Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 246 : Menciptakan Tanah Suci


__ADS_3

"Ada keperluan apa?"


Kuil merah terbuka perlahan dengan energi kuat yang meledak, tapi tidak lagi cukup untuk menekan Lin Chen yang memiliki Qi Kekacauan berlimpah.


"Permaisuri Nuwa, Tao Agung. Bagaimana keadaan kalian berdua?"


Tidak ada jawaban dari dalam kuil, tapi terdengar napas mereka yang terdengar terburu-buru dan berat. Seperti terkejut dan merasakan sakit pada saat yang sama.


Lin Chen merenung sejenak, kemudian setelah memberanikan diri, ia berkata, "Permaisuri Nuwa. Mungkin kita bisa menunggu beberapa tahun lagi sampai kondisi Anda pulih. Bagaimanapun, Anda baru saja kembali dari Dimensi Kekacauan, tidak baik jika kita langsung kembali ke sana, ke tempat tinggal Kaisar Dewa-Iblis."


Permaisuri Nuwa tidak bisa berkata-kata, tapi dapat dirasakan ada sedikit gerakan seperti orang yang terkejut saat duduk, sehingga melalukan gerakan yang tak terduga.


Setelah menunggu cukup lama, Permaisuri Nuwa berkata tanpa daya, "Sepertinya, kau sudah mengetahuinya. Siapa yang menduga, aku murid ketiga dari Chuangshi Yuanling, tapi terluka parah dengan eksistensi rendah seperti Kaisar Dewa-Iblis."


Setelah jeda, Permaisuri Nuwa menambahkan, "Kalian bertiga, masuklah."


Ketiganya saling memandang, kemudian berjalan; memasuki kuil kecil di depan mereka yang ruang di antara pintu cukup gelap. Tapi, ketika mereka masuk, ruangan itu biasa-biasa saja seperti ruangan pada umumnya dengan penerangan lampu.


Yuanshi Tianzun, Lingbao Tianzun, Daode Tianzun masih duduk di tempat yang sama, dan Permaisuri Nuwa duduk di kanan depan mereka yang menghadap ke arah samping dari Tiga Dewata Murni.


Walaupun Permaisuri Nuwa tidak duduk di tempat utama, tapi tidak ada kesombongan ataupun merasa tinggi saat Tiga Dewata Murni di hadapan Permaisuri Nuwa. Ini seperti seorang keponakan yang bertemu dengan bibinya; Tiga Dewata Murni sangat menghormatinya.


Lin Chen menangkupkan kedua tangan, kemudian duduk bersila. Ia bukan orang yang berbelit-belit, dan langsung pada intinya. "Bagaimana Anda bisa terluka? Apakah Kaisar Dewa-Iblis sangat kuat? Bagaimanapun, Anda adalah orang keempat yang terlahir dari Dimensi Kekacauan, dan Kaisar Dewa-Iblis terlahir cukup terlambat. Adapun Sura, dia hanya terlahir dari Darah Pan Gu ..."


"Untuk membuat Anda seperti ini ..." Lin Chen tidak melanjutkannya dan hanya menghela napas dalam hati.


Permaisuri Nuwa tersentak dalam kejutan mendengarnya, tetapi tidak bisa berkata-kata dan hanya diam dalam kesedihan ketika menghela napas. Memang ini sangat tidak wajar, Sura yang terlahir dari Pan Gu, memiliki kekuatan yang luar biasa, sampai membuatnya kesulitan, ini adalah hal memalukan. Jika Lu Ya Doujin mengetahui hal ini, mungkin juniornya itu akan menertawakannya.


Adapun Hongjun, mungkin ia akan diceramahi karena mempermalukan Chuangshi Yuanling karena terluka dari Sura dan Kaisar Dewa-Iblis.


Tiga Dewata Murni, mendapatkan garis besarnya hanya dari percakapan sederhana ini. Mereka yang terlahir awal dari Dimensi Kekacauan, juga tidak berdaya dengan Lord Sanzu yang terlahir dari Darah Pan Gu, dan sedangkan Pan Gu terlahir setelah mereka.

