Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 143 : Semesta Lantian


__ADS_3

Lin Chen termenung seorang diri memikirkan masa depan anak-anaknya. Ia ingin membiarkan mereka berkelana seorang diri, menyebarkan kekuatan mereka sendiri agar bisa dikenal banyak orang. Entah menjadi 'Orang Suci', 'Tabib Abadi', atau 'Kultivator'.


Untuk Semesta Yongheng, hampir semua makhluk hidup di sana sudah tahu nama 'Lin Chen', tapi tidak dengan Semesta lain.


Lin Chen mengetuk jarinya pada sandaran kursi dengan mata yang tertutup. Ia sedang membayangkan masa depan anak-anaknya.


Aku ingin Mei'er menjadi Sarjana, Jian'er menjadi Orang Suci, Xuan'er ... ah, anak itu sudah tidak tertolong lagi, dia benar-benar sama sepertiku yang selalu berkeinginan untuk membunuh dan membunuh.


Tapi, lebih baik aku membiarkan mereka sendiri memilihnya. Untuk bepergian, saat mereka berusia enam belas tahun, aku akan melepas mereka untuk melihat luasnya dunia.


Untuk usia 16 tahun termasuk lambat, karena ia dulu saat berusia 14 tahun sudah bepergian. Tapi, ia sendiri tidak bisa berpisah dari anak-anaknya, bahkan jika itu satu hari, bukan karena ia tidak percaya pada kemampuan mereka, hanya saja, ia sangat menyayangi mereka.


"Hah..." Lin Chen menghela napas panjang seraya membuka matanya. "Aku akan membahasnya kembali bersama Xue'er nanti." Ia berdiri dari tempat duduknya.


Lin Chen datang menghampiri para murid-murid yang sedang makan siang di bawah pohon rindang. "Tidak ada lagi yang bisa aku ajarkan pada kalian, kalian sudah setara dengan Petualang Rank S atau bahkan lebih tinggi ..."


Perhatian 78 murid teralihkan oleh suara Lin Chen, dengan cepat mereka berdiri dan menangkupkan kedua tangan memberikan salam hormat.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya menghentikan salam mereka semua, kemudian kembali berucap, "Karena itu, kalian bisa berkelana dan mencari pengalaman di luar sana. Buatlah nama kalian dikenal di dunia luas, aku dan keluarga juga akan pergi ..."


"Kami akan kembali lagi, entah tahun depan atau sepuluh tahun ke depan."


Tujuh puluh delapan murid, entah pria maupun wanita itu tertegun dengan mata bulat, tidak mempercayai apa yang barusan mereka dengar. Walaupun belum genap dua tahun, mereka sangat menghormati Lin Chen, bukan hanya menganggapnya sebagai 'Guru', tapi juga penyelamat.


Salah seorang murid, pemuda berambut hitam pendek dengan potongan rapi, mengabaikan pakaian beladiri berwarna abu-abu. Ia menutup matanya dan menangkupkan kedua tangan mengarah pada Lin Chen. "Baik, murid ini akan mematuhi perintah Master. Saya akan membiarkan dunia tahu tentang Sekte Chenlong."


Pemuda itu mulai menekuk kedua lututnya perlahan, hingga kedua tangannya menyentuh tanah dan mulai bersujud kepada Lin Chen. "Terima kasih, karena Master, murid ini bisa memiliki kekuatan dan tidak tenggelam dalam kesedihannya."


Ketika mendengar itu, satu per satu murid mulai bersujud ke arah Lin Chen dan berterima kasih.


Yan Xue, Lin Qiao Jianying, Lin Da Zixuan dan Lin Mein An kebingungan dengan pernyataan Lin Chen yang tiba-tiba. Tapi, mereka tidak bertanya karena memang belum saatnya, mereka akan bertanya setelah semua murid kembali ke tempat masing-masing.


Xue Ying tahu apa yang dipikirkan Kakaknya, karena memang mereka berdua sudah berkomunikasi satu sama lain ketika masih di Semesta Tian.


***

__ADS_1


Keesokan Harinya


Lin Chen sudah menceritakan tentang perjalanannya selanjutnya yang hendak pergi ke Semesta Lantian. Di sana ada Monster Kuno yang belum ia bersihkan, tapi ia tahan agar tidak keluar dari Dimensi Ruang untuk mengacau Semesta.


Pada saat Lin Da Zixuan mengetahui alasan mengapa Ayahnya membubarkan, lebih tepatnya memberi tugas akhir untuk murid-murid Sekte Chenlong, ia merasa senang ketika alasannya ingin memburu monster-monster di tempat lain.


Saking senangnya, Lin Da Zixuan menganggu waktu tidur Lin Chen, meminta untuk pergi lebih cepat.


Lin Chen sudah mengumpulkan semua murid di halaman depan untuk memberikan perbekalan sebelum mereka pergi.


Bukan hanya para murid yang berkumpul, warga biasa juga datang untuk melihatnya, karena ini sangat jarang mereka diizinkan untuk melihat Sekte Chenlong.


Lin Chen mengangkat tangannya, terlihat ada sinar yang mulai muncul di sana. "Aku akan memberikan kalian hadiah, ini tidak bisa digunakan oleh sembarang orang ..." Ia mengeluarkan Cincin Ruang dalam jumlah yang sama.


