Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 218 : Serangan dari Aliansi Penjarah Surga


__ADS_3

Kota Chen


Xue Ying dan Dewi Kuxing sudah tiba di Kota Chen, Bintang Qiang setelah menyelesaikan urusan mereka di Semesta Yunhuang. Urusan itu adalah membunuh monster-monster kuat yang digunakan sebagai bahan latihan—untuk meningkatkan kekuatan dari teknik yang sedang dikembangkan.


Ketika mereka berdua sudah tiba di Pohon Dewa, mereka langsung pergi ke tempat biasanya Lin Chen berada. Mereka bisa masuk ke sana dengan bebas, karena telah mendapatkan izin. Bahkan, jika tidak memiliki izin sekalipun, mereka tetap bisa memasukinya sesuka hati.


Lin Chen duduk bersila membelakangi Xue Ying. "Ada apa, Yi'er? Kau terlihat terburu-buru. Kebetulan, aku hanyalah sebuah klon, tubuh utamaku berada di tempat yang sangat jauh. Kau tidak bisa pergi ke sana untuk menemuiku, bahkan jika kau pergi melalui Ruang Dimensi atau Dunia Jiwa."


Xue Ying terdiam meski mulutnya sudah terbuka, seperti ada batu yang berada di tenggorokannya untuk menahan suaranya keluar. Kemudian ia melangkah mendatangi Lin Chen, dan memeluknya dari belakang.


Yan Xue yang duduk di samping Lin Chen, membuka matanya perlahan. "Apakah Yi'er kesepian?"


Xue Ying tidak menjawabnya, tapi dari ekspresi yang diperlihatkan, itu terlihat jelas bahwa ia sedang kesepian karena tidak lagi bersama-sama. Semua keponakannya sudah bepergian ke tempat lain, termasuk Lin An Guang dan Lin An Peiyu. Hanya ia dan Dewi Kuxing saja yang bisa bepergian bersama.


"Kakak pergi ke mana?" tanya Xue Ying dengan suara pelan. Pelukannya makin erat saat mengatakannya dan ia membenamkan wajahnya di punggung Lin Chen.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya dan menepuk-nepuk kepala Xue Ying. Cukup sulit melakukannya, karena Xue Ying berada di punggungnya, bukan pundak. "Maaf, tapi Yi'er belum boleh tahu.


Xue Ying memeluk lebih erat, dan jika ini bukan Lin Chen, orang yang dipeluknya pasti akan terluka atau bahkan mati karena tekanannya. Dengan mengatupkan rahangnya yang bergetar, ia berkata dengan pelan, "Surga?"


Lin Chen tidak terlalu terkejut saat mendengarnya, karena jiwa mereka masih terhubung meski hanya sedikit. "Iya, memang di sana ada Heavenly Realm. Tapi, kau tidak bisa ikut bersama. Setidaknya kau harus menerobos God Realm untuk bisa naik ke sana. Awalnya, hanya Lord Realm saja yang bisa naik dari Alam Semesta, namun karena hanya ada satu-satunya Lord Realm, cara itu sudah tidak bisa digunakan ..."


"Hanya ada satu cara, God Realm dan persetujuan dariku, Kaisar Giok."


Xue Ying melepaskan pelukannya dan berpindah ke Yan Xue. Ia meletakkan kepalanya di paha Yan Xue dan menutup matanya. "Aku sudah menerobos Heavenly Realm tahap Puncak."


Lin Chen terpana melihat Xue Ying yang meletakkan kedua kaki di pahanya. Ia menghela napas panjang, kemudian memijat kaki Adiknya yang sudah lama tidak ia beri perhatian. "Yi'er, kau harusnya mengetahui perubahan pada Artefak Dewa yang tertanam di tubuh, kau bisa menggunakannya sebaik mungkin untuk meningkatkan kekuatan."


Xue Ying tidak menjawab sekalipun, dan jika dilihat lebih dekat, ia sudah tertidur di pangkuan Yan Xue.


Lin Chen menoleh ke belakang melihat Dewi Kuxing. "Apakah kalian ingin pergi? Jika kalian ingin berkultivasi, lebih baik di Kota Chen, di sini ada Energi Abadi. Energi yang sama seperti tempatku berada."


