Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 222 : Penghabisan


__ADS_3

Lin Chen (Iblis) melesat bagaikan kilatan cahaya merah yang bergerak ke arah Lord Feng.


Lord Sheng yang merupakan pria berjubah merah darah, menoleh ke belakang menatap tajam Lin Chen yang bergerak ke arah Lord Feng. "Tidak ada yang boleh membunuh di hadapanku!"


Lin Chen (Dewa) bergerak mengejar Lord Sheng seraya mengangkat tangannya; Rantai Dewa melesat seperti ular yang menemukan mangsanya.


Lord Shan yang mengenakan jubah merah sedikit terang, melesat ke arah Rantai Dewa dan menepisnya agar tidak menangkap Lord Sheng. Ia menatap tajam Lin Chen setelah berhasil menepis Rantai Dewa, kemudian berkata dengan pelan, "Bertarung menggunakan klon. Bukan hal yang aneh, tapi, apa kau kira bisa mengalahkan kami berdua dengan membagi kekuatanmu?"


Lin Chen mengangkat tangannya memberi tahu semua pasukan untuk bersiap-siap. "Chang'e dan Tujuh Putri, mainkan Guqin untuk menekan mereka. Yang lain, bersiap-siap dan menyebar ke Gerbang Langit Barat, Timur dan Utara."


Juling Shen mengerutkan keningnya. "Tapi, Yang Mulia Kaisar ..."


"Gerbang Langit Selatan hanyalah pengalihan." Lin Chen sudah bisa melihat melalui pandangan kloning lain, bahwa Aliansi Penjarah Surga telah datang ke Gerbang Langit Barat.


Juling Shen terdiam dengan mulut sedikit terbuka, tapi ia tidak pergi karena memang bukan tempatnya. Ia ditugaskan untuk menjaga Gerbang Langit Selatan, dan semua urusan di Gerbang Langit Selatan. Boleh datang ke Gerbang Langit lain, tapi tidak diperbolehkan untuk ikut campur dalam kepengurusan di sana.


Bang! Bang! Bang!


Lin Chen (Iblis) dan Lord Sheng bergerak sangat cepat, hanya terlihat dua cahaya merah yang saling bertemu dan mengakibatkan ledakan-ledakan keras. Keduanya terus bertukar serangan, dengan Lord Feng yang terus pergi menjauh dari pertempuran.


Lord Wanju sedang berdiri di belakang Lord Shan untuk memulihkan kondisi tubuhnya setelah mendapatkan serangan mematikan, sampai menghancurkan organ dalamnya yang bahkan Esensi Jiwa-nya kesulitan untuk meregenerasinya.


"Tadi, kau bilang aku hanyalah kloning? Maaf saja, aku bisa memindahkan tubuh utama ke mana pun yang aku mau. Bahkan, mungkin aja kami berdua adalah kloning, atau kami berdua adalah tubuh utama ..." Lin Chen mengangkat kedua bahunya seraya merentangkan kedua tangan.


Lin Chen menunjuk Lord Shen yang sedang bertarung dengan dirinya yang lain. "Lihat, dia bahkan kewalahan menghadapinya. Bunuh Lord Feng, dan dia tidak akan kewalahan."


Lord Shan masih diam mengamati Lin Chen tanpa mengalihkan perhatiannya.


Lin Chen juga diam di tempat menunggu Lord Shan. "Apakah sudah selesai? Sampai kapan kau akan diam di sana dan menganalisa kekuatanku?"


Lord Shan tetap tenang dan meletakkan kedua tangannya di belakang; tiba-tiba tanpa peringatan, dinding berduri berwarna hitam muncul di kiri dan kanan Lin Chen dengan kecepatan kilat. Pergerakannya mengakibatkan tiupan angin kencang yang menerbangkan pasukan Wilayah Tiantang untuk pergi menjauh.


Berbeda dengan pertarungan antara Lin Chen (Iblis) dan Lord Sheng yang menggunakan kekuatan fisik. Lin Chen (Dewa) dan Lord Shan lebih menggunakan Kekuatan Jiwa dan Dao.


