Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 210 : Kedatangan Naga Hitam Pembuat Onar


__ADS_3

Desa Nan adalah desa kecil dengan penduduk yang jumlahnya hanya sampai delapan ratusan orang dan tidak lebih, kehidupan di sini sangat memprihatinkan. Penduduk yang seperti manusia itu, sangat kurus tak bertenaga dan sepertinya mereka ketakutan akan sesuatu.


Tembok desa terbuat dari batang pohon setinggi empat meter yang bagian atasnya tajam seperti stalagmit, dan hanya memiliki satu gerbang di arah utara yang dijaga oleh delapan pria paruh baya kurus, membawa senjata tombak kayu dan busur bambu.


Sungguh senjata yang tidak cocok untuk tempat seperti Alam Tiantang. Bahkan jika kekuatan terendah mereka adalah Blood Realm, tapi untuk menghadapi monster Heavenly Realm, mereka bagaikan debu yang akan terbunuh hanya dengan tiupan lembut.


Tap... Tap... Tap...


Suara langkah kaki yang berasal dari arah utara di kedalaman hutan mengejutkan semua penjaga: busur panas sudah mereka angkat untuk menyerang; tombak kayu diarahkan pada hutan dan mereka siap berlari ke sana untuk bertarung, bahkan jika nyawa sebagai taruhannya.


"Tenang." Suara pelan yang lembut namun menggema bisa didengar berasal dari dalam hutan. "Aku di sini tidak ingin mencari masalah, tapi sebaliknya, aku merasa ada yang aneh dengan pulau ini."


Terlihat ada pemuda yang mengenakan pakaian serba hitam dan matanya merah, itu adaah Lin Chen yang sedang melakukan penyamaran, bahkan Segel Tiandi yang berada di dahi antara alis tersamarkan.


"Apa yang ingin kah lakukan?" tanya pria paruh baya. Ia akan siap mengorbankan dirinya asalkan desa tidak dalam bahaya, meski sepertinya tidak mungkin karena pemuda di depannya terlihat kuat.


"Aku ingin mengetahui mengapa desa ini seperti ini?" Lin Chen melihat desa yang terbengkalai dan tidak cocok untuk tempat tinggal, meski keadaan sekitarnya dipenuhi oleh pepohonan maupun tumbuhan yang bisa dikonsumsi.


Salah satu pria tua yang mengarahkan tombaknya, mengerutkan kening dan menatap Lin Chen dengan tajam. "Aku bisa menceritakannya, tapi aku ingin memeriksa apakah kau memiliki benda terkutuk di tubuhmu!"


"Silakan periksa." Lin Chen mengangkat kedua tangannya seperti orang yang menyerah; tidak ada barang apa pun di tubuhnya, bahkan cincin pernikahan tidak ada, karena ini hanyalah kloning, untuk apa menggunakan cincin pernikahan.


Pria paruh baya yang nampak kurus, bahkan tulang pipinya tercetak jelas, mulai berjalan menghampiri Lin Chen dan memeriksa apakah ada barang-barang berbahaya yang tersimpan. Ketika tidak menemukan suatu barang, perasaannya campur aduk: ada perasaan senang karena tidak menemukan barang berbahaya; ada perasaan sedih karena tidak menemukan makanan untuk penduduk desa.


Lin Chen bisa mengerti apa yang dialami penduduk desa, tapi karena saat ini sedang dalam penyamaran, mau tidak mau ia bertanya, "Apa yang terjadi? Sepertinya kalian ingin makan, aku melihat banyak tumbuhan di dalam hutan dan itu tidak jauh, mengapa kalian tidak berani mengambilnya?"


Pria paruh baya itu terdiam, kemudian menghela napas berat dan mencoba untuk tersenyum meski menyakitkan. "Aku tidak tahu karena kami adalah generasi ke sepuluh ribu. Tapi, ada masa-masa indah saat kami menduduki seluruh pulau ini..."


Pria paruh baya bernama Hang Juan terus menjelaskan bahwa belasan miliar tahun lalu, kehidupan masih damai. Tapi tiba-tiba ada kekuatan yang tidak biasa mulai mengambil Energi Abadi sampai menipis, mengubah semua kehidupan menurun, dan akibatnya Kaisar Giok harus mengorbankan diri untuk mengubah tubuhnya menjadi Energi Abadi.


Walaupun sudah berkorban, tidak mungkin Energi Abadi akan tetap ada, dan akhirnya kembali menipis.


