
Bilik VIP No.02
Lin Chen melihat daftar barang yang akan dilelang pada hari ini, ada sepuluh barang berbeda dengan tiga di antaranya tidak disebutkan barang apa itu, dan menjadi barang utama dengan kemungkinan harga termahal. Ia sudah bisa menebak barang apa itu, barang awal yang di daftar juga tidak terlalu berguna untuk para Kultivator.
Untuk barang terakhir, salah satu dari mereka tentunya adalah Artefak Ilahi yang menggantung Element Es, itu karena ia merasakan dingin yang membuat Element Es miliknya sedikit bertambah.
Berbicara tentang masalah elemen, ada salah satu pertanyaan yang sampai saat ini beluk ia dapatkan jawabannya, karena ia memang bertanya pada dirinya sendiri.
Lin Chen mendongak menatap Long Xia Yun yang sedang melihat ke bawah kanan, melihat pusat lelang melalui jendela kaca. "Bibi, apakah Tubuh Dewa Kematian termasuk Kultivasi Iblis? Karena aku merasa cara meningkatkan kekuatannya hampir sama."
Long Xia Yun menoleh ke kiri dan menatap Lin Chen. "Kultivasi Iblis adalah teknik yang berhubungan dengan darah, jiwa, dan mayat, memang hampir sama seperti Dewa Kematian yang menyerap jiwa. Tapi ..." Ia kembali melihat keluar melalui jendela kaca.
"Kultivator Iblis adalah pembudidaya yang berhubungan dengan Alam Bawah, mereka menggunakan jiwa mereka sebagai bayaran untuk mendapatkan kekuatan atau kontrak dari Alam Bawah ..."
"Tubuh Dewa Kematian tidak masuk dalam kategori Kultivator Iblis, karena Ayahmu tidak akan mungkin bisa memasuki Istana Naga jika Dia adalah Kultivator Iblis."
Lin Chen menganggukkan kepalanya, dan ia sudah cukup tenang dengan keraguannya selama ini. Ia mengira bahwa ia termasuk Kultivator Iblis, tapi ternyata tidak, meski cara meningkatkan kekuatannya hampir sama.
"Selamat datang di acara lelang pada malam hari ini, saya Jingmei akan memimpin pelelangan pada malam hari ini."
Lin Chen menoleh ke arah luar melalui jendela kaca, terlihat wanita berambut biru langit dengan gaun yang selaras berdiri di pusat Aula Lelang. Ia tidak terlalu tertarik dengan barang-barang yang dilelang, tapi sepertinya Bibinya ingin mencari masalah dengan menawar semua barang.
Jingmei mengangkat tangan kirinya, dan lantai di sebelah kirinya terbelah dua, terlihat meja besi yang naik perlahan, serta ada layar hologram yang berada di belakang Jingmei. Pada layar hologram itu memperlihatkan informasi mengenai barang yang akan dilelang.
Kendati sudah ada informasi di sana yang bisa dibaca dengan jelas, dan bahkan ada informasi pada selebaran yang dibagi, tapi Jingmei tetap membacakannya.
"Barang yang dilelang pertama ada Computer Pen, barang terbaru yang dikeluarkan oleh Perusahaan Techno. Pulpen ini menyimpan data dalam jumlah besar, bisa mengambil foto atau video, dan lain sebagainya."
Jingmei mengambil pulpen hitam dengan garis-garis biru di permukaannya. "Harga awal adalah satu juta Keping Emas! Kenaikan harga tidak boleh kurang dari seratus ribu Keping Emas!"
Segera, semua orang mulai menawar harga dengan menekan tombol yang ada di sandaran lengan kursi, dan memasukkan harga yang ingin diberikan. Ada empat metode pembayaran, Keping Emas, Batu Roh, Batu Sihir, dan Inti Monster.
__ADS_1
Hologram biru mulai melayang di udara, memperlihatkan harga-harga yang diberikan oleh setiap pengunjung yang datang. Harga yang diberikan adalah 1.500.000 Keping Emas, 20.000 Batu Roh kualitas Rendah, 40.000 Batu Sihir.
"Satu Inti Monster Ranah Kaisar Dewa, Dewa Alam!"
Penawaran itu berasal dari Bilik VIP No.02 yang merupakan tempat di mana Lin Chen berada. Karena terbiasa menawarnya dengan berbicara, mereka tidak memanfaatkan teknologi di sana, namun suara mereka tetap terdengar menggema di Aula Lelang, bahkan ada gemuruh yang menggelegar.
Tidak ada yang mengetahui berapa nilai tukar dari Inti Monster Dewa Alam, hingga terlihat hologram yang memberikan informasi tentang nilai tukarnya.
[Inti Monster Dewa Alam \= 34.800 Point]
[34.800 Point \= 340.800.000 Keping Emas!]
"Eh?" Lin Chen yang melihat itu tidak bisa tidak terkejut, dan kesal secara bersamaan. Batu Roh kualitas Tinggi tidak ditawar dengan harga sebanyak itu, namun Inti Monster ini setara dengan 340 Batu Roh kualitas Tinggi.
Jika tahu begini, Lin Chen akan menukarkan Inti Monster ketimbang Batu Roh.
