarinya yang terkepal di atas meja, kemudian melonggarkan cengkeraman tangannya.


Lin Chen tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian tersenyum hangat. "Tentu, Ayah akan memenangkannya."


Suasana kembali berwarna dan tidak lagi tegang ataupun suram seperti tadi, mereka kembali menyantap makanan di atas meja dengan senyum indah menghiasi wajah mereka.


Tapi, kesenangan itu tidak akan bisa bertahan lama, karena ada rombongan yang datang ke Penginapan Jueqi dan tidak lama lagi akan sampai di sini.


Lin Chen sedikit menoleh ke belakang, melihat meja resepsionis. "Apakah kau tahu tentang keluarga Bao?"


"Keluarga Bao?" Yuhan Xifai mengerutkan keningnya, tidak tahu untuk apa Lin Chen menanyakan hal itu. "Tentu, keluarga Bao adalah keluarga terpandang, mereka hampir menguasai setengah bisnis di Kota Yang ..."


"Walaupun kaya raya, mereka juga baik karena selalu membagikan kekayaan mereka pada orang yang membutuhkan," sambung Yuhan Xifai.


Lin Chen sedikit tertawa ketika mendengar penjelasan Yuhan Xifai yang sangat tidak sesuai dengan tindakan mereka di luar Kota Yang. "Kekuatan mereka?"


"Spirit Realm tahap Akhir—"

__ADS_1


"Bukan." Lin Chen memotong perkataan Yihan Xifai. "Kekuatan tertinggi mereka adalah Earth Realm tahap Menengah, dan sebentar lagi mereka datang ke sini dengan cara yang tidak biasa."


Yuhan Xifai mengerutkan keningnya dan tetap diam, menganggap Lin Chen hanya mengoceh tidak jelas, ia tahu betul keluarga Bao, karena mereka sering datang ke Penginapan Jueqi dengan cara baik-baik, tidak pernah mengacau sekalipun.


"Bagaimana dengan Bao Xuxan?"


Yuhan Xifai tersentak ketika mendengar nama itu, ia tahu siapa Bao Xuxan. Tuan Muda Ke-3 yang senang mencari masalah, tapi tidak pernah keluar dari Kediaman Bao, dan Patriak Bao selalu mengganti rugi kekacauan yang ditimbulkan oleh Bao Xuxan.


"Dia tidak pernah keluar dari kediamannya, dan setelah semua, Bao Xuxan tidak pernah lagi membuat masalah," jawab Yuhan Xifai.


Lin Chen menggelengkan kepala dan tersenyum tipis, menertawakan ketidaktahuan Yuhan Xifai tentang keluarga Bao meski sudah tinggal cukup lama.


Walaupun Lin Chen baru tinggal selama lima jam di Kota Yang, ia sudah mengetahui seluk-beluk keluarga Bao, mengetahui rencana mereka. Di luar, mereka akan menyamar sebagai bandit gunung yang merampok, kemudian di kota akan bertindak sebagai keluarga bermartabat.


Alasan mengapa mereka melakukannya, itu sangatlah sederhana. Ingin mengambil hati masyarakat, agar kedudukan Wali Kota diganti dan mendapatkan Giok Wali Kota yang mampu membuka Dimensi Ruang.


Dimensi Ruang yang mengandung energi berlimpah, beserta harta berharga yang selalu diharapkan dari Earth Realm untuk menerobos Heavenly Realm.


Sangat disayangkan Wali Kota tidak memiliki Earth Realm, sehingga dia tidak bisa menggunakan Giok Wali Kota, batin Lin Chen.


Earth Realm dari keluarga Bao juga tidak langsung bertindak, karena akan memancing amarah dari keluarga lain yang memiliki Earth Realm tersembunyi.


Brakk!


Tiba-tiba pintu Penginapan Jueqi terbuka dan terhempas, menimbulkan asap dari pasir yang beterbangan ke arah Lin Chen.


Ada belasan orang yang berdiri di luar Penginapan Jueqi, dengan seorang pemuda yang mengenakan pakaian emas dengan jubah merah, rambutnya berwarna oranye dengan mata biru.


Bao Xuxan, ia adalah yang memimpin.


Yuhan Xifai yang melihat kedatang Bao Xuxan, tertegun dan mengalihkan perhatiannya melihat punggung Lin Chen. Ia tidak menduga akan menjadi seperti ini, yang sebelumnya ia menganggap Lin Chen beromong kosong, ternyata benar-benar terjadi.


Lin Chen tidak peduli dengan keluarga Bao, dan tetap melanjutkan makannya. Ia sudah menciptakan bola pelindung untuk mengahalau pasir dan debu, sehingga hidangan di atas meja tetap terjaga baik.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2