Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 187 : Hidup Seperti Mortal?


__ADS_3

Tekanan dari Monster Kuno Hitam mengakibatkan energi dalam tubuh Xue Ying terbakar, bukan dalam artian buruk, tapi dalam artian baik—memicu energinya yang terus memadat di Dantian sampai tidak bisa ditahan lagi.


Xue Ying melesat bagaikan cahaya menghindari setiap serangan dari Monster Kuno Hitam. Walaupun dari segi kekuatan ia kalah, tapi dari segi kecepatan ia adalah pemenangnya, sehingga sangat mudah menghindari semua serangan.


Ketika terus terbang menghindari serangan, Xue Ying membelah tubuhnya dan berpencar untuk menyulitkan Monster Kuno Hitam dalam merasakan keberadaan dirinya yang asli.


Kloning Xue Ying mendekati kepala Monster Kuno Hitam seraya mengumpulkan lebih banyak energi spiritual dari sekitarnya dan memadatkannya di dalam Dantian sampai tidak bisa menahannya lagi.


Monster Kuno Hitam membuka mulutnya lebar; daya hisap yang sangat kuat bisa dirasakan dari dalam mulutnya, mencoba menghisap apa pun yang berada di dekatnya termasuk Dewa, Iblis dan Naga Emas, meski tidak membuahkan hasil, bahkan sehelai rambutnya tidak bergerak.


Kloning Xue Ying terhisap oleh Monster Kuno Hitam, dan tubuh aslinya bersembunyi di balik Dewa yang yang tingginya belasan kali dari Monster Kuno Hitam. Ia sedang duduk bersila, mencoba mengolah energi di dalam tubuhnya dan energi yang terus memadat dari kloning.


Fluktuasi energi spiritual semakin kuat di dalam tubuh Xue Ying hingga menyebar ke sekelilingnya, menimbulkan kabut hijau yang menumbuhkan tunas-tunas baru di langit.


"Terus padatkan sampai tidak bisa menahannya lagi, kirimkan energi dari kloning yang terus ditekan Monster Kuno Hitam pada tubuh utama," gumam Xue Ying—mulai merasakan energi di dalam tubuhnya yang bergolak.


Kloning Xue Ying yang ditelan Monster Kuno Hitam juga duduk bersila dan menerima semua tekanan yang lebih kuat; suara kasar bisa terdengar dari dalam tubuhnya, menandakan tulang-tulangnya saling bergesekan satu sama lain karena menanggung beban berat.


Lin Chen tidak tinggal diam dan membantu, ia mengunci pergerakan dari Monster Kuno Hitam menggunakan Rantai Dewa tanpa mengurangi aura darinya, agar Xue Ying tetap bisa merasakan tekanan yang menguatkan Dantian dan Meridian.


"Master, kapan Anda akan pergi ke Semesta Kongxu?" tanya Dewi Kuxing penasaran—ingin pergi bersama dan membantu, meski hanya untuk melakukan tugas sederhana.


Lin Chen berpikir sejenak dan terus mengamati aura yang keluar dari tubuh Xue Ying. "Entahlah, mungkin satu bulan dari sekarang, mengapa? Apakah kau ingin ikut?"


Dewi Kuxing tersenyum cerah hendak menjawab, tapi mengurungkan niatnya dan menundukkan kepala. Walaupun sangat ingin membantu agar terlihat seperti Master dan Murid yang bertarung bersama, dengan kekuatannya yang sekarang hanya akan menjadi beban, meski pengalamannya tidak perlu ditanyakan lagi.


Lin Chen tahu apa yang dipikirkan Dewi Kuxing, tapi ia hanya diam saja tanpa berbicara lebih jauh lagi.


Bang!


Tiba-tiba ada ledakan kuat yang berasal dari Xue Ying; cahaya berwarna hijau membentuk pilar mulai naik jauh ke atas, yang kemudian meledak setelah mencapai ketinggian tertentu, menyebar membentuk cincin hijau. Aura yang menyelimuti tubuhnya juga semakin kuat dan besar, seperti api yang menyala.


Xue Ying membuka matanya perlahan dan mengembuskan napas panjang. "Heavenly Realm. Ngomong-ngomong, setelah melewati Spirit Realm tahap Puncak, mengapa aku tidak pernah mendapatkan Kesengsaraan Petir lagi?"


"Tapi, siapa yang peduli ..." Xue Ying berdiri di atas pundak Dewa; menatap tajam Monster Kuno Hitam yang tidak bisa bergerak. Ia mengulurkan tangannya dengan dua jari yang mengarah pada Monster Kuno Hitam, lalu mengibaskan tangannya secara menyilang.


Booom!


Dari dalam tubuh Monster Kuno Hitam terlihat ada pilar cahaya hijau yang menembus tengkuknya.


"Gruoahhhh!" Monster Kuno Hitam meraung keras menjelaskan rasa sakitnya akibat serangan kloning Xue Ying yang berasal dari dalam tubuhnya.


"Graahh!"


