Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 171 : Masalah dengan Lin Da Zixuan


__ADS_3

Semesta Yongheng


Kamar Lin Chen selalu didatangi oleh orang-orang yang menyayanginya untuk menunggu Lin Chen sadarkan diri. Kesadarannya menghilang setelah satu hari kembali dari Semesta Lantian, dan sampai saat ini belum bangun meski sudah tujuh tahun berlalu.


Hari ini giliran Lin Da Zixuan yang menjaga Lin Chen di kamar, menunggu untuk bangun dari tidur panjang. "Ayah, Zixuan sudah berusia lima belas tahun, dan ini sudah tujuh tahun sejak Ayah tidak sadarkan diri ...."


Lin Da Zixuan tidak bisa menahan emosinya dan akan selalu menangis setiap kali menjaga Ayahnya yang tertidur selama ini, ia adalah anak yang sangat lembut dan sensitif, mudah sekali menangis meski kekuatannya sudah mencapai Dewa Ilahi, Immortal God.


Jika mereka ingin, mereka bisa berkelana tiga tahun lalu, tapi menahan diri untuk menunggu Lin Chen bangun.


Lin Da Zixuan menundukkan kepalanya menyentuhkan tangan Ayah di wajahnya; sangat berharap agar Ayahnya bisa bangun lebih cepat agar tidak membuat Ibu khawatir berlebih. "Apa ini?"


Lin Da Zixuan mendongak melihat tubuh Ayahnya yang mulai pecah seperti sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan di pagi hari melalui jendela kaca. Ketakutan terlihat jelas di wajahnya saat melihat tubuh Ayahnya yang mulai menghilang.


Brak! _. suara kursi terdorong ke belakang.


Lin Da Zixuan berlari ke luar ruangan dengan air mata yang membasahi wajahnya; pergi mencari semua orang untuk memberi tahu tentang keadaan Ayahnya.


Bug...


Lin Da Zixuan tersandung langkahnya sendiri karena tergesa-gesa; ia tidak bangun dan memilih untuk tetap dalam posisinya; mengeluarkan semua emosinya yang pecah karena kesedihan yang mendalam.


"Xuan'er? Ada apa?"


Lin Da Zixuan menengadah melihat ke depan: ada Yan Xue, Lin Mein An dan Lin Qiao Jianying. Ia tidak berani menyampaikan apa yang ingin ia katakan setelah melihat Ibunya yang nampak kurus karena selalu memikirkan Ayah.


Yan Xue berlutut untuk membawa Lin Da Zixuan bangun dan saat melihat wajah putranya yang terlihat sangat sedih setelah keluar dari kamar, ada rasa khawatir yang menusuk hatinya.


"Ibu pergi dulu," ucap Yan Xue mengusap kepala Lin Da Zixuan—ia berlari menuju kamar Lin Chen beristirahat dengan rasa sakit di hatinya.


Kedua saudari Lin mengalihkan perhatian pada Lin Da Zixuan yang sudah berdiri, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Ayah.


Lin Da Zixuan berpikir sejenak, kemudian menjelaskan tentang apa yang ia lihat dan apa yang terjadi pada Ayah.


Penjelasan Lin Da Zixuan sangat mengejutkan; keduanya berlari mengejar Ibu yang sudah memasuki kamar.


***


Kamar


"Gege!"


Ada seorang pria yang berdiri melihat jendela kaca; mengenakan pakaian putih dan rambutnya sudah sampai lutut: ada aura agung dan kuat yang keluar darinya, tapi tidak membahayakan ataupun menekan orang sekitar, melainkan hangat yang membuat nyaman.


Lin Chen adalah nama pemuda yang melihat melalui jendela kaca; berbalik melihat suara yang sangat familiar dan dicintai. "Xue'er—" Matanya membulat melihat Yan Xue yang kurus.


Lin Chen menatap dalam tubuh Yan Xue menggunakan Mata Sihir, memberikan penyembuhan yang memberikan dampak langsung saat itu juga tanpa harus menunggu.

__ADS_1


"Aku pulang, maafkan aku karena memakan waktu lama."


