Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 103 : Menyerap 2 Artefak Dewa


__ADS_3

"Tidak!" Lin Da Zixuan berteriak lantang mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap keputusan Lin Chen. "Kenapa!?"


Teriakan Lin Da Zixuan itu sangat mengejutkan bagi semua orang, karena tidak ada yang pernah berani meninggikan suaranya di hadapan Lin Chen.


Lin Chen memeluk Lin Da Zixuan seraya menepuk-nepuk punggungnya. Ia sudah bersiap-siap apabila hal ini terjadi, tapi tetap saja ia merasa sakit saat melihat putranya yang terlihat marah dan sedih yang bercampur menjadi satu. Ia tahu mengapa hal ini terjadi, mengingat Lin Da Zixuan sangat dekat dengan Luo Yi.


"Apakah Xuan'er membenci Ayah?"


Lin Da Zixuan tidak menjawabnya, hanya ada suara tangis yang terdengar darinya karena sangat sedih. Benci? Mungkin ada karena harus meninggalkan Semesta Yongheng.


"Aku tidak bisa membawa kalian semua, mungkin hanya akan membawa keluargaku. Di sana sangat berbahaya, ada tiga ratusan Dewa yang lebih kuat dariku."


Lin Chen menggunakan transmisi suara untuk melanjutkan pembahasan dalam pertemuan ini, karena ia tidak ingin apa yang ia bicarakan didengar oleh Lin Da Zixuan, yang mana malah memperparah keadaan.


Semua orang tertegun, tidak berharap ada Dewa lain yang lebih kuat dari Lin Chen, meski sebagian dari mereka sudah ada yang mengetahui tentang hal ini. Tapi, meski mereka sudah mengetahuinya, mereka tetap saja sangat khawatir, terutama Luo Yi yang duduk di kursi kanan depan Lin Chen.


"Sepertinya sudah cukup, pertemuan hari ini sampai di sini saja, aku masih harus menenangkan putraku."


Ratusan orang mulai berdiri dari kursi masing-masing, menyisakan orang yang dekat dengan Lin Chen, termasuk keluarga Yan.


"Kami pergi dulu, Yang Mulia Dewa."


"Dewa?" Lin Da Zixuan mendongak menatap wajah Lin Chen dari bawah. "Apakah mereka memanggil Ayah dengan sebutan Dewa?"


"Chen'er, apakah kau masih belum menceritakan tentang dirimu pada Xuan'er?" Luo Yi berjalan menaiki tangga kayu yang dilapisi dengan kain merah. Ia juga membawa Lin An Guang dan Lin An Peiyu.


Lin Chen tersenyum masam, lalu menggelengkan kepala dan menjawab, "Belum. Aku belum menceritakan semuanya."


Lin An Guang berambut hitam panjang, alis tajam bagaikan pedang, mata cokelat itu berdiri berjinjit di sebelah Lin Chen, menepuk-nepuk punggung keponakannya, Lin Da Zixuan. "Apakah Kakak Chen adalah Dewa?"


"Iya." Lin Chen menepuk kepala Lin An Guang, lalu menunduk menatap Lin Da Zixuan dan Lin Qiao Jianying secara bergantian. "Maaf karena Ayah tidak menceritakannya, itu karena Ayah ingin kalian berdua menjadi manusia biasa tanpa beban, dan tidak ingin berjalan di jalan yang sama seperti Ayah."


"Ceritakan!" Lin Da Zixuan menatap dalam mata Lin Chen, dan sedikit berteriak.


Lin Chen bisa mengerti mengapa putranya terlihat sangat marah. Ia mengambil napas dalam, lalu mulai menceritakan hal yang pernah ia ceritakan tanpa meninggalkan sedikitpun, serta semua rasa sakit maupun kehilangan yang pernah ia alami.

__ADS_1


Cerita di mana ia membunuh dan membantai, termasuk melihat semua orang yang mati karena kesalahannya sendiri, serta membangkitkan mereka yang mati, menciptakan makhluk hidup dan lain sebagainya.


Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan tertunduk dengan tubuh gemetaran, terdengar suara tangis yang tidak terlalu keras, namun cukup jelas karena heningnya suasana.


Lin Da Zixuan mengusap kedua matanya dengan lengan bajunya. "Ma- Maaf, Zixuan sudah berteriak ke Ayah." Suaranya terdengar pelan dan ada rasa penyesalan di dalamnya.


Lin An Guang dan Lin An Peiyu juga menangis, memeluk erat paha Luo Yi.


"Tidak apa-apa, Ayah juga minta maaf tidak mengatakannya lebih awal." Lin Chen membantu membersihkan air mata di wajah Lin Da Zixuan. "Jadi, apakah Xuan'er ingin pergi bersama Ayah?"


"Tentu." Lin Da Zixuan menjawabnya tegas tanpa ada rasa penolakan seperti sebelumnya.


Lin Chen tersenyum ringan, lalu memandangi dua adik kembarnya. Ia merasa tidak nyaman untuk mereka berdua karena ia harus meninggalkan mereka, dan karena melihat keduanya juga ada pengubahan terhadap rencana.