Lin Chen menatap Lord Shan dengan tatapan biasa tanpa ada kebencian di dalamnya. Namun, ketika dinding hitam berduri yang mengeluarkan suara mengerikan hampir mengenainya, tiba-tiba Chakram Dewa di punggungnya membesar dalam sekejap mata.


Chakram Dewa itu mengelilingi Lin Chen, kemudian bergerak secara vertikal, menyilang ataupun horizontal; dinding hitam itu terpotong menjadi ratusan ribu bagian kecil, yang kemudian meledak dengan embusan angin kencang.


Tidak berhenti di situ saja, Pedang Dewa muncul entah dari mana dan jatuh di atas kepala Lord Shan.


Lord Shan tetap tenang seperti tidak ada yang berubah, tapi jauh entah dari mana, terlihat bayangan hitam yang melintas sangat cepat dan menabrak Pedang Dewa.


Dentang!


Pedang Dewa terhempas saat tertabrak oleh Trisula Hitam kepunyaan Lord Shan. Trisula Hitam melayang perlahan dan berdiri di samping Lord Shan, yang kemudian mengambil bentuk manusianya dengan tiga tanduk: dahi dan pelipis.


"Apakah kau tidak apa-apa?"


Pedang Dewa bergetar kemudian membentuk manusia, pemuda berambut perak dengan mata terpejam, mengenakan pakaian putih yang memperlihatkan dada bidangnya.


Pedang Dewa menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab, "Tidak apa-apa, Master. Karena peningkatan yang tiba-tiba, Hamba belum terlalu bisa menguasai kekuatannya."


Lin Chen menganggukkan kepalanya, membiarkan Pedang Dewa untuk beristirahat sejenak.

__ADS_1


"Tidak akan kubiarkan!" Trisula Hitam mengayunkan tangannya; trisula lain yang terbuat dari energinya melesat ke arah Pedang Dewa.


Lord Shan juga menyerang meski tetap diam di tempatnya.


Lin Chen sudah tertusuk oleh tombak tajam seperti jarum, dengan bagian lingkaran hitam yang menyegel kekuatannya. Tapi tidak ada tanda-tanda panik, bahkan senyum di wajahnya tetap terlihat.


Serangan Trisula Hitam terus bergerak seperti cahaya mengarah pada Pedang Dewa yang duduk bersila dengan mata terpejam. Namun saat hampir mengenainya, dentangan logam kembali terdengar saat Pedang Cahaya jatuh dari langit menghancurkan serangan Trisula Hitam.


Pertarungan ini terlihat membosankan ketimbang Lin Chen (Iblis) melawan Lord Sheng. Namun, tidak ada yang berani mendekati mereka dalam radius sepuluh ribuan mil karena tekanan yang diberikan, bahkan udara di sekitar mereka bergerak tak beraturan seperti ombak yang menabrak karang.


Samar-samar terlihat cahaya putih dan hitam yang terus bertabrakan, mencoba memakan kekuatan satu sama lain. Tabrakan itu mengakibatkan gelombang angin tanpa henti yang menghempaskan apa pun di sekitarnya, kecuali mereka yang dilindungi, seperti Lord Wanju yang dilindungi oleh Lord Shan.


Lin Chen melirik ke belakang melihat Yan Xue yang hendak pergi ke Gerbang Langit Barat. "Xue'er, untuk Gerbang Langit Barat. Tidak perlu khawatir, di sana sudah selesai, kloning yang aku tinggalkan di sana sudah membunuh mereka semua."


Yan Xue berhenti melangkah; menoleh ke belakang melihat Lin Chen. "Benarkah?"


"Tidak mungkin!" Lord Shan tidak terima atas pernyataan Lin Chen—karena menganggap Aliansi Penjarah Surga lemah!


Lin Chen melepaskan auranya; gelombang niat pertempuran berdarah panas melonjak di dalam hatinya; merasa bahwa ini sudah lebih dari cukup untuk bermain-main. Apalagi kekuatannya entah bagaimana sudah mencapai Lord Realm tahap 75, hanya tinggal sedikit lagi sebelum mencapai tahap 100, saat ia menjadi Kaisar Giok sebelum mengorbankan diri untuk Alam Tiantang.