Jingmei sedikit kaget dengan harga yang ditawarkan, kemudian melihat ribuan orang yang ada di Aula Lelang, melihat apakah ada yang berani menawar harga lebih tinggi lagi.
Karena tidak ada yang menawar lagi, Jingmei mengumumkan kemenangan Bilik VIP No.02 atas kepemilikan Computer Pen yang ditawar dengan harga 340.800.000 Keping Emas.
Jingmei mengangkat tangan kirinya lagi, mengganti barang yang dilelang. "Barang kedua adalah Feiche. Mobil yang bisa membawa empat orang dengan kecepatan delapan ratus mil per jam. Harga awal adalah sepuluh juta Keping Emas! Kenaikan harga tidak boleh kurang dari satu juta Keping Emas!"
Semua orang mulai menawar dengan was-was, mereka ingin memiliki mobil yang dijual, tapi selalu melihat Bilik VIP No.02 setiap kali menawar.
Lin Chen yang berada di Bilik VIP No.02 hanya diam, ia tidak tertarik dengan semua barang, namun Bibinya selalu memaksanya untuk menawar harga.
Harga terus melonjak naik 20.000.000, 35.000.000, 50.000.000 Keping Emas.
Lin Chen menghembuskan napas panjang seraya menepuk dahinya. "Inti Monster Ranah Immortal God, Dewa Ilahi."
Suasana kembali hening untuk melihat seberapa besar harga yang ditawarkan, dan saat harga yang terlihat sebesar 438.000.000 Keping Emas. Seketika itu juga tidak ada yang berani menawar lagi, dan sebagian besar orang yang berada di dalam Bilik VIP merasa sangat kesal dengan Lin Chen.
__ADS_1
Lin Chen merasakan aura membunuh yang tidak terlalu kuat, aura membunuh manusia biasa yang bisa dikatakan setara dengan Ranah Pembentukan Tubuh.
Jingmei langsung mengumumkan kemenangan Lin Chen di Bilik VIP No.02, bahkan sebelum menawarkan harga pada pengunjung lain, karena tidak mungkin ada yang mampu mengeluarkan dana sebanyak itu.
Lin Chen yang berada di dalam Bilik VIP No.02 bersandar pada sandaran kursi, dan berpura-pura tidur. Ia tidak ingin menawar harga untuk Long Xia Yun, karena ia tidak ingin mencari masalah sebelum meninggalkan Bintang Sheng.
"Bukankah Chen'er selalu membuat masalah? Mengapa saat ini malah tidak ingin mencari masalah?"
Lin Chen membuka sebelah matanya, kemudian menutupnya lagi. "Tidak terlalu menyenangkan mencari masalah dengan manusia biasa, tidak ada perlawanan sama sekali."
Yan Xue memainkan tombol harga di depannya, dan tanpa sadar menawar harga yang sangat tidak masuk akal hanya untuk barang yang tidak berguna bagi Kultivator seperti mereka.
"Selamat kepada Tuan yang berada di dalam Bilik VIP No Dua karena memenangkan Kapsul Panjang Umur, dengan harga satu miliar Keping Emas!"
Lin Chen membuka matanya tiba-tiba dan menoleh ke kanan menatap Yan Xue yang juga nampak kaget atas apa yang dilakukan. "Baiklah, satu miliar Keping Emas tidak terlalu banyak."
"Xue'er bisa menawar barang apa pun yang disukai ..." Lin Chen mengusap lembut wajah Yan Xue, kemudian ia menoleh ke kiri melihat Xue Ying yang duduk di kanan depannya. "Begitu pun Yi'er, beli apa pun yang kau mau."
Xue Ying hanya diam dan mengangguk, ia tidak terlalu peduli dengan barang yang ada di sini. Ia datang kemari hanya karena ingin mencoba masakan dari Baozang Tower yang dirumorkan sangat enak.
Puluhan menit kemudian setelah mereka memenangkan barang ketiga, akhirnya semua barang biasa sudah selesai ditawar dan saat ini akan memasuki sesi kedua yang merupakan Artefak Ilahi. Barang berharga untuk Kultivator, namun tidak terlalu berguna bagi manusia biasa yang tidak mungkin mampu untuk mengaktifkan Artefak Ilahi.
Lin Chen yang tertidur menggunakan paha Yan Xue sebagai bantalan itu terbangun saat merasakan aura dari Element Es. Aura dari Element Es ini sama seperti Artefak Ilahi yang ditemukannya di Daratan Liyang, bahkan kandungan energi spiritual yang sangat murninya lebih banyak dan kuat.
Ketika Lin Chen melihat Long Xia Yun, terlihat Bibinya yang sangat marah dan ia merasakan aura membunuh yang terpancar. Ia tidak tahu mengapa Bibinya seperti itu, namun ia merasa Artefak Ilahi ini sangat berharga dan memengaruhi kekuatan atau masa hidup Jo Liiu Yaoshan.
Jika Bibinya benar-benar marah dan melepaskan kekuatannya di sini, ia akan mengucapkan selamat tinggal pada Bintang Sheng karena akan menghilang dari Galaxy Mazhelun.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...