Cincin Ruang yang kali ini ia buat bisa dibuka bukan dengan energi spiritual, melainkan Mana. Walaupun ia tidak mengajari mereka tentang kultivasi, tapi ia mengajari mereka tentang penggunaan Mana sampai tingkat tertentu.


"Kalian bisa menyimpan barang apa pun di dalamnya kecuali makhluk hidup. Kalian hanya perlu menetes darah di atasnya, dan ini akan menjadi milik kalian. Cincin ini akan mengenali pemiliknya melalui darah, bahkan jika pemiliknya mati, tidak akan ada yang mampu mengambil isinya."


Lin Chen mengulurkan tangannya, membuat puluhan Cincin Ruang bergerak mengarah pada 78 murid.


Mereka melihat Cincin Ruang dengan saksama, lalu mengikuti arahan Lin Chen yang mengharuskannya untuk meneteskan darah. Ketika darah sudah menetes, Cincin Ruang itu memancarkan sinar putih, menghilangkan Cincin Ruang bersamaan dengan sinar putih yang bergerak ke hari telunjuk mereka.


Semua orang dikejutkan dengan pemandangan Lin Chen yang mulai terbang, tapi bukan hanya Lin Chen, Yan Xue dan yang lain juga terbang bersama.


Lin Chen yang sudah terbang cukup tinggi, mengangkat tangannya untuk membuka celah ruang. Tanpa berlama-lama setelah celah terbuka, mereka berenam memasuki celah ruang.


Murid-murid terpana melihat 'Master' mereka yang menghilang tertelan ruang. Hingga akhirnya, mereka menangkupkan kedua tangan untuk memberikan penghormatan.


"Aku akan pergi menjadi Pendekar Pedang terkuat ..."


"Aku akan ke barat untuk menyebarkan pengetahuan Alkimia untuk membuat obat-obatan ..."


"Aku akan menolong banyak orang yang terluka dengan kemampuan Tabib ..."


Murid-murid mulai berpencar ke tempat yang berbeda, menggapai tujuan masing-masing untuk menyebarkan nama Sekte Chenlong dan tidak mempermalukan nama Master mereka.

__ADS_1


***


Semesta Lantian


Celah ruang berwarna biru terbuka di angkasa luar yang luas, dengan bintang-bintang besar yang berada di sekitar. Dari dalam celah ruang itu terlihat ada pemuda yang tingginya lebih dari dua meter, dan seterusnya.


"A- A- Ayah!" Lin Da Zixuan panik saat tiba-tiba sudah ada di angkasa luar.


Lin Chen membawa Lin Da Zixuan yang terlihat panik. Ia bisa mengerti hal itu, mengingat Lin Da Zixuan baru bisa terbang, dan sekarang sudah harus diam di angkasa luar.


"Tenang, kita sudah ada di Semesta Lantian. Di sini banyak monster-monster kuat yang cocok untuk kalian berlatih." Lin Chen menepuk-nepuk punggung Lin Da Zixuan.


"Untuk Yi'er ..." Lin Chen mengalihkan pandangannya pada Xue Ying yang sedang menggendong Lin Qiao Jianying di sebelah kirinya. "Itu adalah monsternya." Ia menunjuk ke arah kiri atasnya.


Hanya dari jari yang menunjuk, ada celah hitam yang terbuka lebar melebihi bintang terbesar di Semesta Lantian. Celah ruang itu tidak pekat, mereka bisa melihat apa yang ada di dalamnya, itu adalah Monster Kuno. Bukan hanya satu, tapi ratusan Monster Kuno yang mencoba untuk keluar dari sana.



Xue Ying yang melihatnya merasa sedikit takut, tidak menduga jika monsternya memiliki penampilan yang menyeramkan. Bahkan ada yang bentuknya seperti ikan pari, manusia berbadan gurita dengan sayap kumbang, ada juga ikan biru besar yang sepertinya mampu menelan bintang.


Lin Chen menurunkan tangannya, menghilangkan Dimensi Ruang yang ia buka, tapi tidak dengan segelnya. Kekuatan Monster Kuno itu mencapai Heavenly Immortal tahap Menengah, dan itu masih terlalu awal bagi Xue Ying.


"Jadi, apakah Yi'er ingin melawannya?"


Xue Ying terdiam sejenak dengan kepala tertunduk, kemudian mendongak ke kanan. "Tentu, tapi nanti saat Yi'er bertukar tubuh. Ini hanyalah kloning."


Lin Chen diam dan menganggukkan kepalanya.


Lin Da Zixuan yang sudah kembali tenang, mendongak menatap Ayahnya. "A- Apakah itu monster yang sering Ayah lawan?"


Lin Chen menundukkan kepala menatap Lin Da Zixuan, lalu dengan sedikit anggukan, ia menjawabnya, "Iya, mereka sangat senang menghancurkan bintang. Karena itu, Ayah melawannya terus-menerus."


Lin Da Zixuan gemetaran ketika mendengarnya, ada rasa semangat yang terbangun di dalamnya. Ia ingin menjadi seperti Ayahnya, yang melawan monster-monster kuat untuk menjaga kedamaian.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2