Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 108 : Hutan Siwangzha


__ADS_3

Lin Chen kembali ke hutan terdekat dari bagian timur kota, dan duduk di salah satu dahan pohon besar. Ia melihat Qiang Dewei yang sedang menyuling pil menggunakan Tungku Alkimia Phoenix.


Qiang Dewei membuat segel tangan, yang kemudian mendorongnya ke depan. "Api! Menyala!"


Api merah yang sangat panas mulai membakar Tungku Alkimia Phoenix, terlihat ukiran yang sama dengan nama Tungku Alkimia mulai menyala, dengan siluet yang sama. Siluet Phoenix terbang dari dalam tungku, yang kemudian kembali masuk setelah semua bahan dimasukkan.


Lin Chen masih mengamati dengan tenang tanpa menganggu Qiang Dewei yang menyuling pil. Ia memiliki kesan yang baik terhadap Qiang Dewei melalui ingatan yang ia lihat, mungkin cocok untuk Xue Ying. Tapi, saat melihat perlakuan yang diterimanya di Paviliun Alkimia dan Obat, ia merasa tidak ingin Xue Ying memiliki pasangan seperti Qiang Dewei.


Biarlah, mungkin aku tidak bisa membuatmu menjadi adik ipar ku, tapi setidaknya aku akan melihat langkah apa yang akan kau ambil ke depannya. Jika kau mengambil langkah yang salah, berniat untuk menghancurkan Semesta, maka aku akan membunuhmu saat itu juga.


Lin Chen menghilang, menyatu dengan atmosfer sekitar untuk mengamati gerak-gerik Qiang Dewei.


Ia tahu Qiang Dewei berusaha untuk menembus Earth Realm dalam waktu tiga bulan, tapi itu tidak akan mungkin bisa terjadi. Bahkan jika Qian Dewei terlahir kembali, membawa pengetahuan dari masa depan, tentunya tidak mungkin bisa menembus Earth Realm dari Bone Realm.


Bone Realm, Body Realm, Blood Realm, Spirit Realm. Qiang Dewei membutuhkan 1.000.000 tahun untuk menembus Heavenly Realm tahap Akhir di kehidupan pertama, dan setelah terlahir kembali dengan ingatan yang masih sama. Ia menduga akan memakan waktu 120 tahun.


***


Kota Xuyin


Walaupun sudah mengembalikan tubuh utamanya ke sini, pikirannya masih memikirkan Dewa Xing dan peristiwa yang sebentar lagi akan terjadi. Sebelumnya ia hanya melihat sedikit ingatan, tapi sebenarnya ada kata-kata yang diucapkan dengan jelas oleh Dewa Xing.


'Terimakasih karena kau sudah mau menjadi murid dan tungku manusia selama ini. Pengorbanan mu tidak akan sia-sia, aku akan menembus Ranah ke Sembilan! Lalu menguasai semua Semesta!'


Ada kebimbangan terhadap Qiang Dewei saat mendengar 'Semua Semesta', yang mana Qiang Dewei hanya mengetahui jika Semesta hanya ada satu, dan itu Semesta Xing.


Hanya dalam waktu 1.000.000 tahun ke depan, Dewa Xing akan menembus Ranah 9 dari God Realm tahap Awal. Ini adalah hal yang tidak boleh sampai terjadi, dan salah satu cara untuk mencegah peningkatan Dewa Xing, adalah dengan melindungi Bintang Xu.


Tapi, dengan dilindungi Bintang Xu, maka pertarungannya dengan Dewa Xing akan terjadi lebih cepat dari yang seharusnya, karena ia akan membunuh semua pasukan yang dikirimkan.


"Ada apa?" Yan Xue merasa pikiran Lin Chen sedang berada di tempat lain, meski tatapannya tertuju pada Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan.


Lin Chen yang duduk di kursi taman kota itu menghela napas panjang dan menyandarkan badannya. Tatapannya masih tertuju pada anak-anak yang sedang bermain dengan anak-anak sekitar. "Aku merasa, sebentar lagi akan ada perang besar. Karena itu, saat itu terjadi, aku akan menyembunyikan kalian di dalam Ruang Dimensi."


Yan Xue menggenggam punggung tangan kanan Lin Chen. "Karena Gege mengatakan itu, apakah musuh yang datang sangat berbahaya?"


Lin Chen menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab, "Sekitar tiga juta Earth Realm."


Genggaman tangan Yan Xue semakin kuat, dan ada rasa khawatir dan kecewa. Ia kecewa pada dirinya sendiri karena masih sangat lemah, meski sudah berlatih sekuat tenaga. Bahkan meski ia termasuk berbakat ketimbang orang-orang yang seusianya, ia tetap tidak bisa bertarung di sini Lin Chen.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, Yi'er datang bersama kita, meski hanya sebatas klon saja."


Yan Xue mendongak dan menoleh ke kiri. "Bisakah dia mengendalikan klon dari dimensi dan waktu yang berbeda?" Ia sangat terkejut dengan hal ini, karena yang ia tahu, hanya Long Xia Yun dan Lin Chen saja yang mampu.


"Yah. Karena dia memiliki darah dari Ras Roh, lalu dia juga sudah menembus Ziranzhi tahap Menengah."


Tapi daripada itu, Lin Chen menduga pecahan tubuh dari Chen Hao Ling juga turut andil dalam peningkatan kekuatan dan bakat Xue Ying.


Bagaimanapun, Xue Ying masih System, yang menggunakan pecahan tulang dari Chen Hao Ling, sehingga jika ada tambahan organ dari kehidupan pertama, kemampuan Xue Ying juga meningkat.


Yan Xue menundukkan kepalanya. "Maaf."


