
Waktu terus bergulir dengan sangat cepat, dan tidak terasa sudah hampir dua tahun berlalu semenjak ia datang ke Alam Selestial. Kekuatannya benar-benar meningkat pesat, hampir menembus Heavenly Realm.
Dalam waktu dua tahun ini ia membunuh banyak sekali Monster Kuno yang kemudian ia ubah untuk menjadi kekuatannya sendiri. Saat ini, ia merasa sudah sangat mampu untuk berhadapan dengan Pemimpin dari Monster Kuno.
Lin Chen membuka matanya perlahan, memperlihatkan kilatan cahaya di kedua matanya yang berada di dalam kegelapan tak berujung.
Sekarang ini Lin Chen tidak menggunakan bentuk Iblis, melainkan Dewa seperti saat ia membangkitkan yang lain dari kematian. Ada alasan tersendiri mengapa ia memakai wujud ini, karena ia ingin memurnikan aura di atmosfir, sehingga tidak bisa digunakan untuk kultivasi oleh Monster Kuno.
"Hah..." Lin Chen mengembuskan napas panjang dan ada sinar kecil berbentuk ular yang keluar dari dalam mulutnya.
Sinar itu bergerak maju, kemudian pecah dan menjadi molekul kecil yang mulai mengubah atmosfer. Perlahan, udara di Alam Selestial mulai dimurnikan, mengurangi aura yang digunakan Monster Kuno untuk berlatih.
Karena perubahan aura ini juga ia merasakan Monster Kuno mulai mengalami luka dalam seperti keracunan.
"Sepertinya udara segar sangat tidak baik bagi Monster Kuno."
Lin Chen mengangkat kedua tangannya di depan dada, mengumpulkan energi di antara kedua tangan. "Dao Dewa. Berkah, Pemurnian!"
Bang!
Dentuman keras yang mengerikan berasal dari Lin Chen yang menyentuhkan kedua telapak tangannya. Dari gerakan sederhana ini bukan hanya menimbulkan dentuman, tapi juga ledakan cahaya putih yang menyebar ke segala arah dan menyapu apa pun yang menghalangi.
[Ding~ Membunuh 10.267 Monster Kuno Ranah Ziranzhi ...]
Lin Chen menurunkan kedua tangannya, tidak ada lagi lautan hitam atau langit gelap serta gunung. Saat ini hanya ada lantai putih bersih dengan langit biru yang cerah tanpa awan, semuanya benar-benar bersih.
Tapi tidak benar-benar bisa dikatakan bersih, karena masih ada satu kumpulan kabut hitam yang tidak terlalu jauh darinya. Kabut itu menyembuhkannya keberadaan yang kuat, yang merupakan Pemimpin dari Monster Kuno.
"Sudah lama. Apakah kau masih mengingatku?"
Kabut itu mulai menipis karena memasuki tubuh orang yang berada di dalamnya, dan saat benar-benar menghilang, bisa terlihat seorang pemuda berambut hitam panjang dengan pakaian yang sama.
Pemuda itu memiliki enam mata, serta lidahnya yang panjang dan bergerigi.
"Bagaiman kau masih hidup?!"
Ratusan ribu mata mulai muncul di langit biru yang menambahkan tekanan kuat, namun tidak berdampak sama sekali pada Lin Chen, karena kekuatan Lin Chen terus meningkat setiap detiknya. Walaupun masih belum menyamai kekuatan pemuda di depannya, tapi ia merasa tidak membutuhkan waktu lama untuk dapat melebihinya.
Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat langit yang mulai berubah itu, dan mengibaskan tangannya santai.
__ADS_1
Duarr!
Langit meledak menghilangkan ratusan ribu mata beserta langit biru itu sendiri, meninggalkan ruangan putih kosong tanpa ada hal lain selain dirinya dan Monster Kuno. Tempat putih dengan kekuatan Dewa seperti ini benar-benar sangat cocok untuknya yang melawan Pemimpin Monster Kuno.
Pemuda itu melihat telapak tangannya sendiri. "Kekuatan ini, kau adalah pengacau yang menggagalkan semua rencanaku!" Ia berteriak lantang.
Ruang putih di mana mereka berada saat ini mulai retak dengan memperlihatkan garis-garis hitam di celahnya, bahkan mulai ada air hitam yang merembes memasuki ruangan putih.
Lin Chen mengabaikan kemarahan pemuda yang namanya sendiri tidak ia ketahui. Ia mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin, membuat semua aliran energi spiritual berhenti dan memperbaiki retakan ruang dalam sekejap.
Monster Kuno sangat marah saat usahanya untuk mengembalikan medan digagalkan oleh Lin Chen. Ini sama seperti sebelumnya saat ia hampir menguasai Semesta Yongheng, ada manusia yang sangat kuat menggagalkan semua rencana yang sudah ia persiapkan dengan matang.
Monster Kuno menghentakkan kaki kanannya, membuat retakan besar dengan aliran air hitam serta kabut mematikan yang menyebar.
