
Keduanya tiba di dalam Dunia Jiwa dengan yang sangat kaya akan Qi Kekacauan. Jika orang biasa yang bahkan tidak memenuhi syarat untuk berkultivasi, mereka akan tetap menjadi kuat di masa depan, dan mungkin mendapatkan kedudukan yang tinggi di suatu Alam.
Lin Chen duduk bersila dengan Xue Ying di seberangnya dan mereka berdua di pisahkan oleh meja persegi yang di atasnya terdapat kendi dan dua gelas kecil.
"Apa yang ingin kau katakan?" Lin Chen meletakkan gelas setelah menyesap sedikit anggur di dalamnya.
Xue Ying menarik napas dalam-dalam, menangkan dirinya, kemudian menjawab dengan serius, "Permaisuri Nuwa. Dia, terluka sangat parah!"
Lin Chen mengangguk berkali-kali dengan ekspresi datar seperti tidak ada yang salah. Detik berikutnya, ia mengerutkan keningnya, kemudian tersentak. "Apa?!"
"Ehem!" Lin Chen berdeham, mencoba untuk kembali tenang. "Lanjutkan."
Xue Ying masih tertegun melihat kakaknya yang sangat tidak biasa, tapi ia tidak ingin memikirkannya lebih lama dan berkata berkata, "Permaisuri Nuwa menahan diri agar tidak memperlihatkan keadaannya, tapi sebenarnya dia terluka parah. Ketika Kakak pergi, dia memuntahkan banyak darah. Kemudian, coba pikirkan lagi, dia menyerang Klan Sura dan bertarung melawan Kaisar Dewa-Iblis, bahkan jika dia kuat, tidak mungkin untuk dapat membunuh Sura dan pergi dari Dimensi Kekacauan dalam keadaan baik-baik saja, sedangkan di sana adalah markas mereka."
Setelah jeda sejenak, Xue Ying menambahkan, "Perlu diketahui, Kaisar Dewa-Iblis berhasil membunuh Pan Gu. Bahkan jika Pan Gu melemah karena membuka dunia, tapi Pan Gu tetaplah kekuatan yang terlahir lebih awal dari Kaisar Dewa-Iblis. Kekuatannya tidak rendah!"
Lin Chen menganggukkan kepalanya, kemudian ia kembali memikirkan tentang Tao Agung yang dikatakan akan memiliki kekuatan yang luar biasa. Tapi, tentunya tidak mungkin bisa lebih tinggi dari Permaisuri Nuwa yang merupakan Bibi Abadi dari Tao Agung. Bagaimanapun, Permaisuri Nuwa adalah Adik Junior dari Masternya, Hongjun. Jika Tao Agung memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Permaisuri Nuwa, murid yang langsung diajar oleh Chuangshi Yuanling, bukankah itu memalukan?
Lin Chen mengepalkan tangannya, dan ketika hendak membuka mulutnya untuk berbicara, Xue Ying mendahuluinya:
"Tao Agung, kekuatannya melemah setelah membuka Tiga Alam. Dengan tidak adanya Qi Kekacauan, tidak mungkin untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Qi Kekacauan bisa ditemukan di Dimensi Kekacauan, tapi tidak sepadat dan sekaya dulu, dan itu pun hanya bisa ditemui di pusatnya, dengan bahaya yang luar biasa." Xue Ying benar-benar tidak kenal ampun, mengatakan semua yang harus dikatakan.
Kali ini Lin Chen benar-benar dibuat tidak berdaya dengan kata-kata Xue Ying.
Awalnya ia berniat untuk pergi ke Dimensi Kekacauan dalam waktu satu bulan sesuai dengan rencana Permaisuri Nuwa. Tapi setelah mendengarnya dari Xue Ying dan mengetahui kondisi Permaisuri Nuwa dan Tao Agung, tidak mungkin baginya untuk pergi ke sana hanya untuk menyerahkan nyawanya begitu saja. Itu sungguh pembodohan!
Tapi, itu bukan berarti ia bisa bersantai-santai dan menunggu Permaisuri Nuwa kembali dalam kondisi puncaknya. Ia merasa, Sura masih hidup dengan menggunakan beberapa teknik khusus, dan mungkin tidak lama untuk kembali ke puncaknya. Dengan bantuan Kaisar Dewa-Iblis, bukan tidak mungkin Sura mengambil inisiatif untuk datang ke Tiga Alam dan membuat kekacauan.
