Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 231 : Xue Ying dan Dewi Kuxing—Datang


__ADS_3

Kolam air panas di Istana Tiantang sangat luas dan mewah, banyak herbal yang ditempatkan di dalam kolam dan semuanya adalah Tanaman Spiritual 100.000 Tahun ke atas yang sangat jarang ditemui, bahkan untuk Alam Tiantang.


Tapi bagi Wilayah Tiantang, sumber daya semacam itu sudah bisa dianggap biasa saja. Bahkan ada Tanaman Spiritual yang baru ditanam, tapi bisa dianggap seperti sudah berusia 10.000 Tahun.


Ada dua cara untuk mengetahui usia dari Tanaman Spiritual. Pertama, tentunya dari seberapa lama tanaman itu tumbuh dan menyerap aura dari bumi dan langit. Kedua, dengan banyaknya Energi Abadi di dalamnya!


Tanaman yang tumbuh di sini, bisa menyerap energi di sekitar cukup cepat dan satu hari di sini sama seperti ratusan tahun di luar. Jadi, jika beberapa ratus hari menyerap energi di Wilayah Tiantang, bukankah itu sama saja dengan puluhan ribu tahun di luar?


Lin Chen menggunakan banyak Point System untuk mengembangkan Wilayah Tiantang dan pada saat itu semua tumbuhan yang ada di sini bisa dianggap sebagai Tanaman Spiritual, bahkan untuk rumput yang biasanya mereka injak-injak sudah bisa dianggap sebagai herbal berkualitas dan akan diperebutkan sampai mati jika jatuh ke Semesta.


Aliran sungai kering di Wilayah Tiantang, sudah diperbaiki dan setiap aliran airnya merupakan Air Abadi. Satu teguk setara dengan beberapa tahun masa kultivasi di luar dari Wilayah Tiantang.


Karena itu, hampir tidak ada lagi yang masih di Spirit Realm. Yang terendah adalah Earth Realm tahap Menengah, tapi masih belum cukup, Lin Chen ingin tidak ada lagi Earth Realm!


Kembali lagi pada Lin Chen, sekarang sedang bersandar di dinding kolam setelah membersihkan tubuhnya. Yan Xue berada di pangkuannya dan bersandar padanya.


Roh Pertempuran mereka berubah dalam bentuk manusia dan tinggal di luar untuk berjaga-jaga, serta agar mereka tidak melihat apa yang sedang mereka berdua lakukan di pemandian. Jika mereka tidak mendapatkan Kesadaran Spiritual dan menjadi Roh Pertempuran, mungkin tidak harus melepaskan dari dalam tubuh.


Lin Chen memiringkan kepalanya melihat dua bola yang mengapung di permukaan air. "Bukankah ini bertambah besar? Lembut dan kenyal."


"Mmffhh..." Yan Xue merintih saat dadanya dimainkan.


Lin Chen mengigit daun telinga Yan Xue dan tangannya yang lain mulai turun dari dada, mengusap perut lembut yang datar sampai ke bagian terbawah. "Kita sudah lama tidak melakukannya, terakhir kali saat di Kota Chen. Artinya, sudah lebih dari tiga tahun. Bagaimana jika kita melakukannya? Mari kita adik untuk Mei'er, Jian'er dan Xuan'er."


Yan Xue mengangkat kedua tangannya, memegang kepala Lin Chen yang berada di belakangnya. Ia menoleh ke kiri dengan mata tertutup dan mulutnya sedikit terbuka.


Lin Chen tersenyum, kemudian mencium bibir Yan Xue yang lembut.


Keduanya berciuman cukup lama sampai napas Yan Xue terasa berat, barulah mereka berdua melepaskannya.


Yan Xue menatap Lin Chen dengan matanya yang berkilau dan wajahnya sudah merah, entah karena suhu yang tinggi dari pemandian air panas, atau karena suhu dalam tubuhnya yang naik.


"Xue'er ingin, tapi tidak mungkin, karena sebentar lagi kita akan berperang. Xue'er tidak ingin berada di baris belakang hanya karena hamil, Xue'er ingin berada di baris depan bersama Gege."


Lin Chen terdiam, akhirnya hanya bisa menghela napas. Mungkin mereka batal melakukannya, tapi ia tidak ingin berhenti memainkan dua pelampung di depannya yang sangat lembut dan menggoda.


