
Christine tidak bisa berkata-kata, tidak menduga anak kecil yang terlihat manis, ternyata memiliki kemampuan yang mumpuni dan sangat tenang saat menghadapi monster yang lebih besar. Bahkan, tidak ada rasa takut dan tidak berkedip sama sekali.
Yang Christine tahu, hampir semua Petualang yang baru mendaftar akan gemetar ketakutan dan memuntahkan isi perut karena tidak tahan saat membunuh untuk pertama kalinya.
Christine menoleh ke kiri melihat Lin Chen dan Yan Xue. "Apakah mereka berdua sudah pernah membunuh?"
Semua Petualang yang hadir mengalihkan perhatiannya pada Lin Chen dan Yan Xue, menunggu jawaban apa yang akan diberikan.
Seraya tersenyum tipis dan menghela napas, Lin Chen menjawabnya, "Sudah, di tempat kami, anak berusia tiga tahun sudah dilatih secara fisik. Lima tahun pelatihan mental, sembilan tahun melatih Hati Mana ..." Ia ingin menjelaskan tentang Dantian, tapi karena ini Bintang Logia, ia menggantinya dengan Hati Mata.
"Latihan fisik bukan hanya lari dan angkat beban, tapi juga mengayunkan pedang ribuan kali. Usia lima tahun, dibiarkan bertanding di arena empat ratus meter persegi, tidak ada pemenang sebelum salah satunya keluar atau tidak bisa melanjutkan pertandingan."
Lin Chen tidak berbohong mengenai pelatihan yang dijalani setelah mengetahui arti sebenarnya dari Kultivator. Tapi untuk pelatihan anak-anaknya, ia membiarkan mereka melawan monster mengerikan dengan jumlah belasan kali lebih banyak, ketimbang harus melawan anak seusianya.
Jika Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan melawan anak seusianya, mungkin akan ada kematian di atas arena.
Tidak ada yang menduga Lin Chen akan menjawabnya seperti itu, yang mana tatapan mata mereka mulai berubah, menganggap Lin Chen sangat kejam karena membiarkan anak-anak menjalani pelatihan yang menyiksa.
Lin Chen mengabaikan tatapan mata yang sudah ia anggap biasa. Ia mengangkat tangan kanannya, membuat Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan melayang menghampirinya. "Selamat, kalian berdua berhasil." Ia menangkap Lin Qiao Jianying.
Lin Qiao Jianying tertawa bahagia. "Jian'er ingin diberi hadiah."
"Zixuan juga!" Lin Da Zixuan yang berada di pelukan Yan Xue, mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin.
"Tentu ..." Lin Chen tersenyum cerah menanggapi permintaan keduanya. "Apa itu?"
"Pedang!"
Lin Chen sudah menduga akan hal ini, karena semenjak mengetahui jika dirinya adalah Dewa, mereka berdua sangat giat berlatih dan selalu menginginkan pedang asli, bukan Pedang Kayu dari Pohon Dewa. "Jika kalian sudah menembus Raja Dewa atau Blood Realm."
Lin Chen sendiri masih bingung dengan tingkatan yang sekarang, yang mana Bone Realm (Holy Monarch ~ Half God), Body Realm (Dewa Putih ~ Dewa Giok), Blood Realm (Dewa Air ~ Dewa Petir), Spirit Realm (Dewa Langit ~ Ziranzhi).
Ia berencana ingin mengembalikan tingkatan kultivasi di Semesta Yongheng seperti semula, tapi dengan kekuatannya yang masih tahap Awal, ia masih belum mampu.
"Hum!" Lin Qiao Jianying mendengkus seraya menepuk dadanya dan menatap Lin Da Zixuan. "Maaf Xuan'er, Kakak yang mendapatkan pedang lebih dulu."
Lin Qiao Jianying sudah berada di Ranah Jenderal Dewa, Dewa Giok. Berbeda dengan Lin Da Zixuan, Dewa Besi.
__ADS_1
Lin Da Zixuan terlihat kesal, tapi hanya diam dan menghela napas.
Yan Xue mengusap punggung Lin Da Zixuan, mencoba menghibur putra kecilnya yang sangat manis. "Xuan'er gunakan pedang yang ada dulu, itu terbuat dari dahan Pohon Dewa."
Petualang yang ada di sini tetap diam, melihat Lin Chen dan Yan Xue yang mengurus anak-anak. Ada rasa iri di mata para Petualang, yang mana mereka bekerja dengan keras untuk menggapai impian, dan untuk membiayai keluarga. Tapi sekarang, ada satu keluarga yang menjadi Petualang.
Lin Chen mengalihkan perhatiannya pada Christine yang masih berdiri di samping mimbar kecil. "Apakah aku dan istriku juga harus menjalani tes?—"
Bang!
Dentuman keras terjadi dengan tiba-tiba, serta ada debu cokelat yang beterbangan menghalangi pandangan dan membuat panik Petualang. Dentuman itu berasal dari salah satu jeruji besi, yang ukurannya lebih besar dari yang lain.
Boom! Boom! Boom!
Langkah kakinya menimbulkan suara yang cukup besar dan menggetarkan lantai bawah tanah.
