Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 110 : Pergerakan Dewa Xing


__ADS_3

Kota Xuyin


Lin Chen membawa keluarganya ke salah satu penginapan karena hari sudah gelap dan harus beristirahat, dengan dirinya yang menyebarkan jutaan klon ke seluruh penjuru Semesta Xing untuk menyerap semua aura spiritual.


"Xue'er."


Yan Xue yang sedang duduk bersandar di tempat tidur dan membaca buku, menoleh ke arah Lin Chen yang duduk di sebelah kanannya. "Ada apa?"


"Penyerangan terhadap Bintang Xu dipercepat, mungkin dalam waktu dekat, aku akan membiarkanmu berada di dalam Ruang Dimensi ..." Lin Chen menghentikan perkataannya ketika hendak membahas tentang waktu.


Yan Xue menggenggam punggung tangan Lin Chen. "Xue'er mengerti. Xue'er akan menunggu Gege di sana."


Lin Chen tersenyum ringan, lalu ia memasang array untuk menahan agar energi spiritual di sini tidak dapat dirasakan oleh semua orang yang ada di luar. "Terimakasih." Ia menyentuh punggung Yan Xue.


Pada saat itu juga ada energi spiritual yang sangat murni mulai mengalir dari telapak tangannya, mengalir memasuki Dantian Yan Xue dengan sangat cepat, namun tidak sampai membuatnya merasakan rasa sakit.


Yan Xue yang merasakan aliran energi itu mulai mengambil posisi duduk bersila dan menutup matanya. Ia juga menyerap energi spiritual yang murni itu, agar alirannya bisa lebih cepat lagi untuk diterimanya.


Point System yang hanya sebatas 7 Sektiliun atau 7000 Kuantiliun, memang tidak terlalu banyak dan berarti bagi Lin Chen. Namun untuk Yan Xue yang masih tahap Divine God, dan hanya mengkultivasikan Tubuh Suci dan 4 Element, seharusnya tidak terlalu berat.


Ketika Lin Chen sedang membantu Yan Xue berkultivasi, pintu terbuka perlahan, memperlihatkan Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan yang membawa buku. Bukan buku teknik, melainkan buku pelajaran untuk mahasiswa.


"Ayah, Zixuan tidak mengerti materi Komputasi Aktuaria."


Lin Chen menyentuh bibirnya sendiri dengan jari telunjuknya, memberi tanda pada kedua anaknya untuk tetap tenang.


Lin Da Zixuan sedikit tersentak, lalu menganggukkan kepalanya ketika melihat Yan Xue yang sedang fokus berkultivasi. Ia berjalan menuju kursi yang ada di samping tempat tidur, dan melihat pelatihan yang dilakukan Ibunya. "Energi Ibu berwarna putih, sama seperti Zixuan."


"Ayah?" Lin Da Zixuan menoleh ke kanan melihat Lin Chen yang duduk bersila di belakang Yan Xue.


Lin Chen tahu apa yang diinginkan oleh putranya, saat itu juga ia mulai melepaskan energi spiritual yang bisa dengan bebasnya ia ubah warnanya. Namun ia hanya memperlihatkan warna putih, yang memang warnanya sama seperti Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan.


"Xuan'er, sudah malam. Kau harus tidur."


Lin Da Zixuan melihat waktu di jam tangannya, jam tangan yang diberikan oleh Lin Chen agar memudahkannya untuk melihat waktu. Terlihat di sana sudah pukul sembilan malam waktu setempat. "Baik, Ayah." Ia melompat turun dari kursi.


Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan berdiri di samping tempat tidur, dengan posisi sedikit berjinjit. Setelah mendapatkan kecupan hangat di kening, barulah mereka berdua berjalan keluar dari ruangan.


Ketika keduanya sudah keluar, Lin Chen memasang array lain di balik pintu agar tidak bisa dibuka dari luar. Sehingga ia bisa membiarkan Yan Xue menyerap energi spiritual lebih mudah lagi karena tidak ada gangguan.


Cukup memakan waktu untuk membantu Yan Xue, tidak seperti saat membantu Ibunya yang menembus Tongzhi, karena pada saat itu hanya mengambil energi dari luar, tidak seperti sekarang yang menggunakan Point System.


Lin Chen yang matanya terpejam itu terbuka dengan kerutan di dahi saat merasakan aliran energi yang ia berikan, dikendalikan oleh Yan Xue untuk meningkatkan kekuatan dari Tubuh Suci.

__ADS_1


Ia yang sekarang sudah tidak terlalu peduli dengan perubahan Tubuh Segel Dewa Naga, Tubuh Dewa Kematian, Tubuh Dewa Petir, Tubuh Dewa Api, Tubuh Roh, Tubuh Abadi dan Tubuh Istimewa.


Walaupun memberikan tambahan kekuatan setiap kali ia menggunakannya, tapi ia merasa itu tidak terlalu berguna ketika sudah menembus Heavenly Realm seperti sekarang.


"Biarlah, ini adalah keputusannya. Bagiku tidak berguna, tapi bagi Xue'er yang memang terlahir dengan tubuh itu dari awal, tentunya sangat berharga."


Lin Chen menutup matanya lagi, mengalirkan lebih banyak energi spiritual dari Point System ataupun energi dari Bintang Xu yang ia ambil.


Sebisa mungkin ia tidak mengambil energi spiritual melalui udara, karena mampu menarik perhatian semua pembudidaya atau praktisi di Bintang Xu. Ia menarik energi spiritual yang sangat jauh, lalu mengalirkannya melalui klon yang ia tinggalkan di sana.


