
Lin Chen sudah menyelamatkan manusia dari sepuluh kota berbeda, dan hanya menyelamatkan mereka yang benar-benar pantas saja. Untuk sisanya, ia meninggalkan mereka di tempat tanpa memberikan sumber daya apa pun, melainkan memberi sebuah penjara api yang mengelilingi kota.
Tidak ada yang merasa keputusan Lin Chen salah, mereka menerimanya dengan baik tanpa melawan.
Dari semua kota berbeda itu, setidaknya Lin Chen menyelamatkan 42.106 manusia, dan mereka semua selalu bersujud setiap kali diselamatkan olehnya, tanpa mau berdiri kembali sebelum mendapatkan izin.
Lin Chen tidak tahu kehidupan apa yang sebenarnya dijalani, meski sudah mendengar cerita dari Weiheng. Tapi melihat yang sekarang, pastinya sangat mengerikan karena mereka tidak tahu bagaimana cara mengolah makanan.
Bahkan buah-buahan segar yang bisa langsung dimakan, mereka olah dengan cara dibakar di atas bara api.
"Kakak! Danau!" Xue Ying menunjuk ke depan saat melihat danau dari kejauhan.
Teriakan Xue Ying menarik perhatian semua orang karena penasaran ingin melihat danau dalam cerita yang diberitahukan turun temurun. Tentu saja mereka tidak bisa melihatnya, dan Lin Chen juga berharap mereka untuk tetap diam menyantap makanan tanpa melihat ke depan.
"Itu danau darah dan danau itu terbuat dari campuran darah manusia maupun monster." Lin Chen mengirimkan transmisi suara pada Xue Ying, agar tidak didengar oleh yang lain.
"Eh!?" Xue Ying menoleh ke kiri, kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke depan. "Benarkah?" Ia menyipitkan matanya.
"Menurutmu? Ingat, ini adalah Alam Bawah. Seharusnya Yi'er menyadarinya saat keluar dari Profound Ark tadi, udaranya cukup sulit untuk bernapas."
Xue Ying menganggukkan kepalanya seraya mengusap dagunya pelan. "Benar juga, bahkan angkasa luar yang tidak ada udara, lebih nyaman bagi manusia," gumamnya.
Manusia di sini bukanlah manusia biasa, melainkan manusia yang telah berkultivasi dan menjadi seorang Kultivator, entah itu Kultivator Palsu atau Sejati.
Lin Chen mulai menjelaskan berapa banyak daratan yang ada di Alam Bawah, dan seberapa luas masing-masing daratan yang ada itu. Termasuk danau luas yang seharusnya bisa dibilang sebagai samudra, berapa banyak kota manusia di setiap daratan, dan apa saja yang dilakukan monster di sini seperti menjual manusia sebagai bahan makanan.
Xue Ying tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar itu, dan tidak memiliki keinginan untuk makan lagi. Menurutnya terlalu menjijikkan, dan menyesal setelah mendengar penjelasan dari Lin Chen.
Lin Chen tersenyum tipis dan mengambil makanan Xue Ying.
Waktu terus berjalan dan akhirnya sudah berada di danau darah yang sangat luas sejauh mata memandang. Ketika baru memasuki danau, getaran terjadi di permukaannya dan darah dalam volume besar mulai melonjak puluhan mil ke langit.
Tidak lama, darah itu kembali turun dan menghantam danau, menciptakan gelombang tsunami yang cukup tinggi, beserta bau amis yang sangat busuk menyebar.
Setelah darah itu jatuh, terlihat berbagai monster besar yang sudah pernah ia lawan. Monster itu adalah Lieren, Shenli, Iblis Merah dan Iblis Hitam.
__ADS_1
"Bagaimana bisa ada manusia yang memiliki Profound Ark?!" Lieren yang merupakan monster besar bertangan empat, sisik merah dengan taring tajam.
"Entahlah! Tapi kita harus membunuhnya!" Shenli yang memiliki enam lengan, sisik merah gelap dengan empat tanduk juga berucap.
Suara keduanya benar-benar menggema di langit dan sangat berisik. Kemudian untuk Iblis Merah dan Hitam, penampilan mereka hampir serupa seperti Lieren, meski kekuatannya di atas Lieren dan di bawah Shenli.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya di depan dada, dengan jari telunjuk mengarah ke langit. Ada gumpalan energi spiritual merah di atas jarinya, yang kemudian menyelimuti puluhan monster besar di depannya.
Keterkejutan dan ketakutan terlihat jelas di wajah semua orang di belakang Lin Chen, mereka tidak pernah melihat akan ada monster sebesar ini. Karena monster kecil setinggi anak kecil saja mampu membunuh orang dewasa, lalu apa yang akan terjadi jika ini yang muncul.
Lin Chen merasa monster-monster ini tidak terlalu istimewa, karena di dalam ingatannya, ia sudah pernah melawan belasan monster dengan ukuran yang lebih besar dari bintang.
Lin Chen melepaskan gumpalan energi spiritual yang memecahnya menjadi empat puluhan bagian, sesuai dengan jumlah monster. "Kalian, mati." Ia menurunkan tangannya perlahan.
