Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 224 : Kekuatan Lin Chen


__ADS_3

Dentang!


Pertempuran baru dimulai dan sudah terjadi dentangan keras saat pedang yang bertabrakan dengan kapak besar. Percikan api menyala seperti besi panas yang meledak dan menyebar menerangi kegelapan yang tercipta karena Malaikat Jatuh menghalangi sinar matahari.


Pedang Cahaya yang dipegang Lin Chen bergetar ketika beradu dengan kapak besar, bukan karena tidak mampu menahan tekanan dari Roh Pertempuran, tapi karena belum bisa mengendalikan kekuatan yang baru. Bagaimanapun, Roh Pertempuran Lin Chen baru berusia tidak lebih dari tiga enam jam setelah menerima Energi Abadi dan Keberuntungan.


Dari samping kirinya, datang serangan lain dengan aura membunuh yang kuat. Lin Chen tidak bergerak, tapi tiba-tiba Syal Dewa mengambil tindakan dengan bergerak cepat dan menampar kepala pria paruh baya yang menyerangnya.


Syal Dewa yang telah menampar, melilitkan bagian ujungnya ke leher pria paruh baya dan mengencangkannya sampai tercekik.


Pria berambut putih masih tetap tenang melihat jalannya pertempuran; masih terlalu awal baginya untuk turun tangan dalam perkelahian anak-anak.


Chakram Dewa di punggungnya bergetar saat merasakan bahaya yang mendekat, kemudian membesar dalam sekejap mata dan mengeluarkan suara keras dengan getaran kuat saat membentur sayap Malaikat Jatuh. Malaikat Jatuh berniat untuk menutup kembali sayapnya dan mengurung Lin Chen di dalamnya, atau paling tidak mematikan indranya di dalam kegelapan.


Malaikat Jatuh Raksasa berusaha lebih keras untuk menutup sayapnya, tapi sayang yang ia dapatkan hanyalah rasa sakit dan teriakan, "Aaarrrgghh!" Sayapnya mengeluarkan darah merah segar ketika Chakram Dewa terus masuk setengahnya.


Bang!


Dentuman keras terdengar saat Lin Chen berhasil mendorong pria otot yang bisa dipanggil dengan sebutan Lord Fengku. Tapi itu belum semuanya, karena ia tidak akan membiarkan Lord Fengku untuk pergi dan mengambil napas.


Untuk yang dilawannya saat ini hanyalah Lord Fengku dan Feng Jian, lima sisanya masih diam dan mengamati dari jauh. Adapun God Realm, Heavenly Realm dan di bawahnya, mereka berada jauh di belakang. Tidak mungkin bagi mereka untuk datang di antara pertarungan antara Lord Realm, kecuali mereka bodoh dan tidak sayang nyawa.


"Tch!" Lord Feng Jian sangat kesal menghadapi Syal Dewa. Ia membawa pedang hitamnya untuk memotongnya, namun Syal Dewa itu menghindar dan melilit kedua tangannya menjadi satu.


Pedang hitam yang merupakan Roh Pertempuran, bergetar dan lepas dari genggaman Lord Feng Jian. Melayang dan mengayun mengarah pada Syal Dewa untuk membantu melepaskan ikatan pada Tuannya.


"Roh Pertempuran rendahan banyak tingkah!" Pedang Hitam sangat kesal ketika menyerang Syal Dewa.


"Bodoh." Syal Dewa membalasnya dengan santainya. Tiba-tiba ujung syal yang mencekik leher Lord Feng Jian, memanjang dan bergerak sangat cepat, menangkap bilah pedang, lalu mengikatnya sampai semuanya tertutupi oleh kain putih.


Lord Feng Jian terpana melihat Syal Dewa yang dengan mudahnya mengalahkan Pedang Hitam. Matanya memerah karena amarah saat auranya kian meningkat.


Bang!


Lord Feng Jian berhasil lepas dari ikatan Syal Dewa sampai membuatnya koyak dan menghilang di kekosongan. Menghilang bukan karena berhasil dikalahkan, tapi Lin Chen langsung menyimpannya saat sedang bertarung melawan Lord Fengku.


Memang Syal Dewa bisa kembali pulih meski rusak atau terbakar ratusan kali karena bergabung dengan tubuh Lin Chen, tapi tentunya tidak lagi sama karena telah mendapatkan Kesadaran Spiritual-nya sendiri, seperti merasakan sakit dan pemulihannya sedikit lebih lama.


Jika mereka bukan Roh Pertempuran, Lin Chen akan memaksakannya seperti bertarung melawan Dewi Kuxing, ia memecahkan Chakram Dewa sampai tak terhitung jumlahnya.