Yan Xue juga tidak menolak dan membiarkan Lin Chen bermain dengan tubuhnya. Ia tidak bisa berhenti mengerang, terus mengeluarkan suara yang sangat menggoda Lin Chen untuk melakukannya di sini.


Lin Chen menekan bibirnya sampai membentuk garis tipis. Ia berusaha menahan diri agar tidak liar dan melakukannya. "Xue'er..."


Yan Xue terdiam, kemudian menghela napas panjang. "Baiklah, tapi Xue'er akan menggunakan energi spiritual agar tidak hamil." Ia berbalik saat sedikit berjongkok, kemudian kembali duduk dengan rintihan panjang.

__ADS_1


Lin Chen tersenyum bahagia dan mulai memegang bantalan lembut bawah Yan Xue, lalu menggerakkannya cukup cepat sampai air di kolam naik ataupun terlempar keluar. Kemudian ia duduk di lantai pinggiran kolam agar tidak ada tekanan air dan mudah dalam bergerak.


Yan Xue melingkarkan tangannya di leher Lin Chen dengan rintihan merdu di telinganya, dan itu membuat Lin Chen semakin bersemangat.


Untungnya, Lin Chen memasang formasi array dan tidak ada yang bisa membuka pintunya, kecuali mereka adalah orang yang lebih kuat darinya, atau paling tidak Tiga Dewata Murni.


Lin Chen terus menggoyang Yan Xue dengan sangat bersemangat. "Ngomong-ngomong, usia pernikahan kita sudah lima puluh tahun. Putra kecil kita sudah berusia sembilan belas tahun, aku penasaran seberapa tampannya dia."


"Jian'er, apakah dia masih bermasalah dengan keluarga Ye yang selalu mengejarnya? Semoga saja dia baik-baik saja, tapi, klon yang aku tinggalkan tidak melakukan pergerakan, artinya tidak ada masalah yang tidak bisa dihadapi."


Yan Xue hanya terdiam, bukan karena tidak ingin berucap, tapi karena memang tidak bisa. Ia hanya mengerang panjang dengan napasnya yang terengah-engah.


"Kau tahu, aku semakin bersemangat jika kau mengeluarkan suara seperti itu." Lin Chen mengigit telinga Yan Xue. Ia ingin berganti posisi, tapi tahu bahwa ini bukanlah kasur dan Yan Xue masih sangat enggan menggunakan posisi yang memalukan.


Akhirnya setelah hampir dua jam, Yan Xue mengerang lebih panjang dan keras saat merasakan hangat di dalam perutnya. Napasnya terengah-engah dan tidak bisa bergerak, sehingga hanya memeluk Lin Chen.


"Hah, hah, hah..." Yan Xue melepaskan tangannya yang melingkar di leher Lin Chen, kemudian keduanya berciuman untuk sekali lagi sebelum akhirnya mereka berdua mandi.


Kembali ke kamar, mereka melakukannya lagi.


...***...


3 Tahun Kemudian


Tentu, tidak semuanya bisa masuk karena syarat yang sulit. Kekuatan terendah mereka haruslah Earth Realm tahap Akhir.


Dalam menyortir pasukan yang ingin bergabung, Lin Chen tidak turut hadir. Bukan hanya karena tidak terlalu penting, tapi akan merendahkan martabatnya karena seorang Kaisar Giok, Penguasa Tiga Alam harus mengerjakan tugas semacam itu.


Lin Chen berada di dalam Istana Tiantang bersama dengan Yan Xue di sampingnya.


"Tidak terasa aku hampir berusia tujuh puluh tahun."


Yan Xue tersenyum kecut, kemudian menarik telinga Lin Chen. "Mengapa tiba-tiba Gege membahas tentang usia? Xue'er sudah lebih dari tujuh puluh tahun!"


"Maaf-maaf." Lin Chen mengusap telinganya yang merah dan sesekali tertawa saat memalingkan wajahnya.


Lin Chen menyentuh dahi di antara alisnya, mengaktifkan Segel Tiandi. Tiba-tiba, ada kekuatan yang berkumpul di depannya membentuk pusaran cahaya emas murni seperti tornado angin.


