
Pergerakan Lin Chen yang sangat cepat ini menerangi kegelapan dari Dimensi Monster Kuno, dan semakin menarik perhatian semua monster yang ada untuk mendekatinya. Bagaimanapun, cahaya atau energi spiritual murni seperti miliknya adalah sumber makanan Monster Kuno.
Sembilan wujud berbeda yang merupakan dirinya sendiri itu mengulurkan tangan ataupun membuka mulut Naga Emas, memfokuskan energi ke dalam satu titik yang menciptakan gumpalan kecil, menurut ukuran mereka.
Gumpalan putih yang dikelilingi oleh cincin berbagai warna itu terus membesar. Warna dari cincinnya sendiri adalah emas, merah, hitam, biru, oranye dan ungu.
Wush!
Energi yang entah disebut apa itu, mungkin Energi Dewa atau Iblis. Energi yang melesat sangat cepat menimbulkan suara keras yang mampu meledakkan galaksi, sinarnya sangat terang melebihi Bintang Qiang yang merupakan bintang tersebar dan paling terang di Semesta Yongheng.
Lin Chen merasa Dimensi Ruang ini lebih luas dari Alam Semesta itu sendiri, sehingga cukup sulit untuk mengubah gelapnya dimensi, terlebih lagi semua cahaya di sini akan tertelan dengan seiring berjalannya waktu.
Ketika hampir mencapai kota kecil yang terlihat seperti untuk manusia, Lin Chen mengepalkan tangannya membuat gumpalan energi itu mulai retak di permukaannya. Terlihat ada cahaya putih yang keluar dari gumpalan energi, kemudian meledak sangat keras.
Duarr!
Lin Chen menutup matanya saat ledakan terjadi, karena sinar yang dihasilkan benar-benar menyilaukan mata dan mampu membuat mata siapa saja yang melihatnya merasa terbakar.
Kemudian, walaupun hanya sesaat, Dimensi Monster Kuno yang sebelumnya gelap gulita, berubah menjadi putih terang dan terlihat beberapa benda yang mulai hancur menjadi debu.
Monster Kuno yang berada di barisan terdepan juga terlihat mulai menipis seperti terkikis, hingga menghilang dari tempatnya dan terbunuh.
"Hanya Earth Realm tahap Menengah. Belum cukup!"
Lin Chen berhenti melesat dan berdiri di tempat seraya mengarahkan tangannya ke depan. Bisa terlihat mulai ada lingkaran array yang sangat besar di setiap klon dengan warna yang berbeda. Dari dalam lingkaran array itu mulai bermunculan serangan-serangan berbeda bentuk.
Semua serangan berbentuk benda tajam itu melesat dengan kecepatan penuhnya, membelah gelapnya malam dan tekanan yang sangat kuat, menimbulkan suara keras yang mampu meledakkan tubuh manusia.
Ledakan yang bersahutan terus terjadi bersamaan dengan meningkatnya Point Pengalaman yang didapat, hanya membunuh sekitar tiga puluhan Monster Kuno Heavenly Realm tahap Awal untuk menembus tahap Puncak.
"Masih belum bergerak?" Lin Chen menatap jauh di dalam kegelapan, melihat monster yang sangat besar tengah duduk di kursi dengan pedang di tangan kanan. "Baiklah kalau itu maumu, aku akan mengerahkan segalanya."
Lin Chen yang ukuran tubuhnya lebih besar dari Bintang Qiang itu mulai mengangkat kedua tangannya di depan dada, dengan Energi Dewa dan Hukum yang menyatu di antara kedua tangan. Hingga ia menyentuhkan kedua telapak tangannya seraya berucap, "Dao Dewa, Kehidupan. Domain Dewa!" Ia merentangkan kedua tangannya kembali.
Kegelapan di Dimensi Monster Kuno mulai terkikis dan berubah menjadi putih secara signifikan, seperti masih ada penolakan dari Domain Hitam di sekitar.
Lin Chen yang bermandikan cahaya putih dari lingkaran array putih dengan pola emas itu mulai mengalami perubahan. Iblis dalam dirinya mulai menghilang, dimulai dari dua tanduk di dahinya.
Walaupun tanduknya menghilang, tapi tidak dengan chakram perunggu di punggungnya.
__ADS_1
Chakram itu bergerak, yang sebelumnya dalam posisi vertikal, kini menjadi horizontal melindungi dirinya yang ada di tengah-tengah.
"Benar, Domain Dewa adalah kelemahan dari Monster Kuno. Mereka terlihat tidak bisa bergerak dengan bebas, dan juga seperti kesulitan menelan cahaya ini, meski cahaya adalah makanan mereka."
Lin Chen mengamati satu per satu Monster Kuno yang kecepatan geraknya mulai melambat.
Monster Kuno terlihat bergerak spontan menanggapi ucapan Lin Chen, seperti mengatakan bahwa gagasan yang ia sebut adalah benar adanya.
Lin Chen merentangkan kedua tangannya, lalu mendorongnya ke depan. Tiba-tiba muncul ratusan Naga Emas yang melesat sangat cepat, dengan ratusan cambuk berduri di leher Naga Emas.
Monster Kuno mulai menyerang secara membabi buta mengarah pada Naga Emas. Namun serangan mereka tidak bisa mengenai karena ada pusaran hitam yang menekan semua serangan dan mengembalikannya.
Naga Emas membuka mulutnya selebar mungkin, mencengkeram erat menggunakan rahang kuatnya atau memakan Monster Kuno secara bulat-bulat tanpa mengunyahnya.