Puluhan monster itu menyeringai dingin dan membuka mulutnya lebar hendak tertawa, namun tawa mereka tidak bisa keluar karena tubuh mereka yang mulai berjatuhan, seperti tanah lunak di ujung tebing.
Ada juga yang mengalami keretakan seperti tanah kering, dan ada juga yang meleleh seperti mentega kemudian bergabung dengan danau darah. Kematian mereka sangat mengejutkan, bahkan untuk Xue Ying sendiri yang sudah pernah melihat Kakaknya membunuh ratusan Huangdi.
"Menarik."
Lin Chen sedikit terkejut dengan ucapan Hitam yang tidak berteriak dengan suara kasar seperti biasanya, melainkan ada rasa kagum dan memuji meski hanya satu kata saja.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya perlahan sampai sejajar dengan pelipisnya. Dari tangan yang terangkat ini, danau darah yang sangat luas dan dalam mulai bergejolak dengan buih di permukaannya. Hingga tak lama kemudian, danau darah itu mulai naik ke langit.
Fenomena ini seperti aliran air terjun yang deras, hanya saja ke arah yang sebaliknya.
Walaupun alirannya sangat deras, tapi untuk mengurangi semua danau darah atau bahkan mengurangi volumenya saja, pastinya akan memakan waktu yang tidak sedikit. Tapi, Lin Chen tidak terlalu tergesa-gesa, karena ia bisa mempercepat laju Profound Ark setelah selesai di sini.
Beberapa jam kemudian, Lin Chen mulai bisa melihat ratusan, atau bahkan jutaan pilar batu yang sangat luas dan di antara beberapa pilar batu, ada monster-monster yang berdiri di sana.
"Mengeringkan lebih sulit ketimbang menghancurkannya." Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat langit yang tertutupi oleh lautan darah.
Bang!
Semua monster membuka matanya secara bersamaan dan melepaskan aura yang sangat kuat, membuat pilar-pilar itu bergetar yang kemudian meledak. Aura yang kuat itu juga menghantam Profound Ark, mengakibatkan suara keras yang menelan telinga, meski tidak menggoreskannya.
__ADS_1
Lin Chen mengibaskan tangannya pelan, menciptakan sayatan cahaya putih yang bergerak sangat cepat sejauh mata memandang.
[Ding~ Membunuh ...]
Lin Chen berhasil membunuh miliaran Liere , Shenli, Iblis Merah dan Iblis Hitam. Tapi masih tidak ada tanda-tanda akan menembus Ranah Huangdi tahap Menengah.
"Hebat ..." Xue Ying tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Kakaknya sendiri saat melihat ini.
Lin Chen menjentikkan jarinya, menurunkan kembali lautan darah yang melayang di langit. Kemudian menggerakkan Profound Ark untuk membelah hujan darah yang jatuh bagaikan air terjun.
"Jika Yi'er sudah menjadi Kultivator Sejati setelah memahami Dao Hat, Yi'er juga akan bisa melepaskan serangan yang kuat seperti ini." Lin Chen kembali mengusap lembut kepala Xue Ying, dan sesekali juga memainkan pipi lembut Adiknya itu.
Xue Ying mengepalkan kedua tangannya di depan dada, dan mendengkus dengan semangat yang membara. "Baik! Yi'er akan terus berlatih!"
Lin Chen sangat senang dengan semangat yang ditunjuk oleh Xue Ying, ini seperti melihat Ling Ji Yue saat hendak belajar untuk menjadi Kultivator dulu, di Tanah Kematian, Alam Surga. Ia ingat betul bagaimana dewasanya bocah berusia delapan tahun itu.
Jika mengingat masa itu, ia juga teringat akan dirinya yang terus bertambah tua, meski masih 25 tahun.
Profound Ark terus melaju dengan kecepatan cahaya dan tidak membutuhkan waktu lebih dari sepuluh menit untuk dapat melihat daratan luas di depan mata. Hingga saat memasuki daratan itu, Lin Chen merasa aura di sini lebih kuat dan lebih sesuai untuk memahami Esensi Dao Iblis.
Tapi untuk manusia biasa, atau bahkan Xue Ying yang cukup kuat juga akan merasa tidak nyaman di sini.
"Aura di sini sangat kaya, tapi sangat beracun untuk manusia. Aku tidak tahu bagaimana manusia yang hidup di sini, mungkin keadaan mereka lebih parah ..." Lin Chen mengulurkan tangan kanannya keluar dari pelindungnya, dan samar-samar aura merah gelap seperti darah mulai berkumpul di tangannya.
Lin Chen menarik tangannya kembali, kemudian tersenyum tipis saat memikirkan suatu ide.
"Benar! Sebelum pergi ke Alam Selestial, lebih baik kau tinggalkan klon di sini untuk terus meningkatkan kekuatan!" Hitam kembali pada dirinya lagi yang sangat senang berteriak.
Lin Chen menganggukkan kepalanya, sebelumnya ia memang ingin menghancurkannya, namun setelah memikirkan lebih lanjut, akan lebih baik menggunakan Alam Bawah sebagai tempat pelatihan.
Monster-monster di sini juga terus terlahir tanpa henti.
Namun pelatihan ini bukan sembarangan, hanya untuk mereka yang sudah menembus Ancient God agar setidaknya memiliki sedikit ketahanan di sini.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...