
Sudah satu bulan terlewati sejak kematian Shu Xiansha di Bintang Sheng. Banyak hal yang terjadi dalam waktu itu, seperti kacaunya kota-kota terdekat dan lebih banyak Ras Iblis yang datang, meski semuanya terbunuh dengan mudahnya karena kekuatan mereka yang turun drastis.
Peningkatan kekuatan Sekte Chenlong juga sangat memuaskan, tidak ada lagi yang berada di Ranah Immortal dalam kultivasi, kecuali anak kecil yang tidak berkultivasi.
Sudah banyak Immortal God dan Kaisar Dewa, bahkan Heavenly Immortal God juga terlahir dan Guang Li Xiqing juga berhasil menembus Ranah Ancient God.
Setelah hanya menghabiskan 200 Kuantiliun Point System, Lin Chen menyadari bahwa dengan jumlah sedikit itu mampu meningkatkan kekuatan banyak orang, sangat berbeda dengannya yang membutuhkan banyak Point Pengalaman.
***
Kota Abadi, Serikat Suci
Lin Chen sudah berada di Kota Abadi selama satu minggu lamanya dan menjalani hidup yang damai tanpa adanya masalah atau tekanan dari Pemerintah Kota. Penduduk di sini diperlakukan sama, entah itu Penyihir, Pendekar, Kultivator yang datang dari tempat lain.
Tidak ada perbedaan dalam pelayanannya. Bahkan di Kota Abadi tidak ada pemisahan seperti Wilayah Kultivator, Wilayah Penyihir, Wilayah Pendekar, Wilayah Kumuh dan lain sebagainya.
Saat ini Lin Chen sedang berada di Zhusu Tower yang memiliki 250 lantai dan menyewa seluruh kamar yang ada, dengan total 87.500 kamar. Ia juga menyewa gedung lain dengan jumlah kamar yang sama, dan ditempati oleh seluruh anggota Sekte Chenlong.
Dana yang digelontorkan untuk menyewa 10 Tower selama satu bulan tiga bulan penuh tidaklah sedikit. Dana yang digelontorkan berjumlah 262.500.000 Batu Roh kualitas Rendah.
Tapi bagi Lin Chen, itu seperti satu per empat dari 10 Point System.
Lin Chen berada di lantai paling atas sedang menikmati waktu bersantai yang sangat jarang bisa ia nikmati selama satu bulan penuh. Biasanya waktu santainya akan selalu saja terganggu, entah itu masalah yang datang, atau ia yang mencari masalah.
"Sangat indah, hari ini sangat tenang. Menikmati pemandangan modern fantasi di hari senja, ditemani dengan secangkir kopi—"
Baru saja Lin Chen sedang menikmati hari-hari tenangnya yang akan genap satu bulan, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka sangat keras. Melihat dari pantulan dinding kaca hitam, yang membuka pintu adalah Xue Ying.
"Ada apa, Yi'er?"
Xue Ying berjalan menghampiri Lin Chen dan mengambil semua camilan di atas meja samping Lin Chen. "Bibi menyuruh Kakak untuk datang ke Perpustakaan Bintang Sheng."
Lin Chen menaikkan sebelah alisnya. "Untuk apa? Apakah Bibi belum menemukan informasi mengenai Bintang Dongjie?" Sangat aneh jika Long Xia Yun masih belum menemukan satu pun informasi selama satu bulan ini.
"Bibi mendapatkan informasi mengenai Long Ka Xiang yang pernah datang ke Bintang Sheng."
__ADS_1
Lin Chen menghentikan gerakan tangannya yang hendak meneguk kopi. "Apakah kau yakin?" Ia menoleh ke kiri.
Xue Ying menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Memang tidak mengatakannya langsung jika itu Long Ka Xiang. Namun pernah ada Naga Oranye yang datang ke sini, dan kata Bibi ciri-cirinya sama seperti Long Ka Xiang."
Lin Chen terdiam sejenak melihat gedung tinggi seperti menara di seberang, yang jaraknya sekitar satu mil darinya. Pada bagian puncak gedung itu terdapat buku yang sangat besar, mungkin ukuran satu lapangan sepak bola.
"Baiklah." Lin Chen meletakkan cangkir berisikan kopi di atas meja sebelah kanannya. Kemudian ia berdiri dan berbalik menuju pintu keluar yang sudah terbuka. "Ayo kita pergi ke sana ..."
"Ngomong-ngomong, di mana Xue'er?" Lin Chen menoleh ke kanan belakang.
"Dia pergi bersama Ibu."
Lin Chen mengangguk kecil dan kembali melangkah. Ia tidak perlu khawatir jika Yan Xue bepergian ditemani Ibunya, yang bisa dianggap sangat kuat di Bintang Sheng. Bahkan meski kekuatannya juga terkena larangan Bintang Sheng, kekuatannya masih bisa mengguncang dunia.
Karena Lin Chen bersikap seperti manusia biasa di Kota Abadi, ia tidak bepergian melalui teleportasi, melainkan lift dan taxi terbang.
Ketika sudah berada di lantai dasar dan keluar dari bangunan, sudah ada mobil mewah yang bisa terbang menunggu di halaman depan.
Lin Chen dan Xue Ying masuk ke dalam mobil berwarna Hitam dengan corak biru.