"Ap- Apakah Minotaur yang dikurung terlepas?" Christine terlihat sangat panik, karena tidak ada Petualang Rank A dan S di Ibu Kota.
Lin Chen menggerakkan tangannya perlahan, menghilangkan semua debu yang menghalangi pandangan. Ia juga melepaskan Energi Dewa, meski tidak terlalu banyak untuk menenangkan mental semua orang.
Terlihat ada tangan besar yang mencengkeram dinding, yang kemudian terlihat kepala banteng berwarna hitam. Minotaur itu mengalami luka di bagian dada, dan ada rantai yang mengikat tangan maupun kaki, walaupun rantai itu sudah putus.
Lin Chen mengarahkan tangannya ke arah Minotaur, membuat tanah-tanah di bawah Minotaur bergetar dan terbelah. Dari retakan tanah itu terlihat ada rantai api yang mencuat keluar, mulai melilit tubuh Minotaur dan menghentikan pergerakannya.
"Karena kalian menangkap Minotaur, seharusnya ada keperluan tertentu. Apakah tidak masalah jika aku membunuhnya?" Lin Chen mengalihkan pandangannya pada Christine yang bersembunyi di balik mimbar.
"Bu- Bunuh saja. Kakakku tidak akan mempermasalahkan hal itu!" Christine menjawabnya langsung tanpa berpikir panjang, ia lebih memikirkan nyawanya ketimbang Minotaur yang ditangkap.
Lin Chen mengepalkan tangannya, membuat Minotaur berubah menjadi molekul cahaya putih yang kemudian menghilang. Ia menyimpan Minotaur di dalam Inventory System.
Akan sangat menarik apabila memiliki monster semacam Minotaur, yang bisa ia gunakan sebagai teman berlatih anak-anaknya.
Suasana kembali hening setelah Minotaur menghilang dari tempatnya, membuat semua orang bisa menghela napas lega.
"Apakah kami lulus?"
Christine terdiam dan tersenyum masam, sedikit kesal karena Lin Chen masih saja bertanya meski jawabannya sudah diketahui. "Iya." Ia menjawabnya singkat, lalu berjalan keluar dari ruang bawah tanah. "Ikuti aku, aku akan memberikan kalian Kartu Guild."
__ADS_1
Lin Chen mengikuti langkah Christine yang sudah naik ke tempat awal di meja resepsionis.
Ketika sudah sampai di meja resepsionis, Lin Chen mendapatkan beberapa penjelasan sederhana tentang Petualang yang tidak terlalu berbeda dari Bintang Biru di Galaxy Yinhexi, Semesta Yongheng.
Hanya saja sistem rangking di sini tidak berdasarkan pada penilaian Fisik dan Mana, melainkan seberapa banyak jumlah misi yang diselesaikannya. Rank tertinggi yang bisa didapatkan saat awal bergabung juga tidak terlalu tinggi, hanya Rank C.
"Indah." Lin Qiao Jianying terlihat sangat bahagia melihat Kartu Guild yang berwarna silver dan berkilauan.
Rank F ~ E (Besi), Rank D (Perunggu), Rank C (Perak), Rank B (Emas), Rank A (Mythril), Rank S (Platinum).
Kartu Guild memiliki sistem tabungan, yang mana bisa menyimpan uang dan bisa digunakan sebagai alat pembayaran. Hampir semua penduduk di Kerajaan Epitychimenos memilikinya.
Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan berlari ke tempat misi-misi yang ditempel di dinding, untuk mencari misi apa yang cocok untuk dikerjakan sesuai dengan Rank C.
Lin Chen duduk di kursi yang tidak jauh dari mereka berdua, seraya memejamkan mata melihat ke dalam Ruang Dimensi. Ia mengamati keadaan Xue Ying yang masih berusaha untuk menembus Earth Realm.
Ada peningkatan dalam kultivasi Xue Ying, yang sebelumnya diduga akan memakan waktu tiga tahun, kini sepertinya hanya akan memakan waktu dua tahun.
Dua tahun, aku akan tinggal di sini selama itu.
Lin Chen membuka matanya perlahan, melihat anak-anaknya yang sudah mengambil misi dan mendatangi Christine untuk melaporkan misi apa yang akan diambil.
Setelah sudah, keduanya berlari menghampiri Lin Chen dan Yan Xue.
Lin Chen melihat Kartu Guild dan lembaran kertas yang diserahkan oleh Lin Qiao Jianying padanya. "Membunuh Wyvren? Membunuh Babi Besi? Membunuh Beruang? Membunuh ..."
Ada 12 misi Rank C yang diambil, dan semuanya tentang membunuh.
Lin Chen berharap dapat menjalankan misi sederhana seperti memetik herbal atau lain sebagainya yang mudah. Tapi, ia tidak bisa berbuat banyak, karena ia sudah mengajarkan mereka bertarung melawan monster, meski untuk membunuhnya hanya baru-baru saja.
Yan Xue yang melihat misi-misi yang diambil, menoleh ke kiri menatap tajam Lin Chen. "Ini semua karena ajaran Gege."
"Haha haha haha." Lin Chen tertawa canggung.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...