Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 203 : Harta Berharga di Tiga Alam


__ADS_3

Lin Chen meninggalkan Yan Xue seorang di Bintang Qiang. Ia ingin melakukan hal terpenting sebelum naik ke Alam Tiantang, dan ia tidak ingin membawa Yan Xue ke sana.


"Dimensi Ruang Chen Hao Ling. Harta apa yang 'Aku' simpan di dalam sana?"


Dimensi Ruang ini bisa dibuka di tempat mana pun, asalkan yang membukanya memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan: Lord Realm dan Darah.


Lin Chen datang ke bagian terjauh dari Galaxy Zhongyang; tidak ada kilauan bintang maupun kehidupan. Ia tidak tahu ada efek atau fenomena apa saat membuka Dimensi Ruang—karena itulah ia melakukannya di tempat sepi.


Lin Chen mengangkat tangannya ke atas seperti sedang menopang langit, kemudian menurunkannya ke depan seperti menyentuh dinding. "Menyebar."


Telapak tangan kanannya bercahaya emas dan putih, kemudian menyebar membentuk jaring laba-laba. Energi itu mulai berubah bentuk menjadi lingkaran yang dipenuhi oleh huruf-huruf kuno maupun pola-pola aneh.


Telapak tangan Lin Chen mengeluarkan darah saat masih menyentuh lingkaran berwarna emas di depannya. Darah itu bergerak mengikuti ukiran pola sampai mengubah semuanya menjadi warna merah gelap.


Ngung, ngung...


Dengungan yang cukup keras berasal dari lingkaran merah di depannya dan ada angin bertiup kencang seperti pedang tajam yang liar. Perlahan, lingkaran di depannya berubah bentuk menjadi Gerbang Dimensi berwarna merah darah.


Ada sebuah huruf yang tertulis di sana, 杀 atau Sha yang memiliki arti Membunuh!


Niat membunuh yang mengerikan, dengan angin dingin menusuk ke tulang bisa dirasakan. Bahkan Lin Chen merasa sedikit tertekan hanya karena satu kata yang tertulis di Gerbang Dimensi, tapi bukan takut yang terlihat di wajahnya, melainkan kagum pada dirinya sendiri yang menciptakan Gerbang Dimensi.


Kata untuk membunuh!


Aura merah seperti gelombang api mulai bergerak mencoba menelan Lin Chen, tapi saat Lin Chen sudah tertelan sepenuhnya, aura itu menghilang karena memasuki tubuhnya yang menambahkan kekuatannya.


Kata 杀 pada Gerbang Dimensi memudar dan menghilang, membuat Gerbang Dimensi berubah warna menjadi putih bersih tanpa kotoran.


Bang!


Gerbang Dimensi terbuka dengan angin kuat yang bertiup dari dalam, menghantam tubuh Lin Chen namun tidak memberikan luka.


Lin Chen melangkah memasuki Gerbang Dimensi yang di dalamnya putih bersih, mungkin karena Gerbang Dimensi berubah warna dan itu memengaruhi bagian dalamnya.


Tidak ada keraguan di matanya saat mengambil langkah, hanya ada rasa penasaran dan rindu yang entah mengapa tiba-tiba ia rasakan. Ketika sudah melewati Gerbang Dimensi, hal pertama yang dirasakannya adalah angin bertiup pelan dengan rasa hangat yang menenangkan.


Semuanya berwarna putih; tidak ada apa pun di sini bahkan dengan penglihatan Lin Chen. Hingga tak lama kemudian, cahaya putih yang menyilaukan mata mulai meredup dan tergantikan oleh hamparan rumput hijau.

__ADS_1


Lin Chen terus melangkah lebih dalam dan menemukan bahwa semuanya kosong, tidak ada hal spesial seperti harta berharga yang dikatakan Chen Hao Ling. Namun saat ia mulai meragukan Gerbang Dimensi, tiba-tiba ada sebuah gubuk kecil yang terbuat dari kayu cokelat sedikit lapuk, atapnya menggunakan jerami yang dianyam dan pintunya terlihat miring.