"Perpustakaan Bintang Sheng," jawab Lin Chen yang bersandar.
Pria paruh baya yang mengenakan setelan hitam dan topi hitam itu menganggukkan kepala. Kemudian ia mengendalikan mobil untuk melayang ratusan meter, kemudian terbang melesat ke arah timur.
Hanya dalam waktu belasan detik saja sudah sampai di sana dan mendarat di depan Perpustakaan Bintang Sheng dengan selamat.
Lin Chen dan Xue Ying bisa masuk dengan mudah tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut lagi. Sudah banyak yang mengenal wajah Lin Chen yang dalam penyamaran ini, dan kedudukannya di Kota Abadi cukup tinggi. Ia dikenal sebagai Penguasa Terkaya, yang tidak pernah kekurangan uang.
Tinggi Gedung Perpustakaan Bintang Sheng sendiri setara dengan 250 lantai, dan sejauh kepala melihat ke atas, semua buku bisa terlihat sampai ke puncak. Menurut petugas yang bekerja di sini, ada lebih dari 50.000.000 buku yang ada dan bisa dibaca.
Lin Chen pergi ke lantai teratas yang tidak sembarang orang bisa membaca buku di sana, dan apabila tetap memaksa ingin membacanya. Setidaknya harus mendapatkan izin dengan membayar 1000 Batu Roh kualitas Tinggi. Harus kualitas Tinggi, tidak bisa Rendah atau Menengah.
Untuk naik ke atas sana, Lin Chen memutuskan untuk berpindah seperti biasa.
"Bibi, informasi apa yang ingin Bibi sampaikan?" tanya Lin Chen yang baru datang dan melihat Long Xia Yun di kelilingi tumpukan buku.
__ADS_1
Long Xia Yun mendongak menatap Lin Chen yang baru datang dan menghampirinya. Ia berdiri seraya melemparkan buku tebal bersampul cokelat kayu.
Lin Chen menangkap buku yang dilempar dan mulai membaca dari halaman pertama. Halaman pertama yang ia lihat adalah gambar Naga Oranye yang hampir sama seperti naga yang mereka panggil satu bulan lalu.
Belasan menit kemudian, Lin Chen sudah menyelesaikan membaca buku dan meletakkannya di atas meja.
Informasi yang ia dapat cukup mengejutkan dan membuatnya kesal. Ia benar-benar ingin membunuh Long Ka Xiang saat ini juga.
Dari yang bisa Lin Chen simpulkan, Long Ka Xiang datang ke Bintang Sheng karena ingin mencari Cincin Zhuxi yang ia gunakan saat ini. Namun karena tidak mampu mendapatkannya, Long Ka Xiang mengerahkan seluruh pasukan untuk menghabisi setengah penduduk Bintang Sheng.
Alasan lainnya adalah mencari keberadaan Long Xia Yun yang melarikan diri, dan berniat membunuhnya bersama dengan Xue Ying yang masih kecil.
Mengapa semua informasi ini ada di sana? Itu karena ditulis oleh salah seorang penduduk Bintang Sheng yang ada saat kejadian dan menuliskannya. Yang kemudian buku ini terus diperbaiki agar sejarah tidak terlupakan.
Tapi dari sekian informasi itu, ada salah satu informasi yang sangat menarik. Entah apalah informasi ini benar keasliannya, ataukah sang penulis salah mendengarnya.
Informasi itu tertulis jika Long Ka Xiang sangat kesal karena tidak bisa membunuh Long Xia Yun dan Long Zhia Ying, serta tidak bisa mendapatkan darah maupun organ tubuh Long Li Chen.
Kemudian ada perkataan Long Xia Yun yang juga tertulis di dalam buku dengan bunyi, 'Sial! Yang Mulia Kaisar Surgawi sangat marah karena Pasukan Surgawi terbunuh setengahnya. Tapi tidak mendapatkan darah Li Chen brengs**!'
Lin Chen mendongak menatap Long Xia Yun yang masih membaca buku. "Bagaimana informasi tentang Paman Ho?"
Long Xia Yun yang masih fokus pada buku itu menjawab, "Sepuluh juta tahun lalu memang ada pertarungan di antara Galaxy Mazhelun dan Xiannuzuo. Harta benda juga berjatuhan di sini, dan sebagian besarnya sudah diambil oleh Pemerintah Serikat Suci ..."
"Bibi sedang mencari artefak apa yang mereka ambil, jika berhubungan dengan Ho Liiu Yaoshan, Bibi akan mengambilnya. Bahkan jika harus menggunakan kekerasan."
Lin Chen hanya bisa terdiam dan menganggukkan kepala. Sangat sulit untuk menghentikan Long Xia Yun yang saat ini, bahkan satu bulan tidak meninggalkan Perpustakaan Bintang Sheng dan tidak makan sama sekali.
Lin Chen berdiri dari tempatnya dan pergi ke belakang Long Xia Yun, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke samping wajah Long Xia Yun. "Bibi, aku pergi dulu. Jangan lupa untuk beristirahat." Ia mengecup lembut pipi Long Xia Yun, kemudian pergi.
Long Xia Yun mendongak, melihat Lin Chen yang pergi dan tumpukan buku secara bergantian. Kemudian menutup buku yang sedang ia baca. "Baiklah, aku juga harus menikmati Kota Abadi ..."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...