Lin Chen tersenyum tipis dan dengan santainya mengangkat dua jarinya. "Tumbuh."
Aliran air hitam berubah dalam sekejap mata menjadi aliran air di sungai yang jernih, pada retakan ruang juga mulai tumbuh akar-akar pohon yang melonjak naik dan menumbuhkan dahan-dahan yang dipenuhi dengan daun lebat.
"Apakah kita akan bertarung merusak dan memperbaiki seperti ini? Sampai ratusan atau bahkan ribuan tahun?" Lin Chen sendiri tidak tahu seberapa besar kekuatan lawannya, dan ia tidak masalah hanya melakukan hal semacam ini sampai kekuatannya melebihi Monster Kuno.
Monster Kuno itu masih diam dengan tubuh yang gemetar karena amarah yang memuncak. Hingga dalam sekejap mata, ia sudah berpindah tepat di depan Lin Chen.
Boom! Duarr!
Lengan keduanya saling beradu dan menciptakan ledakan yang sangat mengerikan, ruang putih di mana mereka berada saat ini benar-benar meledak tanpa meninggalkan jejak, dan berubah menjadi ruang hitam yang sangat gelap.
Ruang hitam gelap itu hanya bertahan beberapa detik sebelum akhirnya juga pecah mengikuti ruang putih, dan berganti menjadi angkasa luar dengan bintang-bintang, namun angkasa di sini bukanlah hitam, melainkan biru muda seperti api dari kompor gas.
Di mana ini?
"Semesta Yongheng sebelum kehancurannya. Tapi ini semua hanyalah ilusi."
Lin Chen menganggukkan kepalanya, kemudian mereka berdua saling melepaskan tendang yang membuat kedua terlempar ke arah yang berlawanan.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya yang terbuka dan mengayunkannya seperti hendak menampar. Seketika itu juga ada sosok putih yang menyelimuti tubuhnya, wajah sosok itu terlihat jelas seperti wajah Lin Chen, hanya saja memiliki telinga runcing seperti Ras Elf.
Bang!
Telapak tangan besar itu menghentikan gerakan tangannya saat mengenai salah satu galaksi dan membuat galaksi itu meledak. Dari ledakannya juga menimbulkan efek yang mengerikan lainnya, yaitu menghancurkan ruang-ruang sekitar.
__ADS_1
Monster Kuno tidak terkena serangan karena berhasil menghindarinya. Ia juga mengubah tubuhnya menjadi monster besar yang memiliki empat lengan dan tiga wajah. Ada empat tanduk besar, empat mata di setia wajahnya dan di antara tanduk itu ada gumpalan energi yang memadat. Salah satu tangannya membawa senjata semacam tombak.
Monster Kuno itu juga memancarkan aura merah yang menekan dan membuat retakan-retakan pada ruang.
Ukuran keduanya tidak jauh berbeda, meski lebih besar sosok Lin Chen. Hanya saja ia tidak memiliki lengan maupun wajah tambahan seperti Monster Kuno.
Walaupun hanya ilusi dari Semesta Yongheng, kemunculan mereka berdua di sini membuat Semesta mulai bergetar dengan galaksi yang meledak satu per satu tanpa diapa-apakan.
Monster Kuno melesat sangat cepat dan mengayunkan tombaknya seperti mengayunkan pedang pada pundak Lin Chen.
Lin Chen mengangkat tangan kirinya menangkap tombak itu, dan tangan kanannya yang berada di belakang sudah mempersiapkan serangan. Ia melepaskan serangan dari tangan kanan, terlihat chakram putih berduri yang melesat ke arah Monster Kuno.
Monster Kuno kembali menghilang dari pandangan Lin Chen, meski harus merelakan tombak yang tertinggal.
Chakram itu membelah Semesta Yongheng menjadi dua bagian, meledakkan banyak sekali galaksi-galaksi yang tak terhitung jumlahnya.
"Mati!"
Lin Chen mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin, dengan tangan kiri yang menggenggam siku dari tangan kanan. Telapak tangan yang mengarah ke atas itu terdapat tulisan 上帝 yang berarti Dewa.
Telapak tangan sosok putih dengan Monster Kuno saling bersentuhan satu sama lain, membuat semua galaksi yang tersisa bergetar hebat dengan tekanan kuat yang mulai muncul.
Cahaya mulai bersinar di antara kedua tangan yang saling beradu dan melepaskan energi yang sangat kuat dari keduanya.
Boom!
Lin Chen dan Monster Kuno terlempar ke arah yang berlawanan dengan ledakan putih kemerahan yang menyebar ke segala arah, membentuk cincin besar yang menghanguskan Semesta Yongheng.
Semesta Yongheng yang sebelumnya indah berwarna biru itu berubah kembali menjadi ruang angkasa berwarna merah seperti api yang menyala. Ini seperti awal dari terbentuknya Alam Bawah setelah kehancuran Semesta Yongheng.
Lin Chen dan Monster Kuno sama-sama menderita luka pada tangan masing-masing yang meledak, meski tumbuh kembali dalam hitungan seperkian detik.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1