Karena hal itu, angin di dalam Istana Tiantang bergerak sangat kencang tapi tidak sampai menimbulkan luka-luka, bahkan pakaian pun tetap utuh tanpa adanya goresan.


Gemuruh menggelegar di Wilayah Tiantang seperti Surga telah marah. Tapi saat Lin Chen mendengus dingin dengan keinginan membunuh, gemuruh itu langsung diam tanpa suara. Bahkan aura penindasan yang tak terbayangkan menghilang, dan Wilayah Tiantang kembali tenang.

__ADS_1


Lin Chen bisa mendengar suara bising di luar Istana Tiantang.


"Apa yang terjadi?! Bagaimana bisa Surga marah? Apakah Kaisar Giok mengambil tindakan yang melawan Surga?!"


"Apa yang kau khawatirkan? Kaisar Giok sangat kuat, lihat, langit sudah kembali tenang. Bahkan jika Kaisar Giok mengambil tindakan yang melawan Surga, Surga harus tunduk padanya!"


Lin Chen menggelengkan kepalanya, mengabaikan pembicaraan tidak penting antara penghuni Wilayah Tiantang dengan pelamar yang baru datang. Ia memilih kembali fokus pada dua pusaran cahaya di depannya dan menambahkan lebih banyak energi.


Proses itu cukup lama hingga tak terasa hari mulai petang, dan akhirnya serpihan cahaya putih berkumpul di dalam pusaran emas murni. Mereka membentuk siluet manusia yang nampak seperti dua wanita yang berdiri bersebelahan.


Ketika belasan menit berlalu, akhirnya wujud asli mereka benar-benar terlihat dengan jelas—Xue Ying dan Dewi Kuxing!


Xue Ying mengenakan hanfu hijau muda; membuka matanya perlahan dan mengedipkan matanya berkali-kali. "Kakak!" Ia berlari ke arah Lin Chen dengan kedua tangan yang terbuka.


Lin Chen membuka kedua tangannya untuk menangkap Xue Ying, tapi saat Xue Ying hampir masuk ke dalam pelukannya, Xue Ying menghindar dengan cara membungkukkan badan dan memeluk Yan Xue.


Lin Chen tidak bisa berkata-kata, melihat ke arah Yan Xue, Yan Xue melihatnya dengan senyuman hangat dan anggukkan kecil. Akhirnya, ia memeluk Dewi Kuxing yang tepat berada di depannya.


Dewi Kuxing yang menertawakan Lin Chen, tersentak saat dipeluk. Tapi, ia tidak menolaknya dan tetap diam dengan tenang.


Setelah beberapa saat, Dewi Kuxing meminta untuk lepas dari pelukan Lin Chen. Kemudian tatapan matanya berubah menjadi serius dan berkata, "Master, kapan perang akan terjadi?"


Lin Chen merenung sejenak, kemudian menjawabnya, "Dua—"


"Chapter!" Xue Ying berteriak keras saat melompat dengan kedua kaki yang ditekuk dan mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin, membawa sebuah buku berwarna putih dengan beberapa gambar dan tulisan.


Lin Chen mengayunkan tangannya, menangkap Xue Ying dan membuatnya berdiri di depannya. "Apa yang kau lakukan? Apa yang membuatmu sangat bersemangat seperti itu?" Ia mencubit pipi lembut Xue Ying.


Xue Ying melambaikan buku yang dibawanya, dan saat Lin Chen berhenti mencubit pipinya, ia menjawab, "Kakak sudah enam tahun tidak kembali, jadi tidak tahu. Kota Chen sudah berkembang pesat, ada mangaka yang membuat cerita sangat menarik ..."


"Saat Yi'er baru datang di sini, Yi'er menggunakan klon untuk membeli chapter terbaru."


"Oh? Oke." Lin Chen menganggukkan kepala, kemudian menambahkan, "Dua tahun lagi, mungkin Lord Sanzu akan keluar. Kekuatanku sudah setara dengan Tiga Dewata Murni, tapi aku berharap bisa lebih tinggi lagi."


Tatapan Xue Ying menjadi serius, dan ia menyimpan buku yang baru dibelinya.


Lin Chen membawa mereka berdua untuk beristirahat; pastinya sangat melelahkan karena berpindah dari Semesta Yongheng ke Alam Tiantang saat kekuatan masih di God Realm.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2