
Lin Chen mengubah 300 Kuantiliun Point System, yang lebih dari setengahnya akan ia berikan untuk mereka yang sudah menembus Ancient God, terutama untuk kedua orangtuanya yang hampir kembali ke Huangdi. Jika ada tambahan Huangdi, tentunya kekuatan sekte dapat meningkat pesat.
Xue Ying yang tidak pernah berkultivasi sama sekali juga turut serta dalam menyerap energi spiritual yang sangat murni dari Point System, meski tidak mengambil seluruhnya, karena dapat mengakibatkan gangguan pada yang lain.
Ada juga anak kecil yang baru belajar berkultivasi, tapi tidak diperbolehkan untuk menyerap energi spiritual yang sangat murni ini, karena bisa membuat tubuh mereka terbunuh. Setidaknya setelah mencapai usia 12 tahun dengan Ranah Immortal, barulah bisa menyerap energi dari Point System.
Ketika Lin Chen sedang bersantai memberikan energi murni untuk diserap oleh anggota sekte, kekacauan terjadi di Galaxy Zhongyang dan Alam Bawah. Kekacauan itu sudah bisa ditebak tanpa harus dipikir lebih dalam, kekacauan yang berasal dari kematian anggota dari 10 Ras Utama dengan Iblis di Alam Bawah.
Kematian mereka mengakibatkan kemarahan dari tiap-tiap pemimpin masing-masing, dan mereka bersumpah akan menemukan Long Xia Yun dan Lin Chen yang merupakan dalang dibalik kejadian ini. Mereka tidak memikirkan siapa pelaku lain, karena kabar mengenai Lin Chen yang bereinkarnasi sudah tersebar luas, meski keberadaannya belum diketahui sampai saat ini.
***
Bintang Dongjie
Lin Chen terbang di kanan belakang mengikuti Long Xia Yun yang berada di depannya. Kecepatan terbangnya sudah bisa dikatakan sangat cepat, tapi bagi Bibinya yang bisa menyingkat miliaran mil, kecepatannya masih terbilang sangat lambat.
Pemandangan di bawahnya adalah gunung-gunung batu yang sangat tajam, tidak ada sungai, danau atau bahkan pohon. Retakan-retakan es juga terlihat, dan itu sepertinya tercipta akibat serangan Lin Zhian dan raungannya saat bertranformasi.
Badai salju juga terus turun dengan derasnya, dengan angin kencang yang menurunkan jarak pandang mereka.
"Bibi, apakah masih jauh?" Lin Chen sangat penasaran di mana Ho Liiu Yaoshan berada. Ia hampir tidak bisa membedakan tempat di sini karena hanya ada gunung batu.
Geografis Bintang Dongjie jika dijelaskan dengan mudah dan singkat, itu seperti kulit durian.
"Bibi bisa membawamu cepat-cepat ke sana, tapi Chen'er tidak bisa menahan kecepatan Bibi ..." Long Xia Yun menoleh ke kanan belakang melihat Lin Chen, lalu kembali mengalihkan perhatiannya lurus ke depan. "Lagi pula, kita hampir sampai, jadi bersabarlah sebentar."
Lin Chen sedikit mengangguk dan terbang ke kiri menghampiri Xue Ying yang sedang makan. Entah tubuh utama atau klon, kerjaannya selalu saja makan. "Yi'er, bagi sedikit ..."
Xue Ying melirik sejenak, kemudian memalingkan wajahnya dan terus menyantap makanan ringan dengan bahagia.
Lin Chen sedikit kesal tapi tidak mengeluh dan lebih memilih membeli makanan dari System Shop. Tubuh utamanya sedang tidur karena bosan harus berada di tengah-tengah tanpa melakukan apa pun.
Lin Chen membuka cola dan isi di dalam botolnya menyembur mengenai wajahnya karena derasnya angin. "Si-al!"
__ADS_1
Xue Ying tertawa terbahak-bahak ketika melihat Lin Chen yang wajahnya telah basah.
Lin Lin menoleh menatap Xue Ying dan tersenyum masam, lalu ia memberikan sentilan yang tidak terlalu kuat di pelipis Adiknya, memberikan sedikit hukuman.
"Kalian berdua, jangan bermain-main."
"Baik, Bibi." Keduanya menjawab pelan.
Ketiganya terus bergerak lurus ke depan dengan kecepatan stabil, hingga empat puluhan menit berlalu, akhirnya mereka sudah berhenti di suatu jurang darah yang membeku. Udara di dalam jurang lebih dingin dari tempat yang lain, dan di rasa jurang itu sedalam 10.000 mil dari permukaan.
Tubuh Lin Chen dan Xue Ying mulai bersinar dengan warna kuning keemasan, yang merupakan energi milik Long Xia Yun.
"Ayo turun." Long Xia Yun langsung melompat turun begitu saja tanpa berucap lebih banyak. Ada kerinduan yang terpancar di matanya, tapi juga ada kewaspadaan apabila Ho Liiu Yaoshan yang ia kenal sekarang bukan Ho Liiu Yaoshan yang dulu.
Hanya butuh beberapa menit saja untuk sampai di dasar jurang, dan suhu di sini lebih dingin. Jika meletakkan air di sini, hanya dalam kedipan mata sudah membeku sekeras batu.
