
"Jika Kakak datang, mengapa Kakak tidak menemui Ayah dan Ibu?"
Xue Ying tahu tentang kedatangan Lin Chen yang kembali ke Bintang Qiang, meski yang lain tidak mengetahuinya. Bagaimanapun, sedikit banyaknya mereka berdua memiliki hubungan tentang jiwa, karena itu jugalah, bakatnya dalam kultivasi meningkat tajam.
Kekuatan Xue Ying sendiri sudah cukup memuaskan, mungkin yang terkuat di Semesta Yongheng setelah Lin Chen, dengan Ranah Earth Realm tahap Menengah.
Lin Chen yang duduk di kursi goyang seraya melihat murid-murid Sekte Chenlong, menoleh dan menjawabnya, "Aku hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan di sana, aku tidak berencana untuk bertemu. Tidak sampai semuanya berakhir."
"Tapi, pastinya akan membutuhkan waktu lama. Bagaimana jika Chang'er tidak mengenali Kakak? Lagi pula, Kakak sudah berjanji akan pulang setiap satu tahun."
"Chang'er?" Lin Chen mengerutkan keningnya karena tidak mengetahui siapa itu, tapi saat teringat akan bayi kecil yang dibawa Long Xia Yun, ia mulai menyadarinya. "Apakah itu putra Bibi?"
Xue Ying menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, memang dia sudah diberi tahu tentang Kakak, tapi bayi yang baru berusia dua tahun, tahu apa?"
Lin Chen tertegun seraya mengetuk-ngetuk jarinya di sandaran tangan. Masih terlalu awal untuk kembali, tapi, tidak ada salahnya untuk mengenalkan Lin Mein An pada keluarga besarnya.
"Anak-anak." Lin Chen melihat anak-anaknya yang sedang bermain bersama Yan Xue.
Ketiganya menoleh ke belakang, melihat Lin Chen yang menatap mereka. "Iya, Ayah?"
Lin Chen mengusap kepala ketiga anaknya secara bergantian. "Kita akan kembali dan menemui Kakek dan Nenek kalian."
Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan membuka mulutnya lebar, matanya bersinar-sinar menjelaskan keinginan dan kebahagiaan. "Benarkah!?"
"Iya." Lin Chen menjawabnya singkat.
Yan Xue yang datang menghampiri, menatap Ke Chen dengan tatapan penuh tanya, tapi ada juga kebahagiaan karena bisa bertemu kembali dengan orangtuanya setelah lama berpisah, terlebih lagi ia penasaran dengan keadaan Yan Lin saat ini.
Lin Chen menyadari tatapan Yan Xue. Ia tersenyum ringan dan menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
"Aku akan kembali, tapi hanya sementara saja, harusnya Yi'er tahu alasannya." Lin Chen mengirimkan transmisi suara pada Xue Ying.
Xue Ying hanya diam dan menganggukkan kepalanya, mengerti maksud dari perkataan Lin Chen.
Lin Mein An menundukkan kepalanya dengan tangan berada di dada. Ia merasa tidak pantas untuk bertemu dengan 'Kakek' dan 'Nenek', karena ia hanyalah anak yang diadopsi, bukan anak kandung. Terlebih lagi, ia masih memikirkan bagaimana masa lalunya, yang merupakan rakyat jelata dari tempat kumuh tak beraturan.
Lin Mein An takut jika 'Kakek' dan 'Nenek' tidak menerimanya, yang kemudian membuangnya kembali. Karena, lebih terasa menyakitkan saat diterima kemudian dibuang, daripada dibuang diawal tanpa diberikan harapan.
__ADS_1
Yan Xue sedikit membungkukkan, memeluk Lin Mein An dari belakang. "Tidak perlu mengkhawatirkannya, Mei'er adalah putri kami."
"Benar." Lin Da Zixuan menoleh ke kanan menatap Lin Mein An. "Kakek dan Nenek sangat baik, mereka baik pada siapa pun."
Lin Qiao Jianying berdiri di depan Lin Mein An, dan mencoba menghiburnya dengan kata-kata manis. Mengatakan bahwa Lin Zhian dan Luo Yi sangat baik hati, akan selalu menerima semua orang yang baik padanya, tapi, tidak halnya jika yang mencari masalah.
"Kapan Kakak berencana kembali?" tanya Xue Ying.
Lin Chen terdiam sejenak seraya membuka layar interface untuk melihat statistik miliknya, berapa banyak lagi jumlah Point Pengalaman yang dibutuhkan untuk menembus tahap Akhir dari God Realm, setelah berkultivasi selama tiga tahun terakhir.
[Ranah : God Realm tahap Menengah (189.250 Sektiliun/300.000 Sektiliun)]
Aku hanya perlu membunuh setidaknya tujuh belas God Realm tahap Awal. Jika itu dulu, mungkin aku bisa membunuhnya dengan mudah. Tapi sekarang, God Realm tahap Akhir menjaga semua Semesta. Bahkan dua God Realm tahap Puncak juga ikut berjaga-jaga, batin Lin Chen.
Tapi, jika aku tidak bertindak, semuanya akan selalu seperti ini tanpa akhir. Setelah bertemu Ayah dan Ibu, aku akan langsung mengerang, membawa ratusan ribu klon.