Whooooosh!


Lin Chen menghilang tanpa suara maupun jejak, sampai Lord Shan tidak mengetahui di mana keberadaannya.


"Tu ... an."


Lord Shan menoleh ke belakang ketika mendengar suara Lord Wanju yang terdengar lemah dan merasa tak berdaya; terlihat Lord Wanju yang sudah terlilit oleh Rantai Dewa yang ditarik dari dua arah yang berlawanan.


Zrash!


"Tunggu!" Lord Shan mengulurkan tangannya untuk meraih Esensi Jiwa Lord Wanju.


Swoosh!


Rantai Dewa diayunkan Lin Chen ke arah Lord Shan dengan kecepatan tinggi yang mampu membelah udara sampai menimbulkan aura penindasan tak terbayangkan memborbardir Lord Shan.


Lin Chen mengibaskan tangannya, menangkap Esensi Jiwa dari Lord Wanju dan melihatnya seraya berkata, "Bagus! Aku tidak mendapatkan Point Pengalaman. Tapi, aku bisa menyuling Pil Dewa Abadi untuk membantuku menerobos Lord Realm tahap Seratus."


Suaranya sangat pelan, namun Lord Wanju bisa mendengarnya karena berdekatan. Seketika itu, Esensi Jiwa Lord Wanju bergetar dengan nyala api hitam yang berkedip-kedip karena gemetar ketakutan. "Lo- Lord Shan, se- selama ini kita dibodohi. Ka- Kaisar Giok, bu- bukan tahap Sepuluh, ta- tapi ..."


Lin Chen memasukkan Esensi Jiwa Lord Wanju ke dalam Botol Giok Jiwa.


"Apa?!—" Lord Shan berteriak, meminta untuk diulangi lagi, tapi saat itu juga Rantai Dewa lain datang dari belakangnya dan menghantam punggungnya.


Lord Shan tersentak sampai tubuhnya bengkok karena tamparan Rantai Dewa terlalu kuat mengenai punggungnya. Ia menengadah melihat langit, yang secara tiba-tiba di sana sudah ada Lin Chen dengan tangan terbuka.


Lin Chen menangkap kepala Lord Shan dan membantingnya ke lautan awan.


Whooooosh!


Trisula Hitam bergerak ke belakang Lin Chen dengan niat membunuh yang kuat.


Chakram Dewa yang berada di punggung Lin Chen, berbelok kemudian melintas bagaikan kilat ke arah Trisula Hitam. Kedua Roh Pertempuran itu saling bertabrakan, menimbulkan suara keras dengan gelombang kejut.

__ADS_1


Dentang! Slash!


Setelah bertabrakan dan menimbulkan suara keras, Chakram Dewa berputar seperti roda yang kecepatannya bertambah dan membelah Trisula Hitam menjadi dua bagian, kemudian Trisula Hitam meledak.


Setelah Artefak dan Senjata Dewa sudah mendapatkan Kesadaran Spiritual-nya masing-masing dan menjadi Roh Pertempuran, pertarungan kali ini bisa dibilang lebih mudah karena tidak terlalu perlu mengendalikannya sendiri.


Rantai Dewa mengikat Lord Shan sampai tidak bisa bergerak meski sedikit.


Lin Chen datang dalam sekejap mata dan sudah berdiri di depan Lord Shan. Ia memukulkan tinjunya, menembus dada Lord Shan dan mendapatkan Esensi Jiwa-nya.


Lord Shan yang melihat Esensi Jiwa-nya diambil, hanya terdiam dengan mulut terbuka tanpa bisa berkata-kata, sebelum akhirnya tubuhnya mati seperti pohon kering.


"Sudah dua." Lin Chen memasukkan Esensi Jiwa dari Lord Shan ke dalam Botol Giok Jiwa. Kemudian ia melesat jauh ke arah tenggara untuk pergi ke Markas Aliansi Penjarah Surga.