Setelah Kaisar Giok menghilang, banyak makhluk yang berdatangan, entah mereka yang berasal dari Alam Diyu, Sungai Sanzu, atau bahkan yang terlahir dari kekacauan ruang seperti saat Lin Chen bepergian bersama Yan Xue dari Alam Rendah ke Alam Immortal.


Banyak sekali makhluk God Realm tahap Akhir, Puncak dan bahkan Lord Realm!


Hang Juan menghela napas berat, kemudian berkata dengan getir, "Pu- Pulau ini, ada yang menunggu. Dia adalah Naga Hitam, dan dikenal dengan sebutan Naga Kekacauan. Dia akan memakan Energi Abadi di sini, dan setiap tiga tahun sekali, akan meminta gadis muda sebagai tumbal ..."


"Dia juga melarang kami untuk keluar dari desa, melarang kami untuk memetik tumbuhan bahkan jika itu sehelai daun. "

__ADS_1


Lin Chen mengerutkan keningnya. "Mengapa kau tidak meminta bantuan dari Wilayah Tiantang?"


Hang Juan tertegun, kemudian tertawa terbahak-bahak. "Aku tidak tahu kau berasal dari mana, tapi asal kau tahu anak muda, Wilayah Tiantang sangat lemah, bahkan mereka tidak bisa menahan serangan."


"Aku mendengar ada suara lonceng, mungkin itu adalah Lonceng Langit seperti dalam legenda. Tapi, siapa yang peduli? Wilayah Tiantang sangat lemah, mereka tidak berbeda jauh dengan tempat lain. Jika di sana tidak ada Dewa dan Dewi, Wilayah Tiantang sudah lama hancur!" Salah satu penjaga menambahkan.


Hang Juan menganggukkan kepala dan menambahkan, "Bahkan jika Kaisar Giok kembali. Lalu apa? Banyak bahaya yang datang ke Alam Tiantang!"


Lin Chen menaruh kedua tangannya di belakang dan mengepalkannya. Warga sialan! Kaisar Giok yang kalian hina ada di depan kalian!


Hang Juan kembali menjelaskan, bukan kejadian yang dialami sendiri, tapi kejadian yang dialami Leluhur dan diceritakan turun-temurun.


Ada masanya di mana Energi Abadi hampir kembali pulih, dan menurut waktu, harus itu saat-saat Chen Hao Ling sudah menerobos Lord Realm. Tapi, bencana menimpa Alam Tiantang, bukan hanya Energi Abadi tidak kembali pulih, tapi ada beberapa wilayah di Alam Tiantang yang terbelah dan menghilang.


Lin Chen merasa aneh, dan memutuskan untuk kembali bertanya, "Apakah tidak masalah menceritakan hal ini?"


Hang Juan yang sebelumnya bahagia karena menghina Kaisar Giok, kini kembali murung dengan ekspresi memprihatinkan. "Tidak masalah, ini adalah pengetahuan umum. Yang aneh, kau malah tidak mengetahuinya. Tapi, siapa yang peduli, sebentar lagi kami akan mati."


Lin Chen mengabaikannya dan meminta persetujuan apakah boleh memasuki desa. Dan mengejutkannya, ia dipersilakan untuk masuk begitu saja tanpa ada pertanyaan lebih lanjut.


Lin Chen memasuki Desa Nan yang sangat tidak terawat, tanah tandus penuh debu dan tidak ada pepohonan di dalamnya, rumah-rumah terbuat dari kayu yang rusak dan bahkan angin bisa merobohkan bangunan tanpa harus menggunakan banyak tenaga.


Lin Chen menarik napas dalam-dalam untuk mencegah emosi yang mampu memengaruhi sekitar. Kemudian, ia menutup matanya untuk mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Matanya penuh belas kasih dan belas kasihan pada saat dibuka. "Hang Juan."


Hang Juan melangkah menemani Lin Chen di samping. "Ada apa?"


Lin Chen terdiam sejenak, kemudian menghela napas dan berkata, "Aku dari Wilayah Tiantang, aku diperintahkan oleh Yang Mulia Kaisar Giok untuk menghilangkan semua bahaya dan mengembalikan kehidupan di Alam Tiantang."


Hang Juan dan yang lain, tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut karena kejutan tentang identitas asli Lin Chen. Mereka gemetaran karena takut, takut ditangkap karena sudah menjelekkan Wilayah Tiantang dan Kaisar Giok.


Lin Chen mengangkat tangan kirinya menahan Hang Juan yang ingin berbicara. "Tidak perlu khawatir, Kaisar Giok tidak mudah marah." Ia berjongkok dan menyentuh tanah.