Air mata di matanya mengalir deras di pipi dan jatuh tanah.


Air mata Lin Chen menimbulkan ledakan gelombang energi yang tidak terlalu kuat, namun berdampak besar bagi Dimensi Ruang di dalam Gerbang Dimensi. Yang sebelumnya hanya hamparan rumput, mulai ditumbuhi oleh ramuan herbal dan bunga-bunga indah, domba-domba kecil yang menyusu di induknya juga terlihat.


Pepohonan mulai tumbuh dengan daun yang lebat, menghalau sinar matahari dan memberikan tempat untuk bernaung.


Tubuh Lin Chen bergetar dan lututnya lemas, tidak mampu menahan posisinya untuk tetap berdiri, seperti ada beban yang berat di pundaknya untuk membuatnya berlutut.


Bug...


Lin Chen berlutut dengan air mata yang makin deras; tatapan matanya tertuju pada tiga patung yang terbuat dari Baja Surgawi, berdiri di depan gubuk kecil.


Patung itu adalah Chen Haiyang yang sedang merangkul bahu Yi Xinran, lalu ada Chen Hao Ling yang berdiri di antara keduanya. Chen Hao Ling masih sangat kecil, berusia lima tahun, mengenakan pakaian kain kasar; matanya terpejam dengan senyum lebar mengungkapkan kebahagian dan mengangkat kedua tangannya yang membawa kentang.


Lin Chen bersujud kepada patung di depannya, kedua tangannya menyilang untuk bantal wajahnya dan tangisnya semakin keras.


Lin Chen menganggap dirinya bodoh dan tidak berbakti saat menganggap harta yang disimpan Chen Hao Ling adalah Batu Spiritual maupun Perlengkapan Ilahi. Harusnya ia tahu, harta terbaik dan berharga di dunia adalah orangtuanya.


"Aku ... sangat emosional." Lin Chen menyadari bahwa akhir-akhir ini ia sering menangis di usianya yang lebih dari setengah abad.


"Ini adalah harta yang lebih berharga dari Artefak Ilahi—Tidak! Bahkan Artefak Dewa! Rumah ini adalah Artefak Dewa yang mampu menghalau panas, hujan dan perasaan sepi."


Lin Chen membuka pintu perlahan, menimbulkan suara decitan yang tidak asing. "Bahkan suaranya sama."


Hal pertama yang dilihatnya saat memasuki rumah adalah meja kayu berwarna cokelat kering dan bagian salah satu sisinya patah, kaki meja juga tidak rata; tiga kursi juga terlihat dan ada gelas maupun piring di atas meja.


Lin Chen mengusap meja kayu yang kasar, merasakan teksturnya sama. Kemudian, ia berjalan menuju pintu kamarnya yang awalnya itu adalah gudang, namun dibuat menjadi kamar karena ia bergabung dengan keluarga Chen.


Lin Chen hanya berdiri di tengah-tengah pintu setelah membukanya, melihat kamar tidur yang tetap sama dari segi aroma maupun kelembaban ruangan.


"Walaupun aku dulu termakan oleh emosi dan berubah menjadi Iblis, aku tetap memiliki ingatan tentang orangtua, sampai-sampai membangun sebuah tempat seperti ini setelah mencapai Lord Realm."


"Aku juga berhasil membalas dendam terhadap Monster Kuno, meski tidak semuanya karena mereka tumbuh dengan cepat dan terlalu merepotkan."


Lin Chen menghela napas panjang, kemudian berpindah ke ruangan lain di mana Chen Haiyang dan Yi Xinran tidur. Ia tidak benar-benar masuk ke dalam, sama seperti sebelumnya yang berdiri di tengah-tengah pintu yang terbuka.