"Besok ..." Lin Chen mendongak ke kiri menatap Xue Ying, lalu menoleh ke kanan menatap Yan Xue. "Kita akan kembali besok, tidak perlu berpamitan pada murid-murid. Karena aku bisa meninggalkan klon di sini untuk menjaga sekte."
Lin Chen menekan kedua tangannya di sandaran tangan di kursi, berdiri dan turun dari podium untuk melihat murid-murid yang berlatih dari dekat. Walaupun hanya pelatihan fisik dan pernapasan yang membantu meningkatkan stamina dan kecepatan, serta kebugaran tubuh, murid-murid di sini bisa melawan monster Rank S.
***
Keesokan Harinya
Kota Chen, Bintang Qiang
Lin Chen sudah memasukkan semua orang ke dalam Ruang Dimensi dan ia juga sudah memindahkan fungsi Tubuh Utama pada 'Dirinya' yang bersembunyi di danau. Ia hanya perlu keluar dari persembunyiannya untuk sampai.
"Yi'er, mengapa kita harus kembali?" Luo Yi berjalan mengikuti langkah Xue Ying yang membawanya ke danau. Sebelumnya mereka pergi ke Daratan Tianhu yang berada jauh di utara Kota Chen.
"Tidak ada." Xue Ying menggelengkan kepalanya, lalu berbalik menatap Luo Yi. "Yi'er hanya ingin melihat danau ciptakan Kakak."
Boom!
Ada ledakan besar dari dalam danau, yang menyemburkan air dalam volume besar ke langit, kemudian jatuh seperti badai hujan yang menimbulkan gelombang pasang yang cukup besar.
Lin Zhian muncul tiba-tiba di depan Luo Yi, bersiap-siap apabila ada serangan yang datang dari dalam danau. Tapi, disisi lain ia merasa aneh tentang ledakan, karena tidak mungkin putranya meninggalkan bahaya di Bintang Qiang, apalagi di Kota Chen.
__ADS_1
"Sudah lama."
Belasan orang menengadahkan kepala melihat ke langit ketika mendengar suara yang tidak asing lagi bagi mereka, terlihat ada pemuda berambut putih panjang yang mengenakan Tang Suit.
Pemuda yang tidak lain Lin Chen, melayang turun dari langit dan mendarat tepat di depan Lin Zhian. "Ayah, sudah lama."
Lin Zhian menghela napas lega ketika yang menjadi sumber ledakan ternyata Lin Chen. Tapi perhatiannya langsung teralihkan pada danau yang mengelilingi Pohon Dewa. "Apakah kau selalu di sana?" Ia menunjuk danau.
Lin Chen melirik ke belakang, lalu tersenyum ringan. Ia mengangkat tangan kanannya, menjentikkan jarinya. "Maksudnya ini?"
Fluktuasi energi spiritual berkumpul di langit Kota Chen, angin kencang bertiup menerbangkan dedaunan, serta danau kembali bergolak seperti air yang mendidih. Perlahan, mulai bermunculan Lin Chen yang lain, yang sedang duduk bersila dengan mata terpejam, entah mengapung atau mengambang di danau, dan melayang di langit.
Semua orang yang berhubungan dengannya, terkejut ketika melihat ada ratusan ribu klon Lin Chen yang selama ini berada di Kota Chen tanpa mereka sadari.
"Aku yang berada di sini hanyalah klon, tubuh utamaku berada di Bintang Logia, Semesta Pedang."
Lin Chen mengibaskan tangannya pelan, menimbulkan fluktuasi energi yang memunculkan Yan Xue, Lin Qiao Jianying, Lin Da Zixuan dan Lin Mein An.
Luo Yi yang berdiri di belakang Lin An Guang dan Lin An Peiyu, fokus pada gadis yang asing. Tapi ia tahu jika ada darah dari Ras Naga yang mengalir di dalamnya, meski sangat kecil, tidak seperti Lin Qiao Jianying yang 50% Ras Naga, Lin Da Zixuan 30% Ras Naga.
"Siapa dia?" Luo Yi datang menghampiri dan sedikit berlutut agar tingginya sejajar dengan Lin Mein An.
"Mein ..." Lin Chen mengusap kepala Lin Mein An. "Lin Mein An, aku mengadopsinya, untuk alasannya, aku akan menjelaskannya nanti."
Lin Mein An gemetaran karena takut melakukan hal yang salah. Ia hanya menunduk melihat kedua kakinya tanpa bersuara, tangannya berpegangan pada pakaian yang ia kenakan.
Luo Yi menyadari rasa takut Lin Mein An. "Mein, Mei'er, kan? Mei'er bisa memanggilku 'Nenek'." Ia mengusap kepala Lin Mein An, lalu mengenalkan semua orang yang ada di sini.
Dari Hua Jia Ran, Long Min Zhong, Wang Ji Fei, Lin Zhian, Long Xia Yun, Ho Liiu Yaoshan, Guang Li Xiqing, Yan Zhong, Ji Yue Ling serta anak-anak.
Ketakutan dan kegugupan Lin Mein An menghilang ketika semuanya menerima kedatangannya. Ia tersenyum cerah, menyapa semua orang.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1