Cambuk-cambuk hitam itu mulai bergerak dan menancap pada tubuh Monster Kuno, menyerap semua kekuatannya secara perlahan, itu bisa dilihat dari cambuk yang mulai memancarkan sinar merahnya.
"Kekuatan ini memang terlihat sangat kuat dan mendominasi, tapi aku merasa masih kurang untuk bisa melawan Dewa dari Semesta Kuxing ..."
Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat awan putih yang mulai muncul di atasnya. "Mungkin untuk Semesta pertengahan, aku bisa melawannya dengan kekuatan yang sekarang. Tapi dia? Masih belum."
Lin Chen menunduk mengalihkan pandangannya pada monster yang masih duduk jauh di dalam Dimensi Monster Kuno. "Hanya melihat saja? Baiklah."
Lin Chen juga menciptakan kursi putih di belakangnya dan duduk di sana. Ia menyilangkan kaki kanannya di atas kaki kiri, memiringkan kepala dengan tangan menopang pipinya. "Aku juga akan melihatnya, kau mengirim bawahanmu, aku mengirim naga kecil ku."
Badai Spiritual lebih lebih berbahaya dari badai yang lain, karena terus menimbulkan ledakan seperti terlahirnya dan hancurnya galaksi secara beruntun. Bagi mereka yang kekuatannya di bawah dari pencipta Badai Spiritual, kekuatan di dalam tubuh mereka akan terguncang dan aliran kekuatannya terbalik.
Terguncang dan terbalik adalah hal yang paling sederhana.
Belasan menit kemudian, Monster Kuno mulai melemah karena kekuatannya yang terus diambil dan tidak bisa bergerak sama sekali karena terlilit oleh Naga Emas.
"Aku sudah tidak ingin bermain-main dengan kalian semua." Lin Chen mengangkat kedua tangannya mengarahkan pada ratusan Monster Kuno.
Pada telapak tangan kirinya terdapat tulisan berwarna emas '房间' dan di telapak tangan kanannya bertuliskan '时间'. Kedua kata itu memiliki arti Ruang dan Waktu. Ini adalah kali kedua ia menggunakan gerakan ini, yang mana memiliki efek yang cukup besar.
"Potong!"
Monster Kuno yang hendak menyerang Lin Chen itu terdiam tak bisa bergerak, dan terlihat tubuh mereka yang mulai meledak tertelan ruang. Entah pada bagian atas atau bawah, atau bahkan satu tubuh utuh.
[Ding~ Membunuh 558 Monster Kuno Ranah Earth Realm. Mendapatkan ...]
__ADS_1
[Ding~ Membunuh 127 Monster Kuno Ranah Heavenly Realm. Mendapatkan ...]
[Ding~ Point Pengalaman Mencapai Maximal]
[Ding~ Menembus Ranah Heavenly Realm tahap Puncak]
Kekuatan yang sangat besar mengalir deras melalui Meridian, ke dalam Dantian yang kemudian tersebar ke sekujur tubuhnya. Entah daging, darah, tulang, kulit, organ dalam dan lain sebagainya.
Lin Chen melihat Monster Kuno yang duduk di kursi besar, tangannya terlihat gemetaran karena amarah yang memuncak, namun mencoba untuk tetap tenang.
"Apakah kau akan diam saja? Setelah melihat semua bawahanmu yang mati."
Jarak keduanya sangat jauh, mungkin belasan miliar mil, namun hanya tersisa beberapa ratus meter saja dalam ukuran tubuh mereka berdua.
Monster Kuno berwarna hitam dengan corak merah, ada dua pasang sayap di punggung dan pinggang. Berambut putih keabu-abuan panjang, serta ada lingkaran merah di atas kepalanya. Ia berdiri dari kursi hitamnya yang besar seraya menekan pedang besar sebagai tumpuannya untuk membantunya berdiri.
"Kekuatanmu lumayan kuat, aku akan memakanmu dan menjadikan kekuatan itu menjadi milikku." Kaisar dari Monster Kuno mengangkat pedang dan mengarahkannya pada Lin Chen.
Suaranya benar-benar terdengar serak dan berat, sangat tidak nyaman untuk didengar. Suaranya seperti mampu menyesatkan jiwa seseorang, yang menyiksanya secara perlahan sampai membuatnya kehilangan kendali atas tubuh.
"Pedang?"
Lin Chen mengangkat tangannya di depan dada, terlihat ada cahaya putih yang mulai menyatu membentuk pedang dalam posisi horizontal. "Aku cukup hebat dalam teknik pedang, bagaimana jika kita menghilangkan cara bertarung yang membosankan, dan menggunakan pedang?"
Kaisar dari Monster Kuno itu mengayunkan pedangnya secara menyilang, menimbulkan pecahnya ruang di depannya dan secara perlahan mengikis Domain Dewa milik Lin Chen.
Bang!
Tiba-tiba terjadi dentuman keras di depan Lin Chen yang berasal dari serangan Kaisar Monster Kuno.
Ekspresi Lin Chen tidak berubah sama sekali meski ada ledakan energi yang muncul secara tiba-tiba di depannya, karena ia bisa merasakan serangan tak kasat mata dari Kaisar Monster Kuno itu.
"Serangan yang memotong ruang. Walaupun hanya mengayunkannya asal-asalan, kau bisa mengendalikan efeknya langsung pada target."
Lin Chen mengalirkan Energi Dewa dan Iblis pada pedangnya, menciptakan efek gerak di pedang putih di tangan kanannya seperti rantai pada chainsaw. "Aku, akan menyerapmu!"
...
__ADS_1
***
*Bersambung...