__ADS_1


Setelah diam cukup lama, Permaisuri Nuwa menarik napas dalam-dalam untuk mengatur dirinya agar kembali tenang. Ketika sudah pulih, ia mendongak menatap Lin Chen dan berkata, "Walaupun Sura terlahir dari Darah Pan Gu, tapi dia dirawat dengan baik oleh Kaisar Dewa-Iblis. Perlu diketahui, Klan Dewa dan Iblis sangat kuat, dan jika mereka kembali menyatu menjadi satu orang, kekuatannya bertambah ..."


"Tapi, itu saja tidak mungkin untuk dapat mengalahkan Pan Gu dan membuatku terluka. Harusnya, setelah kami meninggalkan Dimensi Kekacauan, Kaisar Dewa-Iblis menemukan peruntungan. Seperti, Dao Surgawi dan Qi Kekacauan. Bahkan, mungkin harta yang lebih kuat."


Permaisuri Nuwa kembali menghela napas; mengungkapkan ketidakberdayaan.


Lin Chen mengerutkan keningnya saat merasa ada yang aneh dengan kata-kata Permaisuri Nuwa, dan akhirnya bertanya, "Kalian terlahir di Dimensi Kekacauan. Apakah kalian tidak mendapatkan Dao Surgawi dan Qi Kekacauan?"


Permaisuri Nuwa masih duduk dalam meditasi; menatap Lin Chen di seberangnya. "Setelah kami terlahir, Qi Kekacauan terus menipis. Kemudian, setelah Kaisar Dewa-Iblis terlahir, hanya beberapa saja yang bisa dilahirkan sebelum akhirnya benar-benar habis."


"Kami berkeliaran di Dimensi Kekacauan untuk mencari Qi Kekacauan yang tersisa, tapi tidak mendapatkannya. Kemudian, Tao Agung menggunakan kekuatannya untuk menciptakan Tiga Alam; berharap dapat menciptakan energi yang serupa dengan Qi Kekacauan. Tapi, Tiga Alam belum sempurna, dan karena itulah Pan Gu membantu."


"Namun, kenyataan tidak sesuai harapan. Bukan hanya kekuatan Tao Agung dan Pan Gu melemah, Qi Kekacauan pun tidak bisa didapatkan. Akhirnya, kami hanya memiliki sedikit Dao Surgawi dan Qi Kekacauan, itu adalah yang kami miliki saat terlahir."


Lin Chen menganggukkan kepalanya; mengerti garis besarnya tentang hal itu. Ia sendiri mengorbankan setengah dari kekuatannya untuk menciptakan Semesta Shangdi, tapi tidak seperti Tao Agung dan Pan Gu yang tidak beruntung, ia sendiri mendapatkan balasan dengan energi yang terus bertambah karena Semesta Shangdi.


"Bagaimana dengan ..." Lin Chen berhenti bahkan sebelum selesai karena Permaisuri Nuwa yang mengangkat tangan; berniat untuk menghentikannya.


"Aku tahu ..." Permaisuri Nuwa menurunkan tangannya. "Senior Hongjun, Senior Hun Kun dan Junior Lu Ya Doujin. Aku tidak tahu ke mana mereka pergi. Master Chuangshi Yuanling, aku juga tidak tahu ke mana dia. Bahkan jika aku mengetahuinya, mereka pasti akan mengatakan bahwa masalah ini harus diselesaikan sendiri. Bagaimanapun, mereka tidak tergabung dalam Tiga Alam."


...


Lin Chen hanya menganggukkan kepalanya. Ia kembali mengingat tentang Siddharta Gautama yang diceritakan Xue Ying sebelumnya. Ia merasa Dunia Buddha masih ada, tapi tidak tergabung dalam Tiga Alam, itu memiliki dunianya sendiri, tapi ia merasa tidak bisa mendapatkan bantuan dari sana, apalagi tidak tahu di mana mereka berada.


Lin Chen menghela napas panjang, akhirnya ia memasuki pokok pembahasan tentang alasan mengapa ia datang kemari. "Aku berencana untuk menciptakan Tanah Suci di Wilayah Tiantang. Aku ingin, Tanah Suci memiliki Qi Kekacauan yang berlimpah. Dengan itu, kita bisa menciptakan Abadi Suci."


