Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 043 : Kembali Berkumpul


__ADS_3

Feichuan yang memiliki fitur persembunyian telah diketahui keberadaannya, dan di serang oleh puluhan ribu Huangdi dari segala sisi. Mereka adalah pasukan yang dikirim oleh 10 Ras Utama, meski pemimpin mereka tidak hadir bersama. Jika pemimpin dari setiap ras turut hadir, meski dengan kekuatan Long Xia Yun, mereka tidak akan selamat.


Long Xia Yun harus mengerahkan seluruh kekuatan dan banyak sekali klon untuk melindungi Feichuan, bersama dengan Ho Liiu Yaoshan dan Xue Ying yang membantu.


"Long Xia Yun, mau sampai kapan kau bertahan?" Pemuda berambut putih panjang bergelombang, mengenakan pakaian biru dengan lambang Macan Putih di punggung. "Kau akan mati di sini tanpa bisa membalaskan dendam."


Long Xia Yun menggertakkan giginya, kemudian mengangkat kedua tangannya setinggi mungkin. Pusaran cahaya berwarna kuning keemasan muncul di atas Feichuan, dan dari sana mulai keluar ribuan Naga Kuning sepanjang 200.000 mil, yang satuannya setara dengan Huangdi tahap Awal.


Xue Ying juga melakukan hal yang sama seperti Long Xia Yun, meski jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu kuat.


Ho Liiu Yaoshan mengubah angkasa menjadi sangat dingin dan membekukan semua lawan yang mengepung, berharap bisa membunuh mereka dengan cepat.


Walaupun serangan ketiganya cukup kuat, namun masih sangat jauh untuk mampu melawan banyak sekali kepungan yang ada. Ini hanya bawahan dari masing-masing Pemimpin 10 Ras Utama, bukan pemimpin mereka sendiri yang turun tangan.


"Long Xia Yun, sampai kapan kau akan melindungi serangga-serangga lemah?" Gadis kecil berambut biru muda dengan sayap pelangi berkilauan keluar dari barisan. "Kau mungkin masih bisa bertahan hidup jika melepaskan yang lain. Tidak ada untungnya bagimu untuk menjaga serangga tetap hidup."


Long Xia Yun yang berdiri di atas Feichuan itu menggertakkan giginya. "Persetan! Aku akan melindungi semuanya, karena aku berbeda! Chen'er juga akan sangat sedih jika aku membiarkan yang lain tewas!" Ia menyentuhkan kedua telapak tangannya.


Ribuan naga mulai membuka mulutnya dan menjerit, kemudian bergerak ke sana kemari membunuh musuh-musuh yang mengelilingi Feichuan.


Pemuda berambut putih dengan pakaian kuning keputihan berjalan keluar dari Profound Ark, dan ada sepasang sayap di belakangnya. "Chen'er? Maksudmu Long Li Chen? Alam Bawah sudah mengirim pasukan ke Galaxy Mazhelun. Mungkin saja dia sudah mati!"


Bagaikan petir yang menyambar, mental semua orang di dalam Feichuan terganggu saat mendengar perkataan pemuda dari Ras Dewa. Tapi Long Xia Yun dan Xue Ying tetap berusaha sekuat tenaga untuk bertahan, mengabaikan provokasi dari Ras Dewa.


"Jangan percaya! Aku masih merasakan kebebasan Chen'er!" Long Xia Yun berteriak, mencoba meyakinkan semua orang dan menenangkannya.


Cibiran terdengar dari pasukan lawan dan menatap rendah Long Xia Yun yang masih berharap Lin Chen hidup. Mereka menganggap bahwa Long Xia Yun hanya membodohi diri sendiri dan yang lain.


"Hahahaha—"


Duarr!


Tiba-tiba terjadi ledakan yang sangat keras dan menghilangkan setengah pasukan dari Galaxy Zhongyang. Ledakan itu terjadi dalam sekejap, dan tidak ada tanda-tanda fluktuasi energi spiritual sebelumnya, dan membuat mereka terlambat bereaksi untuk melarikan diri.

__ADS_1


Aura yang sangat kuat juga menyelimuti wilayah dalam radius 200.000.000 mil dalam bentuk bola, menekan semua orang tanpa terkecuali. Hingga ada pusaran cahaya hitam di atas Feichuan yang dari sana keluar ribuan cambuk hitam seperti ekor monster.


Perlahan, terlihat seorang pemuda berambut hitam berkobar, yang tidak lain adalah Lin Chen yang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengejar.


Ketika melihat Lin Chen datang, ada dua reaksi berbeda yang ditunjukkan. Mereka yang berada di Feichuan menunjukkan reaksi senang, bahagia dan haru. Berbeda dengan pihak lawan yang marah, benci dan niat membunuh yang sangat kuat.


"Aku, Long Li Chen, telah datang!"


Suara gema memenuhi angkasa luar, seperti guntur yang menyambar untuk menghukum makhluk-makhluk fana. Tulang-tulang mulai bergesekan, gendang telinga pecah, darah mengalir deras dari mata dan merembes keluar dari kulit.


