Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 052 : Pergi ke Kota Lainnya


__ADS_3

Keterkejutan terlihat jelas di wajah semua orang yang ada, entah yang berada di depannya atau di dalam kota akan perubahan ini semua. Sebelumnya, mereka sangat kesulitan dalam mencari makanan, karena itu banyak manusia yang mati kelaparan.


Jika ada keluarga yang mati, kebanyakan dari mereka akan diam tidak memberi tahu pada yang lain, atau menguburkannya secara diam-diam. Jika tidak, mayat keluarga mereka akan dimakan oleh penduduk lain.


Lin Chen menghampiri belasan kakek tua. "Sekarang, bisakah kita berbincang-bincang."


Tanpa meragukan sisa sebenarnya Lin Chen, semua orang menganggukkan kepala secara bersamaan dan membawa Lin Chen ke pusat kota.


Lin Chen terbang di belakangnya, mengikuti belasan orang di depan. Senyum pahit dan kerutan kening terlihat di wajahnya, tidak tahan melihat keadaan kota yang mengenaskan, mayat-mayat manusia tergeletak seperti sudah menjadi hal biasa.


Ketika sudah sampai di pusat kota, tidak ada sambutan atau apa pun, yang dilihatnya hanyalah orang-orang tua yang kurus dan anak kecil yang kekurangan gizi.


Lin Chen mendarat di tanah tandus dengan kaki kanan menyentuh tanah terlebih dahulu. Ia mendongak melihat bangunan tinggi dengan tiga lantai, dan semua bahannya terbuat dari kayu hitam yang lapuk, lubang-lubang juga terlihat di dindingnya.


Tanah yang retak, halaman yang hancur dan sebagainya.


Lin Chen meletakkan kedua tangannya di belakang pinggang dan ada guncangan di tanah dengan retakan. Tunas baru kembali tumbuh dari retakan itu, yang kemudian memperlihatkan pepohonan penuh dengan buah.


"Mari masuk, Dewa." Salah seorang kakek tua berambut putih panjang, dengan janggut yang juga panjang sampai ke dada. Banyak kerutan di wajah dan mengenakan pakaian abu-abu kusam yang penuh dengan tambalan.


"Tidak perlu, kita bisa membicarakannya di sini." Lin Chen menekuk kedua lututnya dan duduk di kursi pohon di belakangnya.


Walaupun ia tidak memiliki penguasaan terhadap Element Kayu, entah mengapa ia bisa membuat apa pun menjadi nyata. Mungkin karena Esensi Dao Dewa, karena Dewa bisa melakukan hal yang diinginkan tanpa ada larangan.


Semua orang, termasuk mereka yang ada di kediaman pusat kota mulai berkumpul mengelilingi Lin Chen, dengan belasan kakek tua yang juga duduk di depan, meski kursinya lebih rendah.


"Langsung saja, apakah tidak ada pohon atau air di sini?" Lin Chen merasa tidak ada sumber air, tapi tanpa adanya air, sangat tidak mungkin manusia bisa bertahan hidup.


Mengandalkan sumber air di dalam Ruang Dimensi? Memang mungkin, asalkan ada yang sudah menembus Ranah Dewa, tapi di sini kekuatan tertinggi hanya sebatas Holy Dao.


"Tidak ada, tidak ada sungai atau hujan. Tidak ada pohon atau rumput, makanan dan minuman kami mengandalkan monster yang datang menyerang ..." Kakek tua bernama Weiheng menjawabnya. Weiheng adalah orang yang menawarkan Lin Chen untuk masuk tadi.


"Tapi, kami sudah mendengar cerita turun temurun yang mengatakan jika miliaran tahun lalu, ada tempat yang sangat indah. Rumput hijau, udara segar, sungai mengalir deras. Namun saat kami berusaha untuk mencarinya, kami tidak menemukan apa-apa."


Lin Chen menganggukkan kepala saat mendengar penjelasan dari Weiheng. "Apakah kalian tahu jika di luar sana, ada tempat indah. Tahu jika dunia terbagi menjadi tiga tingkat?"


Weiheng dan yang lain menggelengkan kepala. "Tidak tahu. Apakah di sana benar-benar ada tempat seperti di cerita? Lalu, apa maksud Anda mengenai dunia terbagi menjadi tiga tingkat?" Ia mengerutkan keningnya yang memang sudah penuh dengan kerutan.

__ADS_1


Lin Chen memijat tulang hidungnya yang berada di antara kedua mata yang tertutup. Ia memang sudah menduga jika kehidupan di sini sangat berat, tapi tidak tahu jika akan seberat ini. Bahkan, untuk setetes air saja tidak ada, dan tidak mengetahui tentang Alam Bawah, Semesta dan Selestial.


Kemudian Lin Chen membuka matanya kembali, dan membawa Xue Ying dari dalam Ruang Dimensi. Ia ingin membawa Yan Xue, tapi setelah melihat keadaan di dalam sana, ia mengurungkan niatnya karena Yan Xue sedang berlatih.


"Kakak, kita ada di mana?"


Kedatangan Xue Ying yang tiba-tiba ini mengejutkan semua orang yang mengelilingi, dan bahkan banyak yang menganggap Xue Ying sebagai seorang Dewi karena kecantikannya.


Lin Chen mengarahkan telapak tangan kirinya ke samping, menciptakan kursi untuk Xue Ying duduk. "Kita sekarang berada di Alam Bawah."