Memang ia tidak akan kembali ke Semesta Yongheng setelah pergi, tapi setidaknya masih bisa mengirimkan dua anaknya untuk bertemu dengan keluarga di Bintang Qiang.


Tapi dari itu semua, ia merasa senang karena dua anaknya sudah mengerti mengapa harus meninggalkan Semesta Yongheng untuk waktu yang lama.


***


Lin Chen datang ke Alam Bawah seorang diri setelah berpamitan pada Yan Xue, Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan. Sebelumnya ada penolakan karena ingin ikut bersama, namun karena terlalu bahaya apabila ia lepas kendali, akhirnya ia menolak mereka berdua.


Ada sedikit pertengkaran, tapi setelah menjelaskan dengan pelan tanpa terburu-buru atau ada rasa kesal, akhirnya anak-anaknya mengizinkannya pergi sendirian, dan melanjutkan berlatih.


Lin Chen bersembunyi di dalam batang Pohon Dewa, karena hanya di dalam sini tempat yang nyaman, tempat yang cocok untuk menyerap Artefak Dewa. Bukan hanya bisa dilakukan lebih cepat, tapi juga membantunya untuk menjaga kesadarannya.


"Aku tidak boleh sampai berlama-lama di sini. Aku tidak ingin saat aku bangun, anak-anakku sudah dewasa. Jika terlalu lama, aku akan benar-benar dibenci karena menelantarkan mereka."


Lin Chen mengepalkan tangan kanannya, memecahkan tulang yang sepertinya tulang dari ibu jari. Tulang itu berubah menjadi debu, yang perlahan mulai memancarkan sinar putih dengan aura cukup kuat.


Tulang yang sudah menjadi debu itu mulai memasuki pori-pori kulit Lin.


Lin Chen menggertakkan giginya menahan rasa yang sangat menyakitkan di dalam tubuhnya, dagingnya tercabik-cabik dan tulangnya mulai retak secara perlahan. Lalu kembali ditambal dengan debu-debu tulang berwarna putih cerah.


Tulang di dalam tubuhnya mulai mengalami perubahan, tulang yang berwarna emas itu berubah menjadi putih bersih tanpa kotoran. Meski warnanya kembali putih, tapi kekuatannya dan ketahanannya lebih tinggi dari tulang berwarna emas.

__ADS_1


Bang!


Ada ledakan yang teredam di dalam tubuhnya, menandakan auranya mengalami peningkatan, tapi tidak dengan tingkat kultivasinya yang masih tahap Puncak dari Heavenly Realm.


Lebih cepat dari yang Lin Chen duga, sesaat setelah ada ledakan di dalam tubuhnya, ia membuka matanya lagi seraya menghela napas panjang.


"Hanya tiga menit saja, aku sudah berhasil bergabung dengan pecahan tulang dari kehidupan pertama."


Lin Chen membuka System, melihat apakah ada perubahan yang signifikan di sana. Tidak ada hal spesial pada System, selain energi spiritual yang ia terima semakin banyak dan mengalir lebih cepat.


Lin Chen melihat kalung yang terbuat dari beberapa helai rambut di tangannya, kemudian mengalirkan energi ke dalam rambut itu. Rambut yang saling melilit satu sama lain mulai terurai dan memancarkan sinar berwarna putih indah.


Rambut yang sudah terurai itu mulai bergerak ke atas kepala Lin Chen, dan ia langsung menutup matanya lagi untuk mempersiapkan diri.


Jleb! Jleb! Jleb!


Sekitar tujuh helai rambut itu menancap pada kulit kepalanya seperti pedang, benar-benar menyakitkan sampai ada darah yang mengalir di kedua sudut bibirnya.


Tujuh helai rambut mulai mengalami perubahan warna, dari warna hitam menjadi warna putih sesuai dengan warna lain. Ketika sudah berubah, pikiran Lin Chen merasa lebih santai lagi, merasa ringan dan kesadarannya menjadi lebih kuat, seperti mampu mengendalikan jutaan klon di tiga galaksi berbeda.


"Hanya itu saja?" Lin Chen membuka matanya keheranan, dengan kerutan di dahi karena tidak percaya jika prosesnya secepat ini.


"Masih tidak ada perubahan pada System." Lin Chen menghilangkan layar interface di depan matanya. "Tapi, bukan berarti tidak ada perubahan pada tubuhku."


"Point Pengalaman yang dibutuhkan untuk menembus God Realm sudah terisi setengahnya. Mungkin aku bisa menembus God Realm dengan membunuh tiga puluh di antara mereka." Yang Lin Chen maksud adalah Dewa di 313 Semesta lain, yang pernah merendahkan dan menghinanya di Ruang Para Dewa.


Lin Chen berdiri dari posisi duduk bersila, namun berhenti saat setengah berdiri karena ada ledakan energi di dalam tubuhnya. Dari dalam tubuhnya terlihat cahaya yang melonjak naik ribuan mil ke langit, kemudian meledak begitu saja membentuk cincin putih.


Dari pusat ledakan, terlihat ada sesosok putih besar dalam wujud yang lengkap, membuat Alam Bawah mengalami perubahan dalam kualitas energi spiritual dan ketahanannya.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2