
Lin Chen membuka matanya perlahan; ada kesedihan yang terlihat di matanya dan perasaan bersalah; tidak menyangka dirinya di kehidupan pertama akan sangat kejam tak berperasaan.
"Tidak ingin dibangkitkan lagi, mungkin dia trauma karena masa kecilnya yang tidak bahagia. Selama tujuh ratus tahun hidup di hutan yang dikelilingi monster tanpa tahun kehidupan di luaran sana."
Lin Chen tidak menyangka dirinya dulu tidak dewasa; ia melampiaskan kemarahannya pada gadis berusia delapan tahun yang dikucilkan oleh penduduk di kota; menyiksanya selama 700 tahun, memberinya rasa sakit sampai merangkak selama beberapa tahun.
"Kun Qiang Yin, aku memberinya nama yang cukup bagus. Tapi karena kekejamannya, yah, ini juga salahku yang mendidiknya seperti itu, dia lebih dikenal dengan istilah Kuxing, Penyiksaan."
Lin Chen tidak bisa menyalahkan Dewi Kuxing yang memberinya serangan seperti hendak membunuh, bahkan menghancurkan tubuhnya berkali-kali, karena memang ia pernah melakukan hal yang sama.
Jika ia mendapatkan perlakukan seperti ini, ia akan membunuhnya, bahkan jika orang itu adalah yang mengajarkannya cara kultivasi.
Entah mengapa, Lin Chen terpikir untuk membangkitkan Kun Xiang Yin dan memperlakukannya sebagaimana seorang Guru, meski ia sudah diberi pesan agar tidak membangkitkannya kembali.
Lin Chen mengeluarkan salah satu bagian dari Pohon Dewa; ia berencana untuk menciptakan tubuh fisik Dewi Kuxing atau Kun Xiang Yin. Ia berencana membuat tubuh yang spesial dari sumber daya berharga dan berkualitas tinggi, meski masih tidak yakin untuk membangkitkan, tapi setidaknya ada tubuh fisik untuk dikuburkan.
Dahan dan daun Pohon Dewa mulai terbakar oleh api biru yang panas; mengambil esensinya menjadi tetesan air berwarna hijau dan krem. Kemudian sumber daya lain seperti Ginseng Kayu 10.000 tahun mulai dibakar untuk mengambil esensinya.
Ketika semua esensi dari ribuan bahan sudah terkumpul dan menyatu; Air Surgawi 9 Warna dan Air Surgawi Emas ditambahkan ke dalam esensi yang mulai bergabung, bersama dengan Teratai 9 Warna untuk menambah kekuatan dari tubuh yang sedang dibuat.
Energi Dewa juga ditambahkan pada gumpalan air di depannya yang terus membesar; tambahan Energi Dewa mengakibatkan murninya tubuh yang dibentuk dan semakin cepat dalam penciptaan tubuhnya.
Tubuh ini sangat kuat meski tidak memiliki energi spiritual di dalamnya, bahan yang digunakan lebih berharga ketimbang saat membangkitkan Long Min Zhong dan Wang Ji Fei.
Lin Chen terus mengalirkan kekuatan untuk menciptakan perlindungan di dalam tubuh yang dibentuk, agar semua kekuatan yang berhubungan dengan Iblis langsung terbuang.
Setelah tubuh seperti mannequin telah dibentuk, Lin Chen memberikan sedikit kekuatan dari Dewi Kuxing ke dalam mannequin.
Energi hitam mulai memasuki tubuh kosong tanpa jiwa; tubuhnya memancarkan cahaya hitam yang secara perlahan mulai berubah warna menjadi putih karena membuang kekuatan yang berhubungan dengan Iblis, rambut mulai tumbuh dengan warna hitam berkilau, dan kulitnya yang cukup keras mulai halus dan lembut.
Tubuh yang dilindungi oleh bola cahaya putih yang merupakan Energi Dewa mulai melayang turun mendekati Lin Chen yang duduk bersila.
Lin Chen mengulurkan kedua tangannya; menangkap tubuh Dewi Kuxing yang polos tanpa sehelai benang pun. "Maafkan aku, pasti berat bagimu karena harus hidup seperti itu. Kau sudah tersiksa selama tiga tahun di kota, dimulai dari usia lima tahun, kemudian bertemu denganku ... ."