"Jangan bertindak gegabah." Lin Chen memegang Syal Dewa di tangan kirinya dan membiarkannya kembali menggantung di lehernya. "Aku ingin kalian bertindak seperti pendukung, dan tetap di dekatku."


"Master, jangan menahan diri. Gunakan kami seperti pertarungan sebelum-sebelumnya. Kami tidak bisa mati, karena kami adalah Artefak Dewa yang tercipta karena Dao Dewa dan Iblis. Berbeda dengan Roh Pertempuran mereka yang ditempa manual."


Chakram Dewa juga bergetar kemudian menambahkan, "Benar apa kata Syal Dewa. Walaupun kami Roh Pertempuran, kami tidak bisa hancur, kami bisa tercipta kembali setelah beberapa menit hancur."

__ADS_1


Whooooosh!


Lord Fengku melintas seperti bayangan hitam yang tiba di kiri depan Lin Chen. Ia mengayunkan kapaknya dengan kedua tangan.


Lord Feng Jian yang sangat marah karena dipermainkan oleh Syal Dewa, datang membantu dan tiba di kanan depan Lin Chen. Ia mengayunkan pedangnya mengarah pada lehernya.


Lin Chen masih diam dan waktu terasa berputar dengan lambat. Ia bisa melihat setiap gerakan semua orang yang ada, hingga saat serangan hampir mengenainya, tiba-tiba aura kuat dengan penindasan tak terbayangkan meledak darinya.


Lin Chen mengangkat kedua tangannya menanggalkan Pedang Cahaya, dentuman keras terdengar dengan gelombang kejut yang menggetarkan udara ketika ia berhasil menangkap kapak maupun pedang saat menyilangkan kedua tangannya.


Lord Fengku dan Feng Jian tidak bisa menahan diri untuk tetap tenang; senyum di bibirnya membeku ketika melihat serangan mereka berhasil dibatalkan. Memang bukan serangan penuh, tapi tetap saja mereka merupakan Tetua Aliansi Penjarah Surga yang lebih kuat dari Lord Sheng dan Shan.


Crack! Craang!


Cengkeraman Lin Chen sangatlah kuat sampai membuat dua senjata yang merupakan Roh Pertempuran sampai pecah seperti kaca. Pecahnya senjata itu sangat cepat, hanya membutuhkan seperkian detik, bahkan pemilik senjata belum sempat untuk menariknya.


Whooooosh!


Lin Chen melangkah sedikit dan sudah berdiri di antara Lord Fengku dan Feng Jian dengan kedua tangannya di depan wajah mereka berdua. "Tenang, aku tidak akan membunuh kalian berdua. Esensi Jiwa kalian sangat berharga bagiku."


Booom!


Lin Chen mendorong kedua tangannya mengenai wajah Lord Fengku dan Feng Jian, kemudian tangannya mengeluarkan ledakan keras; Lord Fengku dan Feng Jian tidak sempat bereaksi—sehingga menerima serangan itu dengan wajahnya dan terhempas.


Lin Chen berdiri dengan tenang dengan mengangkat tangan kirinya; kilauan cahaya berkumpul di belakangnya, bukan satu atau dua, melainkan ratusan ribu cahaya terang. Jika dilihat lebih teliti, kilauan cahaya itu adalah pedang yang terbentuk dari Energi Abadi, Dewa dan Keberuntungan.


"Lord Shenjun bertindak!"


Pedang-pedang Lin Chen sampai bergetar hanya karena Lord Shenjun melepaskan pedangnya. Tapi Lin Chen tidak terlalu peduli, dan mengayunkan tangannya.


"Beraninya!" Lord Shenjun mengayunkan tangan secara vertikal, dari bawah ke atas.


Bang!


Udara di sekitar meledak dengan siluet bulan sabit berwarna putih yang melesat membelah udara, mengarah pada Lin Chen dengan aura membunuh yang kuat.


Empat Lord Realm lain bertindak bersamaan, entah menarik busur panah yang terbuat dari energi spiritual atau bahkan melukis dengan kuas hitam.


Bang! Bang! Bang!


Setiap kali mereka selesai dan melepaskan serangannya masing-masing, akan terdengar suara ledakan keras dengan gelombang udara yang menghempaskan sekitarnya.


Syal Dewa kembali bertindak dengan gerakan kibasan ke arah siluet bulan sabit.


Bang! Booom! Boom! Boom!

