
"Apakah kita terburu-buru?" Lin Chen setuju untuk pergi ke Alam Tiantang, tapi harus melalukan hal penting seperti memberi batas pada Weiqi dan berpamitan pada anak-anak.
Prajurit Surgawi berpikir sejenak, tidak ingin menyinggung perasaan Lin Chen karena bisa memengaruhi Alam Tiantang dan semua kehidupan. "Semakin cepat lebih baik, tapi jika Yang Mulia Kaisar Giok ingin berada di Semesta, kami bisa menunggu Anda."
Lin Chen menutup matanya perlahan, Kesadaran Spiritual-nya memasuki Ruang Para Dewa. Ia melihat Weiqi yang rusak parah dengan asap maupun api yang keluar dari sana, petir juga menyambar dengan kekuatan hancur yang mengerikan.
Banyak Semesta yang rusak dan ini berpengaruh pada keadaan Alam Tiantang. Jika salah satu tempat tidak seimbang, maka semua usahanya selama ini akan sia-sia. Bagaimanapun, ia adalah Kaisar Giok yang memiliki tugas menumpuk.
Sungguh sial!
Lin Chen yang berada di dalam Ruang Para Dewa seorang diri, mengangkat tangannya mengarah pada Weiqi yang berada di depannya. Energi berwarna emas dan putih berkumpul di sana, bergerak ke arah Weiqi dengan pelan seperti kunang-kunang.
Energi spiritual bergerak dan mulai menyatu dengan Weiqi; ada perubahan pada bagian pembatas yang rusak, sudah muncul perlahan dan membentuk pembatas baru berwarna biru, dengan kilauan-kilauan yang merupakan Semesta.
Kehidupan di sana juga sudah dikembalikan seperti sebelum pertempuran terjadi, semuanya kembali seperti semula, hanya saja tidak ada lagi God Realm.
Untuk God Realm yang tersisa, Lin Chen tidak bermaksud menurunkan kekuatan mereka dan membiarkannya saja, agar tetap stabil. Semesta yang tidak ada God Realm, ia meninggalkan kloning di sana untuk menjaganya agar tetap aman.
Ruang Para Dewa kembali tenang setelah semuanya membaik, tidak ada lagi sayatan angin bagaikan pedang maupun badai petir yang menyambar, dan saat semua Semesta maupun kehidupan sudah dikembalikan seperti semula, ada kekuatan asing yang memasuki tubuh Lin Chen.
Lin Chen mengerutkan keningnya merasakan perasaan aneh, tapi ia menerima kekuatan itu dengan senang hati.
Setelah semuanya baik-baik saja, Lin Chen kembali membuka matanya dan ada api yang menari-nari menjelaskan tekad yang membara. Ia sudah memiliki tujuan baru, yaitu menstabilkan Tiga Alam agar tidak ada pemberontakan—sehingga kekuatannya terus meningkat! Ini bukan karena ia serakah atau gila akan kekuatan, hanya saja ia menganggap itu semua adalah hadiah.
"Apakah hanya kalian berdua saja yang turun?"
Naga Emas gemetaran, kemudian membuka mulutnya dan ada suara gema. "Maafkan Hamba, banyak yang tidak tahu jika Yang Mulia Kaisar Giok sudah kembali. Kami datang karena kami terhubung dengan Anda ..."
"Kekuatan kita menurun secara signifikan karena harus mempertahankan Alam Tiantang tanpa kehadiran Yang Mulia Kaisar Giok."
Lin Chen sedikit mengangguk, tidak berharap akan sangat rumit. Hanya karena tidak ada dirinya di sana, Alam Tiantang akan mengalami perubahan besar, tapi, masih ada kekesalan yang tertinggal karena Yuanshi Tianzun tidak bergerak.
Ketika sudah sampai di Alam Tiantang nanti, Lin Chen berencana untuk melihat Yuanshi Tianzun secara langsung.
"Aku akan kembali sebentar, kalian bisa naik lagi ke Alam Tiantang. Ketika sudah waktunya, aku akan memanggil kalian lagi."
Prajurit Surgawi dan Naga Emas saling memandangi, kemudian menganggukkan kepala.
"Baik, Yang Mulia Kaisar Giok. Kami akan menunggu Anda memanggil kami."
Lin Chen mengangkat tangannya membalas ucapan Naga Emas yang suaranya menggema, lalu ia menjentikkan jarinya, mengembalikan Semesta Kongxu ke kondisi awal.