__ADS_1


Tempat tidur kayu yang di atasnya diletakkan tumpukan daun maupun bulu domba, lalu dilapisi dengan kain putih kusam penuh tambalan. Bantalnya menggunakan kayu lunak yang dihaluskan, dan bantal empuk diberikan padanya yang masih kecil.


"Ayah dan Ibu banyak berkorban untukku, mereka menahan lapar, menahan siksaan saat meminta susu dari desa sebelah."


Lin Chen terus mengitari setiap sudut rumah dan menyadari bahwa seluruh bagiannya benar-benar sesuai, tidak ada perbedaan sana sekali, bahkan sampai suhunya.


"Aku akan membawanya pulang." Jika membawanya pulang, Lin Chen bisa melihatnya setiap saat tanpa harus membuka Gerbang Dimensi untuk mengenang masa-masa indah sebelum kehancuran karena Monster Kuno.


Lin Chen berjalan keluar dari rumah dan saat sudah sampai di luar, ia mengangkat tangannya mengarahkan pada rumah maupun tiga patung yang berdiri di depannya.


Energi putih menyelimuti rumah dan patung, kemudian mereka berubah menjadi partikel cahaya yang menghilang dalam sekejap.


Lin Chen yang sudah menyimpan harta berharga itu, menghilang seperti cahaya yang tertelan oleh ruang.


***


Kota Chen, Bintang Qiang


Lin Chen datang ke dalam Pohon Dewa untuk meletakkan harta yang sudah diambilnya dari Ruang Dimensi Chen Hao Ling. Ia menyimpannya di tempat tertentu yang hanya bisa dimasuki olehnya, Lin Zhian dan Luo Yi. Jika ia membiarkan siapa saja bisa memasukinya, harta miliknya bisa rusak dan bisa menimbulkan rasa iri.


Terutama untuk Lin An Guang dan Lin An Peiyu, meski mereka sudah berusia 19 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan mereka iri melihat patung dirinya bersama Chen Haiyang atau Lin Zhian dan Yi Xinran atau Luo Yi.


Lin Chen masuk ke dalam rongga dahan Pohon Dewa yang setidaknya bisa dibangun kota kecil di dalamnya. Ia menciptakan hamparan rumput, awan maupun sinar matahari menggunakan array, kemudian mengangkat tangannya seperti menyentuh dinding.


Ada partikel cahaya yang keluar dari telapak tangan, bergerak ke depan menuju hamparan rumput. Ketika cahaya itu jatuh di hamparan rumput, cahaya itu mulai membesar dengan bentuk menyerupai rumah, dan saat cahaya meredup, terlihat bentuk aslinya yang masih terjaga dengan baik.


Lin Chen memasang lebih banyak formasi untuk menjaga keadaan tempat ini agar tetap sama dan tidak ada yang bisa memasukinya selain yang bersangkutan. Aura di dalam rongga dahan Pohon Dewa meningkat dengan angin bertiup, dinding spiritual terlihat berlapis-lapis, bukan satuan atau puluhan, melainkan ratusan.


Ia juga menambahkan Artefak Ilahi berbentuk Harimau dan Serigala yang terbuat dari Baja Surgawi. Berfungsi untuk menghalau dengan cara meniupkan angin kencang, tidak memberikan luka, hanya menghempaskan siapa saja yang tidak bersangkutan untuk keluar.


Senyum puas terlihat di wajahnya setelah menyelesaikan pekerjaannya.


Lin Chen berbalik meninggalkan tempat, pergi ke Puncak Pohon Dewa untuk mendatangi orangtuanya dan memberi tahu tentang Ruang Harta. Kemudian, membantu Yan Xue menerobos God Realm.


"Aku sangat sibuk, aku hanya mempunyai satu minggu lagi. Kemudian, aku dan Xue'er akan pergi ke Alam Tiantang. Kepergian kali ini akan aku rahasiakan dari yang lain."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2