
Lin Chen meninggalkan Bintang Xuyan, pergi ke tempat yang sangat jauh dari Galaxy Zhongyang. Ia pergi ke tepi Alam Semesta, yang di sana hanya ada kegelapan tak berdasar karena tidak ada bintang sama sekali, tapi ia masih bisa merasakan sekitarnya.
Sebelum meninggalkan Bintang Xuyan, ia sudah memindahkan keluarganya ke Pohon Dewa melalui klon yang sengaja ia tinggal di Bintang Qiang.
Lin Chen melihat lurus ke depan dengan ekspresi datar. "Mau sampai kapan kau bersembunyi?"
Suara kain sobek terdengar, dan terlihat celah ruang berwarna merah di depannya, memperlihatkan monster dengan penampilan yang mengerikan.
Monster itu terlihat seperti ikan besar, meski tanpa mata dan mulutnya terbuka ke tiga sisi yang berbeda, tidak seperti mulut ikan biasa yang hanya membuka ke dua arah berbeda. Monster ini ukurannya hampir menyamai Bintang Qiang, bintang terbesar yang ada di Alam Semesta.
Lin Chen tidak tahu kekuatan spesial dari Monster Kuno yang baru saja keluar dari celah ruang merah, yang memancarkan aura membunuh yang sangat kuat. Ia merasa aura ini cukup untuk menelan jiwa Earth Realm ke bawahnya.
Setelah melihat ingatan Hitam dan Putih, Lin Chen mendapatkan pembelajaran yang sangat berarti, jangan pernah meremehkan lawan, meski dari segi tingkat kekuatannya berbeda jauh. Karena itulah, kali ini ia tidak akan bermain-main dan mengeluarkan semuanya.
Wosh!
Tanpa berlama-lama, hanya dalam satu tarikan napas saja, Lin Chen sudah menggunakan dua perubahan secara bersamaan.
Pakaiannya yang putih bersih menjadi tampilan utama, dengan ratusan cambuk berduri yang sangat tajam yang bagian ujungnya ada nyala api merah.
Chakram perunggu yang dilapisi oleh nyala api ungu juga terlihat di belakang cambuk, dengan ratusan chakram putih lain yang berada di kiri dan kanan, ataupun berada jauh di belakang yang saling berhubungan.
Sebelum membiarkan Monster Kuno benar-benar keluar dari celah, Lin Chen mengambil tindakan terlebih dahulu untuk menyerangnya. Ia merentangkan tangan kanannya, terlihat chakram putih yang muncul di sana.
Lin Chen melepaskan Energi Dewa dan Iblis, menimbulkan fenomena pada chakram yang ia genggam. Terlihat ada cahaya putih dan merah yang bercampur, namun tidak menghilangkan warna asli keduanya.
Lin Chen menutup matanya untuk beberapa saat, kemudian membukanya kembali memperlihatkan mata putih seperti nyala api, seraya melemparkan chakram yang ia genggam.
Lemparan Lin Chen sangat terarah, mengarah pada bagian tengah dari mulut Monster Kuno yang sangat besar itu. Lesatan chakram itu sangat cepat, namun sesaat hampir mengenainya, Monster Kuno sedikit bergerak menyamping, menghindari serangan Lin Chen.
Karena serangan Lin Chen sedikit melenceng dari target awal, Monster Kuno itu tidak langsung terbelah dua dan terbunuh, melainkan hanya menghilangkan satu sudut bibirnya saja. Namun, hanya dalam hitungan detik saja, Monster Kuno itu kembali beregenerasi.
"Kemampuan regenerasi yang cepat." Lin Chen hanya sedikit tersenyum, lalu mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin. "Jika tidak bisa membunuhmu, maka serap kekuatanmu."
"Benar!" Monster Kuno itu mengeluarkan suara yang cukup mengerikan dan tidak nyaman untuk didengar. "Serap kekuatan ..."
__ADS_1
Monster Kuno itu menoleh ke sekitar, seperti mencari tahu tentang kebenarannya saat ini berada di mana. "Sial! Mengapa aku berada di sini? Seharusnya di sekitar sini ada ratusan galaksi!"
Lin Chen mulai mengerti kemampuan dari Monster Kuno yang berjarak ratusan ribu mil darinya itu. Kemampuan untuk menyerap energi dari bidang bintang, yang kemudian digunakan untuk meningkatkan kekuatan atau memulihkan kondisi tubuh.
Tempat tanpa adanya bintang, adalah tempat yang cocok untuk Lin Chen bertarung melawan Monster Kuno di depannya. Tapi saat melihat celah ruang yang tidak menutup, ia merasa sedikit khawatir, ia merasa banyak Monster Kuno lain yang bersembunyi di sana.
Setelah membunuh Monster Kuno di depannya, ia akan mengirimkan 'Dirinya' ke dalam celah. Ia tidak bisa masuk sendiri ke sana, karena Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan menunggunya di rumah.
Monster Kuno membuka mulutnya lebar-lebar, terlihat ada gumpalan energi berwarna oranye dengan ukuran seperti bintang.
Lin Chen yang melihat itu tidak bisa membiarkannya begitu saja. Ia kembali melemparkan chakram dengan ukuran yang sama seperti Bintang Qian.
Wush!
Chakram yang melesat bagaikan cahaya itu memancarkan sinar putih terang, yang sampai mengubah gelapnya angkasa menjadi putih yang cukup terang.
