Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 036 : Mendatangi Bintang Dongjie


__ADS_3

Luo Yi menghampiri Lin Chen yang baru saja kembali ke bentuk manusianya, dan pertarungan— Maksudnya pembantaian telah berakhir. Ia memegangi wajah Lin Chen, kemudian mencubitnya sedikit kuat. "Jangan makan sembarangan, muntahkan tanah kotor itu!"


Lin Chen hanya bisa diam tanpa bergerak atau bertindak, tidak bisa melawan kehendak Ibunya. Wibawa dan dominasinya hancur dalam sekejap, hanya karena Ibunya yang memperlakukannya seperti bocah kecil berusia tiga tahun.


Long Xia Yun yang menjaga Teknik Kuno, Penciptaan Dimensi itu menoleh ke sekitarnya, mengamati apakah tidak ada lagi pihak lawan yang hidup dan memastikannya lagi menggunakan kesadarannya.


Dirasa aman, Long Xia Yun menghilangkan Penciptaan Dimensi.


Feichuan mulai bergerak sendiri dengan sedikit gerakan tangan Long Xia Yun, yang membawa semua orang. Ia juga memindahkan yang lain, yang mana berada di luar untuk masuk ke sana, kemudian bergegas pergi ke Bintang Dongjie.


Anehnya, Bintang Dongjie tidak meledak setelah terbelah menjadi beberapa bagian, dan setelah diamati dengan saksama, inti dari bintang itu telah membeku, sehingga tidak menimbulkan reaksi saat terbelah dua atau lebih.


Walaupun sudah kembali ke Feichuan, Luo Yi masih berdiri di depan Lin Chen. "Buka mulutnya lebar-lebar, Ibu ingin melihat apakah ada luka."


Lin Chen seperti hendak menangis dan mengurung diri karena ini, benar-benar memalukan saat giginya diperiksa oleh Luo Yi, apakah ada luka atau tidak.


"Bibi, setelah menjemput Paman Ho, kita akan pergi ke mana?" Lin Chen mengirimkan transmisi suara pada Long Xia Yun.


"Kita akan pergi ke salah satu bintang kecil di sini, jaraknya tidak terlalu jauh." Long Xia Yun menjawabnya biasa tanpa mengirimkan transmisi. "Walaupun kekuatan Chen'er sudah cukup memuaskan, tapi terlalu berisiko untuk pergi ke Galaxy Zhongyang ..."


"Lagi pula, kita harus meningkatkan kekuatan. Setidaknya ada lima atau tujuh Tongzhi, belasan Huangdi dan seterusnya di pihak kita untuk meningkatkan kemungkinan menang."


Lin Chen mengangguk kecil seraya memegang dagu dan menggerak-gerakkan rahangnya yang sedikit pegal karena terlalu lama membuka mulutnya. "Kalau begitu, aku akan beristirahat sejenak, aku baru menembus dan ingin menstabilkan energi yang masih bergejolak."


Rui Alexander, Hong Mianli dan Yang Minghuan menghampiri Lin Chen. "Bagaimana?"


Lin Chen mengerti betul arti pertanyaan itu, dan entah mengapa ia benar-benar sangat kesal, ingin memukul ketiganya bergantian. "Seperti makan lumpur, seharusnya kau mengetahui rasanya saat tercebur di kolam ikan Pak Tua Xing." Ia menoleh melihat pemuda berambut biru dengan tindik di telinga kiri.


Hong Mianli terdiam tanpa bisa berkata-kata lagi, dan terlihat senyum masam yang terukir di wajah halusnya.


Lin Chen, Rui Alexander dan Yang Minghuan tertawa terbahak-bahak, menertawakan Hong Mianli yang tidak bisa membalas.


"Aku pergi dulu ..." Lin Chen menepuk pundak mereka satu per satu. "Setelah semua urusan telah selesai, kita tidak akan hidup seperti ini, aku harap kalian semua bersabar sampai waktunya tiba."

__ADS_1


Semua orang yang mematung itu tersentak dan tersadar dari lamunan mereka. Ada senyum ringan di wajah semua orang, awalnya mereka takut saat melihat Lin Chen yang berubah menjadi naga, namun sedikit tertawa ketika melihat Lin Chen yang tak berdaya di depan Luo Yi.


"Terimakasih, Yang Mulia Kaisar."


Yang Mulia Kaisar, sudah menjadi panggilan Lin Chen dan tidak lagi Patriak atau Master.


Yan Xue mengejar Lin Chen, dan Lin Chen juga menyadari itu kemudian berbalik memeluk Yan Xue.


"Aku akan beristirahat sebentar, setelah sampai di Bintang Dongjie, aku akan selesai." Lin Chen memiliki waktu yang cukup sampai Feichuan tiba di sana. Lagi pula, Feichuan dipindah jauhkan dari pusat pertarungan, sehingga berada di tepi Penciptaan Dimensi.


Yan Xue mengangguk kecil di dekapan Lin Chen. "Baik, Gege."


Lin Chen tersenyum ringan dan melepaskan pelukannya, kemudian berbalik dan menghilang, berpindah ke Lantai Pertama atas dasar.


Lantai Ketiga memiliki sejumlah monster yang sengaja dilepaskan untuk pelatihan, Lantai Kedua memiliki sumber daya berlimpah yang bisa ditemukan di mana pun dan aura spiritual di sana cukup memuaskan, Lantai Pertama adalah tempat khusus yang hanya bisa dimasuki oleh Lin Chen, dengan mereka yang sudah menembus Heavenly Immortal God.