Dewi Kuxing tersentak, kemudian menutup matanya untuk merasakan perbedaan energi. Ketika merasakannya, tiba-tiba ia membuka matanya dan menerobos Spirit Realm tahap Akhir.


"Setelah Master menerobos Lord Realm, aku bepergian dan tidak pernah tahu jika energi di sini mengalami perubahan. Ternyata, di sini lebih baik." Dewi Kuxing masih tidak percaya hanya dengan menghirup udara di sini, semua kemacetannya dalam menerobos langsung teratasi.


Lin Chen mengangkat tangannya; aliran energi mulai berkumpul di tangannya dan bergerak masuk ke dalam tubuh Dewi Kuxing. Bukan hanya Energi Abadi, tapi ada Energi Keberuntungan. Ia mendapatkan luka dalam saat membantu Dewi Kuxing, seperti saat membantu Yan Xue. Jika membantu makhluk di Alam Tiantang, ia tidak mendapatkan Hukuman Surga.


Dewi Kuxing melihat tubuhnya yang diselimuti cahaya emas, dan memilih duduk bersila untuk menerima semuanya dengan baik tanpa menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia harap dengan energi asing ini, ia mampu menerobos Earth Realm.

__ADS_1


"Itu adalah Energi Keberuntungan..." Lin Chen menejelaskan kegunaan dari Energi Keberuntungan.


Dewi Kuxing mengangguk paham, lalu membagi Energi Keberuntungan untuk meningkatkan kekuatannya dan meningkatkan Artefak Api Penyucian tingkat Ilahi miliknya agar menjadi tingkat Dewa.


"Ada apa?" tanya Lin Chen melihat Yan Xue.


Yan Xue menggelengkan kepalanya saat memegang kepalanya. "Tidak, Xue'er masih kesulitan mengendalikan klon berbeda Alam. Apalagi, di Alam Tiantang kita sedang berada di Kuil Tiga Dewata Murni." Ia terlihat kesakitan, terlihat dari keringat dan rintihannya.


"Kau bisa bermeditasi jika tidak terbiasa. Awalnya aku juga kesulitan karena pandanganku berbeda-beda setiap detiknya, tapi sekarang sudah terbiasa."


"Hum?" Xue Ying membuka matanya perlahan saat baru tertidur selama beberapa menit. "Kakak, apakah yang lain tahu jika Kakak sudah pergi?"


Lin menggelengkan kepalanya saat masih memijat kedua kaki Xue Ying. Kemudian ia menjawab setelah mengetahui tidak ada orang lain selain mereka, "Tidak, tidak ada yang tahu selain kalian, bahkan anak-anak juga tidak mengetahuinya. Aku ingin membiarkan mereka mengambil jalan yang mereka inginkan. Jika aku memberitahukannya, mungkin mereka akan kembali, terutama Jian'er ..."


Lin Chen terdiam sejenak saat memikirkan bagaimana reaksi Lin Qiao Jianying jika tahu ia pergi. "Mungkin, dia akan memaksa untuk ikut sambil menangis."


Xue Ying melompat dari posisinya dan duduk di samping Lin Chen. Yan Xue tidak lagi membuka matanya dan memilih menutupnya kembali karena belum terbiasa.


"Yi'er merasa tidak berguna ..." Xue Ying menghela napas panjang, dan nada suaranya terdengar pelan bercampur sedih. "Harusnya Yi'er yang membantu Kakak, tapi ... ." Ia menekan bibirnya sampai membentuk garis tipis. Air mata mulai mengalir di matanya dan jatuh ke pipinya.


Lin Chen merangkul bahu Xue Ying mencoba untuk menenangkannya. Ia belum berbicara, memilih menunggu sampai benar-benar tenang. Sampai satu jam, Xue Ying sudah tenang meski matanya masih bengkak.


Lin Chen mengecup pelipis Xue Ying. "Jangan pernah mengatakan hal itu lagi, aku tidak suka. Aku juga tidak ingin melihatmu seperti ini, aku lebih suka melihatmu yang ceria tanpa beban."


Xue Ying menganggukkan kepalanya, lalu bersandar di bahu Lin Chen.


"Yi'er, aku bisa membantumu menerobos God Realm saat ini juga. Tapi, sepertinya tidak baik kau meninggalkan Yin'er, karena dia tidak ada teman selain dirimu. Jadi, apakah tidak masalah kau menunggu bersama? Bahkan jika kau sudah menerobos, aku tidak memanggilmu untuk naik ke Alam Tiantang."


