
Tempat Misterius akan terbuka dalam satu minggu dari kedatangan mereka di Kota Mang, untuk mengisi waktu luang itu, Lin Chen membeli sebuah kediaman yang ukurannya dua kali lapangan sepak bola untuk mereka tinggal.
Lin Chen bersantai di bawah pohon yang baru saja ia tumbuhkan, dengan Yan Xue yang duduk menyamping di atas pahanya. "Apakah aku harus membangun sekte lain di sini?" Ia membelai rambut Yan Xue.
Yan Xue tidak menjawab, hanya diam bersandar di dada Lin Chen, karena memang ia sedang tertidur pulas.
Hanya ada mereka berdua saja di sini, yang lain sedang berkeliling kota untuk mencari makanan khas di sini, apalagi ada Yan Xue dan Lin Qiao Jianying yang sangat senang berburu makanan.
"Kakak, mengapa Kakak tidak pernah berkultivasi lagi? Bukankah Kakak bilang pernah berkultivasi selama belasan tahun?"
Lin Chen menaikkan sebelah alisnya ketika mendengar suara Xue Ying. Ia tersenyum ringan seraya mengembuskan napas panjang dari kedua lubang hidungnya, lalu membalasnya.
"Aku ingin, tapi anak-anak masih sangat muda, aku tidak bisa meninggalkan mereka tanpa kasih sayang."
"Mei'er baru berusia empat belas belas tahun, Jian'er sepuluh tahun, Xuan'er delapan tahun."
"Begitu ..." Xue Ying membalasnya dari kejauhan melalui transmisi suara. "Memang harusnya seperti itu."
Lin Chen tersenyum ringan dan menutup matanya perlahan, ia membelai rambut Yan Xue yang sangat halus. Sesekali ia juga menciuminya, karena aromanya sangat harum dan menenangkannya di saat ia sedang stres atau lelah setelah bertarung melawan God Realm.
Yang membuatnya terus melangkah maju adalah keluarganya yang selalu menyemangatinya dari belakang, terutama senyuman anak-anaknya yang sangat manis.
Saat melihat senyuman anak-anak, semua rasa lelahnya langsung menghilang.
Lin Chen membuka matanya lagi merasakan anak-anaknya sudah selesai dari jalan-jalan dan dalam perjalanan memasuki Kediaman Lin. Ke mana pun aku pergi, aku selalu membuang-buang uang untuk membeli rumah, tapi setelah tidak lama, aku akan meninggalkannya.
Tap... Tap... Tap...
Ada suara langkah kaki yang terdengar sangat pelan seperti sedang mengendap-endap agar tidak diketahui keberadaannya, berjalan menghampiri Lin Chen dari belakang.
"Bagaimana? Apakah menyenangkan? Xuan'er"
Tiba-tiba suara langkah kaki itu tidak terdengar lagi dan ada suara lain yang lebih berat, yang mana itu adalah suara benda jatuh. Jika dilihat dari kejauhan, Lin Da Zixuan yang hendak mengejutkan Lin Chen dari belakang, tersandung kakinya sendiri karena keberadaannya diketahui.
Lin Da Zixuan menekan kedua tangannya di permukaan rumput seperti posisi push up. "Phuh!" Ia meludahkan rumput yang masuk ke dalam mulutnya.
"Bagaimana Ayah bisa tahu?" Lin Da Zixuan datang menghampiri Ayahnya dan melompat dari belakang.
Lin Chen melepaskan kekuatan jiwanya untuk menangkap Lin Da Zixuan, lalu membawanya untuk duduk di pundak kanannya. Ia tidak ingin lompatan Lin Da Zixuan malah berdampak buruk jika terbentur yang bisa mengakibatkan luka.
__ADS_1
"Ayah, Ayah! Banyak orang-orang yang berdatangan di kota, tadi Zixuan melihatnya dari rumah makan, mereka terus berdatangan tanpa henti!"
"Oh? Benarkah?" Lin Chen berpura-pura tidak tahu dan terlihat terkejut.
Tentu saja banyak yang datang kemari dari berbagai tempat, ia juga merasakan ada Ziranzhi tahap Puncak atau Spirit tahap Puncak yang datang, bahkan ada Earth Realm yang datang ke Kota Mang.
Dari banyaknya orang kuat yang datang, ia merasa akan banyak menemukan keberuntungan di Tempat Misterius yang sebentar lagi terbuka. Ia sendiri tidak memaksa untuk melihatnya sekarang dan memilih untuk menunggunya, melihatnya saat sudah terbuka.
"Iya!" Lin Da Zixuan menganggukkan kepalanya, ia sangat bersemangat dan terus menceritakan tentang Kota Mang yang ia kelilingi tadi.
Lin Chen hanya mengangguk kecil, mendengarkan cerita putranya dengan saksama tanpa memotongnya sama sekali. Untuk dua anaknya dan Xue Ying, setelah mengantarkan Lin Da Zixuan pulang, mereka kembali berjalan-jalan untuk membeli pakaian.
Yan Xue yang sudah bangun dari awal, juga tetap menutup mata dan mendengarkan cerita Lin Da Zixuan.
