Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 091 : Menghitung Hari


__ADS_3

Akhirnya, setelah setiap malam selama dua minggu terakhir, hal yang dinanti-nantikan oleh Lin Chen dan Yan Xue terjadi juga. Ini seperti hadiah paling berharga bagi mereka berdua yang terus berusaha.


Hal ini Lin Chen sadari saat pergantian hari, ia mulai merasakan ada kehidupan lain di dalam tubuh Yan Xue, yang mana menurut kedokteran, harusnya itu hanya bisa dirasakan saat memasuki waktu empat minggu.


Ketika hal itu diketahui, Yan Xue menangis bahagia karena akhirnya ia hamil juga. Bagaimanapun, Lin Huang dan Bing Lan Ran, Rui Alexander dan Ling Ji Lin sudah memiliki seorang putra. Yan Xue yang menikah terlebih dahulu, tentunya merasa sedikit kecewa dan iri.


Pada saat mengetahui bahwa Yan Xue hamil, Lin Chen langsung menggunakan Energi Dewa untuk melindungi tubuh Yan Xue, agar tidak ada gangguan semasa mengandung.


Berita tentang kehamilan Yan Xue sendiri masih dirahasiakan, setidaknya menunggu sampai ada perubahan pada fisik, mungkin saat memasuki bulan ke tiga atau empat yang sudah terlihat jelas perubahannya.


Ada kesenangan ketika tahu bahwa Yan Xue hamil, tapi ada juga rasa sedih karena tidak bisa melakukannya lagi dan harus menahan sampai hari kelahiran.


Lin Chen juga tidak bisa berlatih karena memang sudah berjanji untuk waktu lima tahun ke depan akan selalu ada untuk Yan Xue, terlebih lagi dengan Yan Xue yang sudah hamil. Tidak mungkin ia bisa membiarkan istrinya mengurus diri sendiri tanpa ia temani, ia akan sangat buruk apabila melakukan hal tersebut.


"Hati-hati." Lin Chen menangkap Yan Xue yang hendak turun dari tempat tidur.


"Gege terlalu khawatir." Walaupun nampak acuh tak acuh, sebenarnya Yan Xue terlihat sangat senang mendapat perlakuan lebih dari Lin Chen.


Lin Chen menggendong Yan Xue, membiarkannya duduk di lengan kirinya dan membawanya keluar dari kamar. "Seorang suami yang khawatir dengan istrinya adalah hal yang wajar."


Yan Xue terdiam dan terlihat senyum cerah yang terlihat di wajahnya. Ia merasa sangat bahagia karena mendapatkan perhatian dari Lin Chen, yang memang sudah ia nantikan sejak lama, akhirnya ia bisa terlihat seperti pasangan suami istri yang lain, yang mana selalu bersama.


***


4 Bulan Kemudian


Perubahan fisik Yan Xue sudah terlihat sangat jelas dengan perut yang membesar, membuatnya sedikit kesulitan untuk duduk ataupun tidur. Hal ini juga membuat Lin Chen terjaga sepanjang malam, memastikan agar Yan Xue tetap tidur dengan posisi yang sama.


Ji Yue Ling sedikit marah karena tidak memberi tahu kabar mengenai kehamilan Yan Xue, sampai-sampai menyembunyikannya berita bahagia selama dua bulan lamanya.


Tapi, kemarahan itu hanya berlangsung selama beberapa menit saja, yang kemudian digantikan dengan kebahagiaan karena tidak lama lagi akan menjadi seorang nenek.


"Gege..."

__ADS_1


Lin Chen mengabaikan ucapan Yan Xue yang sedari tadi memintanya untuk berhenti, tapi ia terus saja mengusap perut Yan Xue yang sudah besar itu. "Di dalam sini ada anak kita."


"Gege..."


"Sebentar lagi." Lin Chen menempelkan telinganya di perut Yan Xue untuk beberapa saat, kemudian berdiri untuk membantu Yan Xue, setelah ia memberikan ciuman hangat.


Hari ini ada pertemuan keluarga yang membahas tentang acara pertunangan Yan Lin, yang usianya sudah berusia 23 tahun.


Lin Chen cukup terkejut saat mendengar bahwa Yan Lin memiliki hubungan dengan salah satu Tuan Muda dari Keluarga Song, dan ternyata hubungan itu sudah terjalin semenjak ia berkultivasi di Bintang Dongjie. Namun baru diberitahukan kepadanya beberapa minggu lalu.


Sebagai Kakak Ipar, ia merasa sedih.


Kemudian untuk Ling Ji Yue, sudah membuka hatinya untuk Ann Xinming yang selalu mengejar setiap hari. Song Xue Yin, yang pernah ia bantu saat di Alam Rendah, ternyata sudah bertunangan dengan salah satu sepupunya.


Yang dikhawatirkan Lin Chen saat ini adalah, Xue Ying yang belum membuka hatinya untuk pria yang mencoba mendekatinya. Ia selalu menutup rapat-rapat pintu hatinya, meski banyak sekali yang melamar, termasuk Ras Roh.


Lin Chen sudah membujuk Xue Ying agar menikah dan memiliki keluarga, tapi yang ia dapatkan adalah jawaban kesal. Akhirnya, ia tidak pernah membujuknya lagi, dan membiarkan Xue Ying mencari pasangannya sendiri.


