Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 081 : Sejarah Kehancuran Bumi


__ADS_3

Dengan tangan kanan yang terangkat, Lin Chen memanggil pelayan untuk membawakan makanan dan minuman terenak di sini, yang tentunya dihargai dengan harga yang cukup mahal.


Wanita muda berambut hitam yang mengenakan bunny suit datang menghampiri kelompok Lin Chen.


"Makanan terbaik untuk empat orang dibandrol dengan harga empat Kristal Biru."


Kristal Biru? Lin Chen mengerutkan keningnya tidak mengetahui mata uang di sini, tapi karena itu mata uang baru, mungkin serupa seperti Batu Roh meski didapatkan dengan cara berbeda.


Lin Chen merogoh saku celananya dan mengeluarkan kantong kain, meletakkannya di atas meja. "Apakah aku bisa membayarnya dengan ini?"


Wanita itu menunduk melihat isi kantong yang ada di atas meja, membuatnya terkejut dengan mata terbuka lebar. Peluru! Itu adalah barang yang cukup langka, hanya orang-orang kaya saja yang bisa memiliki amunisi.


"I- Ini, model lama dan jumlahnya sangat banyak." Bunny Girl memegang peluru dengan tangan yang gemetar.


"Ambil semuanya, dan cepat siapkan pesanan kami." Lin Chen melambaikan tangannya meminta wanita itu untuk cepat pergi.


Bunny Girl terlihat gugup karena membuat pelanggan tidak nyaman. Ia mengambil kantong berisikan amunisi ke meja kasir untuk memberikan amunisi dan pesanan dari meja Lin Chen.


Lin Chen menjentikkan jarinya untuk menciptakan Array Angin yang mengisolasi udara di sekitarnya agar tidak menghantarkan suara dan pembicaraan mereka tidak bisa didengar oleh orang lain.


"Aku bisa menetralisir air minuman nanti, tapi tidak dengan makanan karena terlalu mencolok. Karena itu, kalian tidak perlu memakan makanan, hanya minumannya saja."


Bahkan jika visual dari hidangannya cukup menggugah selera, itu tetap tidak akan membuat mereka menyantap hidangan di sini.


Lin Chen bisa mendengarkan suara-suara kecil dari seluruh penjuru Bumi, namun ia tidak menemukan adanya orang yang berbicara tentang masa lalu mengapa semua ini bisa terjadi. Mereka hanya berbicara tentang perburuan monster dan ketidakadilan Ketua Shelter terhadap penduduknya.


Mungkin informasi itu sangat sensitif sehingga ingin melupakannya, tapi sedikit banyaknya ia sudah bisa menebak ini semua karena perang nuklir, hanya saja tidak tahu kapan itu berlangsung.


Belasan menit kemudian, wanita yang mengenakan bunny suit kembali datang dengan membawa makanan yang telah dipesan.


Lin Chen menghilangkan formasi array saat melihatnya, kemudian perhatiannya tertuju pada hidangan di atas meja.


Beef Bourguignon, itu adalah nama hidangan yang serupa seperti yang ada di atas meja saat ini, makanan yang terbuat dari daging sapi dan direbus dengan anggur merah, dilengkapi jamur dan wortel serta rempah-rempah lain.

__ADS_1


"Hidangan Prancis?" Lin Chen menaikkan sebelah alisnya keheranan.


Bunny Girl menganggukkan kepala dan mulai menjelaskan bahwa hidangan ini terbuat dari Sapi Mutan yang direbus dengan air dari Kantong Semar atau Nepenthes. Tentunya bukan air yang bisa diminum langsung, karena air di dalamnya adalah darah.


Lin Chen mengangkat tangannya untuk menghentikan wanita itu dalam menjelaskan bahan makanan, tapi ia tetap membiarkan wanita itu di sini karena ada hal penting lain. "Apakah kau tahu mengapa Bumi menjadi seperti ini? Tahun berapa sekarang? Apa itu Awakened?"


Bunny Girl tertegun ketika mendengar pertanyaan yang sangat aneh, karena tidak pernah ada yang menanyakan hal itu. Dengan kerutan di dahi, ia balik bertanya, "Kalian, tidak mengetahuinya?"


"Tidak." Lin Chen menggelengkan kepalanya dan kembali meletakkan kantong berisikan amunisi. "Jika kau menjawabnya, kau bisa memilikinya."


Bunny Girl bernama Qin Xumei itu terdiam sejenak, kemudian mengangguk dan mulai menjelaskan, "Menurut Kakek, lima puluh tahun lalu negara-negara besar mulai menyerang satu sama lain menggunakan senjata nuklir, karena masalah politik dan habisnya sumber daya ...,"


"Karena radiasi dari nuklir, banyak tumbuhan dan binatang yang mulai berubah, termasuk manusia yang berubah menjadi Zombie. Ada juga Awakened, itu adalah manusia yang mendapatkan kekuatan setelah terkena radiasi dan mampu menahannya."