"Tidak perlu." Lin Chen mengusap punggung tangan Yan Xue. "Aku menikahi mu karena aku mencintaimu, bukan karena ingin kau bertarung bersamaku dan mendapatkan luka."


Kata-kata Lin Chen memang terdengar hangat, tapi Yan Xue tidak merasa senang, melainkan sedih, sakit hati dan kecewa. Ia merasa dirinya hanyalah sebuah beban yang tidak bisa diandalkan.


"Aku akan membantumu untuk menembus Huangdi, Tongzhi dan Ziranzhi. Xue'er tidak perlu khawatir." Lin Chen merasa apa yang ia katakan sebelumnya membuat Yan Xue lebih tertekan, karena itu, ia ingin membantunya dengan membunuh monster-monster di sini.


***


2.500.000 Mil ke Arah Utara dari Kota Xuyin


Ada sebuah hutan dengan dedaunan berwarna hitam yang disebabkan oleh miasma. Miasma ini bukan berasal dari gas bumi, melainkan karena ada monster yang katanya tertidur jauh di dalam hutan. Hutan ini sendiri memiliki ukuran yang cukup besar, mungkin seukuran Bumi, 13.980 × 13.980 mil.


Keberadaan tempat ini ia ketahui dari pembicaraan penduduk, dan membaca buku-buku di perpustakaan umum. Tapi, dari itu semua, karena ia sudah menyatu dengan Bintang Xu, ia bisa dengan mudah mengetahui semua tempat, hanya saja tidak dengan sejarahnya.


"Benar-benar indah. Miasma hitam dengan energi kematian yang pekat, sangat cocok untukku yang memiliki Dao Iblis." Lin Chen melayang turun dari ketinggian langit, mendarat di tepi Hutan Siwangzha.


"Dewa Xing? Apakah itu Anda?"


Lin Chen yang baru turun mendapatkan sambutan dari suara yang terdengar serak dan berat, dengan adanya aura yang sangat menekan di setiap perkataannya. Bahkan, miasma di Hutan Siwangzha juga mulai bertambah pekat, sebelum akhirnya mulai menipis kembali.


"Apakah rencana penghancuran Bintang Xu ingin Anda percepat?"


Lin Chen terdiam ketika mendengarnya, teringat dengan ingatan yang baru saja ia lihat. Dalam penyerangan Bintang Xu, ada monster besar seperti naga, meski tidak dalam bentuk naga kepercayaan dari China, melainkan Eropa.


Lin Chen berdehem seraya menekan sedikit tenggorokannya, lalu berucap dengan suara yang berbeda, "Percepat menjadi satu bulan." Ia tidak ingin menunggu terlalu lama sampai tiga bulan untuk membunuh Earth Realm.


"Baik, Tuanku."

__ADS_1


Lin Chen tersenyum ringan, berjalan memasuki Hutan Siwangzha lebih dalam lagi. Banyak monster yang ia temui, yang kekuatannya dari Blood Realm sampai Earth Realm.


Untuk Heavenly Realm, sangat sulit ditemukan, bahkan ingatan dari Qiang Dewei di masa depan hanya ada dua orang saja.


Ketika ia sedang berjalan, tiba-tiba ia berhenti saat berada di sekitar semak-semak. Dengan kecepatan penuh, ia mengibaskan tangannya memasuki semak-semak, menangkap batang leher dari monster dengan bentuk Lizardman.


"Semua monster di sini memiliki racun dan warnanya selalu sama, hitam. Mungkin mereka terkena miasma dan berevolusi."


Lin Chen mencengkeram erat leher monster hingga meledak.


"Naga di dalam hampir menembus Heavenly Realm, cocok dijadikan sebagai bahan latihan. Aku sudah terlalu lama tidak bertarung. Aku juga akan menahan diri sebanyak mungkin, agar pertarungan ini bisa berlangsung lama."


Lin Chen menghela napas panjang, lalu bergerak menuju bagian terdalam dari Hutan Siwangzha dengan kecepatan penuh.


Boom!


Gerakan Lin Chen ini sampai menimbulkan efek angin yang sangat kuat, membuat pepohonan beterbangan dengan parit besar yang terbentuk di belakangnya.


Hanya dalam hitungan detik, ia sudah tiba di depan gunung batu tinggi berwarna hitam. Tanpa berlama-lama, ia melepaskan pukulannya pada udara di depannya, membuat udara bertekanan tinggi melesat menghantam gunung batu.


Boom! Duarr!


Gunung batu meledak setelah terkena pukulan, meski ada sedikit delay selama satu detik. Ketika gunung batu meledak, terlihat ada Naga Hitam yang sedang tidur dengan sepasang sayap yang melindungi tubuhnya.


Naga Hitam itu membuka satu matanya, menatap tajam Lin Chen yang bagaikan semut menurut pandangannya. "Kau. Bukan Dewa Xing!"


Lin Chen memiringkan kepalanya menatap Naga Hitam, dengan melipat kedua tangan di depan dada. "Kau cukup bagus untuk dipelihara, bagaimana jika kau menjadi hewan tungganganku?"


Aura merah kehitaman mulai menyelimuti Naga Hitam, kemudian Naga Hitam berdiri dengan dengan dua kaki seraya membuka sepasang sayapnya. "Beraninya kau manusia rendahan!"


Bang!


Gelombang angin kencang menyebar dengan Naga Hitam sebagai pusatnya, menyatu habis Hutan Siwangzha dan sekitar.


Lin Chen sedikit membuka mulutnya, lalu meniupkan angin dari dalam mulutnya. Ada embun es yang keluar, yang dalam sekejap mata membentuk dinding es, menyelimuti arena dalam radius 75.000 mil.


Seketika itu juga, efek beruntun dari Naga Hitam terhenti saat membentur dinding es.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2