Lin Chen tidak lagi melanjutkan perkataannya; ia membawa tubuh Dewi Kuxing dengan kedua tangannya dan memangkunya.
Air mata penyesalan mengalir dari sudut matanya; merasa bersalah karena mengubah gadis baik hati tak berdosa yang selalu sabar meski mendapat perlakukan buruk, menjadi manusia tak berperasaan yang senang membunuh dan menyiksa.
__ADS_1
Lin Chen menggertakkan giginya merasa kesal pada dirinya sendiri, lalu mengangkat tangan kanannya setelah mengambil keputusan yang cukup berat. "Berkumpul!"
Fluktuasi Energi Dewa mulai berkumpul di atas kepalanya; cahaya hitam terlihat seperti molekul-molekul kecil yang terus membesar, bergabung membentuk percikan api kecil. Api itu terus membesar karena molekul cahaya hitam terus datang dan bergabung, hingga membentuk api seukuran kepalan tangan yang merupakan Api Jiwa.
"Kau sudah kehilangan semua kekuatan yang kau miliki dan menjadi manusia biasa. Kau sangat berharap dapat hidup kembali di kehidupan selanjutnya, tapi Api Jiwa-mu hancur, kau tidak mungkin bisa bereinkarnasi ..."
"Kau, akan selalu ada di Semesta Heng ini, tidak memiliki kehidupan dan hanya ada kegelapan tak berujung."
Lin Chen belum mengambil keputusan untuk membangkitkan Dewi Kuxing, meski sudah mengumpulkan semua pecahan Api Jiwa.
Api Jiwa Dewi Kuxing ia simpan di dalam Cincin Dewa dan membiarkannya beristirahat dengan tenang di sana, istirahat seperti sedang tidur, tapi tidak akan bisa bangun kecuali dipaksa dari luar. Bagaimanapun, Dewi Kuxing sudah membuang kekuatan dan mengurung dirinya sendiri.
Lin Chen mengalihkan perhatiannya dari tubuh Dewi Kuxing ke gumpalan energi hitam di depannya. "Kekuatan muridku, agak aneh rasanya mengambil kekuatan murid sendiri. Ini tidak ada bedanya dengan Sekte Shashou, yang mengembangkan kekuatan murid-murid untuk diambil di kemudian hari ..."
"Tapi, jika tidak dimanfaatkan, akan sangat disayangkan. Aku juga tidak bisa memberikan kekuatan ini padanya meski aku membangkitkannya, karena tubuhnya yang sekarang akan secara otomatis menolak kekuatan Energi Iblis."
Lin Chen kembali memejamkan mata seraya tetap membawa Dewi Kuxing di kedua tangannya dan menghirup napas dalam-dalam; gumpalan energi hitam di depannya mulai mengeluarkan asap hitam yang bergerak memasuki tubuhnya.
Rasa sakit mulai bisa dirasakan di sekujur tubuh, ini adalah semua kutukan yang pernah ditanamkan pada Dewi Kuxing saat masih muda, termasuk racun-racun mematikan. Lin Chen mampu menghilangkannya dalam sekejap, tapi lebih memilih merasakannya sendiri atas tindakan yang pernah ia lakukan.
Darah mulai mengalir dari matanya yang terpejam, tubuhnya terlihat berlubang-lubang seperti terkena peluru dan mengeluarkan darah segar yang sama. Darah ini berwarna merah dan terasa seperti terbakar, aromanya juga busuk, organ dalamnya juga mulai rusak.
Dan untukku yang selalu memberinya rasa sakit, aku seperti monster!
Lin Chen mengalirkan Energi Dewa untuk menyebar ke seluruh tubuhnya; semua luka yang ia terima mulai menghilang dan pulih kembali, ia tidak ingin darah miliknya jatuh mengenai tubuh Dewi Kuxing yang sedang ia bawa.
Sudah cukup sakit yang diterima Dewi Kuxing; tidak ingin lagi terkena darah beracun miliknya yang bisa merusak segala hal.