__ADS_1
***
Kota Chen, Bintang Qiang
Lin Chen meninggalkan Prajurit Surgawi dan Naga Emas; muncul di dahan pohon setelah memberikan kabar kemenangannya pada Yan Xue yang sudah menunggu di sana.
Yan Xue berlari kecil ke arah Lin Chen, namun berhenti saat melihat suaminya yang sedang bermasalah, tapi seperti memaksakannya senyuman di wajahnya. "Ada apa?"
Lin Chen datang menghampiri Yan Xue, dan memeluknya erat seperti sedang melakukan salam perpisahan; air di matanya mulai mengalir, melepaskan semua beban pikiran yang baru saja ia dapatkan. "Aku hanya ingin ... bersama kalian dan hidup tenang."
Yan Xue tidak tahu apa yang dilalui suaminya saat datang ke Semesta Kongxu, tapi ia tidak bertanya dan memilih untuk diam sampai suaminya sendiri yang memberitahukan masalah yang dihadapi.
Yan Xue mengangkat kedua tangannya, menurunkan kepala suaminya untuk bersandar di dadanya. Biasanya, suaminya akan lebih tenang saat bersandar di sana, bahkan mudah tertidur sampai melupakan masalah yang ada.
Lin Chen mulai tenang saat kepalanya ditepuk-tepuk oleh Yan Xue, dan semua beban terasa menghilang dari pundaknya. Ia mendongak menatap wajah istrinya, bibirnya bergetar seperti enggan memberi tahu yang sebenarnya.
Yan Xue tetap menunggu dengan tenang, tidak memaksa Lin Chen untuk mengutarakan semua isi kepalanya saat ini juga.
"Kita harus pergi ke tempat yang lebih tinggi, atau, kehidupan akan musnah."
Yan Xue tidak mengerti apa yang diucapkan Lin Chen; ada kebingungan di wajahnya dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Penjelasan Lin Chen dimulai saat bertemu dengan Chen Hao Ling dan ingin sangat mengejutkan bagi Yan Xue yang mengetahui tentang kehidupan pertamanya.
Penjelasan terus dilanjutkan sampai informasi tentang Alam Tiantang yang terpecah karena Chen Hao Ling. Chen Hao Ling yang sudah menerobos Lord Realm, sedikit banyaknya sudah terhubung dengan Alam Tiantang, namun karena banyak penyesalan maupun tidak murni, ia memutuskan untuk memisahkan dua kekuatan yang berakibat pada ledakan dan memengaruhi Alam Tiantang dan Alam Diyu.
Yan Xue tidak bisa menahan ekspresi wajahnya saat mendengarkan setiap penjelasan dari Lin Chen; tidak pernah menyangka bahwa mereka tinggal di dunia yang sangat kecil.
Lin Chen merasakan penyesalan terbesar di dalam hatinya; pelukannya makin erat saat memeluk Yan Xue. "Maafkan aku, jika saja aku tidak membawa Xue'er ke Alam Immortal dan tetap di Alam Rendah, mungkin ini semua tidak terjadi. Bahkan, jika kita tidak bertemu di hutan itu, mungkin ..."
Awan hitam muncul di langit Kota Chen dengan petir yang mulai menyambar; air hujan turun seperti batu yang mampu menghancurkan jalan-jalan maupun bangunan.
Yan Xue mengangkat wajah Lin Chen dan mengecup bibirnya dalam-dalam; ada air mata di matanya saat mendengar kalimat terakhir.
"Jangan berkata seperti itu, Xue'er selalu ada untuk Gege. Dan, jika kita tidak bertemu saat itu, Xue'er tidak pernah ada, Xue'er sudah lama mati."
Lin Chen tersentak, merasa sangat bodoh karena menyesali hal yang menurutnya sangat membahagiakan bagi dirinya. Jika tidak ada Yan Xue, mungkin ia tidak akan pernah berusaha keras dan sudah lama terbunuh saat mendatangi Sekte Shashou—tidak! Mungkin ia tidak akan pernah tahu tempat seperti Kota Heise dan tidak akan bisa meningkatkan kekuatan.
Dan, saat Sekte Shashou datang ke Alam Rendah untuk mencari Pedang Iblis, ia tidak akan bisa berbuat banyak dan mati di sana bersama semua penduduk Alam Rendah.