Ia juga merasa tidak membutuhkan waktu lama lagi untuk menembus God Realm. Karena semua klon yang ada di 4 Semesta mulai kembali berkultivasi, tapi ia tetap harus berhati-hati. Bagaimanapun, saat ia menembus Ranah God Realm, tentunya 313 Dewa akan menyadari ada Dewa baru.


Ketika waktunya tiba, pertarungan tidak bisa terelakkan.


Dalam pertarungan itu, ia menebak setengah atau bahkan seluruh Semesta Xing akan menghilang. Tapi, ia tidak peduli, yang diinginkannya untuk pergi ke Semesta Xing hanyalah membunuh Dewa Xing.


***


Ruang Para Dewa


Dewa Xing yang mengenakan pakaian hitam dengan jubah penutup kepala, duduk di atas bongkahan batu besar yang ada di sana. Kemudian, ia mendongak menatap lurus ke depan, memperlihatkan mata merahnya yang menyala di dalam kegelapan.


"Dewa Xing?" Suara berat yang merupakan seorang pria paruh baya terdengar di dalam gelapnya ruang. "Kau bangun? Aku tidak tahu kau bisa bangun lagi, setelah jutaan tahun menunduk dan duduk di sana tanpa bergerak."


Dewa Xing yang mendongak, kembali menunduk melihat pedang hitam yang dilapisi oleh perban putih dengan pola-pola aneh. "Naga Hitam telah mati, ada yang membunuh budakku. Sepertinya, aku akan menggunakan pedang ini sekali lagi."


Dewa yang ada di Ruang Para Dewa terdiam, mereka tahu Naga Hitam milik Dewa Xing. Walaupun hanya sebatas Earth Realm tahap Puncak, kekuatannya bisa menyamai Heavenly Immortal tahap Menengah.


Siapa yang bisa membunuh Naga Hitam di Semesta Xing? Tidak ada!


Semua Dewa memandangi satu sama lain, kemudian menggelengkan kepala. Mereka semua berada di satu pihak, sudah bersumpah tidak akan menyerang satu sama lain sampai beberapa ratus juta tahun ke depan.


"Apakah mungkin bocah itu yang datang dan membunuh Naga Hitam?" tanya salah seorang yang mengejutkan.


"Tidak mungkin!" teriak wanita yang merupakan Dewi dari Semesta Kuxing. "Bahkan jika dia berbakat, baru dua puluh tujuh tahun berlalu." Ia terlihat sangat marah, dan ingin membunuh Lin Chen yang bisa-bisanya datang ke Ruang Para Dewa saat masih Spirit Realm.


Semuanya terdiam dan menganggukkan kepala, merasakan hal yang sama bahwa semua itu tidaklah mungkin. Mereka yang berada di sini menghabiskan waktu yang sangat lama, menghabiskan banyak sumber daya dan darah manusia untuk dikorbankan.


"Lalu, apakah dari kalian ada yang berhasil memasuki Semesta Yongheng?" Dewi dari Semesta Kuxing menoleh melihat cahaya di dalam kegelapan. Cahaya-cahaya itu adalah mata dari Dewa dan Dewi yang ada di Ruang Para Dewa.


Tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab, yang artinya tidak ada dari mereka yang berhasil memasuki Semesta Yongheng. Sudah banyak cara yang mereka lakukan, bahkan bekerja sama untuk membuka celah, namun bukan hanya tidak terbuka, tapi juga mereka mendapatkan efek tolakan yang cukup kuat.


"Apa rencanamu selanjutnya?" Dewi Kuxing kembali bertanya seraya menatap Dewa Xing.

__ADS_1


Dewa Xing mencengkeram erat pedang hitamnya, lalu melepaskan semua perban yang melindungi. Seketika itu juga aura kuat meledak darinya, menyebar luas ke segala penjuru Ruang Para Dewa.


Ketika perban itu dibuka, itu memiliki efek pada tubuh utama yang bersembunyi di tempat tersembunyi dan tidak diketahui yang ada di Semesta Xing.


Dewa Xing berdiri di atas bongkahan batu, menatap tajam 314 Semesta di Weiqi. "Sepertinya aku harus mempercepat rencana, ada pemuda yang memiliki takdir tertentu di Bintang Xu. Harusnya aku melakukannya setelah dia bertambah kuat, tapi sepertinya aku akan membunuhnya sekarang dan meminum darahnya ..."


Dewa dan Dewi lain terlihat iri ketika mendengar ucapan Dewa Xing. Mereka juga menginginkan Tungku Manusia yang bisa diserap kekuatannya, agar bisa meningkatkan kekuatan mereka.


"Aku pergi."


Dewa Xing pecah seperti kepingan cahaya ungu, yang hancur dan berubah menjadi molekul.


...


***


*Bersambung...


Tingkat Kultivasi Semesta Yongheng :


Banyak!


Tingkat Kultivasi 324 Semesta :


Skin Realm


Bone Realm \= Holy Monarch


Body Realm \= Prajurit Dewa (Dewa Putih)


Blood Realm \=


Spirit Realm tahap Awal\= Kaisar Dewa


Spirit Realm tahap Menengah \= Heavenly Immortal God


Spirit Realm tahap Akhir \= Ancient God


Spirit Realm tahap Puncak \= Huangdi++


Earth Realm \= Ziranzhi ++


Heavenly Realm

__ADS_1


God Realm


__ADS_2