Sementara itu, Lin Chen (Iblis) terus menekan Lord Sheng yang melindungi Lord Feng. Ia hanya terbang lurus, dan membiarkan Cambuk Iblis-nya bergerak dengan liar, menyerang kepala, bahu, paha dan bagian tubuh lainnya.


Keringat dingin mengalir deras sampai membasahi tubuh Lord Feng karena sangat takut akan kematian; kekuatan yang diperlihatkan Lin Chen terlalu kuat dan mengerikan sampai membuatnya menyesal untuk datang ke Wilayah Tiantang.


Lord Sheng mengulurkan tangan kirinya ke belakang, menangkap Lord Feng dan melemparkannya ke arah Lin Chen. "Aliansi Penjarah Surga akan menghargai pengorbanan yang kau lakukan!" Ia melarikan diri meninggalkan Lord Feng seraya kembali berteriak, "Aku pasti akan membuatkan pemakaman untukmu dan menuangkan anggur setiap tahun!"


"Tidaaakkk!" Lord Feng sangat ketakutan dan mengeluarkan Angin Kematian dengan ceroboh.


Chakram Iblis bergerak ke depan Lin Chen dan berputar seperti roda yang menciptakan pusaran cahaya hitam; Angin Kematian itu terhisap habis tanpa meninggalkannya sedikit pun. Chakram Iblis yang telah menelan Angin Kematian, memperlihatkan perubahan seperti Api Ungu yang bertambah besar dengan campuran hitam.


Jleb! Jleb! Jleb!


Cambuk Iblis menusuk Lord Feng sampai menembusnya dan menyerap semua Energi Abadi-nya sampai mengering seperti pohon mati, meninggalkan tulang terbalut kulit, bahkan matanya terlihat besar di dalam rongga matanya.


Lin Chen berhenti saat melihat Lord Sheng yang sudah cukup jauh. Ia membuka kakinya sampai sejajar dengan bahu, kemudian mengangkat kedua tangan yang setiap inchi akan mengeluarkan aura membunuh yang terus bertambah. "Dao Iblis ..."


Topeng Iblis-nya terlepas dengan sendirinya dan kembali menggantung di pinggang Lin Chen. Tatapan matanya sangat tajam seperti mampu melukai Esensi Jiwa hanya dengan sekali lihat.


"Kehancuran, Tapak Iblis." Lin Chen mengatupkan kedua tangannya, menimbulkan dentuman keras yang memekakkan telinga.


Jauh dari tempat Lin Chen berada, Lord Sheng tertawa terbahak-bahak dengan ekspresi kemenangan. "Hahahaha! Aku bebas! Lalu apa jika kau kuat? Kau tetap lemah karena membiarkanku pergi dan tidak mengejar! Aku akan kembali lagi dan menghancurkan Wilayah Tiantang!"


"Benarkah?"


Lord Sheng gemetaran dengan keringat yang mengalir sebesar biji jagung di dahinya. Ia melihat sekeliling, tidak ada seorang pun kecuali dirinya, bahkan Mata Suci yang berada di dahinya tidak bisa melihat keanehan.


Namun, tiba-tiba ada Iblis Raksasa yang muncul dalam sekejap mata di kekosongan ruang, menangkap Lord Shen seperti menepuk nyamuk.


Bang!


Gelombang udara menyebar ke segala arah, menyapu lautan awan sampai benar-benar bersih dan menghancurkan pulau-pulau lain yang berada di sekitarnya.


Lin Chen (Iblis) menghela napas mengungkapkan kekecewaan karena tidak mendapatkan Esensi Jiwa dari Lord Sheng. "Tapi, biarlah, aku sudah mengirimkan klon untuk menyerang Aliansi Penjarah Surga. Di sana, aku bisa mendapatkan lebih banyak Esensi Jiwa."


Tubuhnya kembali seperti sedia kala, mengenakan pakaian putih berlapis emas dengan Mahkota Kaisar di atas kepalanya.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2