Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 114 : Pertempuran Sengit


__ADS_3

Walaupun sumber ledakan tidak berhenti dan terus merusak Semesta Xing, Lin Chen tidak berhenti seperti 6 God Realm yang berlindung dari dampak ledakan. Ia langsung bergegas pergi menuju Demon Buddhist yang sangat ia benci karena menjatuhkan Wajra di atas kepalanya.


Tubuhnya sudah kembali seperti semula, agar lebih mudah untuk menyerang Demon Buddhist. Ia yang sudah muncul dari belakang itu merentangkan kedua tangannya, membuat Cambuk Iblis mengikat kaki dan tangan Demon Buddhist.


"Aarrgghh!" Demon Buddhist menjerit keras dengan rasa yang sangat menyakitkan, tidak menyadari keberadaan Lin Chen yang datang di belakangnya dan dadanya tertembus Cambuk Iblis.


God Realm yang lain menoleh ke belakang melihat Demon Buddhist yang mulai mengering hingga menyisakan tulang dibalut kulit. Hingga tak lama kemudian, ada celah ruang yang terbelah di atas Demon Buddhist.


Dari celah ruang itu terlihat ada pukulan dengan ukuran sebesar Bintang Xu, atau 100 kali Matahari dari Tata Surya yang bertumpuk.


Pukulan Dimensi itu mengarah pada Demon Buddhist, yang kemudian meledakkannya seperti yang terjadi pada Dewa Monster.


Ledakan ini sangat dekat, tidak seperti sebelumnya yang cukup jauh dari God Realm yang lain. Sehingga, saat ledakan ini terjadi, 3 God Realm tahap Awal mendapatkan luka yang cukup parah. Berbeda dengan Lin Chen yang sudah berpindah sangat jauh di saat kemunculan Pukulan Dimensi.


"Dua sudah menghilang, hanya tersisa lima lagi." Lin Chen berdiri di kejauhan melihat 5 God Realm yang berada di tengah-tengah ledakan.


Dewa Phoenix yang berada di tengah-tengah nyala api itu mengangkat tangannya setinggi mungkin, membuat semua api yang mengelilingi itu bergerak naik dan menghilang dalam waktu singkat.


Terlihat Dewa Xing, Bintang, Ruang dan Waktu yang mengalami luka perah di bagian tangan. Untuk Dewa Pedang, hanya pakaiannya saja yang terbakar dan ada goresan di kulitnya, namun tidak dengan Dewa Phoenix, tidak ada dampak sama sekali dari ledakan tadi.


"Sepertinya sudah cukup bermain-mainnya. Aku sendiri tidak menyangka kau bisa menembus God Realm dari Spirit Realm dalam waktu singkat."


Dewa Phoenix terlihat sangat marah dan mulai ada nyala api yang mengelilingi tubuhnya seperti tornado. Matanya berubah seperti mata elang yang bisa melihat dari jauh, dan tatapan matanya sangat tajam.


"Kiak!"


Jeritan burung juga mulai terdengar menggelegar di Semesta Xing, gelapnya angkasa mulai berubah menjadi merah mengerikan seperti Alam Bawah di Semesta Yongheng.


Wush! Bang!


Api merah oranye keluar dari dalam tubuh Dewa Phoenix, melesat naik membelah Semesta Xing yang kemudian meledak membentuk cincin api. Dari pusat ledakan, terlihat ada Burung Phoenix yang membentangkan kedua sayapnya.


Ketika sayapnya dibentangkan, suhu yang sebelumnya cukup dingin, berubah dalam sekejap mata dan sangat panah.


"Ugh!" Lin Chen merintih ketika merasakan panasnya suhu yang mulai membakar tubuhnya. Ini hanya uapnya saja, bukan apinya langsung, entah apa yang akan terjadi jika terkena serangannya.


Lin Chen sedikit menundukkan kepala seraya mengangkat lengan kanannya untuk melindungi wajahnya. "Mataku terbakar, dan mereka tidak terdampak perubahan Dewa Phoenix—"


Tiba-tiba Lin Chen memiringkan tubuhnya menghindari paruh Burung Phoenix yang menyerangnya. Ia sendiri tidak tahu kapan burung itu datang tepat di depannya dan melepaskan serangan.


"Cih!" Lin Chen terlihat kesal saat Burung Phoenix menelan lengan kanannya yang terputus.

__ADS_1


Dewa Pedang, Dewa Xing, Dewa Bintang hanya diam melihat Dewa Phoenix dan Phoenix yang mulai menyerang. Dewa Ruang dan Waktu juga bekerja untuk menghentikan pergerakan Lin Chen yang cukup cepat.


Lin Chen menjauh dari kejaran Burung Phoenix, namun setiap kali ia bergerak, tubuhnya akan kaku untuk sementara waktu karena Isolasi Ruang dari Dewa Ruang dan Waktu. Ia sendiri sampai memaksakan kekuatannya agar bisa lepas dari cengkeraman Isolasi Ruang.


"Tidak bisa terus seperti ini!"


Lin Chen berbalik melihat Burung Phoenix yang masih saja mengejarnya. Ia mengarahkan telapak tangannya ke depan. "Naga Emas! Datang!"


Bang!


Dentuman lain terdengar sangat mengerikan, bersamaan dengan celah ruang yang terbuka lebar. Celah ruang itu mengeluarkan sinar emas yang sangat indah dan kuat, mengubah Semesta Xing untuk yang keempat kalinya.


"Groah!"


Jeritan Naga Emas terdengar dan terlihat kepalanya yang sudah keluar dari celah ruang. Naga Emas ini berbeda dari yang biasanya ia keluarkan, jika yang lain ukurannya sangat kecil, hanya mampu mengelilingi Bintang. Tapi kali ini mampu mengelilingi Galaxy Fangya, namun masih ada yang lebih besar lagi dari ini.