Qin Xumei terus menjelaskannya dengan rinci, Awakened adalah manusia super dengan bermacam-macam peningkatan fisik. Entah itu kekuatan otot, kelincahan, penglihatan, kebal terhadap racun, kecepatan.


Tahun saat ini sendiri sudah berada di tahun 2243 bulan Desember. Satu tahun setelah perang nuklir, sebagian besar orang elit dan berkuasa mulai pergi meninggalkan Bumi untuk pergi ke Mars, berharap mendapatkan hidup lebih baik lagi.


Kristal adalah mata uang yang didapat dari membunuh Zombie, dengan tingkat Putih, Biru, Merah dan Hitam. Putih 5 : 1 Biru. Biru 5 : 1 Merah. Merah 5 : 1 Hitam.


"Saat ini aku hanya bisa melihatnya melalui buku bergambar ...," ucap Qin Xumei yang terhenti untuk beberapa saat, kemudian mendongak. "Di buku gambar, ratusan tahun lalu ada Dewa yang turun ke Bumi. Cerita itu mengatakan bahwa Dewa mampu terbang ke Bulan, menciptakan hujan dan lain sebagainya."


Pendangan Rui Alexander, Hong Mianli dan Yang Minghuan teralihkan pada Lin Chen, dengan tatapan mata seperti mengatakan 'Ini adalah Dewa yang kau maksud'.


"Terimakasih." Lin Chen berdiri dari kursi dengan kedua tangannya bertumpu pada meja di depannya. "Kau bisa memiliki seluruh amunisi." Ia mendorong kantong itu dan pergi.


Rui Alexander, Hong Mianli dan Yang Minghuan juga berdiri mengikuti Lin Chen keluar dari rumah makan tanpa menyentuh hidangan di atas meja.


Qin Xumei terdiam tidak bisa berkata-kata, saat melihat orang yang memesan hidangan mewah namun tidak memakannya. Ketika ia berjalan keluar untuk melihat kelompok Lin Chen, ia tidak bisa menahan ekspresi wajahnya untuk tetap tenang, karena empat orang yang tidak menyantap hidangannya itu terbang di langit.


Semua orang yang berada di Shelter 07 juga menampilkan reaksi yang sama seperti Qin Xumei. Banyak yang berharap dan berdoa pada Lin Chen agar bisa menurunkan hujan.


Sementara itu, Lin Chen terbang ke arah Amerika untuk pergi ke makam Albert Alexander yang merupakan Ayah dari Rui Alexander, untuk membangkitkan dan kemudian kembali lagi ke China.

__ADS_1


"Lin Chen, apakah kau tidak berniat untuk membawa semua orang dari Bumi?"


Lin Chen menoleh ke kiri menatap Yang Minghuan. "Aku memang berniat untuk membawanya, tapi tidak semua."


"Apakah karena kau tidak ingin ada pengacau di Bintang Qiang?" Yang Minghuan kembali bertanya.


Pengacau? Hal itu tidak bisa dihindarkan, karena di tempat mana pun, meski tempatnya sangat aman dan terjamin, pastinya akan selalu ada organisasi seperti bandit.


Lin Chen menggelengkan kepalanya tanpa menjawab, dan terus terbang dengan pandangan fokus ke depan.


"Bibi."


Fluktuasi energi yang lebih kuat dari energi spiritual berkumpul di atas Lin Chen, dan dalam sekejap muncul Long Xia Yun yang ia teleportasi dari Bintang Qiang.


Long Xia Yun membuka matanya lebar ketika melihat pemandangan yang cukup mengerikan, meski tidak seberapa ketimbang Alam Bawah. "Ap- Apakah ini Bumi?" Wajahnya putih pucat dan ada kekhawatiran, teringat pada teman lama yang ia tinggalkan di Bumi.


Lin Chen menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab, "Iya, ratusan tahun sudah berlalu. Bukankah ini aneh? Saat Bibi berkelana untuk mencari jiwa, waktu di Bumi berjalan stabil—"


Lin Chen terdiam dengan mulut sedikit terbuka karena mulai mengetahui alasan dibalik ini semua. "Apakah karena kemunculan Monster Kuno dan hancurnya Alam Selestial dapat memengaruhi beberapa waktu di tempat tertentu?"


Long Xia Yun hanya diam tak menjawabnya, karena memang ia tidak mengerti hal itu. Lalu alasan mengapa ia dipanggil ke Bumi, entah bagaimana ia bisa menebaknya. Ini adalah masalah yang sama seperti saat Lin Chen menanyakan tentang Suku Maya Kuno, harus membawa atau tidak.


"Bibi akan melihat orang-orang yang ada di sini, kemudian kita kembali." Long Xia Yun berbalik meninggalkan Lin Chen seraya memecah dirinya menjadi beberapa puluh bagian.


"Terimakasih, Bibi."


Long Xia Yun tersenyum ringan dengan anggukan kecil, kemudian melesat seperti kilatan cahaya.


Begitu pun dengan Lin Chen, ia mempercepat kecepatannya meski bukan kecepatan tercepatnya, dengan membawa ketiga orang bersama.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2