Kaisar Naga muncul di dalam tubuh Monster Kuno Hitam dan terus membesar secara perlahan, mengakibatkan Monster Kuno Hitam terus meraung tanpa henti saat bagian dalam tubuhnya mulai rusak dan meledak.


Zrash... _.suara tubuh terbelah.

__ADS_1


Kaisar Naga merentangkan kedua tangannya yang mengakibatkan terbelahnya Monster Kuno Hitam menjadi dua bagian, darah hitam mengalir deras membasahi Kaisar Naga dan kemudian menguap karena suhu yang panas.


Xue Ying mengepalkan tangannya, menghilangkan Kaisar Naga bersama dengan kloning. Ia menoleh ke kiri, melihat Lin Chen yang berada ratusan ribu mil jauhnya.


Xue Ying mengibaskan tangannya; celah ruang muncul di depannya dan di depan Lin Chen. Ketika ia memasuki celah ruang, ia berpindah ratusan ribu mil dan sampai di depan Lin Chen. "Kakak, aku berhasil!"


Lin Chen membuka kedua tangannya, menangkap Xue Ying dan memeluknya erat. "Baik-baik, Yi'er hebat. Apakah Yi'er ingin mendapatkan hadiah?"


Xue Ying mendongak menatap wajah Lin Chen, lalu memejamkan matanya seraya menepuk-nepuk dahinya sendiri seperti memberi arahan.


Lin Chen mengerti dan tahu keinginan Xue Ying. Ia memberikan kecupan hangat di dahinya. "Selamat, tapi jangan bermalas-malasan dan teruslah berlatih."


Xue Ying tersenyum cerah dengan mata yang masih terpejam, lalu bersandar di dada Lin Chen. "Baik, Kakak!"


Bang!


Ledakan lain kembali terdengar, tapi kali ini berasal dari dalam tubuh Yan Xue, menandakan bahwa ia telah berhasil menembus Ziranzhi. Namun bukan Ziranzhi tahap awal, melainkan tahap Puncak karena ledakan itu terus berlanjut.


Cahaya putih melonjak ribuan mil ke langit, yang kemudian meledak membentuk cincin putih yang menyebar ke segala arah.


Fluktuasi energi mulai berkumpul di tempat ledakan itu terjadi, yang kemudian berganti menjadi kepulan awan emas yang terus membesar dalam radius ratusan ribu mil dan satu sambarannya dirasa mampu menghancurkan Bumi.


Lin Chen duduk bersila di depan Yan Xue yang matanya mulai terbuka perlahan. "Aku akan membantumu untuk menerima Kesengsaraan Petir, Xue'er hanya perlu duduk di sini."


Walaupun tidak tahu apa yang akan dilakukan Lin Chen, Yan Xue hanya diam dan menganggukkan kepalanya, mematuhi perintah Lin Chen yang memintanya untuk tetap duduk.


Kilatan-kilatan petir mulai terlihat satu per satu, yang kemudian awan itu terbelah dua; banyak tingkatan dari awan emas yang siap menyambar Yan Xue. Prajurit Surgawi sudah siap untuk turun dan menyerang, namun saat melihat Lin Chen dan Xue Ying, Prajurit Surgawi tidak berani bergerak.


Kepingan cahaya emas mulai terbentuk saat Prajurit Surgawi meledak dan terus mengecil seperti molekul-molekul yang hampir tidak terlihat, molekul cahaya itu bergerak seperti aliran sungai mengikuti gerakan tangan Lin Chen.


Cahaya emas mengitari Yan Xue dan mulai masuk perlahan melalui pori-pori kulit maupun tarikan napas.


Yan Xue merasakan hangat di sekujur tubuhnya dan kekuatannya kian meningkat, tubuhnya terasa sangat kuat seperti telah ditempa dengan ribuan sambaran petir, meski tidak menerima sambarannya secara langsung.


Lin Chen bukan hanya mampu memaksa orang lain untuk menerobos dan menunda Kesengsaraan Petir milik orang lain, seperti yang ia lakukan pada Luo Yi yang hendak menerima Kesengsaraan Petir, namun ia tunda terlebih dahulu sampai Lin An Guang dan Lin An Peiyu.


Sekarang Lin Chen juga mampu memecahkan Kesengsaraan Petir dan langsung mengekstraknya untuk mengambil Esensi Petir-nya.


Yan Xue tersenyum hangat menatap Lin Chen. "Terima kasih, Gege. Sekarang Xue'er hanya perlu berusaha untuk menembus Earth Realm."


Lin Chen sedikit mengangguk dan mengusap wajah Yan Xue yang basah karena keringat. Kemudian mereka berdua berdiri seraya mengibaskan tangannya; celah ruang muncul di depan Lin Chen yang memperlihatkan kilauan bintang dari Semesta Lantian.


Kelompok empat orang itu langsung memasuki celah ruang, bersamaan dengan Lin Chen yang meninggalkan gumpalan energi.


Booom!


Gumpalan energi meledak ketika Lin Chen sudah memasuki celah ruang, dan terus meledak tanpa henti; menghancurkan Dimensi Monster Kuno sampai ledakan itu bisa di dengar dan menggetarkan Galaxy Tianlang.