Tapi sayangnya, suara Lin Chen hanya berefek pada mereka yang berada dibawah Huangdi.


Pemuda yang berasal dari Ras Dewa itu menyeringai dingin dengan tatapan menghina Lin Chen. "Heh! Lalu apa? Kau hanyalah bocah lemah—"


Pemuda itu meledak hanya dengan lirikan mata Lin Chen. Kematiannya sangat mengejutkan dan mengguncang, karena Huangdi tahap Awal mati dengan tatapan mata.


"Apakah ini sikap yang kalian tunjukkan pada Leluhur kalian?" Lin Chen mengangkat tangan kanannya sejajar dengan dada, dengan telapak yang mengarah ke bawah.


Lin Chen mengarahkan tangan kirinya ke depan. "Menyebar!"


Ribuan cambuk itu melesat ke segala arah seperti ular yang sangat licin, menghindari Naga Kuning dan Hijau, yang kemudian menembus dada dari 10 Ras Utama.


Cambuk-cambuk itu mulai bersinar merah gelap, dan membuat mereka yang dadanya tertembus itu mulai menyusut. Darah mereka terhisap melalui cambuk dan digunakan Lin Chen sebagai nutrisi untuk meningkatkan kekuatannya.


Entah bagaimana, secara tidak sadar Lin Chen mampu menggunakan cara ini untuk meningkatkan kekuatan, bersamaan dengan Point Pengalaman yang terus bertambah tanpa henti.


[Ding~ Membunuh ...]


[Ding~ Point Pengalaman telah Terpenuhi. Berhasil Menembus Ranah Huangdi]


Tidak ada kebahagiaan di wajah Lin Chen dan raut wajahnya tetap saja datar tanpa ada perubahan. Huangdi, yang sebelumnya ia anggap sangat tinggi, di matanya sekarang sangatlah rendah seperti semut.


Lin Chen menurunkan tangan kanannya, membuat semua cambuk hitam itu kembali bergerak ke belakangnya, dan meledakkan tubuh dari 10 Ras Utama yang sudah mati tanpa Inti Jiwa.

__ADS_1


Lin Chen menunduk melihat telapak tangannya. "Pertarungan saat ini benar-benar membosankan, sepertinya aku harus kembali ke Ruang Para Dewa. Tapi saat aku datang ke sana, aku seperti semut."


"Semut? Itu adalah pujian untukmu! Kau bahkan tidak pantas disebut semut!" Hitam mencibir Lin Chen.


Lin Chen benar-benar terhina saat mendengarnya, tapi ia tidak terlalu memusingkan ucapan Hitam. Ia menunduk melihat Feichuan, ia bisa melihat Luo Yi, Lin Zhian dan Yan Xue yang berada di sana tengah memandanginya dengan tatapan heran.


"Sedikit banyak aku sudah mengetahui apa yang harus dilakukan ke depannya, tapi saat ini aku harus membawa semua orang ke Bintang Zhuyao dan membuat fondasi di sana, kemudian meninggalkan Semesta Yongheng kecil ini."


Hitam dan Putih tidak mencibir ataupun menyangkal ide Lin Chen, sehingga ia bisa melakukannya. Tapi, ia tidak tahu harus bersikap apa pada yang lain, melalui pengalaman dalam kultivasi selama dua tahun, ia menyadari bahwa harus mengubah sikap dan perilakunya selama ini.


Sangat konyol jika ingin menjadi Dewa Sejati, tapi masih bersikap seperti kekanak-kanakan.


Lin Chen menunjuk jarinya pada tiga orang di dalam Feichuan, dan memindahkan ketiganya tepat di depannya. Ketiga orang itu adalah Lin Zhian, Luo Yi dan Yan Xue.


Luo Yi yang datang langsung memeluk Lin Chen erat dengan air mata yang mengalir deras. Berbeda dengan Lin Chen yang tidak memperlihatkan perubahan ekspresi, bahkan untuk tersenyum saja sangat kesulitan.


"Hah..." Lin Chen menghela napas panjang dan menghilangkan cincin berdiri di belakangnya, serta ribuan cambuk. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya perlahan, membalas pelukan Luo Yi. "Aku baik-baik saja, Ibu ..."


Lin Chen masih berusaha untuk menjadi putra yang baik, meski sebenarnya ia memiliki identitas yang sangat tinggi. Tapi karena Luo Yi merupakan Ibunya dari tiga kehidupan, tidak mungkin ia bisa mengubah sikapnya dengan cepat terhadap Ibunya.


Putih di dalam tubuhnya merasa senang, seperti bertemu orang yang dirindukan.


Lin Chen tidak tahu mengapa dan ada apa, tapi ada pikiran gila yang terbesit di dalam benaknya. Apakah Hei Li Zhian dan Long Xia Yun adalah manusia yang merawat 'Aku' dulu? Jangan bilang iya.


Hitam dan Putih tidak menjawabnya sama sekali, perasaan Putih yang sebelumnya bergabung dengannya juga memudar.


Lin Chen tersenyum ringan dan terus memeluk erat Luo Yi, tapi ia juga menahan diri agar tidak sampai melukainya.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2