Tiba-tiba, tanah yang baru saja disentuh mendapatkan kesuburannya kembali; hamparan rumput mulai tumbuh seperti gelombang pasang yang tercipta karena kerikil dilemparkan ke dalam kolam air. Hanya dalam sekejap mata, Desa Nan sudah ditumbuhi oleh rumput dan pohon-pohon yang kering mendapatkan kehidupannya lagi.


Lin Chen berdiri perlahan dan mengangkat tangannya mengarah pada tempat kosong di hamparan rumput. Tiba-tiba ada tumpukan buah maupun daging yang dibungkus dengan daun ketika cahaya putih menghilang. Bahan makanan yang muncul di sana bagaikan gunung kecil itu menarik perhatian penduduk, tapi mereka tidak berani bergerak karena Naga Kekacauan yang mengancam.


"Ini ... ini ..." Hang Juan menoleh ke kanan menatap Lin Chen dalam diam.


Lin Chen mengerutkan keningnya melihat penduduk yang mulai berkumpul mengelilingi makanan, tapi tidak ada seorang pun dari mereka yang bergerak. "Ada apa? Apakah kalian tidak ingin memakannya? Kalian bisa memakan semuanya tanpa perlu khawatir."

__ADS_1


Hang Juan menekan bibirnya sampai membentuk garis tipis. Ia menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan dan berkata dengan gemetar, "Ma- Maaf Tuan Utusan. Meski ini adalah pemberian dari Yang Mulia Kaisar Giok, tapi kami tidak bisa memakannya, itu karena—"


Tiba-tiba ada suara keras yang terdengar mengancam dari luar Desa Nan.


"Karena aku! Hari ini aku menginginkan seratus gadis! Aku juga akan mengambil semua makanan yang kalian dapat! Jika kalian menolaknya. Aku, Naga Kekacauan akan membunuh kalian!"


Lin Chen berbalik secara perlahan dengan kemarahan yang ia tahan. Ia bisa melihat pemuda berpakaian hitam, mata merah, ada bintik-bintik merah di wajahnya dan sisik hijau di bagian leher.


"Apakah kau yang merusak Desa Nan? Apakah kau tidak takut dengan murka Surga? Apakah kau tidak takut dengan Kaisar Giok?" Lin Chen berjalan menghampiri pemuda yang baru datang. Ia menutup matanya dan tersenyum, tapi senyuman itu bukan senyuman yang menenangkan, melainkan senyuman mengerikan yang terasa dingin sampai menusuk ke tulang.


Naga Kekacauan tidak bisa menahan tawanya yang terbahak-bahak, tawa yang menggelegar menggetarkan daratan. Kemudian ia berkata dengan suara mengancam, "Surga? Alam Tiantang sudah berubah! Kaisar Giok!? Dia hanyalah bocah beruntung dari Alam Semesta karena berhasil menerobos Lord Realm! Tidak ada yang spesial!"


Naga Kekacauan menatap tajam Lin Chen. "Aku bisa dengan mudah membunuh Kaisar Giok dan memakan— Keh!"


Whooooosh!


Lin Chen berdiri tepat di depan Naga Kekacauan dengan posisi sedikit membungkuk dan memasang kuda-kuda. Kemudian ia mengangkat kaki kanannya menendang dagu Naga Kekacauan dalam bentuk manusia.


Boom!


Tendangan Lin Chen menimbulkan ledakan udara dan menghempaskan Naga Kekacauan ke langit.


Lin Chen yang masih mengangkat salah satu kakinya dalam posisi menendang, tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang tanpa meninggalkan jejak, bahkan angin pun tidak bertiup.


Boom!


Ledakan udara lain terdengar berasal dari langit, menarik perhatian semua orang itu melihatnya. Terlihat Naga Kekacauan kembali di tendang pada bagian tenggorokan, yang kemudian menghempaskannya ke lautan awan di luar pulau.


Lin Chen yang berada di langit, kembali menghilang. Ia mengejar Naga Kekacauan yang ingin sekali ia makan dagingnya!


Hang Juan dan yang lain, tidak bisa berkata-kata lagi, mereka masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.


Utusan Kaisar Giok? Begitu hebat? Bagaimana dengan Kaisar Giok?


Hang Juan kembali memikirkannya saat ia menghina Kaisar Giok yang tidak akan memberikan perubahan pada Alam Tiantang. Tiba-tiba ia merasa dingin di punggungnya, seperti kematiannya tidak akan lama lagi.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2