__ADS_1


***


Semesta Lantian


Lin Chen menoleh ke belakang melihat api yang membakar di angkasa luar, dan saat ia meniupkan angin dari dalam mulutnya, api itu membeku dalam sekejap mata. Ia membiarkan es yabg membeku, tidak berencana untuk melelehkan atau menyimpannya.


"Apakah kalian ingin mencoba hal baru?"


Baru-baru ini Lin Chen memikirkan cara untuk menghilangkan penghalang di hatinya agar bisa menerobos batas dari kultivasinya dan menembus Lord Realm. Tapi ini hanyalah spekulasi tanpa ada kebenaran, namun tidak ada salahnya untuk mencobanya sesekali.


Dewi Kuxing memiringkan kepalanya. "Apa itu? Apakah itu menyakitkan?"


Lin Chen tersenyum canggung, sepertinya trauma Dewi Kuxing belum menghilang dan masih takut dengan rasa sakit, meski setiap latihan yang dijalaninya merasakan sakit. Mungkin tidak masalah jika menyakiti diri sendiri, tapi tidak bila orang lain yang menyakiti.


"Aku ingin mencoba hidup sebagai Mortal, mungkin ini bisa membantuku untuk menembus Lord Realm. Hilangkan beban tentang kultivasi, tenangkan pikiran dan menyatu dengan sekitar, termasuk mengulang cara hidup dari awal."


"Mortal? Mengapa Master harus menjalani hidup dari manusia rendahan? Ack!" Dewi Kuxing mengusap keningnya yang merah karena terkena sentilan yang cukup menyakitkan.


"Kau pernah mendapatkan hal yang lebih menyakitkan, seperti tubuhmu yang tertusuk pedang, besi panas, meminum racun dan lain sebagainnya. Kau masih bisa menahannya, tapi mengapa sekarang tidak?"


Dewi Kuxing memalingkan wajahnya menghindari tatapan tajam Lin Chen dan menatap Yan Xue. "Kakak Yan Xue pernah mengatakan, jangan pernah lagi menahan emosi, lepaskan semuanya bahkan jika harus menangis ..."


Dewi Kuxing terdiam sejenak seraya memandangi Lin Chen, kemudian melanjutkan perkataannya, "Kemudian, aku bisa bersikap sesuka hati, termasuk seperti anak-anak. Karena masa kecilku suram seperti hidup di Neraka, maka aku mencoba hidup seperti anak-anak di Kota Chen."


Lin Chen mengacak-acak rambutnya memikirkan tingkah Dewi Kuxing; tidak menyangka Dewi Kuxing akan berubah sangat jauh ketimbang saat masih menjadi God Realm tahap Puncak. Sekarang sikapnya lebih seperti kekanak-kanakan, mungkin ini karena ia menghilangkan Energi Iblis di dalamnya, sehingga pengaruh Iblis sedikit banyaknya mulai menghilang.


"Baiklah, lakukan apa pun yang kau inginkan, asalkan masih dalam batas wajar." Lin Chen mengusap lembut kepala Dewi Kuxing.


Yan Xue tertawa kecil melihatnya, ia seperti melihat Yan Lin saat melihat Dewi Kuxing.


Xue Ying berdiri seraya berkacak pinggang. "Kita harus mulai dari mana, Kakak?" Ia merasa menjalani hidup sebagai Mortal cukup menarik. "Dan, berapa lama kita harus menjadi Mortal?"


"Yang pasti jangan di Bintang Shanjin." Lin Chen merasa sia-sia apabila tinggal di Bintang Shanjin, karena sudah banyak yang mengenalnya. "Kita akan memilih bintang kecil yang terkuat di sana hanya sampai batas Spirit Realm tahap Puncak, harusnya kita bisa menjalani hidup sebagai Mortal ..."


"Untuk berapa lama waktunya, kita akan melakukannya selama satu bulan. Aku harap tidak ada masalah, agar semuanya berjalan lancar, tapi jika ada yang mencari masalah, maka aku akan melawannya dengan cara bertarung para Mortal."


Bahkan jika bertarung tanpa menggunakan energi spiritual, dampak yang dihasilkan masih sangat besar dan mampu menghancurkan gunung.


Ketiganya menganggukkan kepala; menyetujui rencana Lin Chen untuk hidup seperti Mortal dalam waktu satu bulan. Ini juga bagus untuk mereka untuk bisa menangkan diri, tidak memikirkan tentang permasalahan kultivasi yang merusak mental karena terburu-buru untuk menjadi lebih kuat.


Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, mereka berempat terbang ke arah yang berlawanan dari Galaxy Tianlang untuk mencari bintang yang cocok bagi mereka.


Walaupun Lin Chen berusaha menjadi hidup seperti Mortal, tapi apabila ada bahaya yang mengancam anak-anaknya, ia akan membuang semuanya dan langsung datang ke tempat mereka.


Tidak masalah jika ia harus menunggu lebih lama lagi untuk menembus Lord Realm, asalkan keluarganya tetap terjaga dan baik-baik saja tanpa mendapatkan bahaya.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2