Abadi Suci adalah istilah yang mereka tetapkan barusan, seperti: Chuangshi Yuanling, Hongjun, Hun Kun Patriak, Permaisuri Nuwa dan seterusnya.


Permaisuri Nuwa dan Tao Agung tertegun dengan mulut terbuka, tetapi detik berikutnya mereka menghela napas seraya menggelengkan kepala.


Lin Chen tidak marah ketika melihat mereka bersaksi seperti itu. Itu adalah hal yang sudah diharapkannya, karena memang tidak mungkin menciptakan tempat yang mengandung Qi Kekacauan. Bahkan Dimensi Kekacauan tempat terlahirnya Qi Kekacauan, tidak ada yang tersisa di sana.

__ADS_1


Lin Chen menghela napas, mendongak dan tersenyum. Ia mengangkat tangan kanannya yang terbuka, kemudian terlihat ada gumpalan kecil sebesar ibu jari berwarna ungu.


Tiba-tiba, aura kuat meledak dari energi berwarna ungu dengan riak udara yang berubah menjadi badai; ruang sekitar retak menjadi celah dengan angin yang lebih kencang, dan samar-samar ada kilatan petir yang menyambar di tangan Lin Chen dengan warna yang sama seperti Qi Kekacauan.


Permaisuri Nuwa gemetar, tubuhnya tidak bisa berhenti, matanya terbuka lebar. Ia kehabisan kata-kata, bahkan jika ada suara yang keluar dari mulutnya, itu hanyalah suara yang gagap.


Tiga Dewata Murni juga memperlihatkan reaksi yang sama.


Lin Chen tersenyum, kemudian mengepalkan tangannya; Qi Kekacauan di tangannya menghilang, mengembalikan semuanya ke sedia kala, termasuk menghilangnya fenomena.


"Ayo, aku akan membuat Tanah Suci. Siapa saja di atas tahap Tujuh Puluh dari Lord Realm bisa masuk. Di bawahnya, aku takut mereka tidak bisa menahannya."


Tidak ada yang menghentikannya, Permaisuri Nuwa tahu betul bagaimana tekanan dari Qi Kekacauan. Jika pihak lain terlahir di Dimensi Kekacauan, bahkan jika bukan Lord Realm tahap 70, orang itu bisa menahannya.


Tiga Dewata Murni memancarkan cahaya tiga warna, kemudian mereka menciptakan klon masing-masing yang bersatu.


Tiga klon yang bersatu memancarkan cahaya emas, dan ketika cahaya redup, terlihat seorang pria tua berambut putih dengan janggut sampai dada. Pakaiannya berwarna emas dan membawa kipas merah dengan lambang Yin dan Yang di tengah-tengahnya.


"Karena batas minimum adalah tahap Tujuh Puluh, maka kita harus menciptakannya di tempat tersembunyi atau tempat yang tidak bisa dimasuki sembarang orang." Tao Agung berkata setelah sekian lama hanya diam; selama pembicaraan tadi, hanya Lin Chen dan Permaisuri Nuwa saja yang berbicara.


Lin Chen menganggukkan kepala, tempat yang tersembunyi atau khusus adalah Istana Tiantang. Dan, setelah kedatangannya di Al Tiantang, ia sudah merombak bagian dalam Istana Tiantang; banyak sekali Dimensi Ruang di sana yang digunakan untuk pelatihan ataupun tempat beristirahat untuk melepaskan penat.


"Bagaimana dengan Istana Tiantang?" tanya Lin Chen. Walaupun ia ingin di sana, tapi ia harus tetap mendiskusikannya.


"Ide bagus, dan Istana Tiantang memang tempat teraman. Tempat itu berubah drastis semenjak terakhir kali aku datang. Aku merasa, siapa pun yang tidak mendapatkan izin dan memaksa masuk, yang terbaik adalah tertahan di sana, dan yang terburuk adalah kematian," ucap Permaisuri Nuwa, tatapannya sangat serius.


Lin Chen tersenyum, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Memang ia telah mengubahnya, dan telah dipasang ratusan formasi yang akan aktif secara berantai.


Setelah terlalu banyak membuang waktu karena mengobrol, akhirnya mereka keluar dari kuil dan pergi ke Istana Tiantang.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2