Jika tidak bisa menahan serangan Sekte Shashou, tidak mungkin bisa bertemu dengan Long Xia Yun yang memberi tahu tentang orangtuanya yang menghilang di Bumi. Ia tidak akan pernah tahu tenang Ras Naga dan lain sebagainya.
__ADS_1
"Fiuh..." Lin Chen mengembuskan napas panjang; perasaannya kembali tenang; awan hitam di langit Kota Chen menghilang dan tergantikan oleh langit biru cerah dengan pelangi indah.
Yan Xue duduk dengan kedua kaki menyamping; membiarkan suaminya bersandar di atas dada kanannya seraya menepuk-nepuk kepala belakangnya. "Apakah Gege sudah tenang?"
Lin Chen yang berada di dalam pelukan Yan Xue, hanya diam dan menganggukkan kepalanya. Masih ada yang ingin ia katakan, tapi ia merasa bersalah karena menganggap Yan Xue adalah masalah yang membawanya sampai ke sini.
"Maaf ..."
Hanya itu yang bisa dikatakan Lin Chen.
Yan Xue tidak menanggapi serius perkataan Lin Chen tadi, ia merasa hal itu sangatlah wajar. Bahkan, ia yang sebelumnya tidak tahu apa-apa, sedikit liar saat mengetahui kehidupan sebelumnya dengan nama Guang Mei Fei, Putri dari Guang Li Xiqing.
Apalagi Lin Chen yang memiliki banyak identitas, dari Tuan Muda dari keluarga kecil di Kota Xuan yang hanya memiliki penduduk 30.000 jiwa, ternyata memiliki identitas lain sebagai Kaisar dari Ras Naga di Bintang Zhuyao. Tapi itu hanyalah awal, karena ada identitas lain yang lebih mengerikan, Chen Hao Ling, Lord Realm dari Semesta Yongheng.
Sekarang, Yang Mulia Kaisar Giok dari Alam Tiantang, Penguasa dan Pengatur dari Tiga Alam!
*30 Menit Kemudian
Yan Xue masih tetap tenang dan diam menunggu Lin Chen untuk melanjutkan penjelasan yang terhenti.
Lin Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan dan mulai menjelaskan, "Ruang Para Dewa, itu hanyalah tempat untuk menyaring bakat-bakat kuat dari semua Semesta, yang nantinya akan menerobos Lord Realm ..."
"Jika ada Lord Realm lain selain aku, Kaisar Giok, maka God Realm yang menerobos Lord Realm akan mendapatkan ujian dari Tiga Dewata Murni, terutama Yuanshi Tianzun."
Lin Chen berhenti disitu, tidak ingin menjelaskan lebih jauh karena terlalu berat untuk dicerna bagi Yan Xue. Bukan karena ia mengganggap istrinya bodoh, hanya saja informasi dari Alam Tiantang tidak boleh terlalu banyak dibocorkan, atau bisa merusak jiwa seseorang yang Kekuatan Jiwa-nya lemah.
Awalnya banyak Dewa dan Dewi dari Alam Tiantang yang sangat menentang usulan tentang penciptaan Ruang Para Dewa untuk menyatukan 324 Semesta dalam satu bidang, Weiqi! Tapi, karena ini adalah usulan dari Tiga Dewata Murni dan sudah disetujui oleh Yuanshi Tianzun, mereka tidak bisa berbuat banyak, dan hanya bisa menerimanya meski ada kekesalan.
Dewa dan Dewi di Alam Tiantang tidak ingin ada Kaisar Giok selain Yu Huang Da Di, yang mana itu adalah identitas asli Lin Chen.
"Aku sudah memberi pesan pada Prajurit Surgawi dan Naga Emas. Kita akan berangkat dalam waktu dekat, tapi, aku akan membantu Xue'er menerobos God Realm untuk bisa meninggalkan kloning di Semesta Yongheng—agar kita bisa pergi dan anak-anak tidak khawatir."
Mungkin tindakan yang akan dilakukan Lin Chen sangat menentang Hukum Alam Tiantang, yang mana Kaisar Giok membantu Ras Manusia untuk menerobos God Realm, sedangkan Alam Tiantang sendiri selalu memberikan hukuman bagi manusia yang berusaha melawan Surga dengan menjadi Kultivator!
Tapi, Lin Chen tidak peduli akan hal itu, bahkan ia rela melepaskan statusnya sebagai Kaisar Giok asalkan bisa hidup tenang bersama keluarganya.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1