Yan Xue berlari menghampiri dan masuk ke dalam pelukan Lin Chen; tangisnya pecah saat merasakan hangat yang ia rindukan selama ini, siang dan malam selalu memikirkan tentang suaminya yang tidak pernah bangun.


Lin Chen menepuk-nepuk punggung Yan Xue seraya mengecup keningnya. "Yang tadi adalah kloning, bukan diriku yang asli. Saat Ayah menyerap Pil Dewa, kesadaran spiritual Ayah menghilang, hanya rasa sakit yang ada selama tujuh tahun." Ketiga anaknya berdiri di tengah-tengah pintu.


"Maafkan Ayah karena datang terlambat, dan sepertinya Ayah sudah tidak bisa menggendong kalian, kalian sudah dewasa."


Ketiga anaknya gemetaran mencoba menahan emosi yang terbendung selama tujuh tahun terakhir; banyak hal yang ingin dilakukan tapi tidak terlaksana karena hilangnya sosok Ayah yang mereka sayangi.


Ada perasaan benci yang bangkit di hati Lin Da Zixuan setelah mendengar penjelasan tentang kloning, tapi ia tetap menahannya agar tidak lepas kendali.


"Ayah~"


Ketiganya berlari mendatangi Lin Chen, memeluk dari samping ataupun belakang.


Lin Chen tersenyum hangat melihat mereka bertiga yang sudah tumbuh setinggi ini: Lin Da Zixuan sudah setinggi pundaknya dan Lin Qiao Jianying maupun Lin Mein An yang setinggi dadanya.


"Apakah Ayah sudah menang?" Lin Da Zixuan sangat berharap jika semuanya sudah berakhir, agar keluarganya bisa berkumpul lagi.


Lin Chen berpikir sejenak, tidak bisa mengecewakan harapan putranya, tapi ia juga tidak bisa berbohong. "Belum. Tujuh tahun adalah waktu untuk menyerap Pil Dewa, untuk pertarungannya sendiri, mungkin memakan waktu satu tahun." Tidak tahu berapa pastinya, tapi saat melawan 7 God Realm, menghabiskan satu minggu, dan untuk melawan 183 God Realm, itu akan lebih lama.


Lin Da Zixuan menggertakkan giginya, merasa kesal dan marah karena Ayah tidak ada waktu untuk Ibu. Tapi, ia tahu bahwa tugas Ayah sangat berat dan harus diselesaikan untuk keselamatan mereka.


Lin Chen bisa merasakan kemarahan Lin Da Zixuan. "Setelah semuanya selesai, Ayah akan selalu ada untuk keluarga." Ia harap semuanya bisa berjalan sesuai rencana dan tidak ada pengulangan yang sama.


Rasa bersalah memenuhi pikiran dan hati Lin Chen karena meninggalkan keluarganya untuk waktu yang lama, sampai membuat Lin Da Zixuan yang sangat manja padanya, menjadi sedikit benci.


Lin Chen berjanji, akan memanjakan keluarganya selama masih memiliki waktu luang sebelum membunuh 183 God Realm.


***


Sudah satu bulan semenjak kembalinya Lin Chen ke Semesta Yongheng setelah berhasil menembus tahap Puncak dengan bantuan Pil Dewa.


Lin Chen duduk termenung seorang diri di dahan Pohon Dewa, kemudian berdiri seraya membuka layar interface untuk melihat statistik.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...[~Profil~]...


[Nama : Lin Chen]


[Gelar : Yang Mulia Kaisar, Tuan Muda Keluarga Lin, Lutrinae, Orang Terhormat dari Benua Bumi, Raja Iblis, Orang Gila, Dewa Pencipta, Penguasa, Dewa Suci, Dewa Iblis, Monster Gila, Pencipta Semesta]


[Usia : 62 Tahun]


[Ranah : God Realm tahap Puncak (129 Septiliun/3000 Septiliun)]

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jalannya untuk menembus Lord Realm masih panjang, dengan membunuh Dewa dan Dewi: 100 God Realm tahap Awal, 50 God Realm tahap Menengah, 28 God Realm tahap Akhir dan 5 God Realm tahap Puncak; ditambah dengan 25% Point Pengalaman, hanya menerima 1.900 Septiliun.