Lin Chen tidak bisa tenang sebelum Sura dan Kaisar Dewa-Iblis menghilang. Ia bukan orang baik yang ingin membasmi yang jahat, bahkan ia sendiri tidak tahu apakah mereka jahat atau tidak, karena semua itu relatif, tidak bisa dilihat sekilas. Tapi, ia hanya ingin bersantai, hidup bersama istrinya dan memiliki banyak anak. Untuk menggapai hal itu, semuanya harus benar-benar aman.
Mengetahui kekhawatiran dan kebimbangan Lin Chen dalam mengambil keputusan, Xue Ying menghela napas. Terkadang, kakaknya terlalu memaksakan diri sampai di luar batasnya, dan inilah yang terjadi.
"Kakak bisa mengembangkan Dunia Jiwa ini sampai satu persen atau sepuluh persen. Kemudian, bantu Permaisuri Nuwa dan Tao Agung untuk mengembalikan kekuatan mereka. Adapun Chuangshi Yuanling, Hongjun, Hun Kun Patriak dan Lu Ya Doujin. Kita tidak tahu keberadaan mereka."
__ADS_1
Xue Ying pun memiliki Dunia Jiwa, dan berniat untuk meningkatkannya dengan Qi Kekacauan yang tak terbatas. Lagi pula, mereka memiliki Point System yang tak terhingga—tidak pernah habis sebanyak apa pun dipakai.
"Kemudian, Siddharta Gautama, pendiri Tatagatha dan Dunia Buddha. Yi'er merasa Dunia Buddha sudah tidak ada lagi. Jika tidak, banyak praktis Buddhist."
Lin Chen menundukkan kepalanya, menahan dahinya dengan tangan kiri. Ia menghela napas berat, mengungkapkan ketidakberdayaan akan lemahnya dirinya. "Meningkatkan kekuatan dengan Point System tidak bisa sembarangan. Kalaupun bertambah, tubuh tidak bisa mengimbanginya dan berakhir dengan meledak, bahkan kematian."
Lin Chen mendongak menatap Xue Ying yang terlihat tetap tenang saat menyesap arak. "Apakah kau ikut pergi ke Dimensi Kekacauan?"
Xue Ying menganggukkan kepalanya, kemudian menggeleng. "Iya, tapi bukan hanya kita berdua saja. Kita harus membawa Kak Yan."
Lin Chen mengerutkan keningnya.
Tahu apa yang dipikirkan Lin Chen, Xue Ying tersenyum dan menambahkan, "Sembilan Yin dan Sembilan Yang saling berhubungan. Jika kalian berdua mengaktifkannya bersama, kekuatan kalian bisa meningkat dua kali lipat. Kemudian, Tubuh Keberuntungan tidak berguna di Dimensi Kekacauan. Bagaimanapun, Dimensi Kekacauan tidak ada Hukum Surga karena tidak tergabung dalam Tiga Alam."
"Kemudian, karena Pembaharuan System. Ayah, Ibu, Mei'er, Jian'er, Xuan'er mendapatkan efek yang sama. Termasuk Tujuh Putri karena mendapatkan Esensi Darah kalian berdua." Xue Ying menambahkan.
Lin Chen menganggukkan kepalanya, tidak terlalu asing atau mengejutkan baginya. Bagaimanapun, ia sudah melihatnya langsung saat kembali ke Bintang Qiang, di mana kekuatan ibunya meningkat menjadi Heavenly Realm. Untuk Yan Xue, tentunya mendapatkan efek paling banyak karena mereka berdua terus menggunakan Teknik Budidaya Yin dan Yang.
Lin Chen mengangkat alisnya, merasakan aura Yan Xue yang sedikit naik. Ia berdiri seraya berkata, "Ayo kembali, Xue'er sudah bangun."
...***...
Istana Tiantang
Lin Chen kembali di depan kamarnya, kemudian langsung berteleportasi ke dalam dengan Xue Ying yang pergi untuk berlatih.
Yan Xue melihat kedatangan Lin Chen, dan entah mengapa ada perasaan yang tidak nyaman, seperti ada masalah yang sangat serius dan berbahaya. "Ada apa?"
Lin Chen melepaskan pakaiannya saat beranjak naik ke atas tempat tidur. "Tiga Dewata Murni terluka parah, dan bahaya terbesar bukanlah Lord Sanzu. Ada bahaya yang lebih besar di luar sana, tapi tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasinya." Ia memeluk Yan Xue, mengecup leher dan telinganya.
