Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 080 : Shelter


__ADS_3

Jumlah manusia yang tersisa di Bumi tidak ada satu dari sepuluhnya, itu pun banyak dari mereka yang tidak bisa mempertahankan diri untuk tetap hidup di detik berikutnya. Kematian terus bertambah di setiap waktu, bukan hanya karena udara yang sangat kotor, tapi juga karena sumber makanan yang sangat langka.


"Di mana manusia yang lain?" Yang Minghuan menoleh ke sekitar seraya melepaskan kesadarannya, namun tidak ada tanda-tanda manusia dalam radius beberapa ratus mil.


"Mars." Lin Chen merasakan ada manusia yang tinggal di Mars, meski tidak terlalu banyak dan sepertinya itu hanya kalangan elit.


"Berapa banyak?" Hong Mianli tidak menanyakan tentang kebenarannya, melainkan jumlahnya, karena ia percaya dengan apa yang dikatakan Lin Chen.


"Tidak lebih dari tiga ribu, dan sebagian besarnya anak-anak berusia antara dua sampai lima tahun. Sepertinya anak-anak itu terlahir di Mars."


Ketiganya kembali mengangguk kecil seraya terus berjalan mengikuti Lin Chen yang memimpin jalan.


Memang lebih mudah bepergian dengan terbang di langit, bisa mengelilingi Bumi dalam waktu singkat dan tidak memakan banyak tenaga. Namun, karena rasa penasaran, mereka memilih berjalan kaki.


Lin Chen berhenti saat melihat ada mobil yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, karena tidak memiliki roda sebagai penggerak atau menurunkan kecepatan mobil. Ia menunjuk mobil itu, yang kemudian meledak sangat keras seperti granat tangan.


Pendengaran Lin Chen menangkap ada suara-suara aneh yang terdengar sangat menjijikkan setelah ledakan berlangsung, terlihat ada mayat hidup berbau busuk yang berlari cukup cepat untuk ukuran daging busuk.


Lin Chen melipat kedua tangannya di depan dada seraya memiringkan kepalanya. "Jika aku digigit, apakah aku akan berubah menjadi Zombie?"


"Lin Chen, jangan mencoba hal gila. Jika kau menjadi Zombie, semua orang akan terbunuh." Rui Alexander mencoba menghentikan Lin Chen dengan mencengkeram pundaknya.


Lin Chen menoleh ke kanan belakang melihat Rui Alexander, kemudian menyeringai dingin.


Rui Alexander merasakan firasat buruk saat melihat senyum Lin Chen, dan dengan tergesa-gesa ia melepaskan cengkeramannya. Tapi naas, itu semua sudah terlambat karena ia terbawa arus teleportasi sehingga sampai tepat di depan Gelombang Zombie.


"Sial!" Rui Alexander mengumpat kesal seraya berbalik untuk pergi.


Lin Chen mengulurkan tangan kirinya sebagai umpan agar digigit Zombie, dengan harap dapat melihat efek samping dan memastikan apakah semua yang ditayangkan di bioskop itu nyata. "Cepat, gigit aku!"


"Goahh!" Zombie tanpa rambut menerjang Lin Chen dengan mulut terbuka lebar, yang kemudian menggigitnya.


Semangat Lin Chen menghilang ketika sudah mendapatkan jawabannya, gigitan Zombie tidak berefek sama sekali padanya. Karena, giginya patah.


Energi spiritual putih seperti nyala api keluar dari dalam tubuhnya dan membakar ratusan Zombie di depannya tanpa sisa sama sekali.

__ADS_1


Lin Chen menoleh ke belakang. "Ada Shelter terdekat, apakah kalian ingin berkunjung untuk mencari informasi?" Bukan hanya untuk mencari informasi, ia juga ingin mencari pekerja yang akan dibawa ke Bintang Qiang.


"Tentu." Rui Alexander kembali menghampiri Lin Chen dan berdiri di sebelah kanan. "Untuk Ayahku, aku ingin menundanya terlebih dahulu, aku tidak ingin dia menghirup udara kotor di sini."


Lin Chen juga memikirkan hal yang sama dengan Rui Alexander, dan kedatangannya kemari juga berencana untuk membangkitkan orang-orang yang ia kenal dari Panti Asuhan.


Kemudian ia mencoba mencari tahu kenalan Bibinya di sini, tapi ia tidak tahu siapa orangnya karena tidak ada aura dari pembudidaya atau praktisi. Yang mungkin saja mereka sudah mati sejak lama karena perubahan aura, atmosfer dan geografis Bumi.


Kelompok empat orang itu mulai bergerak lagi setelah berganti pakaian yang menyesuaikan keadaan sekarang, kaus hitam dengan pakaian sobek atau tambalan.


Sekitar tiga menit berlalu, mereka akhirnya sampai di Shelter yang tidak jauh dari tempat mereka berada tadi. Shelter ini dibangun dengan konsep tembok setinggi dua belasan meter, yang di atasnya terdapat senjata-senjata semacam meriam dengan peluru bola besi, serta meriam plasma yang entah menggunakan apa sebagai bahan bakarnya.


"Ada penjaganya juga, apakah kita diharuskan untuk membayar jika ingin masuk?" tanya Rui Alexander seraya mengusap dagunya.