***
7 Hari Kemudian
Jumlah manusia yang datang ke Kota Mang semakin banyak setiap harinya, dan yang terbanyak adalah hari terakhir di mana Tempat Misterius akan terbuka. Karena ramainya orang itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa Lin Chen membeli kediaman ketimbang menyewa penginapan.
Ketika yang lain sedang berkumpul di barat kota, keluarganya masih bersantai di kediaman untuk menunggu Tempat Misterius yang sebentar lagi akan terbuka.
Lin Chen yang masih bermain bersama anak-anak, mulai merasakan fluktuasi energi spiritual yang berkumpul di Hutan Ungu, fluktuasi ini bukan berasal dari alam, melainkan dari beberapa Kultivator Sejati Ranah Ziranzhi maupun Earth Realm.
Lin Chen menoleh ke belakang melihat ke arah barat, dan berhenti mengayunkan anak-anaknya yang terbang karena kekuatannya.
"Ayah?" Lin Qiao Jianying memiringkan kepalanya melihat Ayahnya yang berbalik. "Mengapa berhenti?"
Lin Chen kembali mengalihkan perhatiannya seraya menurunkan tangan kanannya, membuat anak-anaknya yang melayang beberapa meter dari permukaan tanah itu ikut turun.
"Tempatnya akan terbuka, kita akan pergi sekarang juga." Lin Chen melepaskan energinya untuk menyelimuti semua orang, termasuk Baixue dan Baimei yang sudah mengecil seukuran kucing.
Whooooosh!
Kelompok enam orang dengan dua hewan itu melintas sangat cepat seperti cahaya yang muncul dan langsung menghilang. Dan, mereka muncul kembali ratusan mil dari tempat awal mereka menghilang sebelumnya.
Lin Chen yang baru tiba langsung tertuju pada pria paruh baya dan pria tua yang berdiri di barisan terdepan, mereka berdua membuka kuda-kuda dengan kedua tangan di depan dada saling bersentuhan.
Padahal tanpa harus bersusah-payah, Tempat Misterius itu akan muncul ke permukaan setelah menunggu beberapa jam. Tapi, mereka mencoba memaksanya untuk keluar saat ini juga, batin Lin Chen.
__ADS_1
Energi berbeda warna dari Ziranzhi dan Earth Realm mulai meresap turun memasuki tanah, mencoba memancing gerbang yang tertanam sangat dalam untuk keluar.
Lin Chen menunjuk pada tanah, mengeluarkan Energi Dewa dalam jumlah kecil seperti setetes air di dalam lautan. Energi itu mulai memasuki celah-celah kecil di permukaan tanah, dan terus turun menggapai tempatnya.
Getaran mulai terjadi di daratan seperti gempa bumi, dengan yang terparah di bagian terdepan. Mulai ada retakan-retakan yang terus meluas membentuk jaringan jurang dalam.
Whooooosh!
Ada benda yang melesat tajam bagaikan kilatan cahaya dari dalam tanah, terlihat ada Gerbang Dimensi yang tertutup rapat dengan pintu kembar berwarna hitam.
Sorak-sorai semua orang terdengar bersahutan ketika melihat Gerbang Dimensi yang melayang ratusan meter dari permukaan tanah, mereka semua sangat takjub dengan kekuatan 2 Senior yang berhasil menarik Gerbang Dimensi hanya dalam waktu beberapa menit saja.
Walaupun Gerbang Dimensi sudah keluar, tidak ada satu pun dari mereka yang terbang, karena memang masih tertutup rapat dan membutuhkan waktu lagi untuk menunggunya.
"Mengapa di sini ada anak-anak? Sejak kapan tempat berbahaya seperti Hutan Ungu menjadi tempat wisata? Apakah mereka mengira tempat ini adalah halaman belakang?"
Perhatian semua orang mulai tertuju pada Lin Chen yang membawa anak-anak.
Cibiran demi cibiran terus berlanjut tanpa henti, menganggap Lin Chen tidak bertanggung jawab karena membawa anak-anak.
Lin Chen mengabaikan tatapan semua orang, bukan karena ia sabar atau sebagainya, tapi karena mereka semua sangat lemah dan tak pantas untuk dihiraukan. Ia memilih untuk membawa anak-anak terbang ke langit menghampiri Gerbang Dimensi.
"Hei! Jangan macam-macam, belum waktunya! Jika kau mendekat, akan ada musibah dari Surga!"
Surga? Lin Chen percaya dengan hal itu, karena itulah ada Ranah Lord Realm. Tapi, ia tidak takut.
Lin Chen mengarahkan tangannya dan mengalirkan Energi Dewa yang sangat-sangat murni pada Gerbang Dimensi, membuat Gerbang Dimensi itu mulai bergetar dengan sinar putih yang memancar.
Bang!
Dentuman keras dengan angin bertiup kencang terjadi ketika Gerbang Dimensi terbuka sebelum waktunya, terlihat ada pusaran cahaya berwarna biru di tengah-tengah Gerbang Dimensi berdimensi 50 × 30 meter.
Fenomena ini mengejutkan semua orang, karena tidak pernah ada yang mampu membuka paksa Gerbang Dimensi. Jika mengeluarkan paksa, itu sudah biasa dan tidak terlalu istimewa.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1