Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 156 : Keluar dari Negeri Surgawi


__ADS_3

Daratan Jinmang


Walaupun sudah berlalu selama satu bulan lamanya, Gerbang Dimensi tidak menghilang untuk kembali masuk jauh ke dalam tanah. Hal ini membuat semua orang merasa heran dan aneh, bahkan sampai membangunkan salah satu Heavenly Realm yang ikut datang.


Xian Anqi masih menunggu Gerbang Dimensi untuk terbuka, ia ingin melihat siapa sebenarnya pemuda yang mampu membuka paksa Gerbang Dimensi. Ia tidak bermaksud untuk mencari masalah atau apa pun yang mampu menimbulkan pertarungan.


Yang diinginkan Xian Anqi hanyalah jawaban, ia merasa pemuda di dalam Gerbang Dimensi adalah jawaban dari kemacetannya dalam kultivasi. Jika memungkinkan, ia berharap dapat menembus tahap Akhir dari Earth Realm.


Aku harus bersikap baik, jangan memaksanya. Mungkin Qiang tidak tahu, tapi aku merasa orang yang berada di dalam adalah Heavenly Realm yang lebih kuat dari pemilik makam ini sendiri, batin Xian Anqi.


Xian Anqi menengadahkan kepalanya melihat pemuda yang mengenakan bawahan emas tanpa atasan, memperlihatkan tubuh atasnya yang kencang. Bahkan, dia yang Heavenly Realm tahap Awal juga tidak bisa membuka Gerbang Dimensi.


Xian Anqi lebih yakin lagi jika pemuda yang berada di dalam Gerbang Dimensi adalah sosok yang tidak boleh disentuh dan singgung, atau Bintang Shanjin akan celaka.


Apakah dia sama kuatnya dengan Dewa Langit? Ah! Mana mungkin.


"Anqi!"


Xian Anqi tersentak saat suara yang menggelegar di langit mengandung kekuatan yang menekannya, itu berasal dari Heavenly Immortal dengan rambut berwarna kuning cerah di langit.


Xian Anqi menengadahkan kepalanya, lalu menangkupkan kedua tangan dan menundukkan kepalanya lagi. "Salam, Leluhur Surgawi. Hamba di sini."


"Coba jelaskan keadaan ini padaku." Leluhur Surgawi sama sekali tidak memandang Xian Anqi, pandangannya tetap tertuju pada Gerbang Dimensi.


Masih dengan kepala tertunduk dan menangkupkan kedua tangan, Xian Anqi menjawabnya, "Ini semua terjadi satu bulan yang lalu, tepatnya saat Gerbang Dimensi baru terbuka selama beberapa jam, semua Kultivator dikeluarkan paksa dari Negeri Surgawi. Kecuali ..."


Xian Anqi berpikir sejenak tentang satu keluarga yang masih tertinggal di dalam sana. "Ada enam orang yang masih berada di dalam Negeri Surgawi ..."


Xian Anqi terus menjelaskan tentang kejadian yang dialami ratusan ribu orang di dalam Negeri Surgawi pada Leluhur Surgawi.


Leluhur Surgawi tidak merasa senang atau bahkan tidak menganggap orang yang berada di dalam Negeri Surgawi luar biasa. Ia malah menatap rendah Xian Anqi yang terlihat sangat menyanjung pemuda yang membuka Gerbang Dimensi.


"Dia hanyalah bocah yang menggunakan Artefak Kunci. Mungkin dia adalah keturunan pemilik makam ini, sehingga sangat mudah baginya untuk membuka Gerbang Dimensi. Tapi, saat dia keluar nanti, harta miliknya akan menjadi milikku!"


Tidak ada yang berani menyangkal ataupun memotong perkataan Leluhur Surgawi.


"Sangat disayangkan Shan Xu mengkultivasikan teknik yang salah dan menghancurkan tubuhnya." Leluhur Surgawi menggelengkan kepalanya, mengasihani kebodohan Shan Xu.


Xian Anqi tidak lagi berbicara, ia tidak berani menyangkal ucapan Leluhur Surgawi. Walaupun, ia merasa pemuda yang membuka Gerbang Dimensi tidak sesederhana kelihatannya, dan ia percaya pada intuisinya.


Leluhur Surgawi melirik Xian Anqi yang berada di bawah, kemudian menggeleng pelan seraya berdecak. Ia menertawakan kebodohan Xian Anqi yang selalu bergerak dengan intuisi, bukan logika.

__ADS_1


Leluhur Surgawi juga merasa senang, karena banyak orang-orang bodoh yang berpihak padanya, yang mana bisa digunakan semaunya sebagai perisai daging atau sumber daya untuk kultivasinya.


***


Alam Suci, Negeri Surgawi


"Hanya dua minggu, penyerapan mereka terhadap aura spiritual sangat luar biasa."


Lin Chen merasa sangat senang melihat kemajuan anak-anaknya yang sangat cepat dalam hal kultivasi, ini seperti mereka memiliki System yang membantu dalam hal meningkatkan kekuatan.


Siapa yang akan percaya bahwa anak-anak yang bahkan belum berusia 15 tahun, tapi memiliki kekuatan di Ranah Blood Realm, bahkan salah satunya hampir menggapai Spirit Realm. Yang mana diketahui, Spirit Realm termasuk kekuatan yang sulit untuk ditemui di Semesta Xing.