__ADS_1


Syal Dewa berhasil mengahalau siluet bulan sabit, dan ratusan ribu pedang yang berbenturan dengan serangan dari 4 Lord Realm. Ledakan keras yang menggetarkan udara terus terdengar secara beruntun karena serangan mereka menggunakan kekuatan penuh, berbeda dengan Lin Chen yang hanya sebagiannya saja—tapi banyak.


Aura dari ledakan sangatlah kuat, mengubah Heavenly Realm ke bawahnya menjadi kabut darah karena tidak mampu menahan tekanannya.


Malaikat Jatuh Raksasa menundukkan kepalanya memandang rendah Lin Chen. Ia mengangkat tangannya untuk menyerangnya seperti menepuk nyamuk.


Whooooosh!


Benda putih melintas sangat cepat dengan suara gesekan seperti rantai kapal. Rantai Dewa melonjak naik ribuan mil menggapai Malaikat Jatuh Raksasa, kemudian membesar dan menampar wajahnya dengan kekuatan penuh.


Malaikat Jatuh Raksasa bergetar ketika mendapatkan tamparan keras di kepalanya; semua bangunan yang berada di tubuhnya terkena dampak sampai hancur dan jatuh seperti longsoran tanah.


"Lord Shenjun! Lakukan sesuatu, aku tidak ingin mati di sini— Ack!"


"Leluhur Malaikat! Kau mengatakan Ras Malaikat akan memimpin Wilayah Tiantang! Tapi apa?! Jika tahu, aku tidak akan mengkhianati Kaisar Giok!"


Kepanikan dan penyesalan terlihat di wajah mereka semua yang hanya God Realm ke bawah. Satu demi satu dari mereka terbunuh karena pedang yang terus jatuh seperti hujan, tidak bisa ditahan oleh 7 Lord Realm meski mereka tidak lagi menggunakan serangan-serangan biasa dan menggunakan Dao.


Rantai Dewa mengikat leher Malaikat Jatuh Raksasa yang berusaha untuk pergi.


Tiba-tiba, ada sebuah Tombak Emas yang jatuh dari langit menembus dua sayapnya.


"Aaarrrgghh!" Malaikat Jatuh Raksasa berteriak dengan perasaan yang sangat menyakitkan.


Bukan hanya itu saja, serangan kembali berlanjut dengan kemunculan tangan emas sebesar kepala Leluhur Malaikat Jatuh. Tangan emas itu terkepal dan memukul Leluhur Malaikat Jatuh, menimbulkan luka parah dengan darah yang mengalir seperti air terjun.


Lin Chen tetap tenang dengan merentangkan kedua tangannya. Pedang di belakangnya terus muncul dan jatuh seperti hujan; Chakram Dewa tidak lagi menahan diri dan kembali membesar sampai memotong sayap Leluhur Malaikat Jatuh.


Tangan emas yang memukul kepala Leluhur Malaikat Jatuh, tumbuh dalam sekejap mata dan memperlihatkan bentuk aslinya. Itu adalah Kaisar Emas yang ukurannya satu setengah lebih besar dari Leluhur Malaikat Jatuh.


"Ap- Apa lagi ini? Mengapa ada cambuk berduri yang mengeluarkan api merah? Ayah aku ingin pulang!"


"Ayahmu di sini bodoh!"


Cambuk Iblis datang menembus tubuh maupun saya Leluhur Malaikat Jatuh dan menyerap Esensi Kehidupan; membiarkan Energi Abadi-nya tetap berada di dalam Esensi Jiwa-nya—untuk diambil dan dimurnikan!


Kaisar Emas mengibaskan tangan kanannya pada God Realm ke bawah yang bersembunyi di Leluhur Malaikat Jatuh. Kibasan tangannya melepaskan aura penindasan yang tak terbayangkan, memborbardir mereka. Bahkan saking kuatnya, tubuh mereka akan meledak sebelum terkena tangan.


Ini seperti sekelompok nyamuk yang meledak-ledak ketika terkena raket nyamuk.


Lord Shenjun, Lord Fengku, Lord Feng Jian dan 4 Lord Realm lainnya, hanya terdiam di tempat mereka dengan kedua tangan menggantung tak bertenaga. Pemandangan di depan mereka, sudah di luar batas kekuatan mereka. Bahkan, Leluhur Malaikat Jatuh tidak bisa berbuat banyak hanya karena sebuah rantai.


Lin Chen yang melihat 7 Lord Realm, mau tidak mau menggerutu di dalam batinnya, Ayolah! Aku sudah menahan diri. Aku belum mengeluarkan Iblis, Keabadian Emas dan Dao Catur!


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2