Tidak ada lagi rasa sakit yang diterima, semuanya sudah selesai karena langsung dimurnikan oleh Energi Dewa miliknya yang lebih kuat. Tapi jika kekuatan yang diserap adalah kekuatan penuh dari Dewi Kuxing, mungkin tidak akan semudah ini.
Lin Chen bisa merasakan perasaan yang selama ini dipendam Dewi Kuxing di dalam kekuatan yang ia simpan: perasaan dendam, sedih dan kemarahan, bahkan benci karena selalu tersiksa selama hidupnya, dimulai dari usia tiga tahun yang kehilangan keluarga.
Kemudian diadopsi oleh keluarga lain, namun keluarga itu dibantai dan hanya meninggalkan Dewi Kuxing seorang, dan mulai saat itu disebut sebagai 'Anak Terkutuk' yang selalu membawa musibah ke mana pun ia pergi.
Ketika hampir mati di luar kota karena tertimbun hujan salju, Dewi Kuxing terlihat bahagia dan merasakan hangat saat diselamatkan oleh orang yang telah diberikan roti, Chen Hao Ling. Tapi siapa yang menyangka, itu adalah awal mula dari siksaan.
Lin Chen menggertakkan giginya; merasa tidak pantas menjadi manusia karena memberi harapan palsu pada gadis kecil yang tulus; ingin diselamatkan tapi ternyata fakta berkata lain.
__ADS_1
Setelah berhasil keluar dari gua yang dikelilingi oleh monster, Dewi Kuxing datang ke kota tempat ia pernah dikucilkan, tapi kota itu telah hancur dan membuatnya sangat marah, ia pergi ke segala tempat untuk membantai habis manusia-manusia yang ditemuinya.
Lin Chen terus merasakan perasaan Dewi Kuxing yang membuatnya merasa lebih bersalah, tapi ia mencoba menahannya dan fokus untuk menyerap kekuatan yang ditinggalkan.
Waktu terus berjalan tidak tahu sudah memakan berapa lama, hingga akhirnya Lin Chen mulai membuka matanya, terlihat ada kesedihan yang terpancar dari matanya.
Lin Chen menundukkan kepala; melihat Dewi Kuxing yang masih berada di pangkuannya dan tidak mengenakan pakaian. "Terima kasih, aku akan memanfaatkan kekuatan yang kau berikan sebaik mungkin ..."
"Aku berencana untuk membangkitkanmu, tapi, aku akan menunggu dulu sampai semua rasa bersalah ini menghilang, dan aku harus mengatakan pada Xue'er jika aku pernah memiliki murid sepertimu."
Lin Chen mendongak dan berkata, "Status."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...[~Profil~]...
[Nama : Lin Chen]
[Gelar : Yang Mulia Kaisar, Tuan Muda Keluarga Lin, Lutrinae, Orang Terhormat dari Benua Bumi, Raja Iblis, Orang Gila, Dewa Pencipta, Penguasa, Dewa Suci, Dewa Iblis, Monster Gila, Pencipta Semesta]
[Usia : 63 Tahun]
[Ranah : God Realm tahap Puncak (2600 Septiliun/3000 Septiliun)]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Lin Chen melihat layar interface di depannya, perhatiannya langsung tertuju pada usia di sana, sudah satu tahun berlalu dan ia tidak merasakan hal itu. "Semoga saja Xuan'er tidak membenciku lagi karena terlambat pulang."
"Masih harus membunuh empat puluh God Realm tahap Menengah untuk bisa menembus Lord Realm. Tapi, karena Yin'er memiliki halangan untuk menembusnya, maka tidak semudah mengumpulkan Point Pengalaman dan langsung menerobos ..."
"Sepertinya, harus memenuhi beberapa syarat yang aku tidak tahu apa itu."
Lin Chen berdiri seraya menutup tubuh Dewi Kuxing dengan kain hitam agar tubuh polosnya tidak terlihat saat kembali ke Kota Chen, ia sendiri tidak berencana menyimpan tubuh kosong ini di dalam Inventory System; biarkan orang terdekatnya tahu jika yang ia lawan adalah muridnya sendiri.
Celah ruang terbuka di depannya yang ukurannya sedikit lebih besar darinya, kemudian ia melangkah masuk untuk kembali ke Kota Chen, Bintang Qiang, Galaxy Zhongyang, Semesta Yongheng.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...