Monster Kuno juga melepaskan serangannya agar tidak terkena chakram saat masih di dalam mulutnya, yang mungkin saja meledak dan melukainya.
Lin Chen menaikkan sudut bibirnya seraya mengarahkan tangan kirinya ke depan, dan terlihat ada tulisan '房间' berwarna emas di telapak tangannya. "Berpindah."
Monster Kuno berbentuk ikan itu terlihat tidak bisa mengubah ukuran tubuhnya, dan meski sama-sama Heavenly Realm. Heavenly Realm miliknya tidak terlalu kuat, karena sudah terkurung sangat lama di Dimensi Ruang, terlebih lagi lawannya adalah Lin Chen yang merupakan Dewa.
Monster Kuno tidak menghindari serangan Lin Chen, melainkan membuka mulutnya selebar mungkin dan memakan chakram itu.
Lin Chen tidak menduga chakram serangannya akan dimakan, tapi ia masih terlihat sangat santai. Ia mengangkat tangan kanannya sejajar dengan dada dan terlihat ada chakram kecil di sana. "Terimakasih, karena sudah menemaniku, meski hanya sesaat." Ia mengepalkan tangannya.
Duarr!
Chakram yang sudah tertelan dan kehilangan kekuatannya, mulai kembali membesar dengan aura yang sangat kuat, bahkan sampai bisa terlihat dari luar jika samar-samar ada cahaya putih di dalam tubuh Monster Kuno. Hingga tak lama kemudian, ledakan keras berasal dari dalam Monster Kuno, dan terlihat ada darah yang merembes keluar.
Lin Chen mengulurkan tangan kirinya ke depan, lalu menurunkan dua jarinya mengarah pada Monster Kuno. "Datang!"
Pusaran hitam kembali muncul di atas Monster Kuno, terlihat ada energi oranye yang sebelumnya ia telan yang keluar dari sana dan jatuh sangat cepat mengarah pada Monster Kuno.
Boom!
Energi itu menghantam Monster Kuno dengan sangat kuat, mengakibatkan terjadinya ledakan yang sangat kuat dan menjatuhkan Monster Kuno di angkasa luar.
__ADS_1
Masih berlanjut, Lin Chen memutar tangan kirinya, mengubah dua jarinya yang sebelumnya mengarah ke bawah kiri menjadi ke atas. "Naga, datang!"
Groahhh!
Auman naga yang sangat mengundang Alam Semesta terdengar, terlihat Naga Emas yang melesat naik menerjang Monster Kuno dengan mulut yang terbuka lebar. Kemudian Naga Emas menerkam Monster Kuno yang ukurannya tidak seberapa.
Dari leher Naga Emas, terlihat ratusan cambuk api yang mencuat keluar, yang bergerak sangat cepat menancapkan bagian tajamnya pada Monster Kuno. Cambuk itu mulai menyala dengan api berwarna merah, menandakan bahwa kekuatan dari Monster Kuno mulai terserap cepat.
Perubahan terjadi pada Lin Chen, tubuhnya terselimuti oleh energi merah seperti api yang membara. Kekuatannya juga mulai meningkat secara signifikan, meski sangat jauh untuk menembus tahap Puncak dari Heavenly Realm.
Bukan hal yang aneh untuknya yang sangat lambat untuk menembus, mengingat ada tiga kekuatan yang harus ia tingkatkan. Dewa, Iblis dan Naga.
Lim Chen kembali merentangkan kedua tangannya, memegang chakram yang tiba-tiba muncul. "Pergi!" Ia melemparkan dua chakram itu.
Chakram melesat sangat cepat mengarah pada celah ruang berwarna merah dan memasukinya, yang sesaat kemudian berubah menjadi monster dengan bentuk seperti Monster Kuno yang pernah ia lawan selama ini.
Itu adalah dua klon yang sengaja ia kirim ke sana, untuk mencari informasi dan menghancurkannya dari dalam.
"Cukup bermain-mainnya." Lin Chen mengepalkan tangannya, membuat Naga Emas menelan bulat-bulat Monster Kuno.
Naga Emas itu bergerak ke arah Lin Chen dengan ukuran tubuh yang semakin mengecil seiring mendekatinya, lalu Lin Chen berdiri di atas kepala Naga Emas.
"Aku harus cepat-cepat kembali ke Bintang Qiang." Lin Chen khawatir dengan Lin Da Zixuan yang ia tinggalkan di sana bersama Yan Xue. Bagaimanapun, ia tidak pernah pergi jauh dari anak-anaknya.
Lin Chen menoleh ke belakang melihat celah ruang merah yang mulai menutup perlahan, lalu memalingkan wajahnya kembali. "Semoga saja dengan adanya Monster Kuno di sana, aku bisa menembus Heavenly Realm tahap Puncak. Kemudian, menembus God Realm!"
"Sesampainya di Bintang Qiang, sepertinya aku harus mengajarkan mereka mengontrol energi spiritual dan memanfaatkan kekuatan di tubuh masing-masing."
Naga Emas melesat sangat cepat meninggalkan angkasa yang gelap tak berujung, kemudian menghilang tertelan oleh pusaran cahaya putih yang memindahkannya.
...
***
*Bersambung...
Rebirth Cultivator Immortal dan Monster Apocalypse mungkin jadi 1 ch / 2 hari, saya mau fokus ke Strongest God System dulu. Sampai waktu yang tidak ditentukan, tapi semoga di awal Februari sudah bisa normal.
__ADS_1