"Tapi udaranya—"


"Aku sudah membersihkannya, bahkan menumbuhkan pepohonan." Lin Chen menjawabnya langsung tanpa menunggu Xue Ying selesai.


Xue Ying menganggukkan kepalanya, kemudian duduk di kursi buatan Lin Chen, setelah memberikan makanan yang ia bawa.


Lin Chen yang melihat ini sedikit terkejut, karena sangat jarang Xue Ying membagikan makanan, meski memiliki makanan yang sangat banyak.


Puluhan orang yang mengelilingi Lin Chen, termasuk orang lanjut usia mulai berlutut, kemudian bersujud dengan dahi menyentuh tanah.


"Mungkin ini terdengar lancang dan serakah walaupun Anda sudah memberikan kami makanan. Tapi, Hamba memohon dengan sangat, bisakah Anda membawa anak-anak ke tempat yang layak? Kami para orang tua tidak masalah harus tinggal di sini." Weihang mewakili semua orang yang ada.


"Baiklah." Lin Chen berdiri dan melayang perlahan meninggalkan daratan. Kemudian mengeluarkan Profound Ark di langit, bersama dengan mengangkat semua orang dari permukaan tanah.


Ketika semua orang sudah berada di atas Profound Ark, Lin Chen mengeluarkan berbagai makanan. Entah ratusan tipe buah, dengan berbagai daging mentah di sana.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya di depan dada, dengan jari telunjuk dan tengah mengarah ke langit. "Sembuh."


Tubuh semua orang diselimuti oleh energi kuat berwarna putih, yang kemudian terlihat perubahan yang signifikan pada tubuh semua orang. Memang tidak mengubah mereka menjadi muda kembali, tapi setidaknya fisik mereka kembali kuat dan tidak terlihat kurus lagi.


Profound Ark mulai melayang lebih tinggi lagi, dan saat itu juga Xue Ying mulai mengerti. Alam Bawah memang bukan tempat yang cocok bagi manusia tinggal, karena keadaan yang memang tidak memungkinkan.


Lin Chen menoleh ke arah Weiheng. "Apakah kau tahu di mana kota manusia yang lainnya?"


Bukan hanya Weiheng, semua orang terkejut dengan mulut terbuka saat mendengarnya, seperti kembali bertanya pada Lin Chen.


Apakah ada kota manusia lain?

__ADS_1


Xue Ying mengerutkan keningnya dan raut wajahnya nampak sedih. "Kakak ..."


Lin Chen mengerti maksud tatapan mata Xue Ying. Adiknya meminta agar semua manusia di Alam Bawah diselamatkan, tapi, bahkan tanpa Xue Ying meminta sekali pun, ia akan menyelamatkan mereka.


"Tenang saja, aku akan menyelamatkan mereka semua." Lin Chen mengusap lembut puncak kepala Xue Ying. Kemudian ia menceritakan informasi apa saja yang ia dapatkan setelah menyusup ke Kota Merah Darah.


Mendengar cerita itu, semua orang tanpa terkecuali kembali bersujud, menganggap Lin Chen sebagai Dewa.


Lin Chen hanya melirik sekilas dan kembali fokus ke depan, kemudian ia melepaskan semua klon yang mampu ia ciptakan ke seluruh penjuru Alam Bawah, untuk mencari keberadaan kota-kota manusia lain.


Sebelum membunuh Sei Jia Fu tadi, ia menyadari jika Sei Jia Fu tidak mengetahui tata letak kota manusia lain. Akhirnya, ia hanya bisa mencarinya sendiri. Untuk manusia yang ia selamatkan, ia akan menyeleksi mereka terlebih dahulu.


Jika ada dendam, serakah atau kebencian yang sifat-sifatnya seperti iblis. Bukan hanya Lin Chen tidak membawanya, bahkan mungkin ia akan membunuhnya langsung.


Setelah memahami dirinya sendiri, ia memiliki kemampuan untuk memahami orang lain, sama seperti Long Xia Yun.


Semua orang yang melihat banyak sekali Lin Chen, akhirnya mereka benar-benar yakin jika mereka telah diselamatkan oleh Dewa. Bahkan sampai saat ini, mereka masih bersujud tanpa menyentuh makanan sama sekali, meski mereka sangat kelaparan.


"Kalian bisa makanan apa pun yang ada di sana. Tidak perlu menahan diri."


Walaupun sudah mendapatkan izin dari Lin Chen, semua orang masih terlihat ragu-ragu. Tapi setelah Xue Ying yang menyuruh, akhirnya semua orang mulai bangkit.


"Jika Kakak mengatakan bisa makan apa pun, maka makan saja."


Lin Chen tahu mengapa semua orang nampak ragu, itu karena kekuatan yang ditampilkannya sangat mendominasi dan membuat manusia yang lain takut jika menyinggung perasaannya.


Lin Chen menoleh ke kiri kanan, kemudian atas untuk melihat arah. "Biarlah, mari bergerak ke kanan ..."


Profound Ark melesat sangat cepat seperti cahaya, membelah udara berat penuh debu.


Ketika pergi menjauh dari kota, Lin Chen menunduk sekilas melihat mayat-mayat yang tergeletak di sana. Ia ingin menghidupkan mereka, tapi mengurungkan niatnya, karena itu hanya menambah luka yang tidak perlu.


Mungkin saja mayat-mayat di sana adalah kanibal, melihat dari kulit mereka yang berbeda dari yang lain.


Tunggu! Apakah aku bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati? Sejak kapan?!


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2