Lin Chen merasa Dewi Kuxing akan kembali kambuh jika ditinggalkan seorang diri, bagaimanapun belum lama dari kebangkitannya—sehingga emosinya belum stabil—takut jika kembali ke masa-masa saat mengambil Dao Pembantaian.


Xue Ying menganggukkan kepalanya dan berkata dengan pelan, "Baik, Kakak. Yi'er akan menuruti perintah Kakak."


Lin Chen tersenyum, lalu meminta Xue Ying untuk duduk di depannya, karena ingin memberinya Energi Keberuntungan. Energi Keberuntungan ini tidak ada di System, jadi hanya dirinya saja yang bisa memproduksi dan mengendalikannya.


Xue Ying duduk bersila dengan mata terpejam saat menyerap Energi Keberuntungan. Ia menggunakannya untuk meningkatkan tubuhnya, dimulai dari pembuluh darah, tulang, otot, organ dalam dan lain sebagainya.


Lin Chen membantunya sampai tak terasa sudah dua jam berlalu, dan akhirnya ia kembali menutup matanya untuk berjaga-jaga. Jika ada bahaya yang tidak dapat diselesaikan, barulah ia turun tangan.


...***...

__ADS_1


Alam Tiantang


"Bagaimana Yi'er?" tanya Yan Xue. Dari awal sudah memutuskan hubungannya dengan kloning yang ditinggalkan di Kota Chen.


Lin Chen menatap lurus ke depan, melihat Istana Tiantang yang masih jauh. "Dia baik-baik saja, aku membantunya untuk menerobosnya God Realm. Dia ingin datang, tapi aku memintanya untuk menunggu sampai Yin'er menerobos God Realm. Tidak baik meninggalkannya sendirian."


Yan Xue menganggukkan kepalanya, tahu maksud dari perkataan Lin Chen.


Keduanya terus terbang di atas awan, melewati Dewa dan Dewi yang sedang mengerjakan pekerjaan masing-masing. Prajurit Surgawi terlihat berlatih keras di satu tempat, dan Penjaga Surgawi bergiliran untuk menjaga Gerbang Langit Barat, Timur, Utara dan Selatan.


Tiba-tiba, Lin Chen melihat ke arah Gerbang Langit Selatan. "Meledak!" Ia mengepalkan tangannya.


Booom!


Ada suara ledakan yang sangat keras di sana, bahkan sampai menimbulkan gelombang kejut yang mampu meniupkan awan-awan di bawahnya. Ledakan itu bisa didengar hampir di seluruh penjuru Wilayah Tiantang.


"Ada apa?!" Yan Xue menutup telinganya.


Ekspresi Lin Chen terlihat sangat serius saat mengatupkan rahangnya. Tangan kanannya masih terangkat mengarah ke Gerbang Langit Selatan dan terkepal. "Aliansi Penjarah Surga! Aku sudah pernah melawan mereka, tapi yang aku lawan hanyalah puncak gunung. Sekarang, mereka mengirimkan tiga kali lebih banyak Lord Realm ..."


"Tapi, aku merasa masih banyak Lord Realm yang bersembunyi di belakangnya."


"Apakah hanya di Gerbang Langit Selatan?" tanya Yan Xue.


Lin Chen menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab dengan serius, "Untuk saat ini, iya. Mungkin karena Gerbang Langit Selatan adalah gerbang utama dan masih rusak, maka mereka lebih menyerang ke sana. Tapi, mungkin saja ini hanyalah pengalihan, dan mereka menyerang dari Gerbang Langit lain."


"Yang Mulia Kaisar!" Prajurit Surgawi datang dengan bentuknya seperti manusia biasa, di belakangnya banyak pasukan yang menemani.


"Ya!" Lin Chen terbang membawa Yan Xue ke Gerbang Langit Selatan. "Perang!"


Lin Chen melepaskan tiga kloning untuk pergi ke Gerbang Langit Barat, Timur dan Utara untuk menjaga apabila ada serangan lain di sana.


Lin Chen tidak mengharapkan hal ini, baru beberapa hari tiba di Alam Tiantang, sudah disuguhi dengan berbagai masalah. Tapi, apa boleh buat, inilah tugasnya sebagai Kaisar Giok.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2