Yan Xue merintih panjang, kemudian mendorong kepala Lin Chen untuk sedikit menjauh. "Gege, aku merasakan ada perubahan di Dunia Jiwa. Saat masih Spirit Realm, itu masih seukuran pulau kecil. Tapi saat mencapai God Realm, itu langsung membesar seperti Bumi, dan saat Lord Realm, itu sudah sebesar Bintang Qiang. Tapi ... aahh..."
Yan Xue menundukkan kepala melihat Lin Chen yang sangat liar saat mengecup, menggigit dan menjilat ceri. "Sekarang, itu berubah menjadi galaksi."
__ADS_1
Lin Chen mengerutkan dahi, lalu ia menghentikan tindakannya. Ia duduk di samping Yan Xue saat menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. "Xue'er, mungkin musuh terakhir tiga sampai lima kali lebih kuat dari Lord Sanzu."
"Pihak lawan ingin membunuh Tiga Dewata Murni, untuk mendapatkan Dao Surgawi agar bisa menciptakan Semesta di dalam Dunia Jiwa. Sedangkan kita, tidak perlu berusaha keras dan sudah menciptakannya di dalam Dunia Jiwa."
Lin Chen menoleh ke kiri menatap Yan Xue. Tatapannya sangat dalam, dan berkata dengan serius, "Jangan beri tahu orang lain, tidak peduli siapa."
Xue Ying menganggukkan kepala, tahu bahaya apa yang akan terjadi jika rahasia tentang Semesta di dalam Dunia Jiwa. Tapi, ada perasaan tidak nyaman, ia takut Lin Mein An, Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan akan mendapatkan hal yang sama, dan diketahui keberadaannya.
Lin Chen tersenyum tipis, kemudian kembali berkata, "Tidak perlu khawatir, aku menyegel perkembangan Dunia Kecil mereka. Tujuh Putri mendapatkan Esensi Darah kita, dan aku menyegelnya agar tidak dapat menciptakan Semesta."
"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Yan Xue. Karena sudah mengetahui tentang musuh yang lebih kuat dan terlukanya Tiga Dewata Murni, tentunya ia tidak bisa tinggal diam.
"Untuk sekarang, ayo kita bantu Tiga Dewata Murni memulihkan kekuatannya. Kemudian, kita akan mengasingkan diri untuk menerobos tahap yang lebih tinggi. Kita tidak menggunakan Energi Abadi, tapi Qi Kekacauan, energi tertinggi."
Xue Ying menganggukkan kepalanya, lalu bersandar di bahu Lin Chen.
...***...
Keesokan harinya, ada kelompok tiga orang yang pergi ke salah satu tempat yang ada di Wilayah Tiantang, tempat tersembunyi di mana Tao Agung dan Permaisuri Nuwa sedang mengasingkan diri untuk memulihkan kekuatan.
Awalnya ingin mengajak Dewi Kuxing untuk bergabung bersama, tapi ternyata Dewi Kuxing sedang berjalan-jalan bersama salah satu Dewa. Mereka berdua pergi ke kota manusia di luar Wilayah Tiantang.
Lin Chen yang sudah berada di depan Dimensi Ruang berada. Hanya mengedarkan sedikit kekuatannya, membuka Dimensi Ruang tanpa persiapan ataupun usaha yang berlebih.
Dengan kekuatannya yang terus meningkat karena Energi Abadi diganti dengan Qi Kekacauan, kekuatannya berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya. Jika pertarungannya dengan Lord Sanzu diulang, ia bisa menyelesaikannya hanya dengan beberapa pukulan, dan tidak perlu bersusah-payah saat mengeringkan Sungai Sanzu.
Ketika Dimensi Ruang terbuka, Tiga Dewata Murni dan Permaisuri Nuwa di dalamnya merasakannya; membuka mata mereka, tapi tidak bangkit dan memilih kembali menutup matanya untuk memulihkan kondisi tubuh. Dengan mereka yang terlahir di Dimensi Kekacauan karena Qi Kekacauan, sangat sulit untuk memulihkan kondisi mereka tanpa adanya Qi Kekacauan. Bahkan jika Energi Abadi sangat kental dan padat sampai membentuk cairan, masih tidak mungkin untuk memulihkan kondisi. Kalaupun bisa, tidak bisa sembuh dalam waktu singkat, mungkin ratusan atau bahkan miliaran tahun.
Dengan waktu yang selama itu, mungkin Kaisar Dewa-Iblis yang akan menyerang terlebih dahulu.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...