Perhatian Lin Chen langsung tertuju pada pohon es yang membeku di dalam pilar es, dan di bawah pohon putih yang membeku itu terlihat seorang pemuda berambut putih dengan sanggul kecil di bagian atas.
Pemuda itu sedang duduk bersila dengan mata terpejam, dan mengenakan pakaian berlapis-lapis berwarna hijau muda, biru dan putih, yang dilapisi dengan jubah biru muda bercampur ungu. Meski penampilannya terlihat muda, namun usianya jauh lebih tua dari Long Xia Yun.
Long Xia Yun yang sudah mendarat langsung berlari menuju pilar es yang tidak terlalu tinggi. Kedua tangannya menyentuh pilar itu dengan dahi yang juga menyentuh, terlihat air mulai terbendung di kelopak matanya, yang kemudian menetes.
"Liiu ... Yaoshan." Long Xia Yun bergumam sangat pelan.
"Liiu Yaoshan ... Liiu Yaoshan ... Liiu Yaoshan ..."
Lin Chen mengerutkan keningnya dengan senyum masam terukir di wajahnya. Ia benar-benar tidak tega melihat Bibinya yang seperti ini, yang selalu menyebutkan nama Hi Liiu Yaoshan berkali-kali meski tidak mendapatkan jawaban.
Belasan menit berlalu, Lin Chen benar-benar tidak bisa menahan diri hanya melihatnya saja. Ia berjalan menghampiri Long Xia Yun, namun baru saja melangkah, pilar itu mulai bergetar.
Pemuda yang duduk di pohon putih di dalam pilar es mulai bergetar. Gerakan pertama adalah bagian kelopak mata, kemudian terbuka perlahan tak lama setelahnya. Ho Liiu Yaoshan berkedip-kedip untuk menstabilkan penglihatannya yang sudah lama tidak melihat.
"Xi- Xia Yun?!" Ho Liiu Yaoshan terbelalak lebar melihat wanita yang selama ini ia cari-cari.
__ADS_1
Long Xia Yun yang tertunduk, kembali mendongak ketika mendengar suara yang selama puluhan juta tahun ini sudah tidak pernah ia dengar. "Liiu Yaoshan..." Air matanya mengalir deras.
Es mulai mencair di dalam pilar, menciptakan ruang gerak bagi Ho Liiu Yaoshan.
Ho Liu Yaoshan berdiri dari tempatnya duduk di bawah pohon putih, berjalan menghampiri Long Xia Yun yang berada di balik dinding es. Ia hanya bisa menyentuh dinding es di mana tangan Long Xia Yun berada, meski tidak benar-benar menyentuh. "Xia Yun..." Ia mendekatkan wajahnya di dinding es.
"Bagaimana Yun'er bisa berada di sini? Bukanlah banyak yang mengepung Bintang Dongjie? Lalu bagaimana Yun'er bisa tahu aku di sini?" Ho Liiu Yaoshan melontarkan banyak pertanyaan, dengan gerakan tangan seperti mengusap air mata Long Xia Yun, meski sebenarnya terhalang dinding.
Long Xia Yun mendongak dan mengusap air mata yang tidak membeku dengan jari-jari tangannya. "Yun'er menemukan Artefak Pembeku milikmu, dan mengetahui jika Yao Gege berada di sini ..."
Gege? Lin Chen tidak bisa menahan ekspresi wajahnya dan mulutnya terbuka lebar. Gege adalah panggilan kakak bagi adik kandung, tapi terkadang bisa digunakan untuk memanggil kekasih pria.
"Yun'er datang bersama Chen'er, Yi'er ..."
Kali ini giliran Ho Liiu Yaoshan yang tertegun. Ia memiringkan badannya ke samping, melihat dua orang yang salah satunya sedang memanggang setelah menciptakan dinding pelindung. Ia melihat pemuda yang ia kenali dan pernah ia rawat dulu. "Li Chen?"
Ho Liiu Yaoshan mengalihkan pandangannya pada Long Xia Yun kembali. "Bagaimana dia?—" Ia menggelengkan kepalanya pelan. "Pasti berat bagimu, harus menanggung rasa sakit untuk bisa bertemu Chen'er kembali."
Lin Chen masih berdiri dengan menyilangkan kedua lengan di depan dada, dan mengirimkan transmisi suara pada Long Xia Yun, "Bibi, bagaimana?"
"Dia benar-benar Kultivator Liar, bukan suruhan Long Ka Xiang."
Lin Chen tersenyum ringan dan menghela napas lega saat mendengarnya, kemudian berbalik menemani Xue Ying yang tidak henti-hentinya makan.
"Yao Gege. Mengapa tidak menurunkan dinding es ini?" Long Xia Yun benar-benar ingin memeluk Ho Liiu Yaoshan, itu terlihat jelas dari ekspresi wajahnya dan kerinduan terpancar dari matanya.
Ho Liiu Yaoshan menggeleng pelan dengan senyum masam. "Maaf, setelah terluka parah dan kehilangan Hati Embun Es, aku harus membekukan diri untuk bisa bertahan hidup ..."
"Jika dinding es ini aku hilangkan, Pohon Surgawi Es akan hancur dan aku pun terbunuh ..."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...