
Keluarganya pergi ke sebuah kota yang masih mengusung konsep Asia Timur pada masa Dinasti, yang bangunannya masih terlihat terjaga tanpa ada campuran modern. X-Bow juga terpasang rapi di atas tembok kota yang hanya belasan meter.
Ketika Lin Chen melangkah masuk memasuki Kota Xuyin, langkah kakinya berhenti dan menoleh jauh ke belakang. Ia melihat adanya perubahan fluktuasi energi spiritual di sana, dan ada aura yang tidak nyaman untuk dirasakan.
"Ayah?" Lin Qiao Jianying memegangi kepala Lin Chen, lalu menoleh ke arah yang sama.
Lin Chen memalingkan wajahnya dan kembali melangkah. "Tidak ada, Ayah hanya merasa sedikit dingin. Mungkin sebentar lagi hujan."
"Hujan?" Lin Da Zixuan memiringkan kepalanya, lalu menengadahkan kepalanya melihat langit cerah yang mulai berubah dalam waktu singkat.
Hanya dalam hitungan detik, air mulai menetes dari langit yang tinggi, jatuh mengenai wajah Lin Da Zixuan.
Karena Lin Chen bisa memindahkan seluruh kekuatan atau kesadaran ke klon lain, seperti saat ia terbunuh di Alam Selestial. Saat ini ia mengirimkan dirinya yang lain, mengubahnya menjadi tubuh utama dan yang datang ke Kota Xuyin adalah tubuh cadangan.
Jika tubuh cadangan mendapatkan serangan, ia bisa memasukkan orang yang ia bawa ke dalam Ruang Dimensi, sebelum God Realm dapat bereaksi.
***
500.000 Mil ke Arah Barat dari Kota Xuyin
Tubuh utama yang sudah berganti itu terus bergerak secara perlahan dari satu dahan ke dahan pohon lain, bergerak ke arah yang tidak nyaman dan membuatnya merasa Semesta Xing akan berubah jika aura itu dibiarkan.
"Reinkarnasi, aku tidak tahu dia reinkarnasi dari siapa. Tapi dia harus dibunuh saat ini juga, saat kekuatannya masih ditingkat Bone Realm."
Bone Realm setara dengan Ranah Holy Monarch yang sedikit lagi hampir menembus Ranah Venerable. Tapi tentunya ada kualitas yang berbeda, mengingat Semesta Xing lebih tinggi dari Semesta Yongheng yang sekarang.
"Yi'er."
Cahaya putih bercampur hijau mulai berkumpul di kanan Lin Chen, yang membentuk tubuh wanita muda yang sangat dirindukannya. Perlahan, ketika cahaya itu menghilang, terlihat Xue Ying yang sudah muncul.
Lin Chen menoleh ke kanan menatap Xue Ying. "Aku tidak menyangka kau ingin ikut meski baru satu bulan, meski sebelumnya mengatakan akan menunggu sampai Guang'er dan Yi'er berusia lima belas tahun." Ia mengulurkan tangannya, mengusap wajah Xue Ying.
Xue Ying memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata dari Lin Chen. "Ha- Habisnya, Yi'er sangat berusaha sekuat tenaga untuk mencari reinkarnasi Kakak. Kemudian, saat ditinggal, Yi'er merasa sedih. Karena itu, dalam waktu satu bulan ini, Yi'er terus berlatih sampai bisa membagi kesadaran di Semesta yang berbeda." Suaranya terdengar sangat pelan, dan wajahnya juga memerah.
"Apakah Yi'er kecewa karena aku sudah berkeluarga?"
__ADS_1
Mendengar itu, Xue Ying menolehkan kepalanya ke kiri dengan cepat. "Tidak!" Ia menggelengkan kepalanya. "Bukan itu, Yi'er senang karena Kakak menikah dengan Kak Xue. Tapi, Yi'er masih ingin bersama Kakak, sebelum akhirnya Yi'er mendapatkan pendamping hidup."
Lin Chen mengangguk kecil, lalu terus terbang tanpa ada yang berbicara di antara mereka. Ia sendiri tidak menduga jika Xue Ying bisa menjadi Kultivator Sejati hanya dalam waktu satu bulan setelah kepergiannya. Dengan ini, di Semesta Yongheng sudah ada 3 Kultivator Sejati.
Namun masih sangat jauh untuk mendapatkan Pencerahan, lalu Pendewaan. Syarat utama harus God Realm, tapi saat itu ia sudah menerima Pendewaan saat masih Earth Realm.
"Ngomong-ngomong, kita akan pergi ke mana?" Xue Ying menoleh ke kiri menatap Lin Chen, lalu menoleh lagi ke segala sisi. "Yi'er juga tidak melihat Kak Xue, Jian'er dan Xuan'er. Mereka bertiga tidak ada di Ruang Dimensi."
"Aku membawa mereka ke Kota Xuyin, aku merasa bersalah karena memindahkan kesadaran ke klon, dan menjadikannya sebagai tubuh utama. Tapi, aku tidak bisa bergerak dengan bebas saat membawa anak-anak."
Bukan maksud mengatakan mereka adalah beban, tapi Lin Chen tidak bisa mengerahkan seluruh kekuatannya karena sikapnya yang sangat berubah saat bertarung, sangat senang bermandikan darah.
Tidak cocok diperlihatkan di depan anak-anak.
Xue Ying mengerti alasan Lin Chen dengan jelas. "Kakak, kembar sangat merindukan Kakak."