"Yi'er, jangan bermain-main, bukankah kau mengatakan ingin melawan Monster Kuno?" Lin menarik kedua pipi Xue Ying dari belakang, yang mana pipinya membesar penuh makanan.


Jika dilihat dari depan, Xue Ying tidak jauh berbeda dengan hamster.


Xue Ying tidak bisa melawan Kakaknya lagi seperti dulu, yang mana ia selalu membantah dan melawan, karena saat itu ia adalah yang terkuat sebelum berkumpul lagi dengan Long Xia Yun.


Xue Ying menghabiskan makannya dan kembali menyerap aura spiritual yang berlimpah, karena selama dua minggu ini, Lin Chen sudah menghamburkan sumber daya untuk ditambahkan ke dalam Alam Suci, yang mana berpengaruh terhadap kepadatan aura spiritual di sini.


Lin Chen kembali duduk di bawah pohon, mengamati kultivasi semua orang termasuk Baixue dan Baimei yang mendapat teknik kultivasi.


Lin Chen, masih belum memiliki waktu untuk menyerap Pil Dewa, dan hanya mengandalkan kultivasi dari 218.527.00 kloning yang tersebar di 40 Semesta. Dengan jumlah kloning yang sangat banyak, masih membutuhkan ribuan tahun untuk menembus tahap Puncak dari God Realm.


"Mencoba membunuhku hanya dengan Ranah Heavenly Realm? Heh..." Lin Chen tidak bisa menahan tawanya saat merasakan aura membunuh yang ditujukan padanya.


Walaupun ia sedang diincar, tapi Lin Chen hanya diam dan tidak mengambil tindakan, ia akan melakukannya nanti setelah keluar dari Negeri Surgawi.


Mungkin ia akan terlihat menggertak saat melawan Heavenly Realm tahap Awal, di saat kekuatannya hampir menembus tahap Puncak dari God Realm. Tapi, tidak ada salahnya memberi pelajaran ataupun membunuh, lagi pula, selama ini ia tidak membeda-bedakan lawan, bahkan jika itu Ranah Fana atau Skin Realm.


Lin Chen tersenyum tipis dan memutar-mutar jari telunjuknya, menciptakan celah hitam kecil di atas jarinya. Kemudian, dari ujung jarinya terlihat ada energi putih yang bergerak memasuki celah hitam.


Pada waktu yang bersamaan, di luar Negeri Surgawi, tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba ada petir bagaikan hujan yang menyambar tanpa henti.


Petir itu tidak membunuh mereka, karena memang hanya digunakan sebagai peringatan dari Lin Chen, agar tidak ada yang berlagak di depannya.


"Jika kalian masih tetap di sana dan berusaha untuk membunuhku, maka aku akan membalasnya, bahkan meski itu harus memperlihatkan pembunuhan di depan anak-anak."


***


6 Minggu Kemudian

__ADS_1


Kultivasi semua orang sudah berakhir dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan untuk usia mereka.


Lin Chen tidak memberi tahu yang lain tentang kedatangan ratusan ribu Kultivator di luar Negeri Surgawi, yang sudah menunggu dari awal Gerbang Dimensi terbuka.


"Bagaimana?" Lin Chen menanyakan pada anak-anak tentang kultivasi mereka.


Lin Qiao Jianying membusungkan dada dengan tangan yang berkacak pinggang. "Jian'er sudah menembus tahap Tiga dari Dewa Air!"


"Zixuan masih lama untuk menembus Raja Dewa." Lin Da Zixuan mengeluh karena tidak mampu mengejar ketertinggalannya dengan Kakaknya.


Lin Mein An menunduk melihat kedua tangannya. "Mei'er tidak mengkultivasikan Ranah, tapi Element Api dan Air. Keduanya sudah mencapai tahap Perwujudan Bentuk."


Lin Chen mengusap kepala ketiga bergantian, bakat mereka bertiga benar-benar luar biasa. Ia sendiri setidaknya saat berusia 17 tahun, barulah mencapai tahap Perwujudan Bentuk, dan itu pun hanya Element Es.


"Sekarang, ayo kita pergi ke kota. Ayah merasa di sana ada banyak hal menarik yang bisa membantu kalian meningkatkan pengalaman bertarung."


Ketiganya terlihat bahagia dengan mata yang berkilauan seperti anak bintang di matanya.


Lin Chen tidak memberi tahu bahwa hal yang menarik adalah memburu bandit gunung untuk dibunuh.


Ia mengibaskan tangannya, memindahkan semua orang keluar dari Alam Suci dan terbang belasan mil di atas Gurun Du.


Tidak perlu kembali ke tempat awal mereka datang untuk keluar, karena di mana pun tempatnya, mereka bisa meninggalkan Negeri Surgawi dengan mudahnya.


"Keluar."


Bang!


Tiba-tiba ada Gerbang Dimensi yang muncul di depannya, menimbulkan dentuman keras dengan gelombang udara yang menyebar ke segala arah.


Lin Chen mengarahkan tangannya mencoba menggapai Gerbang Dimensi, membuat Gerbang Dimensi bergetar dan memancarkan cahaya putih terang.


Bang!


Gerbang Dimensi terbuka lebar ke arah keluar.


Tanpa membuang-buang waktu dan rasa penasaran akan ratusan ribu orang di luar Negeri Surgawi, Lin Chen membawa semua orang memasuki Gerbang Dimensi, atau keluar meninggalkan Negeri Surgawi.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2