Dewa Phoenix tersentak ketika mendengar suara dari dalam celah. Seketika itu juga ia mengarahkan telapak tangannya pada Burung Phoenix. "Dao Phoenix, Api. Pertumbuhan Phoenix!"


Burung Phoenix yang ukurannya hanya sebesar Bintang Xu itu mulai membesar dalam sekejap mata dan menyamai luas dari Galaxy Fangya.


Naga Emas yang baru saja keluar dari celah ruang, langsung membuka mulutnya selebar mungkin seraya menerjang ke arah Burung Phoenix.


"Krah!" Burung Phoenix menjerit ketika lehernya digigit Naga Emas.


Lin Chen merentangkan kedua tangannya, membuat Cambuk Iblis melilit semua Chakram Dewa yang muncul kembali setelah dimakan oleh Burung Phoenix.


Tanpa berlama-lama, setelah mengaktifkan Domain Dewa. Lin Chen mengayunkan kedua tangannya sampai saling menyentuh seperti bertepuk tangan.


Cambuk Iblis yang melilit Chakram Dewa itu bergerak, melemparkan semua chakram mengarah pada Dewa Ruang dan Waktu yang berjarak tiga galaksi darinya.


Chakram Dewa menghilang tertelan celah ruang sesaat setelah dilemparkan, kemudian muncul kembali tepat di depan Dewa Ruang dan Waktu. Lin Chen sengaja mengincarnya, agar tidak ada lagi pengganggu yang menghentikan pergerakannya.


Namun, saat Dewa Ruang dan Waktu hampir terkena Chakram Dewa, Dewa Pedang berdiri tepat di depan dan menahan serangan Lin Chen.


"Serangan lemah." Dewa Pedang mendorong bilah pedangnya, membuat Chakram Dewa retak dan hancur.


Lin Chen menggertakkan giginya, sudah lama tidak merasakan perasaan gugup dalam pertarungan. "Sia—"


Boom!


Dua bintang yang muncul secara tiba-tiba berbenturan satu sama lain, dengan Lin Chen yang berada di tengah-tengahnya.

__ADS_1


Bukan hanya sekedar bintang yang datang, masih ada lanjutan dari serangan itu. Bintang yang mengapit Lin Chen di tengah-tengahnya mulai berubah warna menjadi merah seperti lahar api, dan bintang lainnya seperti bola es.


Dua esensi yang berlawanan itu menimbulkan fenomena yang mengerikan, suhu di sana terus berubah-ubah hanya dalam hitungan detik.


Lin Chen yang berada di tengah-tengah bintang itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Tubuh kirinya membeku seperti patung es, dan tubuh kanannya mulai melepuh karena panasnya bintang. Terlebih lagi dengan adanya Isolasi Ruang.


Untuk Naga Emas, masih bertarung dan melepaskan serangan mengerikan. Keduanya saling mengigit satu sama lain, atau menembakkan energi kuat yang mengakibatkan ledakan.


"Sekarang!" Dewa Bintang berteriak memberikan aba-aba.


Dewa Pedang yang sudah selesai menghancurkan ratusan Chakram Dewa, mengalihkan perhatiannya pada Lin Chen dengan tatapan tajam. Ia mengangkat pedangnya yang diselimuti api biru. "Dao Pedang, Hati Pedang. Pembunuh Dewa!"


Dewa Pedang menurunkan pedang yang ia pegang secara perlahan. Gerakannya yang lemah lembut itu terlihat seperti sedang menarik, tapi berbeda dengan efek yang dikeluarkan.


Walaupun awalnya tidak ada efek sama sekali, tapi tidak lama kemudian, mulai ada badai yang mengelilingi Lin Chen yang sedang terhimpit. Badai itu seperti badai biasa, tapi yang menjadi pusat perhatian adalah cahaya biru yang bergerak ke sana kemari tanpa henti.


Itu adalah Hati Pedang, pedang yang bergerak sesuai dengan emosi Dewa Pedang.


Duarr!


Tiba-tiba bintang itu meledak setelah terkena banyak sekali serangan pedang, bahkan angkasa luar di sana juga mulai menghilang dan mengubahnya menjadi sinar biru yang indah.


Terlihat, di tengah-tengah sinar biru hanya ada kepala Lin Chen yang terbelah dua tanpa tubuh.


"Dao Ruang, Kehancuran. Ruang Pembunuh!"


Ruang di sekitar Lin Chen bergeser, seperti telah yang retak, membuat kepala Lin Chen meledak tanpa meninggalkan jejak.


"Apakah sudah selesai?" Dewa Xing menyimpan pedangnya di dalam sarungnya.


Fluktuasi Energi Dewa yang sangat kuat muncul di belakang Dewa Xing yang berada di barisan belakang, terlihat ada molekul-molekul cahaya putih yang menyatu menjadi satu, membentuk siluet manusia yang tak lain dan tak bukan adalah Lin Chen.


Lin Chen yang sudah muncul di belakang Dewa Xing, langsung melepaskan serangan Pedang Kuno dan Dewa secara menyilang, membelah Dewa Xing menjadi empat bagian.


"Keugh!" Dewa Xing memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya.


Dewa Pedang, Bintang dan Ruang dan Waktu menoleh ke belakang, mereka tidak menyadari bahwa Lin Chen masih hidup dan datang di belakang.


Perubahan terjadi lagi pada Lin Chen, kini ia mengenakan Topeng Iblis yang sampai saat ini baru digunakannya satu kali. Lin Chen menatap tajam Dewa Pedang yang baru saja membunuhnya. "Itu sangat menyakitkan, tapi, mari kita lupakan hal itu. Sekarang, ayo mulai ronde ketiga!"


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2