Lin Chen duduk bersila di tepi danau dengan Teratai 9 Warna di sana yang hampir menutupi permukaan danau. Ia menutup matanya perlahan dan mulai menstabilkan energi spiritualnya yang masih bergejolak karena peningkatan yang tiba-tiba.


Jika ini hanya menembus Raja Dewa atau Kaisar Dewa, Lin Chen tidak perlu selalu menstabilkan energi spiritual, karena pada tingkatan itu masih tidak terlalu memiliki banyak energi dan mudah mengaturnya.


Lin Chen berkultivasi cukup lama, bukan hanya untuk menstabilkan energi dalam Dantian yang bergejolak, tapi juga melakukan hal lain seperti memperbanyak jalur Meridian. Ya! Memperbanyak, bukan memperlebar jalurnya.


Dapat bertransformasi menjadi naga dengan tubuh yang sangat besar, bukan hal aneh jika memiliki jalur Meridian yang lebih banyak.


Hingga empat hari berlalu, Lin Chen membuka matanya perlahan memperlihatkan mata emas bersinar, dengan bagian tengahnya ada garis oranye seperti mata naga. Jika ia melepas pakaiannya, akan ada pola-pola kuno yang terlihat di sekujur tubuh dengan warna yang sama seperti matanya.


Lin Chen menekan tangan kirinya di rumput dan tangan kanan bertumpu pada lututnya. Ia berdiri perlahan seraya menepuk-nepuk bawah pakaiannya yang terlihat basah, dan ada sedikit rumput yang menempel di sana.


Kemudian ia pergi ke lantai teratas di mana Taman Feichuan berada, setelah mengambil beberapa oleh-oleh yang merupakan buah-buahan dari Lantai Pertama. Buah-buahan yang dibudidayakan dengan menyerap energi murni, yang memiliki kandungan energi spiritual yang mampu membantu meningkatkan basis kultivasi.


Ketika sudah sampai di Taman Feichuan, di sana masih banyak orang seperti biasa, meski tidak terlalu banyak seperti empat hari lalu saat pertarungan.


Saat Lin Chen datang, ia merasa ada hangat yang berasal dari belakangnya. Ia tahu siapa yang sedang memeluknya dari belakang, itu adalah Yan Xue.

__ADS_1


Lin Chen berbalik perlahan. "Aku kembali."


Yan Xue hanya diam dan terus memeluk Lin Chen lebih erat dari sebelumnya.


Lin Chen mencoba melonggarkan pelukan Yan Xue, kemudian sedikit berjongkok untuk memeluk lutut Yan Xue dan membawanya berjalan menuju bagian depan Feichuan. Ia bisa melihat Bintang Dongjie yang sangat besar, seperti hamparan es luas.


Ia berjalan menghampiri Long Xia Yun yang melihat keluar melalui pelindung kaca tebal. "Apakah Bibi akan berangkat sekarang?" Ia menurunkan Yan Xue perlahan.


Long Xia Yun menganggukkan kepalanya. "Iya, Bibi akan berangkat sendiri. Feichuan tidak terlalu bisa menahan udara dingin di sana, meskipun bisa, tidak baik bagi mereka yang berada dibawah Ranah Huangdi ..."


"Bukankah Chen'er mengetahuinya, Huangdi dari Aliansi Ji Yixia tidak berani memasuki Bintang Dongjie, itu karena udara di sana sangat dingin, sulit untuk bernapas, meski sudah menggunakan energi untuk membantu pernapasan." Long Xia Yun menoleh ke kiri melihat Lin Chen.


Lin Chen mendongak melihat Bintang Dongjie dengan mengusap dagunya pelan. "Apakah aku boleh ikut?"


"Aku hanya mengirim klon, tidak benar-benar aku yang pergi ke sana." Lin Chen kembali berucap, sebelum Long Xia Yun menolaknya.


"Yi'er juga ikut!"


Lin Chen menoleh ke belakang melihat ke arah sumber suara, terlihat Xue Ying yang berjalan dengan mengangkat tangan kanan setinggi mungkin.


Long Xia Yun terdiam sejenak, menatap Lin Chen dan Xue Ying secara bergantian, kemudian menghela napas dengan kepala sedikit tertunduk. "Baiklah. Karena Yi'er sudah mencapai Yuzhao tahap Puncak, hampir menembus Huangdi, maka tidak masalah. Begitu pun Chen'er, meski baru menembus, kau bisa menahan dingin di sana, mengingat kau memiliki kekuatan Element Es."


Lin Chen tersenyum ringan dan menciptakan sebuah klon yang berdiri di kanan belakangnya, begitu pun dengan Xue Ying yang sama-sama menciptakan sebuah klon.


Long Xia Yun memegangi kedua klon itu, kemudian menghilang atau pergi keluar dari Feichuan yang tersamarkan. Long Xia Yun pergi dengan tubuh aslinya, dan klon yang ditinggalkan untuk menjaga Feichuan.


Ketika tubuh klonnya sedang bepergian dengan Long Xia Yun, Lin Chen berbalik meninggalkan tempatnya bersama Yan Xue. Saat ini, ia ingin menukar Point System menjadi Point Pengalaman, yang kemudian digunakan untuk meningkatkan kekuatan semua orang.


Lin Chen ingin mendapatkan lebih banyak lagi Ancient God atau Divine God, agar kekuatan Sekte Chenlong bertambah. Ia juga berencana untuk membangun cabang sekte di bintang-bintang yang ia singgahi nanti.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2