Setelah membantu Yan Xue berdiri, ia langsung berpindah tempat ke Kediaman Yan karena sedang ada pertemuan di sana.


Patriak Song, Man Liu Ya, Song Xan Zhan dan Song Xue Yin berdiri hendak memberi hormat pada Lin Chen yang datang.


Lin Chen mengangkat tangannya sebagai tanda agar tidak perlu repot-repot memberi salah, dan membiarkan mereka tetap duduk. "Hari ini bukan pertemuan sekte, melainkan keluarga, tidak perlu memberi hormat."


Song Xan Zhan, Kakak dari Song Xue Yin dan merupakan Tuan Muda Kedua di Keluarga Song. Memiliki rambut biru panjang, alis berwarna biru dengan mata hitam. Mengenakan pakaian yang selaras dengan warna rambutnya.


Pembicaraan mulai dimulai dari Yan Zhong, Ji Yue Ling yang membahas tentang acara pertunangan yang kapan akan diadakan, berlama lama acara berlangsung dan lain sebagainya.


Lin Chen hanya mendengarkan tanpa memberi pendapat atau berbicara, karena memang bukan haknya untuk mengurus rumah tangga orang lain. Namun apabila melakukan hal-hal yang membuat Yan Lin tersakiti, sebagai seorang kakak, ia akan melawan. Tapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi.


Yan Xue yang duduk di sebelah kanan Lin Chen sangat memperhatikan pembahasan ini, dan sesekali bertanya pada Song Xan Zhan apakah benar-benar serius terhadap Yan Lin. Untuk jawabannya sendiri sudah bisa ditebak, bahkan jika ada sedikit cekcok, tentunya tidak akan memukul Yan Lin, atau Keluarga Song akan menghilang.


Hingga satu jam kemudian, akhirnya pembahasan tentang pertunangan Yan Lin dan Song Xan Zhan sudah mendapat tanggalnya. Mereka berencana mengadakannya dua minggu dari sekarang.

__ADS_1


"Yue Mu, Yue Fu. Aku kembali lebih dulu." Lin Chen menangkupkan kedua tangannya mengarah pada Yan Zhong dan Ji Yue Ling. "Lin'er sudah besar." Ia mengusap puncak kepala Yan Lin.


Setelah berpamitan, Lin Chen dan Yan Xue kembali ke kediaman mereka.


***


5 Bulan Kemudian


Hanya tinggal menghitung hari lagi sebelum Yan Xue melahirkan dan Lin Chen menjadi seorang ayah. Dalam beberapa hari ini ia terlihat sangat khawatir dan tidak bisa tidur sama sekali, ia terjaga untuk menjaga Yan Xue, serta bila-bila jika terjadi kontraksi.


"Sebentar lagi, aku akan menjadi ayah." Lin Chen mendekatkan telinganya di perut Yan Xue.


Yan Xue juga terlihat sangat bahagia. "Xue'er akan menjadi ibu."


Ketika Lin Chen sedang duduk di sofa bersama Yan Xue, pintu rumahnya terbuka perlahan, memperlihatkan Luo Yi yang bersama dengan Xue Ying datang.


Luo Yi dan Xue Ying itu sedang menggendong bayi kecil, yang baru berusia dua minggu. Yang dibawa Luo Yi adalah seorang gadis, yang matanya berwarna hitam dan untuk yang dibawa Xue Ying adalah laki-laki dengan mata berwarna cokelat.


Ada darah dari Ras Naga yang mengalir di dalam pembuluh darah dua bayi kecil itu, dan ada sedikit kekuatan Lin Zhian yang juga di sana. Saat kelahiran keduanya, kekuatan mereka langsung di Ranah Mahayana, serta ada fenomena dua naga yang saling melingkar di langit.


Lin Chen sendiri penasaran akan ada fenomena apa saat anaknya lahir nanti, tapi pastinya Yan Xue akan merasakan rasa sakit yang menyiksa karena kekuatannya yang terlalu kuat.


Luo Yi duduk di sofa seberang Lin Chen. "Bagaimana? Apakah sudah mulai merasakan akan lahir?"


Seraya mengusap perutnya, Yan Xue menggelengkan kepala dan menjawab, "Belum ada perasaan itu. Menurut hitungan waktu, seharusnya besok atau lusa."


Luo Yi mengangguk kecil, lalu kembali berucap, "Bukannya Ibu menakut-nakuti, tapi cobalah untuk tetap tenang. Harusnya Xue'er sudah tahu sendiri saat melihat Ibu melahirkan."


Yan Xue mengangguk kecil tanda mengerti, memang saat melihat Luo Yi yang melahirkan, Luo Yi menjerit kesakitan. Awalnya ia ditawarkan untuk menggunakan pil agar menghilangkan rasa sakit, namun ia menolaknya karena itu hanya menghilangkan rasa dari melahirkan secara normal.


Kekhawatiran terlihat jelas di wajah Lin Chen saat mendengar ucapan dari Luo Yi. Tapi, sebisa mungkin ia tetap tenang, meski sangat sulit untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2