Lin Chen mengangkat kedua bahunya seraya merentangkan kedua tangan, kemudian berjalan menuju gerbang yang dijaga ketat oleh enam orang bersenjata plasma. Ia bisa merasakan ada aliran energi di dalam senjata, energi yang berbeda dari Spiritual dan Mana dari Bintang Biru.


"Berhenti!" Salah seorang yang mengenakan jirah putih mengarahkan senjatanya pada Lin Chen. "Dari mana kalian berasal?"


"Dari sana." Lin Chen menunjuk tempat di mana ia menghabisi Gelombang Zombie.


"Lalu, tidak mungkin kau bisa selamat dengan penampilanmu." Penjaga itu melihat wajah Lin Chen yang bersih seperti wanita, dan menganggapnya tidak memiliki kekuatan.


Lin Chen sedikit membungkuk untuk mengambil kerikil kecil di dekat kakinya, lalu ia berdiri lagi dan berbalik ke reruntuhan gedung tanpa ada tanda-tanda kehidupan manusia. Dengan santai, ia melemparkan batu itu.


Wush!


Batu itu melesat sangat cepat dengan kekuatan yang melebihi meriam plasma, itu bisa dilihat dari tanah yang terkikis dan bebatuan yang terbang hanya karena efek anginnya saja.


Penjaga itu terdiam dengan mata terbuka lebar dan mulut yang juga terbuka. Kemudian ia mengalihkan pandangannya lagi pada Lin Chen. "Awakened Rank-SS?!"


Awakened Rank-SS? Apa itu?


"Bisakah kami masuk?" Lin Chen merasa semakin ia masuk ke dalam Shelter, semakin cepat ia mendapatkan informasi.


"Tentu." Penjaga itu mempersilakan Lin Chen dan yang lain untuk masuk ke dalam Shelter 07 tanpa ada pemeriksaan lebih jauh.

__ADS_1


Gerbang besi terbuka dengan cara naik ke atas setinggi tiga meter dari permukaan tanah.


Lin Chen, Rui Alexander, Hong Mianli dan Yang Minghuan melewati gerbang Shelter 07. Alangkah terkejutnya mereka kecuali Lin Chen saat melihat keadaan Shleter 07, yang tidak bisa disebut sebagai penampungan.


Banyak orang-orang yang sekarat di pinggir jalan dan dibiarkan begitu saja, bahkan ada penjaga yang bertugas untuk membunuh manusia yang sudah tidak bisa ditolong, namun mencoba untuk tetap hidup.


Rumah bordil juga bisa dilihat di segala tempat, yang bisa dibandrol dengan harga satu bungkus roti atau setengah botol air mineral.


"Lin Chen, mengapa tidak kau kembalikan saja Bumi seperti dulu."


"Mengembalikan tanah tandus berpolusi seperti ini seperti pedang bermata dua. Jika aku tidak melakukan perubahan, akan lebih banyak manusia yang terbunuh. Namun jika mengubahnya seperti semula, orang yang memiliki kekuatan dan berkuasa, akan memperbudak semua orang yang mungkin lebih parah dari yang kita lihat sekarang." Lin Chen memberikan balasan pada Rui Alexander melalui transmisi suara.


"Karena itu, lebih baik kita hanya mencari informasi penting, menghidupkan Ayahmu dsn kembali." Lin Chen menambahkan.


Rui Alexander menganggukkan kepalanya, meski ia merasa sakit saat melihat keadaan di Shelter 07.


Untuk mencari informasi, ia memutuskan untuk pergi ke rumah makan, karena di sana adalah tempat mencari informasi yang cepat dan mudah. Namun jika tetap tidak bisa, maka ia akan menerobos Wilayah Elit di tengah-tengah Shelter 07.


Tatapan mata pria tertuju pada Lin Chen, tatapan mata seperti pria yang menemukan mangsa. Hal ini sangat membuatnya tidak nyaman, dan ingin sekali mencongkel mata mereka semua. Ini juga yang menjadi alasan mengapa ia tidak membawa Yan Xue dan Xue Ying, yang sebelumnya memaksa untuk ikut.


Jika dirinya yang merupakan pria berkulit halus bagaikan wanita mendapatkan tatapan mata seperti ini, lalu bagaimana dengan Yan Xue dan Xue Ying.


Keempat orang itu berhenti saat sudah berada di depan bangunan berlantai dua, yang bangunannya terbuat dari beton kusam penuh retakan di permukaannya catnya.


Tanpa berlama-lama, mereka berjalan memasuki rumah makan, dan melihat belasan orang yang berada di lantai satu nampak menyantap makanan daging, dengan minuman berwarna ungu.


Lin Chen sangat yakin daging itu bukan daging pada umumnya, bisa saja daging itu adalah daging monster hasil terkena radiasi nuklir. Untuk minumannya, cairan monster yang difermentasikan.


Hong Mianli sebagai Generasi Ketiga dari Keluarga Konglomerat, saat melihat ini ia mulai mual-mual hendak memuntahkan isi perutnya. Namun ia berhasil menahannya saat meneguk Pil Kuning tanpa energi spiritual, yang berfungsi untuk meredakan mual dan biasanya hanya digunakan untuk manusia biasa.


Lin Chen memimpin ketiganya untuk memilih tempat duduk yang berdekatan dengan jendela, agar bisa mendengar informasi dan melihat jalanan kota secara bersamaan.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2