Lin Chen terdiam untuk beberapa saat, kemudian berhenti di gunung batu dan berucap, "Satu tahun, aku ingin membunuh Dewa Xing. Kemudian berpindah ke Semesta lain. Jika aku bisa membunuh Dewa Xing, aku merasa bisa membunuh dua ratusan Dewa di bawahnya."
"Yi'er akan membantu Kakak. Mungkin masih lama, tapi sebisa mungkin dalam waktu satu tahun, Yi'er ingin menembus Heavenly Realm!" Xue Ying mengepalkan kedua tangannya di depan dada, matanya berapi-api penuh tekad.
"Baiklah-baiklah, Kakakmu yang sangat baik ini akan membantumu. Kau bisa gunakan Point System untuk meningkatkan kekuatanmu setelah mengubahnya menjadi energi murni dari Point Pengalaman."
Mata Xue Ying terlihat bersinar-sinar menjelaskan kebahagian dan keterkejutan yang bersamaan. "Terimakasih!" Ia memeluk Lin Chen dari belakang, dengan kedua kakinya yang melingkar di perut Lin Chen.
Xue Ying menghilang dari sana, berpindah ke dalam Ruang Dimensi Lin Chen.
Lin Chen membuka layar interface, terlihat 3.467 Kuintiliun Point System yang habis terpakai dalam waktu singkat, dan hanya menyisakan 346 Triliun Point System.
"Dia benar-benar menghabiskannya."
Wajahnya terlihat datar, namun detik berikutnya terlihat senyum indah dan ada rasa lega karena Xue Ying masih tetap bersemangat seperti biasanya.
Lin Chen kembali melayang meninggalkan gunung batu, dan melesat sangat cepat ke arah barat, yang jaraknya masih beberapa ratus ribu mil lagi.
Membutuhkan waktu satu menit untuk sampai di kota besar yang indah, yang memiliki bangunan sedikit modern dengan warna-warna yang indah, tidak monoton hanya warna merah dan abu-abu seperti di Kota Xuyin.
__ADS_1
Lin Chen yang berjongkok di dahan pohon, melihat sebuah kota di depannya. "Kota Xanlau. Aku ingin melihat bagaimana ada orang yang memiliki kebencian sangat besar, di saat usianya masih sangat muda." Ia melompat turun dari dahan pohon.
Setelah membayar Batu Spiritual, Lin Chen memasuki Kota Xanlau. Batu Spiritual? Iya! Itu adalah nama lain dari Batu Roh yang dikenal di Semesta Xing, memiliki bentuk dan nilai tukar yang sama.
Lin Chen melepaskan sedikit auranya, sampai pada batas tertinggi dari Spirit Realm, Ziranzhi tahap Akhir.
Spirit Realm adalah Ranah Divine God sampai Ziranzhi.
"Kota Xanlau lebih ramai dari Kota Xuyin, setelah urusanku di sini selesai dan berpindah kota. Aku akan membawa Xue'er dan yang lain ke kota ini." Lin Chen menoleh melihat ramainya pedagang ataupun pejalan kaki.
Kemudian, ia berjalan melalui jalan utama yang ramai, berjalan menuju aura yang ia rasakan tidak jauh darinya. Saat berjalan, ia mendengar pembicaraan dari pejalan kaki yang mengatakan akan 'Sampah Xanlau' berubah menjadi orang yang berbeda dalam satu hari.
Tuan Muda dari keluarga Fan yang terkenal malas, membuang-buang uang, bodoh dan suka pergi ke rumah bordil, berubah menjadi orang aneh yang terlihat sangat dewasa.
"Itu Sampah Xanlau!"
Lin Chen yang berhenti di salah satu kedai itu menoleh ke kanan, melihat sumber teriakan. Ia bisa melihat pemuda berambut hitam dengan ikat kepala berwarna biru, mengenakan pakaian putih dengan jubah ungu tanpa lengan. Tatapan matanya terlihat sangat tajam, seperti ada dendam besar di dalamnya.
Lin Chen menundukkan kepalanya menikmati teh hitam di luar kedai, dan perlahan mulai melepaskan auranya kembali. Ia melepaskannya pada tahap tertentu, yang hanya bisa dirasakan oleh beberapa orang yang memiliki kemampuan.
Benar saja, Tuan Muda Qiang yang berjalan di jalan utama itu menoleh ke belakang, menatap Lin Chen dengan sangat saksama, bahkan sampai ada kerutan di dahinya.
"Spirit Realm?! Bagaimana mungkin?" Pemuda itu terlihat sangat terkejut, meski suaranya tidak bisa didengar oleh semua orang. "Apakah sejarah telah berubah? Setahuku tidak ada Spirit Realm yang datang ke Kota Xanlau sampai seratus tahun ke depan."
"Biarlah!" Pemuda itu berbalik dan kembali melangkah ke arah timur. "Aku harus berlatih dengan giat, kemudian meninggalkan Kota Xanlau untuk membunuh dia yang menjadi saudaraku di jutaan tahun ke depan."
Lin Chen melirik pemuda yang sudah tidak terlihat lagi, lalu meletakkan cangkir berisikan teh di atas meja kayu. "Begitu, saat dia mendapat Pencerahan dan Pendewaan, saudaranya menusuknya dari belakang."
Ia tidak berharap akan bertemu orang yang terlahir kembali ke masa lalu. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Semesta Xing jutaan tahun ke depan, tapi pemuda itu mengetahuinya.
"Aku ingin melihatnya." Lin Chen berdiri seraya menekan kedua tangannya di atas meja.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...