"Sepertinya, aku harus menyuling Pil Dewa lagi untuk menembus Lord Realm."


Tap... Tap... Tap... _.ada langkah kaki yang datang dari belakang Lin Chen.


Lin Chen mengetahui siapa yang datang menghampirinya, karena merasakan aura tajam dari orang yang menghampiri. "Ada apa, Xuan'er?"


Lin Da Zixuan terperanjat; tubuhnya gemetaran seraya mengepalkan kedua tangannya. Tidak ada ucapan yang keluar dari mulutnya, meski sangat ingin berbicara dengan Ayahnya.


"Xuan'er bisa menyerang Ayah jika ingin, gunakan semua serangan atau senjata terkuat. Lepaskan semua amarah, Ayah akan menerimanya sebagai hukuman."


Lin Da Zixuan berlutut dengan air mata yang mengalir, ingin sekali menyerang Ayahnya, tapi teringat akan kenangan indah dan bagaimana baiknya Ayahnya saat ia masih kecil. "Maafkan Zixuan!" Ia menghantamkan dahinya di dahan Pohon Dewa.


Lin Chen masih berdiri tanpa melihat Lin Da Zixuan yang sudah bersujud di belakangnya, bahkan sampai melukai dahinya sendiri. "Apakah Zixuan membenci Ayah?"


Lin Da Zixuan menggertakkan giginya, tidak ingin menjawab pertanyaan yang tidak ingin didengarnya sekalipun.


"Berdiri." Lin Chen memerintahkan Lin Da Zixuan untuk berdiri, dan ucapannya tidak bisa ditolak karena mengandung kekuatan Dewa. "Keluarkan Pedang Shen!"


Lin Da Zixuan tidak bisa menolak perintah; lebih tepatnya ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya, meski sudah berusaha keras menahannya sampai mengeluarkan kekuatan penuh dari Immortal God, tapi tetap tidak mampu mengendalikannya meski hanya satu jari.


Tangis kembali pecah saat Lin Da Zixuan menggenggam erat Pedang Shen dengan kedua tangan.


"Datanglah."


Lin Da Zixuan melepaskan semuanya tanpa menahan diri untuk mengendalikan tubuhnya, meski pada akhirnya tetap tidak berhasil dan langkah pertama sudah diambil. "Ayah! Pergi dari sana! Zixuan tidak ingin melukai Ayah!"


Lin Da Zixuan berlari cukup cepat seperti tiupan angin dan mengarahkan Pedang Shen pada punggung Ayahnya.


Ketika Pedang Shen hampir mengenai, Lin Chen berbalik menerima serangan Pedang Shen. Darah memercik dari punggung dan dada; darah juga keluar dari dalam mulutnya karena menerima serangan. Tubuhnya tidak diperkuat, melainkan ia lemahkan sampai setara dengan Immortal God, Spirit Realm tahap Menengah.


"Tidaaakk!" Lin Da Zixuan berteriak keras dengan mata terpejam, tidak tahan melihat Pedang Shen yang terus masuk lebih dalam di dada Ayahnya.


Lin Chen tersenyum hangat seraya mengusap air mata yang membasahi wajah Lin Da Zixuan, lalu memeluknya erat. "Tidak apa-apa, Ayah tidak merasakan sakit." Ia menepuk-nepuk kepala Lin Da Zixuan. "Menangislah, lepaskan semuanya."


"Mungkin Xuan'er sudah tahu, lusa nanti Ayah akan pergi. Ini adalah pertarungan penentu, Ayah harap Xuan'er jangan lagi menjadi anak nakal dan tetaplah menjadi Xuan'er yang Ayah kenal."


Lin Da Zixuan tidak bisa berkata-kata, hanya diam di dalam pelukan Ayahnya.


Keduanya duduk bersama setelah cukup melepaskan emosi dan luka Lin Chen sudah pulih kembali sesaat menarik Pedang Shen. Keduanya mengobrol bersama seperti tujuh tahun lalu, tapi sekarang tema obrolannya berbeda dan permainan yang dimainkan juga berbeda, sekarang mereka memainkan catur atau Weiqi.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2